Articles
Pengaruh Conversation Orientation, Conformity Orientation, dan Kecerdasan Emosional dengan Sikap terhadap Seksualitas pada Remaja Akhir
Febriyanti, Nabila Eka;
Alfian, Ilham Nur
Buletin Riset Psikologi dan Kesehatan Mental Vol 1 No 1 (2021): BULETIN RISET PSIKOLOGI DAN KESEHATAN MENTAL
Publisher : Universitas Airlangga
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (265.293 KB)
|
DOI: 10.20473/brpkm.v1i1.26780
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh antara conversation orientation, conformity orientation, dan kecerdasan emosional dengan sikap terhadap seksualitas pada remaja akhir. Penelitian ini mendapatkan responden sebanyak 96 subjek. Pengumpulan data menggunakan Teknik nonprobability sampling dengan cara purposive sampling. Alat pengumpulan data yaitu berupa kuesioner Attitudes Toward Sexuality Scale yang dikembangkan Fisher & Hall. Skala The Revised Family Communication Pattern Instrument oleh Fitzpatrick. Skala The Assessing Emotions Scale yang dikembangkan oleh Schutte. Analisis data dalam penelitian ini dilakukan dengan teknik korelasi dengan bantuan program IBM SPSS Statistic 25 for Windows. Dalam uji hipotesis peneliti menggunakan teknik regresi berganda dengan bantuan program IBM SPSS Statistic 25 for Windows. Hasil analisis data menunjukkan bahwa pengaruh antara conversation orientation, comformity orientation, kecerdasan emosional sebesar 13.6% terhadap sikap terhadap seksualitas.
Pengaruh Efikasi Diri dan Penyesuaian Diri terhadap Stres Akademik pada Mahasiswa Masa Pandemi COVID-19
Maulana, Ifan;
Alfian, Ilham Nur
Buletin Riset Psikologi dan Kesehatan Mental Vol 1 No 1 (2021): BULETIN RISET PSIKOLOGI DAN KESEHATAN MENTAL
Publisher : Universitas Airlangga
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (260.29 KB)
|
DOI: 10.20473/brpkm.v1i1.26783
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh efikasi diri dan penyesuaian diri terhadap stres akademik pada mahasiswa masa pandemi. Perubahan saat pendemi tersebut menyebabkan mahasiswa mengalami stres akademik dan peneliti ingin mengetahui ada tidaknya pengaruh antara efikasi diri dan penyesuaian diri terhadap stress akademik. Stres akademik yang dikembangkan dari Sarafino and Smith dan faktor yang mempengaruhi stres akademik adalah salah satunya efikasi diri yang disusun oleh Bandura dan penyesuian diri menggunakan teori Baker. Partisipan dalam penelitian ini adalah mahasiswa yang sedang menjalani perkuliahan secara daring/online. Metode penelitian menggunakan tipe penelitian kuantitatif dengan alat pengumpulan data menggunakan survei melalui Google Form. Dalam menganalisis data menggunakan SPSS 25 for windows. Hasil analisis menunjukkan regresi menyebutkan bahwa terdapat 18,1% pengaruh secara bersamaan antara efikasi diri dan penyesuaian diri terhadap stres akademik. Sedangkan pengaruh antara efikasi diri terhadap stress akademik sebesar 68% dan penyesuaian diri terhadap stress akademik sebesar 10,8%.
