Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Pengaruh Program Gerakan Literasi Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Pada Mata Pelajaran PPKn Kelas VIII MTsN 3 Mataram Nur Gita Suciyati; Rispawati Rispawati; Sawaludin Sawaludin; Lalu Sumardi
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 7 No. 4 (2022): Desember
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v7i4.915

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: Pengaruh program gerakan literasi terhadap kemampuan berpikir kritis siswa pada mata pelajaran PPKn kelas VIII MTsN 3 Mataram. Penelitian ini menerapkan perancangan kuantitatif yang jenisnya quasi eksperimen dengan desain Nonequiralent Control Group Design. Populasinya adalah seluruh siswa dikelas VIII MTsN 3 Mataram, totalnya 6 kelas dan sampel yang diambil 2 kelas. Datanya diolah dengan teknik observasi dan tes. teknik tes diterapkan adalah pre-test dan post-test. Analisis data merepkan uji prasyarat yaitu uji normalitas dan uji homogenitas, dan uji hipotesis menerapkan uji-t. Pelaksanaan gerakan literasi sekolah yang diterapkan sebanyak empat (4) kali pertemuan dan disesuaikan dengan komponen dasar gerakan literasi sekolah. Terdapat adanya pengaruh program gerakan literasi sekolah terhadap kemampuan berfikir kritis siswa pada mata pelajaran PPKn. Dibuktikan dengan hasil uji-t pada taraf signifikan 5% dimana hasilnya Terdapat   >  (3,3866 > 2,021).
Penumbuhkembangan Karakter Toleransi Siswa SMP Negeri 14 Mataram Laelatul Alya Istiana; Lalu Sumardi; Dahlan Dahlan; M. Ismail
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 7 No. 4 (2022): Desember
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v7i4.951

Abstract

Karakter merupakan upaya dalam membentuk manusia intelek dan bermoral. Penumbuhkembangan karakter sangat penting termasuk karakter toleransi. Karakter toleransi adalah sikap menghargai dan menghormati perbedaan agama, ras, suku, pendapat, sikap dan perilaku orang lain yang berbeda dari diri sendiri. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui cara sekolah, faktor pendukung dan penghambat dalam menumbuhkembangkan karakter toleransi siswa SMP Negeri 14 Mataram. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Teknik pengumpulan data yang digunakan teknik wawancara struktur, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa cara sekolah dalam menumbuhkembangan karakter toleransi siswa, yaitu; 1) selalu mengingatkan dan memberikan nasihat kepada siswa, 2) memberikan contoh kepada siswa, dan 3) mengadakan kegiatan-kegiatan yang dapat mendukung penumbuhkembangkan karakter toleransi. Faktor pendukung dalam penumbuhkembangan karakter toleransi siswa SMP Negeri 14 Mataram, yaitu; 1) motivasi guru dalam menumbuhkembangkan karakter toleransi siswa, 2) kerjasama yang baik antara semua guru, dan 3) sekolah menyediakan sarana prasarana dalam menumbuhkembangkan toleransi. Faktor penghambat dalam penumbuhkembangan karakter toleransi siswa SMP Negeri 14 Mataram, yaitu; 1) kondisi siswa yang berbeda-beda, 2) lingkungan keluarga, 3) lingkungan sosial.
Makna dan Nilai-Nilai Yang Terkandung Dalam Pertunjukan Kesenian Alat Musik Tradisional Gendang Beleq Albi Eka Daud; Dahlan Dahlan; Lalu Sumardi
Grenek: Jurnal Seni Musik Vol 11, No 2 (2022): Grenek: Jurnal Seni Musik
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/grenek.v11i2.38691

