Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

The Penggunaan Aplikasi Discord dalam Komunikasi Pemasaran Content Creator Gaming Ramayandi Rizkisya; Anne Maryani
Bandung Conference Series: Communication Management Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Communication Management
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (98.321 KB) | DOI: 10.29313/bcscm.v2i2.3885

Abstract

Abstract. Technological developments give rise to new types of work. One of them is creator content. Creator content can be categorized into various types, one of which is gaming creator content. A gaming content creator needs viewers as well as subscribers to grow his channel. Especially the new content creator gaming. Therefore it is necessary to have content marketing communications. One of the media that can be used for marketing is Discord. Because the Discord application is mostly used by game lovers. This study aims to determine the marketing communication process carried out by gaming content creators in the Discord application using the theory of attention, interest, desire, action (AIDA). This study used descriptive qualitative method. The subject of the research is content creators who upload their content on Youtube and have less than 10 thousand subscribers. The data collection technique used interviews with the research subjects. The data analysis technique of this research consisted of data reduction, data presentation and then drawing conclusions. The results of this study illustrate that a gaming content creator can take advantage of Discord features and successfully introduce their content to Discord users. Abstrak. Perkembangan teknologi memunculkan jenis pekerjaan baru. Salah satunya adalah konten kreator. Konten kreator dapat dikategorikan menjadi berbagai jenis, salah satunya adalah konten kreator gaming. Seorang konten kreator gaming memerlukan penonton dan juga pelanggan untuk mengembangkan channel-nya. Terutama konten kreator gaming yang baru. Maka dari itu diperlukan adanya komunikasi pemasaran konten. Salah satu media yang dapat digunakan untuk pemasaran adalah Discord. Karena aplikasi Discord mayoritas digunakan oleh para pecinta games. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses komunikasi pemasaran yang dilakukan konten kreator gaming di dalam aplikasi Discord dengan menggunakan teori attention, interest, desire, action (AIDA). Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Subjek penelitiannya adalah konten kreator yang mengunggah kontennya di Youtube dan memiliki pelanggan kurang dari 10 ribu orang. Teknik pengumpulan datanya menggunakan wawancara kepada subjek penelitian tersebut. Teknik analisis data penelitian ini terdiri dari reduksi data, penyajian data lalu penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menggambarkan bahwa seorang konten kreator gaming dapat memanfaatkan fitur-fitur Discord dan berhasil memperkenalkan kontennya ke pengguna Discord.
Hubungan Konten Promosi Akun Instagram @Kamargadget dengan Minat Beli Followers Athallah Pratama Putra; Anne Maryani
Bandung Conference Series: Communication Management Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Communication Management
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (148.408 KB) | DOI: 10.29313/bcscm.v2i2.4043