Hubungan antara Perilaku Prososial dengan Kesejahteraan Psikologis pada Penerima Beasiswa Bidikmisi
Nasihah, Durrotun;
Alfian, Ilham Nur
Buletin Riset Psikologi dan Kesehatan Mental Vol 1 No 1 (2021): BULETIN RISET PSIKOLOGI DAN KESEHATAN MENTAL
Publisher : Universitas Airlangga
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (262.283 KB)
|
DOI: 10.20473/brpkm.v1i1.27024
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara perilaku prososial dengan kesejahteraan psikologis pada mahasiswa bidikmisi. Perilaku prososial adalah perilaku yang bertujuan menguntungkan dan bermanfaat bagi orang lain tanpa memandang siapa orang lain tersebut. Kesejahteraan psikologis adalah istilah untuk menggambarkan kesehatan psikologis individu ketika fungsi psikologisnya positif. Penelitian dilakukan pada 246 mahasiswa penerima beasiswa bidikmisi yang berusia 18-21 tahun. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner skala Prosocial Tendencies Measure (PTM) yang terdiri dari 23 aitem dan Ryff's Scales of Psychological Well-Being (RSPWB) yang terdiri dari 21 aitem. Teknik analisis data dilakukan menggunakan korelasi Pearson menggunakan perangkat lunak IBM SPSS 25.0 for Windows. Hasil penelitian ini menunjukkan jika terdapat hubungan antara perilaku prososial aspek altruism dan aspek menolong terhadap kesejahteraan psikologis mahasiswa penerima beasiswa bidikmisi, dan tidak terdapat hubungan antara perilaku prososial dalam aspek emosional, publik, dan krisis terhadap kesejahteraan psikologis mahasiswa penerima beasiswa bidikmisi.
Hubungan antara Personal Relative Deprivation dengan Materialisme pada Emerging Adulthood
Pratama, Indra Wahyu;
Alfian, Ilham Nur
Buletin Riset Psikologi dan Kesehatan Mental Vol 1 No 1 (2021): BULETIN RISET PSIKOLOGI DAN KESEHATAN MENTAL
Publisher : Universitas Airlangga
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (255.305 KB)
|
DOI: 10.20473/brpkm.v1i1.27414
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara personal relative deprivation dan materialisme. Deprivasi relatif di ukur dengan teori yang dikembangkan dari Crosby dan Materialisme diukur dengan teori yang dikembangkan oleh Dittmar. Partisipan dalam penelitian ini adalah emerging adulthood dengan rentang usia 18-25 tahun. Metode penelitian menggunakan kuantitatif dengan menggunakan survei melalui google form. Dalam menganalisis data menggunakan SPSS 25 for windows. Berdasarkan analisis terdapat hubungan positif yang signifikan antara personal relative deprivation dan materialisme, dengan nilai signifikansi sebesar 0,00. Nilai koefisien korelasi yang berada di angka 0.360 menunjukan bahwa hubungan antar variabel sedang.
Pengaruh Resiliensi terhadap Psychological Well-Being dengan Dukungan Sosial sebagai Variabel Mediator pada Mahasiswa
Novianti, Lili Dwi;
Alfian, Ilham Nur
Buletin Riset Psikologi dan Kesehatan Mental Vol 2 No 1 (2022): BULETIN RISET PSIKOLOGI DAN KESEHATAN MENTAL
Publisher : Universitas Airlangga
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (725.282 KB)
|
DOI: 10.20473/brpkm.v2i1.31020
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh resiliensi terhadap psychological well-being dengan dukungan sosial sebagai variabel mediator pada mahasiswa. Topik ini sebagai salah satu yang sering dibicarakan ketika peralihan masa dalam perkuliahan, stress akademik, tugas yang harus diselesaikan sehingga mahasiswa harus tetap resilien dan mencapai psychological well-being dengan adanya dukungan sosial dari teman, keluarga dan significant other. Data diperoleh dengan metode survei dan menggunakan skala Psychological Well-Being Flourishing Scale 8 item (α= 0,842), The Resilience Scales 14 item (α= 0,930), dan The Multidimensional Scale of Perceived Social Support 12 item (α= 0,760). Analisis dengan uji regresi sederhana dan teknik bootstrapping sebagai uji mediasi. Berdasarkan teknik bootstrapping menunjukkan bahwa terdapat pengaruh mediasi dukungan sosial dalam pengaruh resiliensi terhadap psychological well-being. Ditunjukkan bahwa dukungan sosial menjelaskan 25% dari total effect sehingga tergolong partial mediation. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh resiliensi terhadap psychological well-being dengan dimediasi oleh dukungan sosial dan jenis mediasi bersifat parsial.