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui teknik permainan kesenian gendang beleq, makna alat dan pertunjukan, dan nilai-nilai yang terkandung dalam pertunjukan kesenian gendang beleq. Pendekatan yang digunakan yaitu pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian phenomeolog. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dokumentasi. Teknik penentuan sampel penelitan menggunakan teknik purposive sampling. Teknik analisis data penelitian ini yaitu reduksi data, penyajian data, menarik kesimpulan. Berdasarkan hasil temuan penelitian teknik  permainan alat musik gendang beleq yaitu : a) gendang; ditabuh & dikeplak. b) kenceng/cemprang; ditepuk. c) oncer/petuk; ditabuh.   d) rincik; ditabuh. e) trompong; ditabuh.  f) gong; ditabuh. g) suling; ditiup.  Makna alat yaitu : a) gendang,  berbahan kayu yang membran sebelah kiri dan kanan dilapisi kulit hewan sapi dan kambing. b) kenceng/cemprang. berbentuk piringan terbuat dari logam yang berbahan kuningan. c) oncer/petuk, berbentuk bulat terbuat dari logam berbahan kuningan. d) rincik, berbentuk piringan terbuat dari logam berbahan kuningan. e) trompong, berbentuk bulat terbuat dari logam berbaan kuningan.. f) gong, berbentuk bulat terbuat dari logam berbahan kuningan. g) suling,  terbuat dari bambu. Makan pertunjukan yaitu : a) bentuk pelestarian. b) pembentuk sikap gotong royong. Nilai-nilai dalam gendang beleq yaitu : a) nilai estetika. b) nilai tanggung jawab. c) nilai kerja keras. d) nilai ekonomis. 
Dampak Teknologi Informasi terhadap Pola Interaksi Masyarakat : Studi Kasus di Desa Jantuk Lombok Timur Madani Putri; Lalu Sumardi
AS-SABIQUN Vol 5 No 1 (2023): JANUARI
Publisher : Pendidikan Islam Anak Usia Dini STIT Palapa Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36088/assabiqun.v5i1.2582

Abstract

This study aims to find out and explain the impact of information technology on the interaction patterns of the Jantuk community. Case study in East Lombok. The approach used is through a qualitative study with a case study type of research. Sources of data in this study were obtained from informants, namely the public, sources of relevant journal books that had previously existed articles and previous research. Data collection techniques were obtained by means of interviews and observations. Comparing with data in similar journals. Data analysis techniques in this study used interactive model analysis developed by Miles, Huberman and Saldana with three techniques namely: data reduction, data display and drawing conclusions. The results of the study show that the impact of information technology, especially gadgets, can change the interaction pattern of the Jantuk village community, the Jantuk village community initially did a lot of direct interaction but now interaction can be done through gadgets. However, the impact of information technology, like gadgets, has positive and negative impacts, depending on the usage of each person. It is undeniable that gadgets can change patterns of interaction in society.
Peran Orang Tua dalam Menanggulangi Kecanduan Bermain Game Anak: Studi Kasus di Desa Jantuk Kabupaten Lombok Timur Leila Asparini; Lalu Sumardi
AS-SABIQUN Vol 5 No 1 (2023): JANUARI
Publisher : Pendidikan Islam Anak Usia Dini STIT Palapa Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36088/assabiqun.v5i1.2602

Abstract

The purpose of this study is to provide an overview of how the role of parents is in providing efforts to control children’s habits of playing online games. The approach used is a qualitative approach. This type of research includes case studies. Sources of data from this study were obtained from informants, namely parents of children who like to play online games and community leaders in Jantuk Village. Data collection techniques were carried out by interviews and observation. The data analysis technique used is an interactive model developed by Miles, Huberman and Saldana which consists of three techniques, namely: data condensation, data display and drawing conclusions. The results showed that parental guidance in overcoming children who are addicted to online games has several ways, namely: limiting the use of gadgets to children, accompanying children to play, directing children to positive activities, giving advice, placing gadgets in a hidden place and setting a password on them. Gadgets, as well as giving consequences to children if they don’t comply with the rules made by parents. The results of assisting parents in dealing with children addicted to online games are that children are no longer addicted to online games, are more able to take advantage of time, are responsible when doing something and are more able to manage time when going to play and when doing their schoolwork, and will be more open to the environment. Surrounding.
Penumbuhkembangan Karakter Kemandirian Santri Pondok Pesantren Nurul Hakim Kediri Lombok Barat di Era 4.0 Sheila Briliana Fakhrunnisak; Lalu Sumardi; Muh Zubair; Mohammad Mustari
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 8 No. 1 (2023): Februari
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v8i1.1077

