Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Hubungan Antara Konformitas dengan Perilaku Impulsive Buying Pada Dewasa Awal Lianto, Agatha Lidya; Kurniawati, Meike
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 6 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi hubungan antara konformitas dan perilaku konsumtif, dengan fokus pada dimensi impulsive buying pada dewasa awal. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan korelasional. Sampel penelitian terdiri dari 100 individu dewasa awal, baik pria maupun wanita. Pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling untuk memastikan representasi yang sesuai. Instrumen penelitian terdiri dari dua skala, yaitu skala konformitas yang mencakup dimensi pengaruh normatif dan pengaruh informasional, serta skala impulsive buying yang memfokuskan pada aspek kognitif dan afektif. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner yang disebarkan melalui Google Form. Hasil analisis data menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara konformitas dan perilaku impulsive buying pada dewasa awal.
ALTRUISME PADA PEMBUAT SHELTER: PERAN DALAM PENYELAMATAN HEWAN TERLANTAR Jose Conary; Untung Subroto; Meike Kurniawati
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 10 No. 04 (2024): Volume 10 No. 04 Desember 2024 In Progress
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v10i04.4686

Abstract

This study aims to understand the picture of altruism in individuals who set up shelters for abandoned animal rescue in Indonesia. Altruism in this context is characterized by selfless actions driven by deep empathy for the suffering of abandoned animals. Using a qualitative approach, data was collected through in- depth interviews and observations of four participants who were aged 20-60 years old and had managed a shelter for at least six months. The results showed that the participants' motivation was driven by various factors, such as high empathy, pure intention, internal motivation, and prioritization of others' welfare. The forms of altruism demonstrated include rescuing animals from dangerous environments, providing safe shelter, medical care for injured or sick animals, and educating the public to raise awareness about animal welfare. However, participants face various challenges, including limited funding, lack of community support, lack of human resources, and emotional distress from seeing the constant suffering of animals. Despite this, their dedication remains high, demonstrating an ongoing commitment to making a positive impact on abandoned animals. This research confirms that altruism plays an important role in creating positive social change, not only to improve animal welfare but also to inspire people about the importance of caring for living beings. This study contributes to the understanding of altruistic actions in the unique context of abandoned animal rescue in Indonesia.
GAMBARAN PROSES PENERIMAAN DIRI PADA INDIVIDU DEWASA AWAL YANG MERUPAKAN KORBAN PERCERAIAN Massimiliano Di Matteo; Untung Subroto; Meike Kurniawati
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 10 No. 04 (2024): Volume 10 No. 04 Desember 2024 In Progress
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v10i04.4749

Abstract

This study aims to describe the process of self-acceptance in early adult individuals who are victims of parental divorce. The research method used a qualitative approach with in-depth interviews with five participants aged 18-40 years. The results showed that the process of individual self-acceptance followed the stages of the Five Stages of Grief theory by Elisabeth Kübler-Ross, namely denial, anger, bargaining, depression, and acceptance. Each stage reflects different emotions and strategies in dealing with the psychological impact of parental divorce. The findings showed that social support from family, friends and the surrounding environment influenced the success of individuals in achieving self-acceptance. In addition, participants who are able to interpret the experience positively tend to be more easily reconciled with their condition. This study contributes to the development of self-acceptance theory in the context of early adult developmental psychology, as well as providing practical insights for psychologists, parents, and educational institutions in supporting individuals who experience parental divorce.
PSIKOEDUKASI GURU PAUD BERKUALITAS (SERI 3) “MANAJEMEN PAUD” ., Monika; Kurniawati, Meike; Wijaya, Erik
Journal Community Service Consortium Vol 2 No 2 (2021): Journal Community Service Consortium
Publisher : Universitas Ciputra Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37715/consortium.v2i2.3278

Abstract

Pendidikan anak usia dini (PAUD) merupakan salah satu bentuk penyelenggaraan pendidikan yang menitikberatkan pada peletakan dasar ke arah pertumbuhan dan dan perkembangan, yaitu: perkembangan moral dan agama, perkembangan fisik (koordinasi motorik halus dan kasar), kecerdasan kognitif (daya pikir, daya cipta), sosio emosional (sikap dan emosi), bahasa dan komunikasi, sesuai dengan keunikan dan tahap-tahap perkembangan sesuai kelompok usia yang dilalui oleh anak usia dini. Dalam pelaksanaannya lembaga PAUD harus memikirkan segala bentuk pengelolaan terkait seluruh komponen yang ada di PAUD tersebut. Berdasarkan empat komponen manajemen PAUD yaitu komponen manusia, sarana dan prasarana, program kerja, dan lingkungan, maka menurut Wiyani (2015) ruang lingkup manajemen PAUD terdiri atas: 1) manajemen sumber daya manusia (dalam hal ini terkait peningkatan kualitas pendidik PAUD dan staf PAUD), 2) manajemen kurikulum PAUD (yang berhubungan dengan kegiatan pengelolaan kegiatan akademik), 3) manajemen peserta didik PAUD (dimulai dari perencanaan penerimaan peserta didik baru sampai dengan pengaturan peserta didik yang telah lulus), 4) manajemen sarana dan prasarana PAUD (proses pendayagunaan sarana dan prasarana secara efektif dan efisien), 5) manajemen keuangan PAUD (pengurusan dan pertanggungjawaban dalam penyelenggaraan layanan PAUD), 6) manajemen hubungan masyarakat PAUD (hubungan lembaga PAUD dengan masyarakat untuk mendukung keberhasilan layanan PAUD).
PSIKOEDUKASI GURU PAUD BERKUALITAS (SERI 3) “MANAJEMEN PAUD” ., Monika; Kurniawati, Meike; Wijaya, Erik
Journal Community Service Consortium Vol 1 No 2 (2020): Journal Community Service Consortium
Publisher : Universitas Ciputra Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37715/consortium.v1i2.3281

