Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Pengaruh Keluarga, Tokoh Agama dan Teman terhadap Perilaku Memilih Pemilih Pemula Meike Kurniawati
Jurnal Ilmiah Psikologi MIND SET Vol 2 No 01 (2023): Edisi Khusus TIN, September
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/mind set.v2i01.5529

Abstract

In the Indonesian General Election, 14 February 2024, it is predicted that first-time voters will increase significantly compared to the previous election. New voters are usually the focus of attention of parties or contestants because of their large number, and new voters are determinants the future, because most of them are the younger generation (millennial and Z). They usually do not have sufficient political education, and also have not made their choice. In political marketing, if someone doesn't have a choice, they usually tends to seek information, one of which is from a reference group. Reference groups are groups that become a reference for someone in behaving. Reference groups can consist of family (Parents), Religious Leaders and Peers. The purpose of this study was to determine the influence of Parents, Religious Leaders and Friends on the voting behavior of novice voters. Quantative research, data obtained from 278 respondents, analysis using simple regression. The results showed that Parents had a significant influence on the voting behavior 1.2%, Religious Leaders 7.1% and the influence of Friends 7.9%.
Pengaruh Selebritis Terhadap Perilaku Pembelian Produk Kosmetik Halal Kurniawati, Meike
Jurnal Humanipreneur Vol 2 No 3 (2023): Jurnal Humanipreneur
Publisher : Ikatan Dosen Katolik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53091/hum.v2i3.46

Abstract

Pertumbuhan populasi Muslim dunia dan peningkatan pendapatan di negara-negara mayoritas Muslim yang menunjukkan tren positif telah membawa peningkatan signifikan dalam permintaan produk halal secara global, termasuk kosmetik halal. Produk kosmetik halal saat ini sedang meningkat di kawasan Asia Pasifik, termasuk di Indonesia. Di Indonesia, salah satu produk kosmetik halal dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan pertumbuhan penjualan 50% per tahun, yang lain hanya tidak lebih dari 10%. Salah satu faktor yang mempengaruhi perilaku pembelian adalah kelompok referensi. Kelompok referensi memiliki beberapa jenis pengaruh yang dapat menjadi kekuatan untuk mempengaruhi minat beli dan penggunaan barang atau jasa tertentu (pemilihan merek). Dengan demikian, kelompok referensi sering digunakan oleh pemasar sebagai bagian dari komunikasi pemasaran. Selebriti adalah salah satu grup referensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah selebriti mempengaruhi perilaku pembelian kosmetik halal, dan mengetahui seberapa besar pengaruhnya. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif, 200 pengguna kosmetik halal. Data yang diperoleh diproses menggunakan regresi sederhana. Dari hasil uji regresi pengaruh selebriti, menunjukkan bahwa r = 0,330 dan sig (p) = 0,000; p <0,05. Nilai R = 0,330, R² = 0,109 menunjukkan bahwa pengaruh artis pada perilaku membeli produk halal adalah 10,9% sedangkan sisanya 89,1% dipengaruhi oleh faktor lain.
PENGARUH GAYA HIDUP HEDONIS TERHADAP PERILAKU KONSUMTIF PRODUK FASHION PADA INDIVIDU DEWASA AWAL Sumantri, Paramitha Mudita; Kurniawati, Meike
PSIKOLOGI KONSELING Vol 15, No 2 (2023): Jurnal Psikologi Konseling
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/konseling.v15i2.55132

Abstract

Gaya hidup hedonis merupakan fenomena yang banyak terjadi di masyarakat, dimana individu berusaha untuk berpenampilan menarik dengan mengejar kepuasan materi sehingga hal ini sangat berpengaruh terhadap perilaku konsumtif. Perilaku konsumtif merupakan sikap individu yang didasari oleh kesenangan semata tanpa mementingkan fungsi atau kegunaannya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu merupakan metode kuantitatif dengan jumlah 227 partisipan. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan skala gaya hidup hedonis, skala perilaku konsumtif individu dewasa awal yang berusia 20 sampai 30 tahun dan pernah berbelanja produk fashion. Hasil data yang diperoleh akan diuji menggunakan teknik analisis data regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan gaya hidup hedonis terhadap perilaku konsumtif, dengan memperoleh nilai koefisien determinasi (R Square) sebesar 0.291 atau sebanyak 29.1%.
PENGARUH BIG FIVE PERSONALITY DAN ENTREPRENEURIAL SELF EFFICACY TERHADAP INTENSI BERWIRAUSAHA Angela; Kurniawati, Meike; Ninawati
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 8 No. 1 (2024): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora , dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v8i1.19229.2024

