Claim Missing Document
Check
Articles

Found 102 Documents
Search
Journal : e-gigi

GAMBARAN STATUS KARIES DAN POLA PEMELIHARAAN KESEHATAN GIGI DAN MULUT PADA MAHASISWA ASAL TERNATE DI MANADO ., Radiah; Mintjelungan, Christy; Mariati, Ni Wayan
e-GiGi Vol 1, No 1 (2013): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.1.1.2013.1929

Abstract

Abstract: Caries status is a condition that describes a person's caries experience index is calculated by DMF-T (Decayed missing  filling theeth). Cariogenic food eating habits is the habit of a person consumes food that can cause caries, measured using questionnaires. Dental caries is one of the teeth and mouth disease most commonly found in the community.  Factors that may affect the severity of caries experience caries among other things, the use of fluoride, the number of bacteria, saliva, age, sex, socio-economic and smoking. This research is a descriptive study with cross-sectional observational study. The populations student from Ternate city in Manado city is many 93 people.  Based on the research status of caries, DMF-T index average is 3.1, and based on WHO criteria middle category. The results also showed patterns of oral health care are high category cariogenic foods and low category of non  cariogenicc foods , sometimes brushing your teeth after eating as much in middle category and low categegory of students check their teeth to the dentist. Keywords: status of caries, oral health care.     Abstrak: Status karies adalah suatu kondisi yang menggambarkan pengalaman karies seseorang dihitung dengan indeks DMF-T (Deceyed missing filling theeth). Pola pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut merupakan tindakan untuk memelihara kesehatan gigi dan mulut agar terhindar dari penyakit gigi dan mulut. Karies gigi merupakan salah satu penyakit gigi dan mulut yang paling sering dijumpai di masyarakat. Faktor-faktor  yang dapat memengaruhi keparahan karies antara lain pengalaman karies, penggunaan fluor, jumlah bakteri, saliva, umur, jenis kelamin sosial ekonomi dan merokok. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif observasional dengan pendekatan cross sectional  study. Populasi yang diteliti yaitu mahasiswa asal kota Ternate di kota Manado, berdasarkan survei awal berjumlah 93 orang.  Berdasarkan hasil penelitian status karies, indeks DMF-T rata-rata yaitu 3,1 dan berdasarkan kriteria WHO berada pada kategori sedang. Hasil penelitian juga menunjukkan  pola pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut responden yang terdiri dari kebiasaan mengonsumsi makanan kariogenik berada pada kategori tinggi dan non kariogenik pada kategori rendah, menggosok gigi setelah makan berada pada kategori sedang dan mahasiswa yang pernah ke dokter gigi dan frekuensi kunjungan ke dokter gigi berada pada kategori rendah. Hasil penelitian kebersihan rongga mulut dengan menggunakan Oral Hygiene Index Simplified (OHI-S) pada gigi berjejal kedua rahang menunjukkan bahwa sebagian besar 66,67% subjek penelitian memiliki kebersihan mulut baik dan hasil penelitian status gingiva dengan menggunakan indeks gingiva pada gigi berjejal kedua rahang sebagian besar 65,22% subjek penelitian memiliki status gingiva inflamasi ringan. Kata kunci: status karies, pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut.
Pengaruh pola asuh orangtua terhadap tingkat kecemasan anak sebelum menjalani perawatan penambalan gigi Di RSGM Unsrat Sagrang, Patricia S.; Wowor, Vonny N.S.; Mintjelungan, Christy N.
e-GiGi Vol 5, No 1 (2017): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.5.1.2017.14770