Abstract

Pendidikan anak usia dini (PAUD) merupakan salah satu bentuk penyelenggaraan pendidikan yang menitikberatkan pada peletakan dasar ke arah pertumbuhan dan dan perkembangan, yaitu: perkembangan moral dan agama, perkembangan fisik (koordinasi motorik halus dan kasar), kecerdasan kognitif (daya pikir, daya cipta), sosio emosional (sikap dan emosi), bahasa dan komunikasi, sesuai dengan keunikan dan tahap-tahap perkembangan sesuai kelompok usia yang dilalui oleh anak usia dini. Dalam pelaksanaannya lembaga PAUD harus memikirkan segala bentuk pengelolaan terkait seluruh komponen yang ada di PAUD tersebut. Berdasarkan empat komponen manajemen PAUD yaitu komponen manusia, sarana dan prasarana, program kerja, dan lingkungan, maka menurut Wiyani (2015) ruang lingkup manajemen PAUD terdiri atas: 1) manajemen sumber daya manusia (dalam hal ini terkait peningkatan kualitas pendidik PAUD dan staf PAUD), 2) manajemen kurikulum PAUD (yang berhubungan dengan kegiatan pengelolaan kegiatan akademik), 3) manajemen peserta didik PAUD (dimulai dari perencanaan penerimaan peserta didik baru sampai dengan pengaturan peserta didik yang telah lulus), 4) manajemen sarana dan prasarana PAUD (proses pendayagunaan sarana dan prasarana secara efektif dan efisien), 5) manajemen keuangan PAUD (pengurusan dan pertanggungjawaban dalam penyelenggaraan layanan PAUD), 6) manajemen hubungan masyarakat PAUD (hubungan lembaga PAUD dengan masyarakat untuk mendukung keberhasilan layanan PAUD).
asas Jayadi, Stanley Darwinus; Sefanya, Neva; Pranoto, Valencia; Kurniawati, Meike
Primanomics : Jurnal Ekonomi & Bisnis Vol. 23 No. 3 (2025): Primanomics : Jurnal Ekonomi dan Bisnis
Publisher : Fakultas Bisnis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31253/pe.v23i3.3951

Abstract

Lifestyle changes and easy access to various financial services have had a significant impact on spending behavior, especially in early adulthood. At this time, individuals begin to manage finances independently but are faced with challenges in managing personal finances amidst increasing needs and desires influenced by social trends and consumptive lifestyles. This study aims to determine the effect of financial management on spending behavior in early adult individuals. The study used a quantitative approach with a survey method involving 73 respondents aged 18 to 25 years selected by convenience sampling technique. The data collection instrument was a questionnaire with a five-point Likert scale. The results of the analysis showed that most participants had a low level of financial management, while the level of spending behavior was quite high. However, the simple linear regression test results show that financial management does not have a significant influence on spending behavior (significance value > 0.05). The coefficient of determination of 0.033 indicates that only 3.3% of spending behavior variables can be explained by financial management, while the rest is influenced by other factors not examined in this study. This finding suggests that spending behavior in early adulthood is not directly influenced by how well they manage their finances. Therefore, it is important for future research to consider psychological, social, cultural, and financial literacy factors in examining spending behavior in the younger generation more comprehensively.
PENGARUH GAYA HIDUP HEDONIS TERHADAP PERILAKU KONSUMTIF PRODUK FASHION PADA INDIVIDU DEWASA AWAL Sumantri, Paramitha Mudita; Kurniawati, Meike
PSIKOLOGI KONSELING Vol. 15 No. 2 (2023): Jurnal Psikologi Konseling
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/konseling.v15i2.55132

Abstract

Gaya hidup hedonis merupakan fenomena yang banyak terjadi di masyarakat, dimana individu berusaha untuk berpenampilan menarik dengan mengejar kepuasan materi sehingga hal ini sangat berpengaruh terhadap perilaku konsumtif. Perilaku konsumtif merupakan sikap individu yang didasari oleh kesenangan semata tanpa mementingkan fungsi atau kegunaannya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu merupakan metode kuantitatif dengan jumlah 227 partisipan. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan skala gaya hidup hedonis, skala perilaku konsumtif individu dewasa awal yang berusia 20 sampai 30 tahun dan pernah berbelanja produk fashion. Hasil data yang diperoleh akan diuji menggunakan teknik analisis data regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan gaya hidup hedonis terhadap perilaku konsumtif, dengan memperoleh nilai koefisien determinasi (R Square) sebesar 0.291 atau sebanyak 29.1%.
PEMETAAN KECERDASAN MELALUI TES DAN SEMINAR MULTIPLE INTELLIGENCE DI PANTI ASUHAN Kurniawati, Meike; Ninawati
Jurnal Serina Abdimas Vol 2 No 4 (2024): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v2i4.33389