Abstract

Abstract. Instagram is a multi-functional media that can be used in any case and by anyone, especially business people to promote the products and services they sell. Kamar gadget is one of the companies that utilize Instagram social media as a means of promotion with the @kamargadget account. Therefore, this study aims to determine the relationship between the promotional content of the @kamargadget Instagram account and followers' buying interest using correlational methods and quantitative approaches. The data collected is primary data obtained through questionnaires, as well as secondary data obtained through library research. The population in this study is the followers of the @kamargadget account totaling 71,100. To measure the sample, the Slovin formula was used to obtain 100 samples with a percentage rate of 10%. The data analysis technique used is a descriptive and inferential analysis using IBM SPSS Statistics for Windows version 22. The results of this study are that there is a relationship between aspects of Personal Relevance with followers' buying interest with the Spearman Test of 0.549. There is a relationship between the Interactivity aspect and the buying interest of followers with the Spearman Test of 0.471. There is a relationship between the Message aspect and followers' buying interest with the Spearman Test of 0.437. There is a relationship between Brand Familiarity and followers' buying interest with the Spearman Test of 0.359. So that the simultaneous relationship between @kamargadget Promotional Content and followers' buying interest is 0.581. Abstrak. Instagram sebuah media multi fungsi yang dapat digunakan dalam hal apapun dan oleh siapapun terutama para pembisnis untuk mempromosikan produk serta layanan yang mereka jual. Kamar gadget adalah salah satu perusahaan yang memanfaatkan media sosial Instagram sebagai sarana promosi dengan akun @kamargadget. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara konten promosi akun Instagram @kamargadget dengan minat beli followers dengan menggunakan metode korelasional dan pendekatan kuantitatif. Data yang dikumpulkan merupakan data primer yang didapatkan melalui kuesioner, serta data sekunder yang didapatkan melalui studi kepustakaan. Populasi dalam penelitian ini adalah followers akun @kamargadget berjumlah 71.100. Untuk mengukur sampel digunakan rumus Slovin sehingga diperoleh 100 sampel dengan tingkat persentase 10%. Teknik analisis data yang digunakan yaitu analisis deskriptif dan inferensial menggunakan IBM SPSS Statistic untuk Windows versi 22. Hasil penelitian ini adalah terdapat hubungan antara aspek Personal Relevance dengan minat beli followers dengan Uji Spearman sebesar 0,549. Terdapat hubungan antara aspek Interactivity dengan minat beli followers dengan Uji Spearman sebesar 0,471. Terdapat hubungan antara aspek Message dengan minat beli followers dengan Uji Spearman sebesar 0,437. Terdapat hubungan antara Brand Familirity dengan minat beli followers dengan Uji Spearman sebesar 0,359. Sehingga hubungan secara simultan antara Konten Promosi @kamargadget dengan minat beli followers yaitu 0,581.
Makna Avatar Couple pada Pengguna Media Sosial Discord Risman Maulana; Anne Maryani
Bandung Conference Series: Communication Management Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Communication Management
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (215.851 KB) | DOI: 10.29313/bcscm.v2i2.4055

Abstract

Abstract. Couple avatars have become one of the things that we often encounter, especially when we browse the internet. Not infrequently we encounter photos or two-dimensional avatars that show like a couple. In this study, the researchers wanted to dig deeper into the relationship between this avatar couple for discord social media users. The purpose of this research is to find out how the motives, experiences, and also the meaning of the avatar couple users in using the avatar couple. The method used in this study is a qualitative method with a phenomenological study approach which is also supported by the theory of symbolic interactionism. The subject of this research is of course the avatar couple users on Discord social media where they are included in the Discord server, Buddy Genshin. Data collection techniques in this study used in-depth interviews, and observation. Based on the results of the study, it was found that the motives of discord social media users in using the avatar couple were seeking attention, and giving a sense of security, being invited by a partner, being forced, and seeing other people. The experiences gained while using the avatar couple include a change in interaction which then from this interaction change gives a negative value and a positive value which in the end gives a response in the form of feelings of pleasure, sadness, happiness, discomfort and shame. Then the meaning of the avatar couple users was also found. This means that it has the meaning of showing the existence of a relationship, which is further elaborated in the form of a sense of love and security in the form of validation, a form of sense of belonging and status clarification. Abstrak. Avatar couple telah menjadi salah satu hal yang cukup sering kita temui, terkhusus ketika kita berjelajah lewat internet. Tidak jarang kita temui foto-foto atau avatar dua dimensi yang menunjukkan layaknya sepasang kekasih. Pada penelitian ini peneliti ingin menggali lebih dalam lagi terkait daripada avatar couple ini bagi para pengguna media sosial discord. Tujuan dari dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana motif, pengalaman, dan juga makna dari para pengguna avatar couple dalam menggunakan avatar couple. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi fenomenologi yang didukung juga oleh teori interaksionisme simbolik. Subjek dari penelitian ini yaitu tentunya para pengguna avatar couple pada media sosial Discord yang mana mereka termasuk kedalam server Discord Sobat Genshin. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan wawancara mendalam, dan observasi. Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan bahwa motif dari pengguna media sosial discord dalam menggunakan avatar couple yaitu mencari perhatian, dan memberikan rasa aman, diajak oleh pasangan, terpaksa, dan karena melihat orang lain. Pengalaman yang didapatkan selama menggunakan avatar couple diantaranya adalah terjadi perubahan interaksi yang kemudian dari perubahan interaksi ini memberikan nilai negatif dan nilai positif yang pada akhirnya memberikan respon berupa perasaan senang, sedih, bahagia, risih dan malu.Kemudian ditemukan juga makna dari para pengguna avatar couple ini yaitu memiliki makna sebagai menunjukkan adanya suatu hubungan, dimana dijabarkan lebih dalam lagi berupa adanya rasa cinta dan aman ke dalam bentuk validasi, bentuk sense of belonging dan penjelesan status.
Makna Avatar Couple pada Pengguna Media Sosial Discord Risman Maulana; Anne Maryani
Jurnal Riset Manajemen Komunikasi Volume 2, No. 2, Desember 2022 Jurnal Riset Manajemen Komunikasi (JRMK)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrmk.v2i2.1637