Abstract

Abstract: One problem of a child behavior that often occurs when they undergo dental treatment is anxiety. There are many factors that can cause anxiety in children, inter alia the style of parenting applied to their children. There are three kinds of parenting, as follows: authoritarian, authoritative, and permissive. This study was aimed to analyze the influence the parenting style upon the child anxiety before dental filling treatment at RSGM Unsrat (dental clinic). This was a descriptive analytical study with a cross sectional design. There were 31 respondents obtained by using purposive sampling method. Data were collected from parenting questionnaires and CFSS-DS (Children Dental Fear Survey Schedule-subscale) and were analyzed by using the Fisher test. The results showed the percentages of parenting, as follows: authoritative parenting 46.87%, authoritarian parenting 34.37%, and permissive parenting 18.76%. Child anxiety levels before dental filling treatment were low-level anxiety 65.62% and moderate-level anxiety 34.38%; high-level anxiety was not found. The Fischer test analyzing the effect of parenting style on anxiety showed a p-value of 0.01. Conclusion: There was a significant effect of parenting style on the child anxiety level before dental filling treatment at RSGM Unsrat.Keywords: parenting styles, anxiety Abstrak: Salah satu sumber masalah pada perilaku yang sering terjadi saat anak menjalani perawatan gigi dan mulut yakni kecemasan. Terdapat banyak faktor yang dapat memengaruhi rasa cemas pada anak, salah satunya ialah gaya pola asuh yang diterapkan orang tua kepada anaknya. Pola asuh terdiri dari 3 macam, yaitu otoriter, demokratis, dan permisif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pola asuh orang tua terhadap tingkat kecemasan pasien anak sebelum menjalani perawatan penambalan gigi di RSGM Unsrat. Jenis penelitian ialah deskriptif analitik dengan desain potong lintang. Jumlah sampel sebanyak 32 responden diperoleh dengan purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner pola asuh orangtua dan kuesioner CFSS-DS (Children Fear Survey Schedule-Dental Subscale) dan dianalisis menggunakan uji Fisher. Hasil penelitian mendapatkan pola asuh demokratis sebesar 46,87%, pola asuh otoriter 34,37 %, dan pola asuh permisif 18,76%. Tingkat kecemasan anak sebelum menjalani perawatan penambalan gigi di RSGM Unsrat ialah: tingkat kecemasan rendah 65,62%, tingkat kecemasan sedang 34,38% tidak dijumpai tingkat kecemasan tinggi tidak ada. Analisis data dengan uji Fisher mendapatkan nilai p=0,01. Simpulan: Terdapat pengaruh pola asuh orangtua terhadap tingkat kecemasan anak sebelum menjalani perawatan penambalan gigi di RSGM Unsrat.Kata kunci: pola asuh, tingkat kecemasan
Gambaran Teknik Menyikat Gigi dan Indeks Plak pada Siswa SD GMIM Siloam Tonsealama Keloay, Princess; Mintjelungan, Christy N.; Pangemanan, Damajanty H. C.
e-GiGi Vol 7, No 2 (2019): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.7.2.2019.24143

Abstract

Abstract: In Indonesia, children dental and mouth health is on the apprehensive level. The caries prevalence in children of 5 to 9 years old is 92.6% and the proportion of brushing their teeth properly is only 1.4%. The control and prevention of plaque forming can be done in a simple, effective, and practical way through brushing the teeth thoroughly and regularly. This study was aimed to obtain the tooth brushing technique and plaque index among students at SD GMIM Siloam Tonsealama (elementary school). This was a descriptive study with a cross sectional design. Study population consisted of elementary students og grade 3 to 5. We used total sampling method. There were 42 students as subjects. Data were obtained by observing their tooth brushing techniques. The results showed that all students used combination technique of tooth brushing. Most students had plaque index of moderate category. The mean plaque index of the subjects was 2.67. In conclusion, students at GMIM in Tonsealama used combination technique of tooth brushing, and their plaque index was categorized as moderate.Keywords: plaque index, brushing teeth technique Abstrak: Kesehatan gigi dan mulut anak di Indonesia masih sangat memrihatinkan. Prevalensi karies pada anak usia 5-9 tahun dilaporkan mencapai 92,6%, dan proporsi waktu menyikat gigi dengan benar sebesar 1,4%. Usaha untuk mengontrol dan mencegah pemben-tukan plak dapat dilakukan secara sederhana, efektif, dan praktis yaitu dengan cara menggosok gigi secara teliti dan teratur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran teknik menyikat gigi dan indeks plak siswa SD GMIM Siloam Tonsealama. Jenis penelitian ialah deskriptif dengan desain potong lintang. Populasi penelitian terdiri dari siswa sekolah dasar kelas 3 sampai dengan 5. Pengambilan sampel menggunakan total sampling. Terdapat seba-nyak 42 siswa sebagai subyek penelitian. Pengumpulan data menggunakan formulir pemeriksaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknik menyikat kombinasi digunakan oleh seluruh subyek. Indeks plak paling banyak pada kategori sedang. Rerata nilai indeks plak yaitu 2,67. Simpulan penelitian ini ialah teknik menyikat gigi yang digunakan oleh siswa SD GMIM di Tonsealama ialah teknik kombinasi dengan indeks plak tergolong kategori sedangKata kunci: indeks plak, teknik menyikat gigi
Profil status karies pada anak usia 13-15 tahun dan kadar fluor air sumur di daerah pesisir pantai dan daerah pegunungan Iswanto, Lidia; Posangi, Jimmy; Mintjelungan, Christy N.
e-GiGi Vol 4, No 2 (2016): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.4.2.2016.13649

