Claim Missing Document
Check
Articles

DAKWAH BIL-HẦL PESANTREN WALISONGO NGABAR PONOROGO JAWA TIMUR DALAM PEMBERDAYAAN EKONOMI MASYARAKAT TAHUN 2013-2014 Sudarno Shobron; Imron Rosyadi; Mohammad Zaki Suaidy
Profetika: Jurnal Studi Islam Vol. 16, No. 1, Juni 2015
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/profetika.v16i1.1797

Abstract

Penelitian ini berkaitan   dakwah bil hâlsebagai sebuah model dakwah yang berorientasi kepada pemberdayaan dan pengembangan masyarakat (community empowerment) melalui ekonomi. Rumusan masalah dari penelitian ini adalah bagaimana implementasi dan peran dakwah bil-hâl Pondok Pesanten “Wali Songo” dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat Ngabar Tahun: 2013-2014 .Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan implementasi dan peran dakwah bil-hâl PPWS dalam pemberdayaan masyarakat Ngabar dalam rangka mewujudkan masyarakat sejahtera dan mandiri secara ekonomi. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif, karena peneliti langsung menggali data di lapangan yaitu PPWS Ngabar Ponorogo. Teknik pengumpulan data adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini dilakukan dengan empat tahapan yaitu, pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan.Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi Dakwah bil-hâl dilaksanakan melalui program pemberdayaan ekonomi. Pemberdayaan ekonomi dilakukan spesifik melalui YPPW-PPWS diharapkan mampu menjembatani dan membantu masyarakat Ngabar keluar dari kemiskinan melalui model-model pemberdayaan yang dilakukan antara lain: (1) Pemberdayaan tenaga kerja sekitar pesantren, (2) Pemberdayaan pertanian, (3)Pemberdayaan peternakan sapi, (4) Pemberdayaan kesehatan masyarakat, (5) Pemberdayaan penyiaran dan komunikasi dan (6) Pemberdayaan kelompok usaha rumahan. Adapun peran dakwah bil-hâl Dakwah bil-hâl menghasilkan perubahan dan pencapaian dalam masyarakat Ngabar, khususnya di bidang ekonomi. Dakwah bil-hâl memiliki peransebagai motivator, dinamisator dan fasilitator program pemberdayaan ekonomi masyarakat Ngabar, dengan melibatkan peran institusi agama, kyai dan pesantren.Kata kunci: dakwah bil-hâl, pesantren, pemberdayaan ekonomi.
قاعدة" اقتضاء النهي الفساد و البطلان " عند المذاهب الأربعة " و تطبيقاتها في المناكحات Suranto Suranto; Imron Rosyadi; Muinudinillah Basri
Profetika: Jurnal Studi Islam Vol. 21, No. 1, Special Issue 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/profetika.v21i1.11656