Abstract

Abstract. Couple avatars have become one of the things that we encounter quite often, especially when we are browsing via the internet. It's not uncommon for us to find two-dimensional photographs or avatars that show a pair of lovers. The purpose of conducting this research is to find out how the motives, experiences, and also the meaning of the avatar couple users use the avatar couple. Data collection techniques in this study used in-depth interviews and observation. Based on the results of the study, it was found that the motives of discord social media users in using the avatar couple were seeking attention, and providing a sense of security, being invited by a partner, being forced, and because they saw other people.\ Abstrak. Avatar couple telah menjadi salah satu hal yang cukup sering kita temui, terkhusus ketika kita berjelajah lewat internet. Tidak jarang kita temui foto-foto atau avatar dua dimensi yang menunjukkan layaknya sepasang kekasih. Tujuan dari dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana motif, pengalaman, dan juga makna dari para pengguna avatar couple dalam menggunakan avatar couple. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan wawancara mendalam, dan observasi. Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan bahwa motif dari pengguna media sosial discord dalam menggunakan avatar couple yaitu mencari perhatian, dan memberikan rasa aman, diajak oleh pasangan, terpaksa, dan karena melihat orang lain.
Manajemen Konten Tiktok @HALO.BDG Sebagai Media Informasi Ghita Mauritsa; Anne Maryani
Bandung Conference Series: Communication Management Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Communication Management
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcscm.v3i1.5249