Abstract

Abstract: Dental caries is a destructive process that starts from the enamel to the dentine caused by Streptoccocus mutans bacteria. Fluorine is the most affecting chemical substance to the percentage of dental caries. Residents with geographically different locations have different caries risks. This study aimed to obtain the differences in the status of dental caries in children aged 13-15 years and the fluoride content of well water in the coastal area and mountainous area. This was a descriptive study with a cross sectional design. Samples were 60 people obtained by using purposive non-probability sampling method. Examination of dental caries was carried out by using DMF-T index and fluorine content was measured by using Atomic Absorption Spectrophotometer AAS type A230 with a wavelength of 525 nm. The results showed that the status caries of children aged 13-15 years in the coastal area (Lihunu village) based on DMF-T index was 2.5 (low caries status) meanwhile the status of caries in children aged 13-15 years in the mountainous area (Rurukan village) based on DMF-T index was 6.2 (high caries status). Fluorine content of well water consumed in the coastal village was 0.25 ppm (categorized as very low) and the fluorine content of well water consumed in the rural mountainous area was 0.28 ppm (categorized as very low).Keywords: caries status, fluoride water content, mountainous area, coastal areaAbstrak: Karies gigi merupakan suatu proses kerusakan yang dimulai dari enamel hingga ke dentin yang disebabkan oleh bakteri Streptoccocus mutans. Fluor merupakan unsur kimia yang paling memengaruhi persentase karies gigi. Penduduk yang secara geografis letak kediamannya berbeda memiliki risiko karies yang berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan status karies gigi pada anak usia 13-15 tahun dan kadar fluor air sumur di daerah pesisir pantai dan di daerah pegunungan. Jenis penelitian ini ialah deskriptif dengan desain potong lintang. Pengambilan sampel dengan menggunakan metode purposive non probability sampling dengan sampel sebanyak 60 orang. Pemeriksaan karies gigi menggunakan indeks DMF-T dan pengukuran kadar fluor menggunaan spektrofotometer serapan Atom, AAS tipe A230 dengan panjang gelombang 525 nm. Hasil penelitian status karies pada anak usia 13-15 tahun di daerah pesisir pantai (Desa Lihunu) berdasarkan pemeriksaan indeks DMF-T sebesar 2,5 berada pada status karies rendah dan status karies pada anak usia 13-15 tahun di daerah pegunungan (Kelurahan Rurukan) berdasarkan pemeriksaan indeks DMF-T sebesar 6,2 termasuk dalam status karies tinggi. Kadar fluor air sumur yang dikonsumsi di daerah pesisir pantai sebesar 0,25 ppm (kategori sangat rendah) dan kadar fluor air sumur yang dikonsumsi di daerah pegunungan sebesar 0,28 ppm (kategori sangat rendah).Kata kunci: status karies, kadar fluor air, daerah pegunungan, daerah pesisir pantai
GAMBARAN STATUS GINGIVA PADA IBU HAMIL DI PUSKESMAS BAHU MANADO Warongan, Gabrielle; Wagey, Freddy; Mintjelungan, Christy N.
e-GiGi Vol 3, No 1 (2015): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.3.1.2015.6459