Abstract

This research is motivated by the curiosity of the law of marriage of a pregnant adulter to cover up her shame and family disgrace, which sometimes occurs in the community, while the Prophet Muhammad “peace be upon him” has forbidden men to marry a pregnant woman until she gives birth.And many other forbidden marriages that occur in the community. The formulation of the problems of this research are: 1) What are the opinions of the four ideology of thought towards the rule of "iqtidhou annahyi alfasad wal butlan"? 2) How is the application of this rule in prohibited marriages, such as marriages of men with adulterers who are pregnant, mut'ah marriages, marriages of men who have been proposed by other men, marriages in ihrom conditions, syigor marriages, bid'iy marriages, marriages without marriages proxy, marriage without witnesses, marriage by combining women who still have mahrom relations. This research was conducted by the literature review method, collecting and studying various references, especially from the four ideology of thought, then conducting in-depth analysis. The conclusions of this study are 1) the four ideology of thought differ on the the rule of "iqtidhou annahyi alfasad wal butlan" in some circumstances annahyu, and have the same view of this Qoidah in several circumstances annahyu. 2) In applying this rule in the case of marriage, they agree on its validity or sleaze in some marital matters, but also differing opinions in several other issues. Usually, their opinions on the issue of marriage are in line with their opinions on the issue of the rule of ushul, but sometimes they don’t.Penelitian ini dilatarbelakangi keingintahuan hukum nikahnya pezina yang hamil untuk menutupi aibnya dan aib keluarganya, yang kadang terjadi di masyarakat, sedangkan Nabi Muhammad Sholallohu ‘alaihi wa salam telah melarang lelaki untuk menikahi perempuan yang hamil sampai dia melahirkan. Dan banyak pernikahan-pernikahan terlarang lainya yang terjadi di masyarakat. Rumusan masalah dari penelitian ini adalah: 1) Apa pendapat empat madzhab terhadap qoidah “ iqtidhou annahyi alfasad wal butlan”? 2) Bagaimana penerapan qoidah ini dalam masalah pernikahan yang terlarang, seperti nikahnya lelaki dengan pezina yang hamil, nikah mut’ah, nikahnya lelaki atas perempuan yang sudah dilamar lelaki lain, nikah dalam kondisi ihrom, nikah syigor, tholak bid’iy, nikah tanpa wali, nikah tanpa saksi, nikah dengan menggabungkan perempuan yang masih ada hubungan mahrom. Penelitian ini dilakukan dengan metode kajian pustaka, dengan mengumpulkan dan mentelaah berbagai referensi terutama dari empat madzhab, dan menganalisanya. Kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah 1) empatmadzhab berbeda pendapat tentang qoidah “ iqtidhou annahyi alfasad wal butlan” di beberapa keadaan annahyu, dan sama pandanganya tentang kaidah ini dalam beberapa keadaan annahyu. 2) Dalam penerapan qoidah ini dalam masalah pernikahan, mereka sepakat tentang keabsahanya atau kebatilanya dalam beberapa masalah pernikahan, dan kadang mereka juga berbeda pendapat dalam beberapa masalah lainya. Biasanya pendapat mereka dalam masalah pernikahan ini selaras dengan pendapat mereka dalam masalah qoidah ushul tersebut, tapi kadang tidak selaras. الملخص: قاعدة" اقتضاء النهي الفساد و البطلان " عند المذاهب الأربعة و تطبيقاتها في المناكحات، رسالة مقدمة لاستيفاء أحد الشروط للحصول على درجة الماجستير في تخصص الفقه و أصوله، إعداد الطالب: سورا تنو، رقم القيد:O200170020  تحت إشراف: د.عمران رشادي و د.معين دين الله بصري، عام:1441 ه / 2019م. قامت فكرة البحث على معرفة حكم نكاح الحامل بسبب الزنى لستر عيبها و عيب عائلتها الواقع في المجتمع ، مع أن النبي – صلى الله عليه و سلم – نهى عن نكاح الحامل حتى تلد كي لا يختلط النسب. قد وقعت الأنكحة الممنوعة الأخرى في المجتمع. تدور مشكلة البحث حول الأمرين التاليين: 1) ما أقوال المذاهب الأربعة في قاعدة " اقتضاء النهي الفساد و البطلان"؟ 2)كيف تطبيق هذه القاعدة  في مسائل المناكحات؟ اتّبع الباحث في هذه الرسالة البحث المكتبي، و ينهج هذا البحث منهج استقرائي و تحليلي. و توصل الباحث إلى النتائج الآتية: 1) اختلف المذاهب الأربعة في القاعدة الأصولية " اقتضاء النهي الفساد و البطلان " في بعض أحوال النهي، و اتفق في بعضها. 2) تطبيقات هذه القاعدة في المناكحات المنهي عنها في نكاح الزانية الحامل، نكاح المتعة، الخطبة على الخطبة، نكاح المحرم، نكاح الشغار، الطلاق البدعي، النكاح بدون ولي، النكاح بدون الشهود، الجمع بين المحارم في النكاح، اتفق المذاهب الأربعة على صحة بعضها أو فساده، و اختلفوا في بعضها، غالبا أن رأيهم موافق لرأيهم في القاعدة " اقتضاء النهي الفساد و البطلان"، و أحيانا مخالف لرأيهم في هذه القاعدة.  
KOMPARASI EFISIENSI PERBANKAN SYARIAH DAN PERBANKAN KONVENSIONAL DI INDONESIA Imron Rosyadi
Riset Akuntansi dan Keuangan Indonesia Vol 2, No 1 (2017): Riset Akuntansi dan Keuangan Indonesia
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/reaksi.v2i1.3683