Abstract

Abstract. The rapid development of information and communication technology has led to the presence of various social media that can be accessed online, one of which is Tiktok. The Bandung City Government for Protocol and Leadership Communications (Prokopim) also uses the Tiktok application as a medium of information and entertainment for other users. The purpose of this study was to find out how the management of Tiktok content on the @Halo.Bdg account as an information medium includes planning, organizing, directing, influencing, and monitoring. Using qualitative methods with a case study approach. Then the data collection technique in this study will be through observation and in-depth interviews with the social media manager Tiktok @Halo.Bdg, namely Mrs. Anisa Putri and the head of the Protocol and Communications Section, Mr. Sony Teguh. The results of the study found that the reason for using Tiktok social media is because the application is an application that is currently busy in the wider community so that it helps spread information more widely, then in planning includes content research activities, dividing the type of content and determining the time to upload content, then organizing includes the creation of quality content by following the Standard Operating Procedures (SOP) and the flow of communication to the leader regarding the content to be created. The third stage is direction, which includes teamwork Tiktok @Halo.Bdg social media team, engagement and feedback obtained and direction from the leadership, the last stage is controlling, which includes monitoring activities for content and feedback, then routine evaluations are carried out to maintain quality informative content. Abstrak. Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang semakin pesat ini memunculkan kehadiran berbagai media sosial yang dapat diakses secara online, salah satunya adalah Tiktok. Pemerintah Kota Bandung bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokopim) juga menggunakan aplikasi Tiktok ini sebagai media informasi dan juga hiburan bagi pengguna lainnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana manajemen konten Tiktok akun @Halo.Bdg sebagai media informasi meliputi perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, memberikan pengaruh, dan pengawasan. Menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Kemudian teknik pengumpulan data pada penelitian ini akan melalui observasi dan wawancara mendalam dengan pengelola media sosial Tiktok @Halo.Bdg yakni Ibu Anisa Putri dan kepala bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Bapak Sony Teguh. Hasil penelitian ditemukan bahwa alasan penggunaan media sosial Tiktok sebab aplikasi tersebut merupakan aplikasi yang sedang ramai di masyarakat luas sehingga membantu penyebaran informasi semakin luas, lalu pada bagian perencanaan meliputi kegiatan riset konten, pembagian jenis konten dan menentukan waktu untuk mengunggah konten, kemudian pengorganisasian meliputi pembuatan konten yang berkualitas dengan mengikuti Standar Operasional Prosedur (SOP) dan alur komunikasi terhadap pimpinan mengenai konten yang akan dibuat. Tahap ketiga yakni pengarahan meliputi kerja sama dalam tim media sosial Tiktok @Halo.Bdg, engagement dan feedback yang didapatkan dan pengarahan dari pimpinan, tahap terakhir yakni pengawasan meliputi kegiatan pengawasan terhadap konten dan feedback, kemudian evaluasi rutin dilakukan untuk mempertahankan konten informatif yang berkualitas.
Komunikasi Persuasif Prokopim Bandung di Media Sosial @Halobandung Mengenai Covid-19 Varian Omicron Raihan Prasatya Putra; Anne Maryani
Bandung Conference Series: Communication Management Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Communication Management
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcscm.v3i1.5295

Abstract

Abstract. Covid-19 in the city of Bandung has an impact for Bandung City Residents from various backgrounds. Bandung City Residents from all elements, facing for first time the Covid-19 Pandemic Situation which mutated into new variants, especially the Omicron Variant. People have different views, where people's beliefs are divided into two, namely those that are in line with the Information and Education conveyed by the government and those that are not in line. Therefore, this study aims to determine Prokopim as a Government in terms of Communication Media for Bandung City Leaders in Using Persuasive Communication, Persuasive Communication Techniques and Information Messages of the Omicron Variant Through Instagram @HaloBandung in providing education, information and persuading Bandung City Residents. This article uses a qualitative method and a case study approach with data collection techniques of observation, interviews and documentation. The author found that the messages conveyed on Instagram @HaloBandung were Vaccination, Policies, Introduction and Level of Covid-19 Cases, Appeals and Directions from Leaders, and Leadership Activities. And in the Information and Use of Persuasive Communication, it is motivated by Tasks and Functions, Hoaxes are scattered and Persuasive Communication Assessment is the right way to be applied, Then the use of Five of Six Persuasive Communication Techniques according to Effendy on Instagram. Abstrak. Covid-19 dikota bandung Berdampak bagi Masyarakat Kota Bandung dari berbagai Latar Belakang. Masyarakat kota bandung baik dari semua elemen untuk pertama kalinya menghadapi Situasi Pandemi Covid-19 yang bermutasi menjadi varian-varian baru Khususnya Varian Omicron. Masyarakat memiliki pandangan Berbeda-beda yang dimana keyakinan masyarakat terbagi menjadi dua yaitu yang sejalan dengan Informasi dan Edukasi yang disampaikan oleh pemerintah dan tidak sejalan. Maka dari itu Penelitian Bertujuan untuk Mengetahui Prokopim sebagai Pemerintah dari sisi Media Komunikasi Pimpinan Kota Bandung dalam Menggunakan Komunikasi Persuasif, Teknik Komunikasi Persuasif Dan Pesan Informasi Varian Omicron Melalui Instagram @HaloBandung dalam memberikan Edukasi,Informasi dan mempersuasi Masyarakat Kota Bandung Dengan Narasumber yaitu Pengelola Media Sosial dan Kepala Bagian Prokopim. Artikel ini menggunakan Metode Kualitatif dan pendekatan Studi Kasus dengan teknik pengumpulan data Observasi, Wawancara dan dokumentasi. Penulis menemukan bahwa Pesan yang disampaikan di Instagram @HaloBandung yaitu Vaksinasi, Kebijakan, Pengenalan dan tingkat Kasus Covid-19, Himbauan maupun Arahan Pimpinan, dan Kegiatan Pimpinan, dan dalam Penginformasian dan Pengunaan Komunikasi Persuasif dilatar-belakangi oleh Tugas dan Fungsi, Hoax yang bertebaran dan Penilaian Komunikasi Persuasif merupakan cara yang tepat untuk diaplikasikan, Lalu penggunaan Lima dari Enam Teknik Komunikasi Persuasif Effendy di instagram.Kata Kunci :Komunikasi Persuasif, Instagram, PROKOPIM, Omicron
Model Komunikasi Kelompok dalam Metode Pendidikan Karakter Disiplin dan Nasionalisme Anggota Pecinta Alam Aldy Yanwar; Anne Maryani
Bandung Conference Series: Communication Management Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Communication Management
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcscm.v3i1.5420