Abstract

Abstract: Pregnancy is a unique period in a woman's life and is characterized by a complex physiological changes such as nausea and vomiting . These changes can affect oral health during pregnancy due to a change in diet and oral hygiene is lacking. Gingivitis is one that is highly susceptible to periodontal disease occurs when the maintenance of oral health in pregnant women is not properly maintained. The purpose of this study was to describe the gingival status of pregnant women in health centers Bahu Manado. This was a descriptive cross sectional (cross-sectional) study. There were 34 samples obtained by using consecutive sampling and their gingival indexes were measured with Loe and Sillness method. The results showed that among the pregnant women in the second trimester there were 11 (79%) that experienced inflammation. Most pregnant women in the third trimester experienced severe inflammation as many as 16 people (80%). There were 2 pregnant women with mild, 14 moderate, and 18 with severe inflammation. Conclusion: All pregnant women in this study did not have normal gingival status and their inflammation were severe, moderate, and mild respectively. Pregnant women with gestational age third trimester had higher gingival indexes which meant more inflammed status. It is expected that health centers improve the program of oral health care of pregnant women, such as promotional activities on the importance of health and oral hygiene during pregnancy, motivation, and advicing the pregnant women to check to the dentists during pregnancy. Keywords: gingival status, pregnant womenAbstrak: Kehamilan adalah masa yang unik dalam kehidupan seorang wanita dan ditandai oleh perubahan fisiologis yang kompleks seperti mual dan muntah. Perubahan ini dapat memengaruhi kesehatan gigi dan mulut selama kehamilan yang disebabkan adanya perubahan pola makan dan kebersihan mulut yang kurang. Gingivitis merupakan salah satu penyakit periodontal yang sangat rentan terjadi jika pemeliharan kesehatan gigi dan mulut pada ibu hamil tidak terjaga dengan baik.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran status gingiva ibu hamil di Puskesmas Bahu Manado. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan potong. Penelitian dilakukan di Puskesmas Bahu Manado dengan subjek penelitian sebanyak 34 orang.Dengan menggunakan metode Convecutive samplingdan diukur dengan indeks gingival menurut Loe and Sillness.Hasil penelitian menunjukkan bahwa ibu hamil pada Trimester II rata-rata mengalami inflamasi sedang berjumlah 11 orang (79%). Terdapat 2 orang dengan inflamasi ringan, 14 orang inflamasi sedang dan 18 orang inflamasi berat. Kebanyakan ibu hamil pada Trimester III mengalami inflamasi berat sebanyak 16 orang (80%). Simpulan: Semua ibu hamil tidak memiliki status gingiva normal, dimana Ibu hamil dengan usia kehamilan Trimester III memiliki indeks gingiva lebih tinggi yang menggambarkan lebih banyak mengalami inflamasi.Bagi Puskesmas diharapkan lebih meningkatkan program pelayanan kesehatan gigi dan mulut ibu hamil seperti kegiatan promotif tentang pentingnya menjaga kesehatan dan kebersihan mulut selama kehamilan, memberi motivasi dan nasehat kepada ibu hamil untuk memeriksakan kesehatan rongga mulutnya ke dokter gigi bersamaan pada saat pemeriksaan kehamilannya.Kata kunci: status gingiva, ibu hamil.
Uji Daya Hambat Virgin Coconut Oil Plus terhadap Pertumbuhan Bakteri Streptococcus mutans Hassan, Ewithya H.; Zuliari, Kustina; Mintjelungan, Christy N.
e-GiGi Vol 7, No 1 (2019): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.7.1.2019.23310