Perlawanan Simbolik Komunitas LGBT terhadap Stigma dan Diskriminasi
Riandini, Anggitya;
Alfian, Ilham Nur
Buletin Riset Psikologi dan Kesehatan Mental Vol 2 No 1 (2022): BULETIN RISET PSIKOLOGI DAN KESEHATAN MENTAL
Publisher : Universitas Airlangga
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (741.998 KB)
|
DOI: 10.20473/brpkm.v2i1.31910
Konteks atau situasi adanya stigma dan diskriminasi terhadap komunitas LGBT di Indonesia masih kerap terjadi. Terlebih lagi di Indonesia sendiri pada tahun 2018, terdapat perluasan pasal dalam RUU KUHP mengenai kebijakan kriminalisasi komunitas LGBT. Perlawanan terhadap stigma dan diskriminasi itu perlu dilakukan dan dipahami untuk mampu mengambil peran dan membantu pemenuhan kesetaraan hak individu LGBT dan semua warga negara. Metode penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan Studi Kasus. Hasil penelitian menemukan bahwa survival-technique merupakan karakteristik dari perlawanan simbolik yang dimunculkan oleh ketiga partisipan melalui proses penilaian kognitif yang mengacu pada tingkat bahaya, dan terdapat perasaan takut jika orang lain tidak menerima atau tidak suka terhadap komunitas LGBT, hal ini atas dasar mempertahankan keamanan dan keselamatan diri, sehingga memunculkan survival-technique. Perlawanan simbolik muncul tidak hanya dipicu melalui aturan, ideologi, atau pihak yang mendominasi, tetapi juga dipengaruhi oleh proses penilaian berbasis kognitif dan afektif, sehingga memunculkan karakteristik dari perlawanan simbolik.
Hubungan Health Belief Model dengan Perilaku Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) di kalangan Mahasiswi
Anya, Nurfadillah Rohmatin;
Alfian, Ilham Nur
Buletin Riset Psikologi dan Kesehatan Mental Vol 2 No 1 (2022): BULETIN RISET PSIKOLOGI DAN KESEHATAN MENTAL
Publisher : Universitas Airlangga
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (768.329 KB)
|
DOI: 10.20473/brpkm.v2i1.36608
Kanker payudara stadium awal dapat terdeteksi dengan cara Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) secara rutin setiap bulan, namun praktik ini masih rendah di kalangan mahasiswi Universitas Airlangga. Dimensi HBM yaitu perceived susceptibility, perceived severity, perceived benefit, perceived barrier, self-efficacy dan cues to action dapat menjelaskan mengapa seseorang memutuskan untuk melakukan perilaku sehat. Penelitian melibatkan 273 partisipan dari mahasiswi aktif Universitas Airlangga. Analisa data menggunakan uji regresi logistik. Instrumen yang digunakan adalah I-CHBMS untuk mengukur 6 dimensi dari HBM. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa HBM berhubungan secara simultan dengan perilaku SADARI. Prediktor yang kuat adalah self-efficacy dan cues to action. Program edukasi dalam meningkatkan perilaku SADARI sebaiknya fokus pada peningkatan self-efficacy dan identifikasi cues to action yang relevan di kalangan mahasiswi Universitas Airlangga.
Case Report: Training Emotion Regulation and Behavioral Modification in Children with Intellectual Disability
Sonia Salmany, Latieva;
Nur Alfian, Ilham
Jurnal KESANS : Kesehatan dan Sains Vol 4 No 11 (2025): KESANS: International Journal of Health and Science
Publisher : Rifa'Institute
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54543/kesans.v4i11.423
Introduction: Children with intellectual disabilities often exhibit challenging behaviors, including aggression, due to difficulties in emotional regulation and communication. These behaviors can significantly impair social functioning and require targeted interventions. Objective: This study aimed to reduce aggressive behaviors in a 7-year-old child with mild intellectual disability through a structured intervention combining emotion regulation training and behavior modification techniques. Method: The intervention included psychoeducation for the parent, emotion recognition and regulation sessions using visual aids and interactive videos, and a token economy system to reinforce positive behaviors. The child’s progress was monitored through behavioral observations and parental reports over multiple sessions. Result and Discussion: The intervention resulted in a 93% reduction in aggressive behaviors, decreasing from seven incidents per day to fewer than one. Improvements were also noted in the child’s ability to identify and express emotions appropriately. The parent successfully implemented the token economy system, contributing to sustained behavioral changes. Conclusion: The findings demonstrate integration of emotion regulation strategies, caregiver training, and token economy can effectively manage aggression in children with intellectual disabilities.