Abstract

Abstact This research proposal is titled Group Communication Model in Discipline and Nationalism Character Education Method of Nature Lovers Members. This research aims to find out the characteristics of members, communication barriers of members, as well as the communication model of members of nature lovers Gempala Ikat, one of the women's communities in Medan. In this study, researchers used several relevant theories such as group communication, discipline character education, and nationalism. This research uses a constructivism paradigm that views individuals as free creators of social reality. This research uses a qualitative method and is descriptive in nature. Data collection techniques were carried out by participatory observation, in-depth interviews, and literature study. This research uses qualitative data analysis techniques which include three stages, namely data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results of this study found that the communication process between coaches, trainers, seniors, administrators, and members of the Gempala Ikat nature lovers of SMA Kartika XIX-1 Bandung involved all members as communicators and communicants, and the form or model of communication carried out in a comfortable, relaxed and relaxed atmosphere. This activity is certainly inseparable from communication, therefore, the importance of the group communication model is a good thing to build the character of discipline and nationalism in nature lovers Gempala Ikat, which must unite the equation of perception with the same goal in order to benefit members of nature lovers Gempala Ikat later. ABSTRAK Usulan Penelitian ini berjudul model Komunikasi Kelompok Dalam Metode Pendidikan Karakter Disiplin dan Nasionalisme Anggota Pecinta Alam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik anggota, hambatan komunikasi anggota, serta Model komunikasi anggota pecinta alam Gempala Ikat. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan beberapa teori relevan seperti komunikasi kelompok, Pendidikan karakter disiplin , dan Nasionalisme.Penelitian ini menggunakan paradigma konstruktivisme yang memandang individu sebagai pencipta realitas sosial yang bebas. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan bersifat deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan studi kepustakaan. Penelitian ini menggunakan teknik analisis data kualitatif yang meliputi tiga tahap yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menemukan bahwa proses komunikasi antar pembina, pelatih, senior, pengurus, dan anggota Pecinta alam Gempala Ikat SMA Kartika XIX-1 Bandung melibatkan seluruh anggota sebagai komunikator dan komunikan, serta bentuk atau model komunikasi yang dilakukan dalam suasana yang nyaman, santai, dan rileks.Isu yang dibangun dalam Organisasi Pecinta alam adalah kegiatan yang mendukung dalam pembentukan karakter disiplin dan nasionalisme adalah ekstrakulikuler. Kegiatan ini tentu tidak terlepas dari adanya komunikasi, Oleh sebab itu, Pentingnya model komunikasi kelompok merupakan hal bagus untuk membangun karakter disiplin dan nasionalisme pada Pecinta alam gempala Ikat yaitu haruslah menyatukan persamaan persepsi dengan tujuan yang sama agar dapat bermanfaat bagi anggota Pecinta alam gempala Ikat nantinya
Fenomena Komunikasi Interpersonal pada Pertemanan Secara Anonim di Media Sosial Fazar Kabisar; Anne Maryani
Bandung Conference Series: Communication Management Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Communication Management
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcscm.v3i1.5499