Abstract

Abstract: Dental caries is caused by a variety of factors, and the most important one is bacteria Streptococcus mutans. This disease could be prevented inter alia by using mouthwash. Albeit, mouthwash contains synthetic chemical ingredients which might be harmful to our health. Virgin coconut oil plus (VCO plus) can be used as a herbal medicine to inhibit the growth of bacteria in the oral cavity. This study was aimed to test whether the VCO plus had an inhibitory effect on the growth of Streptococcus mutans. This was an experimental laboratory study, using pure experimental design (true experimental design) with the post test only control design. We used modified Kirby-Bauer method with filter paper. Pure VCO plus obtained from the laboratory at Faculty of Mathematics and Natural Science University of Sam Ratulangi Manado was tested for its inhibitory effect. Erythromycin was used as the positive control and aquadest as the negative control. The results showed that the mean inhibitory zone of VCO plus to Streptococcus mutans was 10.22 mm which was categorized as moderate according to Davis and Stout. The mean inhibitory zone of VCO plus was less than of erythromycin. Conclusion: Virgin coconut oil plus had moderate inhibitory effect to Streptococcus mutans.Keywords: dental caries, virgin coconut oil plus, Streptococcus mutans Abstrak: Karies gigi disebabkan oleh berbagai faktor, namun yang paling berperan yaitu Streptococcus mutans. Salah satu cara untuk mencegah karies gigi, antara lain menggunakan obat kumur. Namun obat kumur yang digunakan saat ini banyak mengandung bahan sintetis yang berefek kurang baik. Bahan alam yang banyak digunakan untuk menghambat pertumbuhan bakteri yaitu virgin coconut oil plus (VCO plus). Penelitian ini bertujuan untuk menguji daya hambat VCO plus terhadap pertumbuhan Streptococcus mutans. Jenis penelitian ialah eksperimental laboratorium, menggunakan rancangan eksperimental murni (true experimental design) dengan post test only control design. Metode yang digunakan ialah modifikasi Kirby-Bauer menggunakan kertas saring. Bahan uji ialah VCO plus yang diperoleh dari laboratorium F-MIPA Univeristas Sam Ratulangi, dengan kontrol positif eritromisin dan kontrol negatif akuades. Hasil penelitian mendapatkan rerata diameter zona hambat VCO plus terhadap Streptococcus mutans sebesar 10,22 mm yang termasuk kategori sedang berdasarkan penggolongan Davis dan Stout. Diameter zona hambat VCO plus lebih kecil dibandingkan dengan diameter zona hambat dari antibiotik (eritromisin). Simpulan: Virgin coconut oil plus mempunyai daya hambat kategori sedang terhadap pertumbuhan Streptococcus mutans.Kata kunci: karies gigi, virgin coconut oil plus, Streptococcus mutans
Gambaran konsumsi makanan kariogenik pada anak SD GMIM 1 Kawangkoan Mendur, Sheren Ch. M.; Pangemanan, Damajanty H.C.; Mintjelungan, Christy
e-GiGi Vol 5, No 1 (2017): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.5.1.2017.15548

