Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Bersama Apoteker, Pelajar Sekolah Menengah Atas Bijak dan Cermat dalam Menggunakan Obat Arie Sulistyarini; Ana Yuda; Andi Hermansyah; Yunita Nita; Elida Zairina
E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 14, No 1 (2023): E-DIMAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/e-dimas.v14i1.5577

Abstract

Hidup sehat perlu diterapkan bagi setiap orang dalam kehidupan sehari-hari termasuk kepada siswa SMA. Hidup sehat salah satunya dengan cara mengetahui penggunaan obat yang benar. Selain itu siswa SMA merupakan calon mahasiswa. Penting bagi siswa tersebut untuk mengetahui tentang jurusan yang ada di suatu universitas serta salah satu profesi yang akan menjadi minat mereka bekerja, misalnya apoteker. Oleh karena itu kegiatan edukasi dilakukan untuk 109 siswa SMAN 1 Surabaya tentang Universitas Airlangga, profesi apoteker dan penggunaan obat yang benar. Pemberian materi diselingi sesi tanya jawab dan permainan yang melibatkan peserta untuk memudahkan pemahaman peserta. Kunjungan ke laboratorium di Fakultas Farmasi juga dilakukan untuk menambah wawasan siswa. Pretest dan posttest dilakukan untuk mengetahui efektifitas kegiatan ini. Hasil pretest tentang penggunaan obat bernilai rata-rata 3,4 dan nilai rata-rata posttest meningkat menjadi hampir 2 kali lipat yaitu menjadi 6,3 (dengan nilai maksimal 8). Pengetahuan siswa tentang profesi apoteker dan jurusan di Unair juga terjadi perbaikan yang bermakna. Selain itu 103 dari 109 peserta menyatakan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat untuk diberika kepada siswa SMA dan seharusnya dilakukan secara rutin. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa pengabdian masyarakat yang ditujukan kepada siswa SMA perlu dilakukan agar apoteker dapat berkontribusi meningkatkan pemahaman penggunaan obat yang benar dan juga mengenalkan profesi apoteker ke masyarakat khususnya ke siswa SMA.
PENGARUH PENYULUHAN TERHADAP PENINGKATKAN PEMAHAMAN KELOMPOK TANI DAN KADER TUBERCULOSIS TERHADAP PENYAKIT TUBERCULOSIS, PENGOBATAN DAN PENCEGAHANNYA Abdul Rahem; Wahyu Utami; Liza Pristianty; Andi Hermansyah; Anila Impian Sukorini; Titik Puji Rahayu; Ana Yuda; Arie Sulistyarini; I Nyoman Wijaya; Gusti Noorrizka V; Yuni Priyandani
Jurnal Bakti untuk Negeri Vol 3 No 1 (2023): JBN
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan ISFI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36387/jbn.v3i1.1359

Abstract

Tuberculosis is an infectious disease which ranks second as the cause of death in the infectious disease class after infection of Human Immunodeficiency Virus. Countries contributing to the largest cases of tuberculosis starting from the highest order are India, Indonesia, China, the Philippines and Pakistan. East Java is in second place after West Java Province. Sumenep Regency, ranks first in East Java Province in 2019. Sumenep Regency, has 126 islands, of which 48 islands are inhabited by the community. In mainland Sumenep, the most cases of pulmonary tuberculosis are located in Bluto District, one of the endemic areas. Therefore, community service by a team of lecturers from the Faculty of Pharmacy, Airlangga University, Surabaya was carried out in Bluto District, Sumenep Regency. This targets four categories of Sustainable Development Goals, namely Good health and well-being; Quality education; Peace, justice and strong institutions; and Partnership for the goals. Besides that, this community service targets achievement on Key Performance Indicators 2, 3, 5 and 7. The four KPIs characterize off-campus activities and involvement with the community. Therefore, this community service formulates a comprehensive and systematic approach in responding to problems related to the TB infectious disease. The community service was carried out for two days, namely on Saturday and Sunday, September 10-11 2022 at Kampung Negara, Bungbungan Village, Bluto District, Sumenep Regency. The participants in this first year were farmer groups and health center staff, as well as pharmacists who practice in various health facilities serving TB patients. From the results of the evaluation through a questionnaire with statistical analysis, and the results of the discussion it can be concluded that this counseling is very useful for participants according to their confession and can increase participants' understanding of TB disease, its treatment and prevention.
Pelatihan Penggunaan Obat Secara Benar dan Cara Mengatasi Efek Samping Bagi Penderita Tuberculosis (TB) di Kabupaten Pamekasan Abdul Rahem; Yuni Priyandani; Arie Sulistyarini; Ana Yuda; I Nyoman Wijaya; Gusti Noorrizka Veronika Ahmad; Gesnita Nugraheni; Wahyu Utami; Umi Athiyah; Liza Pristianty; Andi Hermansyah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Ilmu Kesehatan Vol 3, No 1 (2022): Edisi Januari
Publisher : LPPM Institut Kesehatan Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33085/.v3i1.5550