Abstract

Abstract. At this digital age, humans can make their various needs in various ways. Rapid technological advances continue to make humans have various sources of adequate information. Interactions that occur on the Internet anonymously are often encountered from various media, for example Twitter. In Twitter itself, there are many anonymous accounts that carry out interpersonal communication with other anonymous accounts. Not infrequently also when they have a bond of friendship even if just chatting without knowing each other's identity. This study aims to determine the motives for using anonymous accounts on Twitter media, and also to find out what kind of interactions occur between anonymous account users on Twitter media, so as to find out what benefits are obtained in using the anonymous account. This study uses a qualitative method with Virtual Ethnography, that means research that make ethnographers to participate as observers, either openly or secretly to observe what is happening in virtual community spaces. The researcher uses a descriptive approach to examine anonymous account users on Twitter who follow “Convomf” accounts. The object of this research is the “Convomf” account as a social base account on Twitter media. While the subjects involved were four people who were selected based on a purposive technique, with three main informants and one supporting informants. The results of the study found three motives for creating anonymous accounts, namely security needs, love needs and self-actualization needs, in which each anonymous account performs interpersonal communication indirectly, and gets many benefits from using anonymous accounts for himself. Abstrak. Dalam era digital sekarang ini manusia dapat memenuhi berbagai kebetuhan mereka dengan berbagai cara. Kemajuan teknologi yang pesat terus membuat manusia memiliki berbagai sumber informasi yang memadai. Interaksi yang terjadi di Internet secara anonim-pun tak jarang kita jumpai dari berbagai media, contohnya Twitter. Dalam Twitter sendiri sudah banyak akun anonim yang melakukan interpersonal komunikasi kepada akun anonim lainnya. Tidak jarang juga bila mereka memiliki ikatan pertemanan walau hanya sekedar ngobrol tanpa mengetahui identitas masing-masing. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui motif dalam penggunaan akun anonim di media Twitter, Dan juga mengetahui interaksi seperti apa yang terjadi antar pengguna akun anonim di media Twitter, sehingga mengetahui manfaat apa yang didapat dalam penggunaan akun anonim tersebut. Penelitian ini menggunakan Kualitatif dengan metode Etnografi Virtual, yakni penelitian yang melibatkan etnografer untuk berpartisipasi sebagai pengamat, baik secara terang-terangan atau diam-diam untuk mengamati apa yang terjadi dalam ruang komunitas virtual. Peneliti menggunakan pendekatan secara deskriptif untuk meneliti kepada para pengguna akun anonim di Twitter yang memfollow akun “Convomf”. Objek dalam penelitian ini adalah akun “Convomf” sebagai akun base sosial di media Twitter. Sedangkan subjek yang dilibatkan berjumlah empat orang yang dibilih berdasarkan teknik purposive, dengan tiga orang informan utama dan satu orang informan pendukung. Hasil dari penelitian adalah ditemukannya tiga motif dalam membuat akun anonim yaitu kebutuhan keamanan, kebutuhan cinta dan kebutuhan aktualisasi diri, yang dimana setiap akun anonim melakukan komunikasi interpersonal secara tidak langsung, dan mendapatkan banyak manfaat dalam penggunaan akun anonim pada dirinya.
Efektivitas Komunikasi dalam Pembelajaran Berbasis E-learning di Universitas Islam Bandung Dennis Lumahing Wijaya; Anne Maryani
Bandung Conference Series: Communication Management Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Communication Management
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcscm.v3i1.5854