Abstract

Perekonomian Indonesia mengalami penurunan disebabkan pandemi COVID-19, namun tidak demikian dengan startup yang bertumbuh positif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menguji pengaruh antara big five personality dan ESE  terhadap intensi berwirausaha. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan teknik sampling non-probability sampling yaitu purposive sampling. Subyek dalam penelitian ini melibatkan 392 mahasiswa yang berkuliah di Jabodetabek. Hasil penelitian menunjukan terdapat pengaruh yang signifikan antara big five personality dan ESE terhadap intensi berwirausaha dengan r = 0.832 dan p = 0.000 < 0.05. Hasil menunjukkan bahwa semakin tinggi ESE maka intensi berwirausaha akan semakin tinggi. Berdasarkan analisis regresi pengaruh big five personality dimensi extraversion, dan ESE terhadap intensi wirausaha sebesar 0.876 (R) termasuk kategori sangat kuat. Hasil pengujian regresi antara kepribadian agreeableness, ESE terhadap intensi wirausaha menunjukan F(2,76) = 41.787, p = 0.000 < 0.05. Pengaruh big five personality dimensi agreeableness, dan ESE terhadap intensi wirausaha sebesar 0.724 (R) termasuk kategori kuat. Kontribusi big five personality dimensi agreeableness dan ESE secara bersama-sama terhadap intensi wirausaha sebesar 52,4%. Pengaruh big five personality dimensi conscientiousness, dan ESE terhadap intensi wirausaha sebesar 0.640 (R) termasuk kategori kuat. Kontribusi big five personality dimensi conscientiousness dan ESE secara bersama-sama terhadap intensi wirausaha sebesar 41,0%. Pengaruh big five personality dimensi neuroticism, dan ESE terhadap intensi wirausaha menunjukan F(2, 13) = 2.851, p = 0.094 > 0.05. Artinya pada dimensi neuroticism, dan ESE tidak berpengaruh terhadap intensi wirausaha. Hasil pengujian regresi antara kepribadian openness, ESE terhadap intensi wirausaha menunjukan F(2,142) = 131.870, p = 0.000 < 0.05. Pengaruh dimensi openness, dan ESE terhadap intensi wirausaha sebesar 0.806 (R) termasuk kategori kuat. Kontribusi big five personality dimensi openness dan ESE secara bersama-sama terhadap intensi wirausaha sebesar 65,0%.  
PERAN SELF-ESTEEM TERHADAP PERILAKU KONSUMTIF DENGAN KONFORMITAS SEBAGAI MEDIATOR PADA DEWASA AWAL PENGGUNA E-COMMERCE Wijaya, Rysnawaty; Kurniawati, Meike; ninawati, ninawati
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 6 No. 3 (2022): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v6i3.19231.2022

Abstract

Clothing can affect the level of self-confidence and self-esteem of individuals. This affects individual buying behavior, such as buying clothes and accessories to keep up with the latest fashion trends or it called consumptive behavior. Today's buying activities can be done easily, quickly, and anywhere through e-commerce. Trends that exist around individuals spread through several social groups. The existence of social groups also influence individuals in their behavior to adjust and want to be the same as them or also called conformity. Therefore, this study aims to determine the role of self-esteem on consumptive behavior with conformity as a mediator in early adult e-commerce during the COVID-19 pandemic. The study had 235 research participants ranging in age from 18 to 28 years, domiciled in Jakarta, Bogor, Depok and Tangerang (Jabodetabek), and shopped using e-commerce applications within the last 3 months. Based on the results of the regression analysis of conformity, self-esteem and consumptive behavior, the results obtained are F value (2, 234) = 105,609, p = 0.000, R2 = 0.477 the results indicate that their is a significant role for conformity and self-esteem together by 47.7% towards consumptive behavior in early adulthood. Based on the results of the analysis of the role of conformity as a mediator, the results of the indirect effect of self-esteem on consumer behavior = 0.2622, BootLLCI = 0.2325, BootULCI = 0.3556, direct effects = .0805, LLCI = -.0154, ULCI = 0.1764. The results show that self-esteem affects consumptive behavior in early adulthood because it increases conformity.
PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL TERHADAP PEMBELIAN KOMPULSIF PADA REMAJA Winardi, Sharon; Kurniawati, Meike; Permata Sari, Meylisa
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 7 No. 1 (2023): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v7i1.22193.2023

