Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

The Meaning of Happiness in the Philosophy of Stoicism and Its Relevance to Islamic Guidance Faiz Al Faroqi; Safrodin Safrodin; Ema Hidayanti; Komarudin Komarudin; Widayat Mintarsih
Bulletin of Indonesian Islamic Studies Vol. 4 No. 2 (2025): Bulletin of Indonesian Islamic Studies
Publisher : KURAS Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51214/biis.v4i2.1568

Abstract

Happiness is a fundamental goal in human life, yet its meaning is often interpreted in various ways. This study aims to examine the concept of happiness in Stoic philosophy and its relevance to Islamic Guidance. This research employs a qualitative approach through library research, analyzing the thoughts of Stoic philosophers such as Epictetus, Seneca, and Marcus Aurelius, and connecting them with principles of Islamic Guidance derived from the Qur'an and Hadith. The findings reveal that happiness in Stoicism is understood as a state of inner peace attained through rational deliberation, disciplined self-mastery, and equanimous acceptance of the uncontrollable. In contrast, Islamic Guidance views happiness as a harmony between spiritual and social dimensions, realized through faith, worship, and submission to the will of Allah (tawakkul and ridhā). There is a significant convergence between the two, particularly in the aspects of self-mastery, acceptance of destiny, and the search for deeper meaning in life. The study shows that Stoic values can enrich Islamic counseling methods, especially in assisting individuals to achieve inner calm amid the pressures of modern life. The integration of Stoic principles with Islamic spiritual approaches may serve as an effective guidance strategy in shaping individuals who are resilient, patient, and wise.
Hajj Title as Motivation and Self-Control for Pilgrims Famelia, Zella; Mintarsih, Widayat; Murtadho, Ali; Sulistio, Sulistio; Sukma, Hayu Nabila Ma’al
Munazzama: Journal of Islamic Management and Pilgrimage Vol. 4 No. 2 (2024): December
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/mz.v4i2.21660

Abstract

The title of Hajj has many meanings, from cultural, historical, and normative to sociological. However, there is still abuse of the title of Hajj as an economic field and social stratification. This study aims to examine the functionality of the title of Hajj for pilgrims, both as motivation and self-control. This research is a qualitative descriptive method with a phenomenological approach and a psychological scientific approach. The results show that the title of Hajj can function as motivation and self-control for pilgrims, both from internal and external directions, to improve self-quality and control themselves from deviant actions. This research concludes that a Hajj degree can provide functional benefits for pilgrims, such as motivation and self-control in behavior. Hajj is a stronghold for acting and socializing where a person must always consider every word and deed before doing or speaking
Islamic spiritual guidance as a solution to the problem of spiritual well-being Nihayah, Ulin; Manggarani, Mustika; Mintarsih, Widayat; Kibtiyah, Maryatul
Journal of Advanced Guidance and Counseling Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jagc.2024.5.1.18082