Abstract

The purpose of this study was to: (i) acknowledge and examine the differences between the financial performance of Islamic banking with conventional banking, (ii) to analyze and explain the differences in efficiency levels between Islamic banking and conventional banking (iii) analyze and compare the efficiency of Islamic banking with banks conventional. The population used in this study is a commercial bank in Indonesia with 124 banking institutions with the details of five state banks and 119 private banks. sample of banking institutions in this study are 5 government-owned banking institution (s) and 12 institutions of Islamic banks. The method of analysis used in quantitative research is descriptive (analytic). Measurement and test efficiency and efficiency ratio of the difference of Islamic banking from conventional banking to use Supplier Data Analysis (DEA) and two different test mean (t-test). The results showed during the observation period 2012-2016, economic activities (banking) of Islamic banks are relatively more efficient than conventional banks Keywords: comparative, efficiency, financial performance
Macro Variable Effect Analysis and Non-Performing Financing (NPF) Against the Return On Asset (ROA) Islamic Banks In Indonesia Year 2008-2017 Fikri Ainul Qolbi; Dwi Pratika Karisma; Imron Rosyadi
Journal of Islamic Economic Laws Vol 3, No 1: January 2020
Publisher : Muhammadiyah University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jisel.v3i1.10170

Abstract

Islamic Banks is a business entity that raises and distributes funds from the community and for the community. The study was conducted to analyze the macro variables and NPF (Non-Performing Finance) to ROA (Return on Assets) to determine the relationship between short-term and long-term between variables. The analysis model used is the Eagle Granger ECM Stage Two test that uses secondary data from the serial data (time series). The results of this study indicate that NPF simultaneously, GDP, and interest rates affect the ROA. Partially GDP positive and significant effects in the long term and short term, NPF positive and significant effect in the long term, interest rate, and no significant positive effect on ROA.
Murabaha Dispute Settelement In A Sharia Rural Bank of Klaten Rifanatus Sarah Dzatihanani; Imron Rosyadi
Journal of Islamic Economic Laws Vol 2, No 2: July 2019
Publisher : Muhammadiyah University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jisel.v2i2.8593

Abstract

In August 2018 the Religious Court accepted the Sharia Rural Bank Al-Mabrur, located in the city of Klaten, application as plaintiff under number 1135 / Pdt.G / 2018 / PA / Klt. They sued Tri Suyatmi and Panut Basuki, for their violation of disobeying the Murabaha contract number: 2414 / APJBM / AL MABRUR / VI / 2017. Based on the case above, a review of decision number 1135 / Pdt.g / 2018 / PA.Klt will be examined. In this article, we will review first of all, what is the basis for the consideration of the Klaten Religious Court judges in completing case number 1135 / Pdt.g / 2018 / PA.Klt. Secondly, Is the Religious Court judge's decision regarding the Murabaha contract in the Sharia Rural Bank Al-Mabrur in accordance with the DSN-MUI Fatwa? This research is a type of qualitative research, which uses an evaluative method that is by measuring certain benefits and activities, as well as collecting and analyzing data systematically to determine the value or benefits of the contents of decision file number 1135 / Pdt.g / 2018 / PA.Klt. The data were obtained from observations, interviews with Judges and Clerks of the Klaten Religious Court, and documents in the Religious Courts. Based on the results of the study it can be concluded that: 1) Judge's decision on case number 1135 / Pdt.g / 2018 / PA.Klt is to declare legal Murabaha contract number 2414 / APJBM / AL MABRUR / VI / 2017, 2) Defendant is proven to have defaulted and must pay material compensation of Rp. 36,269,864 and pay the costs of the case, 3) The legal basis used by the Panel of Judges in setting decisions is in accordance with Islamic Economic Law, namely using the Fatwa of the Sharia Council of the Indonesian Ulema Council (DSN-MUI) concerning the Murabaha contract
Sadd Adz-Dzari'ah dan Aplikasinya pada Fatwa Bidang Kesehatan Majelis Ulama Indonesia Rizka Rizka; Arova Bakhtiar; Imron Rosyadi
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : CV. Syntax Corporation Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (256.307 KB) | DOI: 10.36418/syntax-literate.v6i2.4951

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat perkembangan pola kehidupan manusia senantiasa berubah, bahkan perubahannya bersifat disruptif dimana banyak hal-hal baru yang belum terjadi sebelumnya. Pandemi yang terjadi sejak 2019 juga menuntut produktivitas fatwa terkait hal-hal baru. Penelitian ini bertujuan untuk melihat secara lebih mendalam metode sadd adz-dzari’ah dan aplikasinya dalam penetapan fatwa Majelis Ulama Indonesia yang berkaitan dengan bidang kesehatan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adanya metode kualitatif dengan cara menganalisis secara holistic terhadap obyek penelitian. Hasil penelitian didapatkan bahwa kedudukan sadd adz-dzari’ah dalam proses penetapan fatwa Majelis Ulama Indonesia adalah sangat penting demi mencegah terjadinya kemudhorotan dan mencapai kemaslahatan
Manajemen Kinerja dalam Mencapai Competitive Advantage Sekolah Muhammadiyah Rio Estetika; Imron Rosyadi; Muh. Nur Rochim Maksum
Jurnal Basicedu Vol 6, No 3 (2022): June Pages 3200-5500
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v6i3.3064