Abstract

Human intelligence is not limited to one area, but consists of several intelligences or known as multiple intelligences. There are 8 types of intelligence according to Howard Gardner, namely: Linguistic Intelligence; Logical mathematical intelligence; Musical intelligence; Kinesthetic intelligence; Visual spatial intelligence; Interpersonal intelligence; and Naturalist intelligence. The intelligence that a person has needs to be developed optimally, for self-development and future planning. To be able to develop this intelligence, a person needs to first find and recognize what abilities he has, one way is to test Multiple intelligence. Seeing the importance of recognizing the intelligence that is possessed, the Faculty of Psychology - Tarumanagara University - Jakarta in collaboration with Panti Asuhan X (Mitra) held a Multiple intelligence test and seminar. The purpose of the activity is: to map the intelligence of participants in addition to the personal interests of participants and Partners. so that Partners can create the right learning program in addition to the main learning at school. The results of this test will later be able to describe the Multiple intelligence possessed by each participant. The 3 highest results are the 3 dominant Multiple intelligences. From the evaluation of the activities carried out, the participants gave test imonies that the 3 largest scores from the test were in accordance with the participants' conditions, and were further strengthened by the test scores obtained. Mitra also explained that many of the participants were indeed involved in activities and programs at Mitra that were in accordance with the multiple intelligences they had. ABSTRAK Kecerdasan yang dimiliki manusia tidak hanya terbatas pada satu areal saja, tetapi terdiri dari beberapa kecerdasan atau dikenal dengan multiple intelligence. Ada 8 jenis kecerdasan menurut Howard Gardner, yaitu: Kecerdasan Linguistik; Kecerdasan logika matematika; Kecerdasan musical; Kecerdasan kinestetik; Kecerdasan visual spasial; Kecerdasan interpersonal; dan Kecerdasan naturalis. Kecerdasan yang dimiliki seseorang perlu dikembangkan secara maksimal, untuk pengembangan diri dan perencanaan masa depan. Untuk dapat mengembangkan kecerdasan tersebut, seseorang perlu terlebih dahulu menemukan dan mengenali kemampuan apa yang dimilikinya, salah satu caranya adalah dengan test Multiple intelligence. Melihat pentingnya mengenali kecerdasan yang dimiliki, maka Fakultas Psikologi – Universitas Tarumanagara – Jakarta bekerja sama dengan Panti Asuhan X (Mitra) mengadakan kegiatan test dan seminar Multiple intelligence. Tujuan kegiatan adalah : memetakan kecerdasan peserta selain untuk kepentingan pribadi peserta dan Mitra. sehingga Mitra dapat membuat program pembelajaran yang tepat disamping pembelajaran utama di sekolah. Hasil dari test ini nantinya akan dapat mengambarkan Multiple intelligence yang dimiliki masing-masing peserta. 3 hasil tertinggi adalah 3 Multiple intelligence yang dominan. Dari evaluasi kegiatan yang dilakukan, para peserta memberikan test imoni bahwa 3 skor terbesar dari test adalah sesuai dengan keadaan peserta, dan makin dikuatkan dengan skor test yang didapat. Mitra juga menjelaskan bahwa banyak juga diantara peserta yang memang terlibat dalam kegiatan dan program di Mitra yang sesuai dengan multiple intelligence yang dimiliki.
PENGARUH LITERASI KEUANGAN TERHADAP PEMBELIAN IMPULSIF PADA PRODUK FASHION Shafira Anggun Aulia; Nathashia, Kyara; Kurniawati, Meike
Jurnal Psimawa : Diskursus Ilmu Psikologi dan Pendidikan Vol 8 No 2 (2025): EDISI 14
Publisher : Prodi Psikologi- Fakultas Psikologi & Humaniora - Universitas Teknologi Sumbawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36761/jp.v8i2.6121

Abstract

The continuously evolving fashion trends, which show no signs of slowing down, have negative impacts on both individuals and the environment. This phenomenon also drives consumers to constantly follow trends without proper financial planning, leading to impulsive buying behavior. This study aims to identify the influence of financial literacy on impulsive buying of fashion products. The data in this research were obtained using a quantitative approach, with participants aged 18–25 years, representing various genders, locations, and monthly expenditure levels, and having prior experience with impulsive purchases of fashion products in the recent past. Data were collected through a questionnaire distributed via Google Forms, resulting in a total of 86 respondents. The data were analysed with simple regression and processed using SPSS 26. The study found that financial literacy has a significant negative effect on impulsive buying behavior, particularly among Gen Z consumers in the context of fashion products.