Abstract

Abstract. More and more, technological developments continue to progress rapidly, especially in this era of communication. It is proven by the presence of the internet, digitization, artificial intelligence, machine learning, big data, and others. Coupled with the Covid-19 pandemic which caused a change in the learning mechanism, which was originally face-to-face, it changed by utilizing the internet network into distance learning, this was also implemented by the Islamic University of Bandung by transforming face-to-face learning into using an e-learning website. However, in practice, e-learning-based learning is found to have several obstacles such as lack of understanding of the material, lack of interaction between users, and others. Therefore, this study aims to determine the effectiveness of communication that occurs during e-learning-based learning at the Islamic University of Bandung. The method used in this research is descriptive-quantitative with data collection techniques using questionnaires and literature study. The population of this study were students of Faculty of Communication at the Islamic University of Bandung with a total of 368 people. This study also uses a simple random sampling technique in the process of determining the sample, so that the calculation results determine that the sample is 79 people. The results of this study are the effectiveness of communication in e-learning-based learning at the Islamic University of Bandung is quite good, this is because e-learning at the Islamic University of Bandung has applied aspects of Credibility, Context, Content, Clarity, Continuity and Consistency, Capability of Audience, and Channels of Distribution and make maximum use of it. Abstrak. Kian hari, perkembangan teknologi terus mengalami kemajuan pesat, terlebih pada era komunikasi seperti sekarang ini. Terbukti dengan hadirnya internet, digitalisasi, artificial intelegent, machine learning, big data, dan lain-lain. Ditambah dengan adanya pandemi Covid-19 yang menyebabkan perubahan mekanisme pembelajaran yang pada awalnya tatap muka berubah dengan memanfaatkan jaringan internet menjadi pembelajaran jarak jauh, hal ini pun diterapkan oleh Universitas Islam Bandung dengan mentransformasi pembelajaran tatap muka menjadi menggunakan website e-learning. Akan tetapi dalam praktiknya pembelajaran berbasis e-learning ditemukan beberapa hambatan seperti kurangnya pemahaman materi, kurangnya interaksi antar pengguna, dan lain-lain. Maka dari itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas komunikasi yang terjadi saat pembelajaran berbasis e-learning di Universitas Islam Bandung. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif-kuantitatif dengan teknik pengumpulan data menggunakan kuisioner dan studi kepustakaan. Populasi dari penelitian ini adalah mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Islam Bandung dengan jumlah 368 orang. Penelitian ini pun menggunakan teknik simple random sampling dalam proses penentuan sampelnya, sehingga hasil perhitungan menentukan bahwa sampel berjumlah 79 orang. Hasil dari penelitian ini adalah efektivitas komunikasi dalam pembelajaran berbasis e-learning di Universitas Islam Bandung terbilang cukup baik, hal ini dikarenakan e-learning di Universitas Islam Bandung telah mengaplikasikan aspek Credibility, Context, Content, Clarity, Continuity and Consistency, Capability of Audience, dan Channels of Distribution dengan maksimal.
Hubungan Antara Komunikasi Kelompok Guru dengan Motivasi Belajar Murid pada Masa PTMT Azhar Panji Pratama; Anne Maryani
Bandung Conference Series: Communication Management Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Communication Management
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcscm.v3i1.6063