Abstract

Secara faktual, belanja adalah perilaku pembelian yang normal dilakukan tiap individu untuk memenuhi kebutuhan sehari – hari, tetapi ada perilaku belanja yang tidak normal salah satunya adalah belanja kompulsif atau pembelian kompulsif yang perlu diwaspadai oleh tiap orang. Pembelian kompulsif merupakan aktifitas membeli yang tidak bisa dikontrol, dimana motif dan keinginan atau dorongan akan membeli produk tertentu harus terpenuhi dan terjadi secara berulang demi memenuhi rasa emosi. Pembelian kompulsif di kalangan remaja dapat dipengaruhi oleh penggunaan sosial media. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penggunaan media sosial terhadap munculnya compulsive buying pada remaja di Indonesia. Penelitian ini menggunakan convenient sampling, dengan meminta partisipan mengisi questionnaire serta peneliti menyebarkan link Google form melalui sosial media. Metode penelitian kuantitatif digunakan terhadap 100 remaja Indonesia (64% perempuan dan 36% laki- laki). Faber dan O'Guinn Compulsive Buying Scale digunakan untuk mengukur variabel pembelian kompulsif. Sedangkan Social Media Engagement Scale for Adolescents (SMES-A) digunakan untuk mengukur variabel penggunaan media sosial. Berdasarkan analisis regresi didapatkan pengaruh penggunaan media sosial terhadap compulsive buying sebesar 48,8% dengan pengaruh positif sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain.
Pengaruh Konformitas terhadap Impulsive buying dengan Self-control sebagai Moderator pada Dewasa Awal Lianto, Agatha Lidya; Meike Kurniawati
Primanomics : Jurnal Ekonomi & Bisnis Vol. 22 No. 1 (2024): Primanomics : Jurnal Ekonomi dan Bisnis
Publisher : Fakultas Bisnis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31253/pe.v22i1.2656

Abstract

Impulsive buying yang terjadi pada masa dewasa awal dapat memiliki dampak jangka panjang pada keuangan dan stabilitas kehidupan di masa depan. Tujuan penelitian adalah mengetahui pengaruh konformitas terhadap perilaku impulsive buying dengan self-control sebagai moderator pada dewasa awal. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif korelasional. Sampel penelitian yang diambil berjumlah 100 responden dewasa awal dalam rentang umur 18-25 tahun dari berbagai jenis kelamin. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner. Kuesioner disebarkan dalam google form. Setelah data dikumpulkan, langkah selanjutnya adalah melakukan uji normalitas dan analisis deskriptif. Selain itu, dilakukan uji hipotesis dengan metode regresi moderasi (MRA) untuk menganalisis hubungan variabel-variabel yang diteliti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konformitas berpengaruh negatif terhadap impulsive buying pada dewasa awal, menunjukkan bahwa tingkat konformitas yang tinggi berkorelasi dengan kemungkinan pembelian impulsif yang rendah. Selain itu, interaksi antara konformitas dan self-control memainkan peran penting dalam memoderasi impulsive buying. Self-control secara parsial berpengaruh positif terhadap impulsive buying, menandakan bahwa tingkat self-control yang tinggi berkorelasi dengan kemungkinan pembelian impulsif yang rendah. Meskipun self-control berperan sebagai predictor moderasi pada pengaruh konformitas terhadap impulsive buying, kontribusinya tidak signifikan secara statistik. Secara keseluruhan, temuan ini memberikan pemahaman lebih mendalam tentang hubungan kompleks antara konformitas, self-control, dan impulsive buying pada dewasa awal.
Pengaruh Dukungan Sosial Teman Sebaya Terhadap Kesejahteraan Psikologis (studi pada mahasiswa perantau) Jagat Satria, I Gede Indra; Kurniawati, Meike
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 6 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i6.16467