Abstract

Indonesia telah mengalami perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang cukup pesat pada abad ke-20 yang dikenal juga dengan era Revolusi industri 4.0. Pesatnya perubahan dan perkembangan teknologi di era 4.0 ini tentunya merubah tatanan dunia yang dimana bukan hanya dari segi positif saja melainkan juga terdapat dampak negatif yang menyertai. Keadaan negatif tersebut salah satunya berupa degradasi karakter yang dialami oleh kebanyakan kaum remaja hingga anak-anak. Oleh karena itu penumbuhkembangan karakter pada anak sangat penting, salah satunya yaitu karakter kemandirian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan peran pondok pesantren dalam menumbuhkembangkan karakter kemandirian santri di era 4.0 beserta faktor pendukung dan penghambatnya. Kemudian untuk metode penelitian yang digunakan yaitu dengan pendekatan kualitatif dan jenis studi kasus. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data wawancara, observasi, dan dokumentasi. Berdasarkan deskripsi data hasil penelitian menunjukan bahwa upaya yang dilakukan Pondok Pesantren Nurul Hakim Kediri Lombok Barat dalam menumbuhkembangkan karakter kemandirian santri di era 4.0 dimulai dari proses tes kepondokan sebelum menjadi santri. Upaya tersebut dilakukan dengan beberapa metode yang efektif yaitu pembiasaaan, keteladanan, dan pendekatan spiritual. Faktor pendukung upaya penumbuhkembangan karakter kemandirian santri tersebut salah satunya yaitu lingkungan yang kondusif dan nyaman serta dukungan dari walisantri. Faktor pendukung lainnya yaitu melalui kegiatan-kegiatan kepondokan yang sifatnya membangun atau menumbuhkembangkan karakter kemandirian santri, misalnya kegiatan pramuka, muhadasah, muhadaroh, dan kegiatan pembersihan setiap pagi dan sebelum tidur. Selain faktor pendukung tentu juga terdapat faktor yang menjadi penghambat penumbuhkembangan karakter kemandirian santri yaitu peran orangtua atau walisantri. Selain menjadi faktor pendukung peran walisantri juga bisa menjadi penghambat dalam proses penumbuhkembangan karakter kemandirian santri karena terlalu memanjakan anak-anak mereka dan tidak mempercayai pondok sepenuhnya untuk mendidik anak-anak menjadi pribadi yang mandiri.
Penerapan Kebijakan Sistem Zonasi serta Dampaknya terhadap Kesetaraan Hak Memperoleh Pendidikan Ira Madiana; Bagdawansyah Alqadri; Lalu Sumardi; Mohamad Mustari
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 7 No. 2c (2022): Juni
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v7i2c.633

Abstract

Penerapan kebijakan sistem zonasi menimbulkan permasalahan pada masyarakat. Pada umumnya masyarakat menginginkan sekolah berkualitas bagi anak-anaknya. Tujuan penelitian ini untuk mengungkapkan asas pemerataan pendidikan dan dapat memberikan hak untuk semua kalangan. Kebijakan sistem zonasi ini jangka waktu yang panjang maka tidak ada lagi yang namanya sekolah favorit dan non favotit, karena bagi masyarakat Faktor utama dalam memilih sekolah ialah tingkat kefavoritan. Pendekatan penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penererapan sistem zonasi di SMA Negeri 1 P, SMA Negeri 2 P, SMA Negeri 1 K. Sistem Zonasi masih mengikuti aturan permendikbud Nomor 1 Tahun 2021 memprioritaskan jarak tempat tinggal terdekat ke sekolah, afirmasi, prestasi, dan perpindahan domisili orang tua, namun jika jarak tempat tinggal calon peserta didik dengan sekolah sama, maka seleksi pemenuhan kuota atau daya tampung terakhir menggunakan jalur afirmasi. Seharusnya kriteria kedua yang lebih relevan setelah jarak adalah prestasi siswa. Kriteria prestasi ini akan lebih bagus karena lebih menguntungkan sekolah. Dengan adanya sistem zonasi siswa lebih besar kemungkinannya untuk masuk SMA Negeri, kemudian dampak negatif dari sistem zonasi pembelajaran dikelas kurang efektif dan dampak postifnya yaitu zonasi tidak lagi memandang setatus sosial.
Faktor-Faktor Penyebab Rendahnya Minat Melanjutkan Studi Anak Pada Masyarakat Nelayan di Desa Seruni Mumbul Kabupaten Lombok Timur Asmiati Asmiati; Lalu Sumardi; M. Ismail; Bagdawansyah Alqadri
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 7 No. 2c (2022): Juni
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v7i2c.645