Abstract

Problem manajemen kinerja pada lembaga pendidikan Islam masih kerap sekedar untuk penilaian formal berkala demi kenaikan pangkat/jabatan. Lembaga pendidikan Muhammadiyah yang berjumlah fantastis, ternyata tidak serta merta secara keseluruhan memperlihatkan competitive advantage-nya (keunggulan bersaing). Sekolah-sekolah Muhammadiyah di wilayah pedesaan Wonogiri kerap dinilai tata kelolanya asal jalan, dilabel sekolah buangan, kalah bersaing dengan sekolah negeri, dan dipandang sebelah mata oleh masyarakat. Lembaga pendidikan Muhammadiyah diharapkan keluar dari situasi tersebut dengan keunggulan bersaing melalui manajemen kinerja Penelitian lapangan ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menekankan analisis data berupa kata-kata tertulis maupun lisan dan gambar. Data dikumpulkan melalui metode wawancara dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan metode induktif melalui beberapa langkah, yaitu: pengumpulan data dibarengi dengan reduksi data, menyajikan data dalam bentuk narasi dan deskripsi, lalu menarik kesimpulan. Kajian ini menemukan bahwa manajemen kinerja dalam mencapai competitive advantage pada SD Muhammadiyah PK Pracimantoro dan SD Muhammadiyah Inovatif Baturetno, dilakukan dengan tiga tahapan. Pertama, perencanaan meliputi: penentuan tujuan, rekrutmen guru dan tenaga kependidikan, perjanjian kinerja. Kedua, pelaksanaan. Pada tahap pelaksanaan manajemen kinerja mengandung beberapa aktivitas, yaitu: pembinaan disiplin, motivasi, pengembangan kompetensi, dan penghargaan. Ketiga, evaluasi kinerja ditempuh dengan dua pendekatan, yaitu formal dan informal. Proses tersebut dilakukan untuk mewujudkan keunggulan sekolah pada aspek-aspek pendidikan antara lain: (1) Lokasi; (2) Keunggulan nilai, yang meliputi: kurikulum, layanan pendidikan, tenaga pendidik, sarana-prasarana, program pendidikan, dan prestasi lulusan.
ANALISIS KONSEP AKAD MURABAHAH DAN AKAD RAHN DALAM PRODUK EMAS ANTAM PADA PEGADAIAN SYARIAH CABANG SOLO BARU MENURUT HUKUM EKONOMI SYARIAH Siti Nur Asia; Rizka Rizka; Imron Rosyadi
Jurnal Justisia Ekonomika: Magister Hukum Ekonomi Syariah Vol 6 No 1 (2022): Juni 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/justeko.v6i1.12540