Abstract

Purpose - The purpose of this study was to examine the implementation of Islamic spiritual guidance as a solution to the spiritual well-being problems faced by diabetes mellitus patients at PKU Muhammadiyah Gubug Hospital. This research focuses on the impact of holistic care involving physical, psychological, psychosocial, and spiritual dimensions.Method - This study employed a qualitative descriptive approach with a phenomenological perspective. Data collection methods included observation, in-depth interviews, and documentation. Participants consisted of patients and their families, along with Islamic spiritual counsellors at PKU Muhammadiyah Gubug Hospital.Result - The results showed that Islamic spiritual guidance is delivered through verbal methods (counselling, advice, and motivation), written or visual methods (Islamic-themed writings and artwork displayed in hospital rooms), and audio methods (recitation of Qur'anic verses via speakers). The guidance materials included teachings on tawakal (reliance on God), tauhid (monotheism), and worship practices (prayer and purification methods adapted for patient conditions). The study found that these methods enhanced patients' personal and communal well-being, helped them find purpose in life, and fostered positive attitudes.Implication - This method suggests that integrating Islamic spiritual guidance in healthcare settings can significantly improve the spiritual well-being of patients, enhancing their overall recovery process and quality of life.Originality - This research is the first study to comprehensively explore the integration of Islamic spiritual guidance as a holistic approach to address the spiritual well-being of diabetes mellitus patients in a hospital setting, particularly at PKU Muhammadiyah Gubug Hospital.***Tujuan - Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi bimbingan rohani Islam sebagai solusi terhadap masalah kesejahteraan spiritual pada pasien diabetes melitus di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Gubug. Fokus penelitian ini adalah dampak dari pelayanan holistik yang meliputi dimensi fisik, psikologis, psikososial, dan spiritual.Metode - Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan perspektif fenomenologi. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Partisipan terdiri dari pasien dan keluarga pasien, serta petugas rohani di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Gubug.Hasil - Hasil penelitian menunjukkan bahwa bimbingan rohani Islam dilakukan melalui metode lisan (konseling, nasihat, dan motivasi), metode tertulis atau visual (menempatkan tulisan dan karya seni Islami di kamar rumah sakit), dan metode audio (melantunkan ayat-ayat suci Al Qur'an melalui pengeras suara). Materi bimbingan meliputi ajaran tawakal (berserah diri kepada Allah), tauhid (keimanan kepada Allah), serta bimbingan ibadah (salat dan thaharah yang disesuaikan dengan kondisi pasien). Studi ini menemukan bahwa metode ini mampu meningkatkan kesejahteraan pribadi dan komunal pasien, membantu mereka menemukan tujuan hidup, dan mendorong sikap positif.Implikasi - Metode ini menunjukkan bahwa integrasi bimbingan spiritual Islam dalam perawatan kesehatan dapat secara signifikan meningkatkan kesejahteraan spiritual pasien, sehingga mempercepat proses pemulihan dan meningkatkan kualitas hidup mereka.Keaslian - Penelitian ini merupakan penelitian pertama yang secara komprehensif mengeksplorasi integrasi bimbingan rohani Islam sebagai pendekatan holistik dalam menangani kesejahteraan spiritual pasien diabetes melitus di rumah sakit, khususnya di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Gubug.
Keterbatasan dalam Kebebasan: Evaluasi Implementasi Kurikulum MBKM PTKIN Fajri, Namira Choirani; Mintarsih, Widayat; Hidayanti, Ema; Juaniati, Riyani
Journal of Instructional and Development Researches Vol. 4 No. 4 (2024): August
Publisher : Yayasan Indonesia Emerging Literacy Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53621/jider.v4i4.319

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kurikulum MBKM yang telah dilaksanakan di Prodi BPI/BKI PTKIN di Jawa Tengah. Berjalannya kurikulum MBKM di PTKIN tentu tidak bebas dari tantangan serta harapan. Oleh karena itu, sebagai upaya mengoptimalisasikan program MBKM maka diperlukan evaluasi untuk menentukan rekomendasi langkah yang tepat. Data penelitian diperoleh dari in depth interview, Focus Group Discussion, dan dokumentasi catatan serta laporan pelaksanaan MBKM. Pengambilan data dilakukan pada Prodi BPI/BKI di tiga PTKIN, yaitu UIN Walisongo Semarang, UIN Saizu Purwokerto, dan IAIN Kudus sebagai sampel PTKIN yang ada di Jawa Tengah. Analisis data dalam penelitian kualitatif ini menggunakan interaction analysis model Miles dan Huberman dengan tiga alur kegiatan, yaitu reduksi data, penyajian data, dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari delapan kegiatan yang ditawarkan oleh program MBKM, hanya empat kegiatan yang sudah dan akan dijalankan oleh PTKIN. Empat kegiatan itu adalah pertukaran pelajar, magang, penelitian atau riset, dan KKN tematik. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan MBKM di PTKIN belum optimal. Pelaksanaan kurikulum MBKM yang harusnya menawarkan banyak kebebasan masih harus menemui tantangan dan hambatan yang kompleks. Kebebasan yang ditawarkan oleh kurikulum MBKM pun pada akhirnya masih terkungkung keterbatasan-keterbatasan sehingga implementasinya belum maksimal.
Upaya Meningkatkan Kompetensi Kader Posyandu dalam Mengembangkan Materi Penyuluhan Parenting Islam Anak Usia Dini di Desa Putatgede, Ngampel, Kendal Murtadho, Ali; Mintarsih, Widayat; Umriana, Anila; Adinda Larasati, Nabila
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 5 No 4 (2025): JPMI - Agustus 2025
Publisher : CV Infinite Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52436/1.jpmi.3757