Abstract

Pendidikan merupakan hak fundamental setiap orang yang wajib dipenuhi sebagaimana amanat dalam pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 pada alinea ke-empat bahwa tujuan Negara Indonesia adalah memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa sehingga dapat memberikan akses pendidikan yang sama bagi setiap warga negara agar terbentuknya sumberdaya manusia yang memiliki kompetensi ilmu pengetahuan dan keterampilan. Tujuan diadakannya penelitian ini adalah untuk mengetahui apa saja faktor penyebab rendahnya minat melanjutkan studi anak pada masyarakat nelayan di Desa Seruni Mumbul dan upaya yang dilakukan oleh pemerintah desa untuk mengatasi rendahnya minat melanjutkan studi anak pada masyarakat nelayan di Desa Seruni Mumbul. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara tidak struktur dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor penyebab rendahnya minat melanjutkan studi anak pada masyarakat nelayan di Desa Seruni mumbul yaitu: (1) Faktor internal yang meliputi: a. rendahnya motivasi dan minat anak untuk bersekolah, b. ketidakmampuan anak mengikuti pelajaran; (2) Faktor eksternal yang meliputi: a. Kondisi sosial ekonomi: tingkat pendidikan orangtua, pekerjaan dan pendapatan orangtua, dan keterlibatan anak dalam pekerjaan; b. Lingkungan sekolah; c. Kondisi sosial budaya: lingkungan tempat tinggal, pernikahan muda. Upaya yang dilakukan oleh pemerintah Desa Seruni Mumbul untuk mengatasi rendahnya minat melanjutkan studi anak pada masyarakat nelayan berupa upaya pencegahan anak putus sekolah dan upaya pengelolaan anak yang sudah putus sekolah, meski demikian belum memberikan hasil yang maksimal.
Intaegrasi Nilai-nilai Antikorupsi dalam Pelaksanaan pembelajaran PPKn di SMP Negeri 8 Mataram Lalu Habib; Rispawati Rispawati; Bagdawansyah Alqadri; Lalu Sumardi
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 7 No. 3b (2022): September
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v7i3b.836

Abstract

Mengintegrasi nilai-nilai antikorupsi dalam pembelajaran PPKn guna menumbuhkan karakter kejujuran dan tanggung jawab kepada siswa. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) untuk mengetahui model pengintegrasian nilai-nilai antikorupsi dalam pembelajaran PPKn di SMPN 8 Mataran; 2) untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan integrasi nilai-nilai antikorupsi dalam pembelajaran PPKn di SMPN 8 Mataram. Penelitian ini memakai pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek dalam penelitian ini yaitu guru yang mengajar mata pelajaran PPKn kelas VII. Informan dalam penelitian ini yaitu wakil kepala sekolah bagian kurikulum dan siswa kelas VII karena siswa yang merasakan pembelajaran dari guru tersebut. Teknik pengumpulan data yang dikenakan yakni wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian mempelihatkan bahwa: 1) model integrasi nilai-nilai antikorupsi dalam pembelajaran PPKn di SMPN 8 Mataram sudah berjalan dengan baik mengenakan model pembelajaran saintifik berupa Discovery Learning, PBL dan PJBL. Hal ini dapat dibuktikan dari segi tahapan pembelajaran yakni perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran, dan evaluasi pembelajaran sudah mengintegrasikan nilai-nilai antikorupsi; 2) pelaksanaan integrasi nilai-nilai antikorupsi dalam pembelajaran PPKn di SMPN 8 Mataram ini masih kurang berjalan maksimal karena masih belum dilakukan pada semua tahapan pembelajaran, melainkan hanya dilakukan pada bagian kegiatan pendahuluan dan kegiatan penutup pembelajaran saja. Dapat disimpulkan bahwa model yang digunakan untuk mengintegrasikan nilai-nilai antikorupsi ini yaitu Model Discovery Learning, PBL, dan PJBL yang kemudian pelaksanaannya hanya pada kegiatan pendahuluan dan kegiatan penutup pembelajaran saja.
Dampak Gerakan Literasi Sekolah Terhadap Karakter Mandiri Siswa: Studi di SMPN 15 Mataram Andriyazmi Urfaupratiwi; Dahlan Dahlan; Lalu Sumardi; M. Zubair
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 7 No. 3c (2022): September
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v7i3c.897

Abstract

Literasi merupakan salah satu program sekolah yang dijadikan sebagai pembiasaan kepada peserta didik dan seluruh warga sekolah. Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji dampak implementasi program gerakan literasi sekolah dalam membentuk karakter mandiri siswa di SMPN 15 Mataram, Nusa Tenggara Barat. Penelitian ini termasuk jenis penelitian studi kasus. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara dan observasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa gerakan literasi sekolah dilaksanakan dalam dua kategori, yaitu literasi baca tulis dan literasi digital. Selain itu terdapat kegiatan untuk mengembangkan karakter mandiri siswa dalam gerakan literasi sekolah seperti; memahami buku bacaan secara mandiri, penguatan karakter mandiri, melakukan tugas mandiri, memahami informasi secara mandiri, keterampilan menulis karya ilmiah secara mandiri. Dari temuan peneliti dapat disimpulkan bahwa gerakan literasi sekolah baik untuk mengembangkan karakter mandiri siswa.Â