Abstract

Abstract: Dental caries or tooth decay is commonly found in the society. It is caused by demineralization of enamel and dentin. Children usually have a habit of eating cariogenic foods that can cause cavities in their teeth. This study was aimed to obtain the profile of cariogenic foods consumed by the elementary school students of GMIM 1 Kawangkoan. This was a descriptive study with a cross sectional design conducted at SD GMIM 1 Kawangkoan, Minahasa. Samples were elementary school students of GMIM 1 Kawangkoan aged 6-11 years obtained by using total sampling method. Primary data were about cariogenic food consumption obtained by using food frequency questionnaire (FFQ). The results showed that there were six kinds of cariogenic foods consumed by the students, as follows: candy, chocolate wafer, chocolate bar, chocolate bread, donate cake, and pudding. According to the kategory of consumption frequency, candy belonged to very often (46.92%); chocolate bar, often (24.93%); chocolate bread, sometimes (20.37%); and pudding, nearly never (33.32%). Conclusion: The most common cariogenic food consumed by the students was candy which belonged to the very often category.Keywords: consumption of cariogenic food, children Abstrak: Gigi berlubang (karies gigi) merupakan masalah yang sering ditemukan di masyarakat. Karies gigi merupakan penyakit yang disebabkan oleh demineralisasi email dan dentin. Anak-anak memiliki kebiasaan mengonsumsi makanan kariogenik yang dapat menyebabkan gigi berlubang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran konsumsi makanan karogenik pada anak SD GMIM 1 Kawangkoan. Jenis penelitian ialah deskriptif dengan desain potong lintang. Penelitian dilaksanakan di SD GMIM 1 Kawangkoan Kecamatan Kawangkoan Kabupaten Minahasa. Sampel penelitian yaitu siswa SD GMIM 1 Kawangkoan berusia 6-11 tahun, diperoleh dengan menggunakan metode total sampling. Pengambilan data primer untuk melihat konsumsi makanan kariogenik melalui pengisian kuesioner menggunakan food frequency questionnaire (FFQ). Hasil penelitian menunjukkan enam jenis makanan kariogenik yang dikonsumsi, yaitu: permen, wafer coklat, coklat batang, roti coklat, donat dan puding. Berdasarkan kategori frkuensi konsumsi, permen tergolong sangat sering (46,92%); coklat batang, sering (24,93%); roti coklat, kadang-kadang (20,37%); puding, hampir tidak pernah (33,32%). Simpulan: Konsumsi makanan kariogenik paling tinggi yaitu permen yang tergolong dalam kategori sangat sering.Kata kunci: konsumsi makanan kariogenik, anak-anak
KEBUTUHAN PERAWATAN ORTODONSI BERDASARKAN INDEX OF ORTHODONTIC TREATMENT NEED PADA SISWA KELAS II DI SMP NEGERI 2 BITUNG Rumampuk, Monica A. V.; Anindita, P. S.; Mintjelungan, Christy
e-GiGi Vol 2, No 2 (2014): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.2.2.2014.5134

Abstract

Abstract: Orthodontic treatment need increases with the number of cases of malocclusion as one of the major problems in Indonesia and an oral health problems are sufficiently large as dental caries and periodontal disease. Orthodontic treatment need in a population is described by one measure, namely Index of Orthodontic Treatment Need (IOTN). The purpose of this study was to determine the needs of orthodontic treatment in the second-grade students of Junior High School 2 Bitung based IOTN consisting of Aesthetic Component and Dental Health Component. It was a cross sectional study of descriptive obsevational, conducted in Junior High School 2 Bitung at December 2013. It research was used the total population of the second grade students of Junior High School 2 Bitung, amounting to 460 students. The results showed, orthodontic care needs based on the AC is 304 people 77 % do not require nursing care or only mild, 74 people 19% of borderline and need care 18 4.5 really need treatment. While orthodontic treatment needs based DHC is 76% of 303 people do not require treatment or light treatment only, 63 people took care borderline 16%, 7.6% and 30 people really need treatment. Orthodontic treatment need by Index of Orthodontic Treatment Needs in second grade at Junior High School 2 Bitung mostly do not require or need minor maintenance in AC 77% and DHC 76%.Keywords: treatment need, IOTN, Student junior High School.  Abstrak: Kebutuhan perawatan ortodonsi meningkat seiring bertambahnya jumlah kasus maloklusi sebagai salah satu permasalahan utama di Indonesia dan merupakan masalah kesehatan gigi dan mulut yang cukup besar setelah karies gigi dan penyakit periodontal. Kebutuhan perawatan ortodonsi pada suatu populasi digambarkan dengan salah satu alat ukur yaitu Index of Orthodontic Treatment Need (IOTN). Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui kebutuhan perawatan ortodonsi pada siswa-siswi kelas II SMP Negeri 2 Bitung berdasarkan IOTN yang terdiri dari Aesthetic Component (AC) dan Dental Health Component (DHC). Penelitian ini merupakan suatu penelitian Cross sectional yang bersifat deskriptif observasional, yang dilakukan di SMP Negeri 2 Bitung pada bulan Desember 2013. Pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan teknik total populasi pada siswa-siswi kelas II di SMP Negeri 2 Bitung yang berjumlah 460 orang. Hasil penelitian didapatkan, kebutuhan perawatan ortodonsi berdasarkan AC yaitu 304 orang 77 % tidak membutuhkan perawatan atau hanya perawatan ringan, 74 orang 18,7% butuh perawatan borderline dan 18 orang 4,5 sangat butuh perawatan. Sedangkan kebutuhan perawatan ortodonsi berdasarkan DHC yaitu 303 orang 76,5% tidak membutuhkan perawatan atau hanya perawatan ringan, 63 orang 15,9% butuh perawatan borderline, dan 30 orang 7,6% sangat butuh perawatan. Kebutuhan perawatan ortodonsi berdasarkan IOTN pada siswa kelas II di SMP Negeri 2 Bitung sebagian besar tidak membutuhkan atau butuh perawatan ringan pada AC 77% dan DHC 76%. Kata kunci: Kebutuhan Perawatani, IOTN, Siswa SMP.
Status kebersihan gigi dan mulut berdasarkan cara menyikat gigi dengan teknik kombinasi pada anak kidal dan non-kidal Lumempouw, Novany; Mintjelungan, Christy N.; Zuliari, Kustina
e-GiGi Vol 5, No 1 (2017): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.5.1.2017.15525