Abstract

Perkembangan anak pada masa keemasan perlu dipantau secara optimal, mengingat fase ini sangat menentukan kualitas generasi di masa depan. Posyandu sebagai kegiatan rutin berperan penting dalam memonitor tumbuh kembang balita melalui pencatatan, penimbangan, serta pemantauan gizi dan kesehatan. Namun, peran kader Posyandu dalam memberikan penyuluhan parenting berbasis nilai Islam masih belum maksimal. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk mengembangkan materi penyuluhan Parenting Islam anak usia dini bagi kader Posyandu. Metode yang digunakan adalah pendekatan Participatory Rural Appraisal (PRA), yaitu pendekatan partisipatif yang melibatkan masyarakat dalam analisis situasi, potensi, dan permasalahan. Hasil pendampingan menunjukkan bahwa materi penyuluhan berhasil disusun ke dalam empat subtopik: urgensi dan tupoksi kader Posyandu, konsep dan implementasi parenting Islam, kajian psikologis anak usia dini, serta analisis kasus generasi Z dan solusinya. Pelaksanaan penyuluhan secara umum berjalan baik sesuai dengan perencanaan. Kendala seperti perubahan jadwal dan partisipasi peserta yang kurang aktif menjadi masukan untuk evaluasi ke depan. Kegiatan ini berdampak pada peningkatan kapasitas kader dalam memberikan penyuluhan yang lebih relevan dan bernilai Islami.
Studi Rencana Strategi Mewujudkan Laboratorium Dakwah dan Komunikasi UIN Walisongo Berbasis ISO (International Organization Standardization) Suryorini, Ariana; Mintarsih, Widayat; Savitri, Fania
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 2 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i2.9363

Abstract

Laboratorium Dakwah  yang merupakan bagian dari UIN di  dalamnya  memiliki  tujuh divisi, yaitu divisi Khitobah; divisi Broadcasting dan Publishing; divisi Bimbingan dan Konseling Islam; divisi Pengembangan Masyarakat Islam; divisi Haji dan Umrah; divisi kelembagaan dan Pariwisata Islam; divisi Pengembangan Media Dakwah Tradisional. Tujuannya Untuk mewujudkan perencananaan strategi Laboratorium Dakwah dan Komunikasi berbasis ISO 9001:2015, diperlukan  analisis SWOT untuk melihat peluang dan tantangan yang dihadapi untuk pencapaian tujuan jangka panjang organisasi. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Hasil penelitian antara lain peluang yang proporsional dapat menuntun pada pengadopsian praktik baru, peluncuran produk baru, pembukaan pasar baru, mendapat pelanggan  baru,  membangun kemitraan,   menggunakan teknologi baru dan kemungkinan lain yang diinginkan dan berjalan terus, yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan pelanggan. Peningkatan yang sesuai kebutuhan dan perkembangan, kecukupan dan efektifitas dari sistem manajemen mutu. Labda harus mempertimbangkan hasil  analisa  dan  evaluasi  dan  output dari tinjauan manajeman serta  rencana strategis Mewujudkan Laboratorium Berbasis ISO pada Laboratorium Dakwah dan Komunikasi UIN Walisongo Semarang sangat penting karena merupakan proses untuk menentukan arah yang harus dijalani, supaya visi dan misi organisasi dapat tercapai. Strategi juga dapat memberikan dasar yang masuk akal untuk keputusan-keputusan yang akan menuntun ke arah pencapaian tujuan organisasi. Keputusan strategis akan meningkatkan kemampuan  pemimpin  dalam menghadapi  perubahan.
Penerapan Konseling untuk Mengembangkan Self Konsep pada Usia Remaja di MTs NU Mranggen Fardani, Alif Nur; Khasanah, Yuli Nur; Mintarsih, Widayat; Mahmudah, Mahmudah
Jurnal Penyuluhan Agama Jurnal Penyuluhan Agama | Vol. 12 No. 1, 2025
Publisher : Islamic Extension Guidance Study Program (BPI) of the Faculty of Da'wah and Communication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/zv4xe762