Abstract

Abstract. The Covid 19 outbreak has enveloped Indonesia since 2020, of course this has an impact on all aspects of life in Indonesia, especially in the education aspect. Face-to-face education must now be replaced by online learning since PPKM was implemented. This policy reduces students' learning motivation because they are not familiar with the online learning process. Since the COVID-19 pandemic has begun to subside, the government has implemented a PTMT policy or Limited Face-to-face Learning at the SMA/SMK equivalent education level. As a communicator in the communication process that occurs in learning at school, a teacher must convey messages properly to the communicant or his students. The PTMT policy makes the distribution of material provided by the teacher less evenly distributed, because this policy is a hybrid which makes students divided into two groups, some are learning face-to-face and some are learning online. This makes the teacher have to conduct group discussions to find solutions to these problems. The research entitled "The Relationship Between Teacher Group Communication With Student Learning Motivation During the Ptmt Period (Limited Face-to-Face Learning)", has a problem statement whether there is a relationship between teacher group communication and student learning motivation during the PTMT period. This study aims to determine the relationship between teacher group communication and student learning motivation during the PTMT (Limited Face-to-face Learning) period and to examine the psychodynamic theory of group function. In determining the respondents to be studied, researchers used simple random sampling with the results of PFPT teachers and level 3 PFPT students at SMKN 1 Cimahi who would be respondents in this study. This study uses quantitative methods with data collection techniques using questionnaires as primary data and interviews as secondary data. Data analysis will be carried out using the correlational study method and calculated using the SPSS application. The results showed that there was a significant relationship between teacher group communication and student learning motivation during the PTMT period. The relationship between the two variables has a fairly strong strength with a positive relationship direction. Abstrak. Wabah Covid 19 menyelimuti Indonesia sejak tahun 2020, tentunya hal ini berdampak kepada semua aspek kehidupan yang ada di Indonesia terutama pada aspek pendidikan. Pendidikan tatap muka secara langsung kini harus diganti oleh pembelajaran secara daring sejak PPKM dilakukan. Kebijakan ini membuat motivasi belajar murid menurun karena belum terbiasa dengan proses pembelajaran daring. Sejak pandemi covid-19 sudah mulai mereda, pemerintah melakukan kebijakan PTMT atau Pembelajaran Tatap Muka Terbatas pada jenjang pendidikan SMA/SMK sederajat. Sebagai komunikator dalam proses komunikasi yang terjadi pada pembelajaran di sekolah, seorang guru harus menyampaikan pesan dengan baik kepada komunikan atau murid-muridnya. Kebijakan PTMT membuat pembagian materi yang diberikan guru kurang merata, karena kebijakan ini bersifat hybrid yang membuat siswa siswi terbagi menjadi dua kelompok, ada yang belajar tatap muka dan ada yang belajar daring. Hal ini membuat guru harus melakukan diskusi kelompok untuk mencari solusi dari masalah tersebut. Penelitian yang dibuat dengan judul “Hubungan Antara Komunikasi Kelompok Guru Dengan Motivasi Belajar Murid Pada Masa Ptmt (Pembelajaran Tatap Muka Terbatas)”, memiliki rumusan masalah apakah terdapat hubungan antara komunikasi kelompok guru dengan motivasi belajar murid pada masa PTMT. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui hubungan antara komunikasi kelompok guru dengan motivasi belajar murid pada masa PTMT(Pembelajaran Tatap Muka Terbatas) dan menguji teori psikodinamika dari fungsi kelompok. Dalam menentukan responden yang akan diteliti, peneliti menggunakan simple random sampling dengan hasil guru PFPT dan murid tingkat 3 PFPT SMKN 1 Cimahi yang akan dijadikan responden dalam penelitian ini. Penelitian ini menggunakan meotde kuantitatif dengan teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner sebagai data primer dan wawancara sebagai data sekunder. Data analisa yang akan dilakukan dengan menggunakan metode studi korelasional dan dihitung menggunakan aplikasi SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara komunikasi kelompok guru dengan motivasi belajar murid pada masa PTMT. Hubungan antara kedua variabel tersebut memiliki kekuatan yang cukup kuat dengan arah hubungan positif.