Gambaran Stigma Pada Mantan Narapidana Teroris
Prayitno, Salma Salsabila;
Nur Alfian, Ilham
Jurnal Syntax Fusion Vol 3 No 03 (2023): Jurnal Syntax Fusion: Jurnal Nasional Indonesia
Publisher : CV RIFAINSTITUT
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54543/fusion.v3i03.276
This study aims to describe the stigma against former terrorist convicts. The research method uses descriptive qualitative. Data collection was held out by interviewing four theoretical ex-convicts and the data analysis used was thematically analysis techniques. From the results of the analysis, it's known that former terrorist inmates receive stigma from their extended family, society, employers, and the surrounding community. The description of stigma is discussed through the components of stigma, stigma mechanisms, and coping with former terrorist prisoners facing stigma. Accepted stigma consists of components of labeling, stereotypes, separation, and discrimination as well as loss of status. Stigma causes former terrorist prisoners to experience negative behavior and discrimination, automatic stereotype activation behavior, and identity threats. In dealing with stigma, former terrorist convicts develop coping strategies by solving planned problems and seeking social groups on coping strategies that focus on problems, as well as aspects of self-control and keeping distance on coping strategies that focus on emotions.
How Supportive Psychotherapy being Implemented on Pediatric Cancer Patient Experiencing Depression Symptom?
Maghfiroh, Intan Putri;
Alfian, Ilham Nur
Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 12, No 2 (2024): Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30872/psikoborneo.v12i2.14707
This article aims to describe supportive psychotherapy interventions on cases of depression in pediatric cancer patients using a qualitative case study approach. Participants in this study were a male child patient with a medical diagnosis of Osteosarcoma, aged 10 years 10 months, who were being treated in hospital. A series of examinations were carried out through interviews, observations and several psychological tests including graphic tests (DAP and BAUM) and CBCL to determine the psychological dynamics of participant so that appropriate interventions could be designed. The examination results showed that the participant had an innate temperament profile that led to internalizing behavior, especially withdrawal behavior. Coupled with the ability to regulate emotions that have not been optimally trained, this increases the risk of emotional aspects being disturbed in a sick condition. The supportive psychotherapy intervention carried out showed a reduction in depressive symptoms so that the participants began to be interested in returning to their usual enjoyable activities, such as playing games. The response to interactions with other people also returns so that they do not show withdrawal behavior. The participant also showed more frequency of smiling. Refusal and irritability when asked to eat begins to decrease.Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan intervensi psikoterapi suportif untuk menangani kasus depresi pada pasien anak kanker dengan metode pendekatan kualitatif studi kasus. Partisipan dalam penelitian ini merupakan seorang pasien anak dengan diagnosis medis Osteosarcoma, berusia 10 tahun 10 bulan, berjenis kelamin laki-laki yang sedang dirawat di rumah sakit. Rangkaian pemeriksaan dilakukan melalui wawancara, observasi dan beberapa tes psikologi di antaranya tes grafis (DAP dan BAUM) dan CBCL untuk mengetahui gambaran dinamika psikologis partisipan sehingga dapat disusun intervensi yang sesuai. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa partisipan memiliki profil temperamen bawaan yang mengarah ke perilaku internalizing terutama perilaku menarik diri. Ditambah dengan kemampuan regulasi emosi yang belum telatih optimal membuat menambah risiko terganggu aspek emosinya dalam kondisi yang sakit. Intervensi psikoterapi suportif yang dilakukan menunjukkan pengurangan gejala-gejala depresi sehingga partisipaan mulai berminat kembali melakukan aktivitas-aktivitas menyenangkan yang biasa dilakukan yaitu bermain gim. Respon interaksi dengan orang lain pun kembali sehingga tidak menarik diri. Partisipan juga menunjukkan frekuensi tersenyum lebih banyak. Penolakan dan iritabilitas saat dimminta untuk makan pun mulai berkurang.