Abstract

Abstract:  One of the most important components in education is career guidance, especially for junior high school students in institutions such as Madrasah Tsanawiyah (MTs). Currently, students are at a crucial stage in the decision-making process regarding their future path, both in choosing a level of further education and a career path. The purpose of this observation is to obtain a comprehensive picture of the implementation of career guidance at MTs NU Mranggen, including the methods used, teacher involvement in guidance and counseling. This study uses a qualitative, descriptive, or phenomenological approach. Results Through counseling services, students are given space to recognize themselves, overcome the problems they face, and build a more positive self-concept. BK teachers or school counselors at MTs NU Mranggen play an active role in helping students face the challenges of adolescence.Abstrak: Salah satu komponen terpenting dalam pendidikan adalah bimbingan karier, khususnya bagi siswa SMP di lembaga seperti Madrasah Tsanawiyah (MTs). Saat ini, siswa berada pada tahap krusial dalam proses pengambilan keputusan terkait jalur masa depan, baik dalam memilih jenjang pendidikan lanjutan maupun jalur karier. Tujuan dari pengamatan ini adalah untuk memperoleh gambaran yang komprehensif tentang pelaksanaan bimbingan karier di MTs NU Mranggen, meliputi metode yang digunakan, keterlibatan guru dalam bimbingan dan konseling. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, deskriptif, atau fenomenologis. Hasil Melalui layanan konseling, siswa diberikan ruang untuk mengenali diri sendiri, mengatasi permasalahan yang mereka hadapi, serta membangun konsep diri yang lebih positif. Guru BK atau konselor sekolah di MTs NU Mranggen berperan aktif dalam membantu siswa menghadapi tantangan usia remaja.  
EKSPLORASI MAKNA SIMBOLIK TARI SUFI SEBAGAI INTERVENSI KONSELING MULTIKULTURAL Tiara, Tiara Retno Wulandari; mintarsih, widayat
AflahConsilia : Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 4 No 1 (2025): Aflah Consilia: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Program Studi Bimbingan Konseling Pendidikan Islam Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam Ngawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56997/aflahconsilia.v4i1.2684

Abstract

This study aims to explore the symbolic meaning of Sufi Dance and examine its potential as an intervention medium in multicultural counseling. Sufi Dance, as a spiritual practice in the Sufi tradition, is understood not only as a form of religious expression but also as a dynamic meditation movement that has therapeutic value for an individual's psychological balance. This article uses a literature review method, analyzing various articles, books, and academic research discussing Sufi Dance, culture-based therapy, and multicultural counseling. The results indicate that the rotating movements in Sufi Dance can produce a new state of consciousness, improve emotional regulation, and promote inner calm. Numerous literature confirms that Sufi Dance can help reduce stress, calm anxiety, support trauma processing, and provide transformative experiences through profound spiritual practices. Furthermore, Sufi values ​​such as self-surrender, divine love, and inner awareness have similarities with the concept of mindfulness, making them relevant for spiritual-based counseling interventions. The research findings indicate that Sufi Dance has the potential to be a multicultural counseling intervention by combining spiritual, emotional, and physical aspects to improve the psychological well-being of clients.