Abstract

Penyakit tuberkulosis (TB) adalah penyakit infeksi menular yang menjadi peringkat kedua sebagai penyebab kematian dalam golongan penyakit infeksi setelah penyakit infeksi HIV (Human Immunodeficiency Virus). Kabupaten Pamekasan menduduki peringkat kelima di Jatim dalam hal kasus TBC tersebut, setelah Kabupaten Sumenep, Lumajang, Kota Malang, dan Jember. Kondisi yang ada penderita TB tidak patuh menggunakan obat karena merasa tidak nyaman dan takut terhadap efek samping yang ditimbulkan oleh obat TB tersebut. Sementara para pengelola TB tidak dapat memberi jalan keluar atau solusi terhadap permasalahan yang dihadapi oleh penderita. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pamekasan berkomitmen untuk meningkatkan  pemahaman pengelola TB di Puskesmas terkait penggunaan obat yang rasional dan cara mengatasi efek samping dari semua obat TB, sehingga mereka dapat membantu para penderita menjalankan pengobatan jangka panjang tanpa merasa takut. Metode kegiatan berupa pelatihan tentang Pengobatan TB pada pengelola TB Puskesmas dan Penglola obat pada Puskesmas di Kabupaten Pamekasan. pelaksanaan kegiatan pada tanggal 16 oktober 2021 bertempat di aula Balai Redjo, di Pamekasan. Peserta sebanyak 53 orang yang terdiri dari perawat, apoteker dan tenaga teknis kefarmasian. Hasil evaluasi terhadap pemahaman peserta  menunjukkan terdapat peningkatan pemahaman yaitu dengan nilai rata-rata 65,98 setelah pelatihan dan 45,22 sebelum pelatihan dengan p wikcoxon signed ranks test = 0,000. Kesimpulan Pelatihan berpengaruh terhadap peningkatan pemahaman pengelola TB dan Penglola obat Puskesmas di Kabupaten Pamekasan terkait pengobatan TB dan cara mengatasi efek samping obat TB.
PENINGKATKAN PEMAHAMAN KELOMPOK TANI TERHADAP PENGOBATAN TUBERCULOSIS DAN PENCEGAHANNYA MELALUI FOCUS GROUP DISCUSSION Abdul Rahem; Wahyu Utami; Andi Hermansyah; Anila Impian Sukorini; Titik Puji Rahayu; Umi Athiyah; Ana Yuda; Arie Sulistyarini; I Nyoman Wijaya; Gusti Noorrizka V; Yuni Priyandani; Aniek Setiya Budiatin; Toetik Aryani; Bambang Subakti Zulkamain
Jurnal Ilmiah Ibnu Sina (JIIS): Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol 9 No 1 (2024): JIIS
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan ISFI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36387/jiis.v9i1.1727

Abstract

Tuberculosis was a cause of global morbidity and mortality. Sumenep Regency has a high number of TBC cases, namely in 2017 were 1,627 people and 1,709 people in 2018. The difficulty in overcoming them is mainly due to the public and drug managers' understanding regarding drug side effects. Therefore, it is necessary to increase their literacy regarding this matter. This research aims to analyze the influence of Focus Group Discussions on farmer group members' understanding of the treatment and prevention of tuberculosis. It also analyzes the understanding of community health center drug managers regarding the side effects of TBC drugs and how to deal with them. A quasi-experimental design, with a pretest – posttest design, was carried out on 49 members of the Bungbungan village farmer group and 39 community health center drug managers in Sumenep. The results showed that the farmer group understanding scores before and after the intervention were as follows: 6.02±1.19 and 6.69±1.46. for drug managers were 14.67±2.41 and 18.36±1.65. Conclusion The Focus Group Discussion had an impact on increasing understanding of the treatment and prevention of tuberculosis for farmer groups, and for community health center drug managers it had an impact on understanding the side effects of TBC drugs and how to deal with them.
Co-Authors Abdul Rahem Abdul Rahem Agda Rismafuri Mukti Kirana Aisyah Hasna Kirana Ana Yuda Aniek Setiya Budiatin Arie Sulistyarini Bambang Subakti Zulkamain Basith Albaroni Desya Shafa Namira Dias Putri Wardanasari Divania Ardyanti Endipermatasari Ismaningtyas Dwi Lukita Sari Dwi Retno Puspitasari Dyoko Gumilang Sudibyo Ebora Poerwantoro Eddy Yusuf Elida Zairina Ella Wardah Azizah Elsa Rahayu Fash Fachish Shofchal Jamil Fathnin Ulya Naima Fatihatul Alifiyah Gesnita Nugraheni Ghaliya Afra Yasmine Gusti Noorrizka V Gusti Noorrizka Veronika Ahmad Gwyneth Norton Sudjaya Hadi Nur Romadlon Hanni Prihhastuti Puspitasari Himmatul ‘Ulya Hita Fatmaningrum I Gusti Ngurah Putu Rama Satria Wibawa I NYOMAN WIJAYA I Nyoman Wijaya Idha Kusumawati Ima Arista Ismawati Ismawati Lisa Ariyanti Zainu Lisa Tri Agustin Liza Pristianty Lukluk Afifatul Umroh M. Alifka Rizki Mikhael Ardi Kristiawan Muhammad Khalid Rijaluddin Nadya Ratri Pradipta Ni Made Eravikania Putri Darmawan Ni Made Krisantina Shandra Nur Kharisma Nurul Shaffiqa Rahayu, Titik Puji Rama Syailendra Hadi Revina Utami Fatin Putri Rila Putri Anindra Risca Fernanda Sari Risma Alvin Ni’azzah Safira Dewanti Chelsea Sahrati Yudiaprijah Santi Prasmawari Septiani Septiani Sri Agustin Rahayuningsih Subhan Rullyansyah Sukma Cindra Pratiwi Sukorini, Anila Impian Syarifah Haniyah Tika Yuranti Toetik Aryani Umi Athiyah Umi Athiyah Va Melisa Damayanti Vindia Khendy Aksandra Wahyu Utami Windri Ayu Atika Suri Yenni Desilia Indahsari Yerlita El Gihart Yuni Priyandani Yunita Nita Yunti Fitriani Zulhabri Othman