Abstract

Abstract: During the developmental stage, children begin to do a variety of activities including tooth brushing. Generally, children use their right hands dominantly to do their activities (right-handed), however, there are also children who use their left hands (left-handed) dominantly. This study was aimed to assess the oral hygiene status based on tooth brushing with a combination technique among left-handed and right-handed children. This was a descriptive study with a cross-sectional design. Population study consisted of left-handed and right-handed children at Kalawat, North Minahasa, North Sulawesi province. Respondents were 60 children consisted of 30 left-handed children and 30 right-handed children obtained by using the purposive sampling method. Data were obtained by using checking form of oral hygiene status. The results showed that oral hygiene status of most left-handed and right-handed children was in good category. The average of OHI-S score of the left-handed children before tooth brushing was 0.7 and after tooth brushing was 0.3, whereas, of the right-handed children, the average of OHI-S score before tooth brushing was 0.6 and after tooth brushing was 0.2. Conclusion: Oral hygiene status of right-handed children who brushed their teeth with a combination technique was better than of the left-handed children. Keywords: oral hygiene status, left-handed children, right-handed children, tooth brushing, combination techniqueAbstrak: Seiring berjalannya tahap perkembangan, anak-anak mulai melakukan aktivitas termasuk menyikat gigi. Umumnya anak dominan melakukan aktivitas menggunakan tangan kanan (non-kidal) tetapi ada juga yang dominan melakukan aktivitas menggunakan tangan kiri (kidal). Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan status kebersihan gigi dan mulut nerdasrkan cara menyikat gigi dengan teknik kombinasi pada anak kidal dan non-kidal. Jenis penelitian ialah deskriptif dengan desain potong lintang. Populasi penelitian ialah anak kidal dan non-kidal di Kecamatan Kalawat Kabupaten Minahasa Utara Provinsi Sulawesi Utara. Jumlah responden sebanyak 60 orang anak terdiri dari 30 anak kidal dan 30 anak non-kidal diambil dengan metode purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan formulir pemeriksaan status kebersihan gigi dan mulut. Hasil penelitian menunjukkan status kebersihan gigi dan mulut pada anak kidal dan anak non-kidal sebagian besar memiliki kategori baik. Rerata skor OHI-S anak kidal sebelum menyikat gigi yaitu 0,7 dan sesudah menyikat gigi 0,3 sedangkan pada anak non-kidal rerata skor OHI-S sebelum menyikat gigi 0,6 dan sesudah menyikat gigi 0,2. Simpulan: Status kebersihan gigi dan mulut berdasarkan cara menyikat gigi menggunakan teknik kombinasi pada anak non-kidal lebih baik dibandingkan pada anak kidal.Kata kunci: status kebersihan gigi dan mulut, anak kidal, anak non-kidal, menyikat gigi teknik kombinasi.
Uji konsentrasi hambat minimum (KHM) ekstrak daun pacar air (Impatiens balsamina L.) terhadap pertumbuhan Streptococcus mutans Lolongan, Raymond A.; Waworuntu, Olivia; Mintjelungan, Christy N.
e-GiGi Vol 4, No 2 (2016): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.4.2.2016.14161