Abstract

Masa transisi dari remaja menuju dewasa awal adalah fase krusial dalam perkembangan individu, terutama bagi mereka yang merantau untuk melanjutkan pendidikan akibat terbatasnya pilihan program studi di daerah asal. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2023, tercatat dari total 7,8 juta mahasiswa di Indonesia, 597.210 di antaranya merupakan mahasiswa perantau yang belajar di Jakarta. Mahasiswa ini menghadapi berbagai tantangan, termasuk penyesuaian lingkungan, tekanan akademis, masalah keuangan, dan rasa kesepian. Dukungan sosial dari teman sebaya menjadi faktor penting dalam membantu mereka mengatasi tantangan ini dan meningkatkan kesejahteraan psikologis, khususnya pada aspek otonomi, hubungan sosial, dan keseimbangan emosi. Penelitian kuantitatif ini, melibatkan 301 mahasiswa perantau berusia 18-25 tahun, menunjukkan bahwa dukungan teman sebaya berpengaruh signifikan terhadap kesejahteraan psikologis sebesar 23,6%, dengan korelasi 0,486 dan determinasi 0,236. Temuan ini menegaskan pentingnya peran teman sebaya dalam mendukung kesejahteraan psikologis. Kata Kunci : Dukungan Sosial, Teman Sebaya, Kesejahteraan Psikologis, Mahasiswa Perantau
Korelasi Resiliensi dan Depresi Mahasiswa Tingkat Akhir Universitas X Siskia, Brittania; Subroto, Untung; Kurniawati, Meike
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 6 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i6.16531

Abstract

Penelitian ini mengkaji korelasi antara resiliensi dan gejala depresi yang muncul pada mahasiswa tingkat akhir di Universitas X. Penelitian ini berdesain kuantitaif korelasional dengan sampel sejumlah 130 mahasiswa Universitas X. Alat ukur dalam penelitian menggunakan Academic Resilience Scale untuk mengukur resiliensi dan Beck Depression Inventory-II untuk mengukur kecenderungan depresi yang diadaptasi ke Bahasa Indonesia. Hasil analisa menunjukkan bahwa terdapat hubungan negatif signifikan antara resiliensi dan depresi (r= -0.523, p<0.05), mengindikasikan semakin tinggi tingkat resiliensi maka semakin rendah tingkat depresi mahasiswa tingkat akhir. Penelitian ini menekankan bahwa pengembangan resiliensi pada mahasiswa tingkat akhir dapat digunakan untuk mencegah kecenderungan depresi pada mahasiswa tingkat akhir. Kata Kunci: Depresi, Mahasiswa tingkat akhir, Resiliensi
Pengaruh Celebrity Worship Syndrome Terhadap Psychological Well-Being Army BTS Tansy, Sheren; Kurniawati, Meike
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 6 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegemaran yang berlebihan pada suatu idola atau celebrity worship syndrome (CWS) biasanya identik dengan dampak buruk terhadap seseorang terutama pada penggemar K-pop. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji apakah celebrity worship syndrome akan mempengaruhi psychological well being penggemar BTS pada tahap emerging adulthood. Penelitian kuantitatif ini menggunakan dua alat ukur, yaitu Celebrity Attitude Scale (CAS) dan Ryff's Psychological Well-Being Scale (RPWBS). Data penelitian diperoleh dari 190 responden penggemar BTS yang berusia 18-25 tahun. Data yang sudah diperoleh diolah dengan regresi sederhana dalam aplikasi SPSS. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa CWS berpengaruh positif dan signifikan sebesar 24.5% terhadap PWB Army BTS pada usia 18-25 tahun. Pengaruh positif menandakan bahwa ketika tingkat CWS seseorang semakin tinggi, maka semakin tinggi juga tingkat PWB yang dimilikinya.