Abstract

Abstrak Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menganalisis konsep murabahah dan rahn pada produk emas Antam pada Pegadaian Syariah cabang baru solo dan menganalisis kesesuaian penerapan murabahah dan rahn dengan Fatwa DSN-MUI, jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan fenomenologi, teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) Konsep murabahah dalam penjualan produk emas Antam di Pegadaian Syariah Cabang Solo Baru mengandung konsep murabahah lil amiir bis syria', yaitu konsep pembiayaan yang mendominasi praktik keuangan Lembaga Keuangan Syariah. dibandingkan dengan konsep pembiayaan lainnya. Kemudian ada dua bentuk murabahah, yaitu: murabahah bersama dengan rahn (pembelian emas dengan sistem angsuran) dan murabahah bersama dengan wakalah (pembelian emas yang diwakili). 2) konsep rahn akad qardh dengan jaminan emas Antam di cabang baru pegadaian syariah solo memiliki tiga akad, yaitu: qard dalam pemberian pinjaman, kemudian rahn dalam memegang agunan emas, dan ijarah sebagai jasa pemeliharaan bagi yang digadaikan. barang-barang. 3) pelaksanaan murabahah dan rahn sesuai dengan Fatwa DSN MUI, baik Fatwa No.04/DSN-MUI/IV/2000 tentang murabahah maupun Fatwa No.25/DSN-MUI/III/2002 tentang rahn. Kata kunci: Konsep, Murabahah, Rahn, Produk Emas Mulia, DSN MUI.
Telaah Kritis terhadap Pembiayaan Murabahah Imron Rosyadi
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 8th University Research Colloquium 2018: Bidang Sosial Ekonomi dan Psikologi
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (576.222 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah melakukan telaah kritis terhadap pembiayaan murabahah pada Bank Syariah di Indonesia. Metode deskriptif analitik digunakan untuk mecapai tujuan tersebut. Hasil telaah menunjukkan bahwa pada awal berdirinya, khittah bank syariah sebenarnya merupakan bank yang beroperasi dengan prinsip dasar Profit Loss Sharing (PLS), yang lebih adil dan bebas riba. Namun dalam berkembangannya, seiring dengan kesulitan dalam hal-hal teknis penerapan PLS, bisnis bank syariah kemudian bergeser, tidak lagi berbasis PLS tetapi berbasis mark-up (margin). Hal ini bisa dibuktikan berdasarkan data komposisi pembiayaan perbankan syariah, yang menunjukkan bahwa komposisi terbesar ditempati akad murabahah. Maknanya pembiayaan murabahah merupakan bisnis utama perbankan syariah. Dikemudian hari muncul dua kubu yang saling berseberangan pandangan, yaitu para pendukung perbankan syariah, yang sering distereotip revivalis dan kubu pengkritik, yang sering disebut dengan modernis. Kedua kubu berbeda pendapat dalam persoalan praktik perbankan syariah, walaupun dalam tataran teori (idealisme) keduanya bisa dipertemukan. Sejumlah perbedaan pandangan yang cukup tajam terutama terletak pada pembiayaan murabahah dan persoalan derivasinya seperti, ada-tidaknya landasan syariah tentang murabahah; harga kredit yang lebih tinggi; penentuan margin; mark-up versus bunga dan sebagainya.
Model Pengembangan Lembaga Keuangan Mikro Desa Berbasis Local Wisdom Imron Rosyadi; Fatchan Ahyani
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 10th University Research Colloquium 2019: Bidang Sosial Ekonomi dan Psikologi
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (693.974 KB)

Abstract

Tujuan yang dicapai penelitian pada tahun ke-dua adalahmerumuskan dan menyusun model pengembangan lembagakeuangan mikro desa berbasis kearifan lokal (local wisdom)sebagai upaya penguatan ekonomi masyarakat pedesaan di daerahpenelitian. Berdasarkan tujuan tersebut target khusus yang ingindicapai dalam penelitian ini adalah mendesain eksistensi LembagaKeuangan Mikro Desa (LKMD) berbasis kearifan lokal yang sudahdipraktikkan selama bertahun-tahun dan mengakar di entitasmasyarakat pedesaan, yakni tradisi bagi hasil (maro) antarapemilik modal (tanah dan input yang lain) dengan petanipenggarap. Secara spirit ada kemiripan antara maro itu denganskim/akad mudharabah/musyarakah dalam konsep lembagakeuangan Islam. Sehingga dalam konteks itu diperlukanpelembagaan maro dalam LKMD, yang berperan ganda danstrategis yaitu sebagai penyanggah (buffer stock) dan ataupengelola cadangan pangan dalam rangka memberikan kemudahanakses pangan kepada masyarakat kurang mampu (aspek sosial) danmemberikan kemudahan akses permodalan bagi rumah tanggapetani (aspek bisnis). Jenis penelitian ini merupakan deskriptifanalitis, yaitu menggambarkan dan atau mendefinisikanketerlibatan dan peran strategis pemerintah desa dalampengentasan kemiskinan. Subjek penelitian ini adalah pemerintahdan masyarakat (petani) di daerah penelitian. Data yangdiperlukan untuk mencapai tujuan penelitian ini adalah dataprimer dan data sekunder yang diperoleh dengan metode observasi,wawancara secara mendalam, dan penelusuran terhadapdokumentasi pemerintahan desa. Penelitian ini merupakan hasilpengembangan penelitian tahun pertama, yaitu merumuskan modelpengembangan lembaga keuangan mikro desa berbasis kearifanlokal (local wisdom) sebagai upaya penguatan ekonomi masyarakatpedesaan, dengan menggunakan metode focus group discussion(GFD), kritis analitik dan interaktif