Abstract

Abstract: Impatiens balsamina L. is an herbal plant which contains flavonoids that has been proven to inhibit the growth of Streptococcus mutans. This study was aimed to determine the minimum inhibitory concentration (MIC) of the balsamina leaf extract on the growth of Streptococcus mutans. This was a true experimental study with a randomized pretest-postest control group design. The method used was serial dilution and tested with the spectrophotometer and turbiditry measurements. Balsamina leaf was extracted by using maceration method with 96% ethanol. The Streptococcus mutans bacteria were obtained from pure stock bacteria at Microbiology Laboratory of Pharmacy Faculty of Mathematics, University of Sam Ratulangi. The results indicated that the minimum inhibitory concentration (MIC) of the balsamina leaf (Impatiens balsamina L.) extract on the growth of Streptococcus mutans was at a concentration of 3.125%.Keywords: balsamina leaf (Impatiens balsamina L.), Streptococcus mutans, MIC Abstrak: Pacar Air (Impatiens balsamina L.) merupakan tanaman herbal yang mengandung flavonoid yang telah terbukti dapat menghambat pertumbuhan Streptococcus mutans. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi hambat minimum (KHM) dari ekstrak daun Pacar Air terhadap pertumbuhan Streptococcus mutans. Jenis penelitian ialah eksperimental murni dengan Randomized Pretest-Posttest Control Group Design. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode serial dilusi dengan metode pengujian turbidimetri dan spektrofotometri. Daun Pacar air diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Bakteri Streptococcus mutans diperoleh dari stok bakteri murni Laboratorium Mikrobiologi Program Studi Farmasi Fakultas MIPA Universitas Sam Ratulangi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa konsentrasi hambat minimum (KHM) ekstrak daun Pacar Air terhadap pertumbuhan Streptococcus mutans pada konsentrasi 3,125%. Kata kunci: daun pacar air (Impatiens balsamina L), Streptococcus mutans, KHM
Co-Authors . Juliatri, . A.A. Ketut Agung Cahyawan W Andi I. A. Marhaban Angelia Langkir Anggow, Ollivia R. Aruperes, Geraldo Y. Aurelia S. R. Supit Aurelia S. R. Supit Aurelia Supit B. S. Lampus Bawenti, Suryani Bayahu, Cintia Billy J. Kepel Billy O. S. Mayusip, Billy O. S. Celin L. Sindar Christal G. Oroh, Christal G. Christian F. Poluan Citra Ilery D. H. C. Pangemanan Damajanty H. C. Pangemanan Damajanty H. C. Pengemanan Damajanty H.C. Pangemanan Deisye Supit Dewi Y. Anang, Dewi Y. Dinar A. Wicaksono Ekarisma, Verena M. Elita Tambunan, Elita Ezra G. R. Tambunan, Ezra G. R. Farrah F. Sumangando Felisa E. K. Bagaray, Felisa E. K. Freddy Wagey Gabrielle Warongan Galong, Junistika Priskila Galongi, Junistika P. Gary S. J. Nayoan, Gary S. J. Gerung, Ayumi Y. Gracecylia R. Salampessy Grant T. H. Mawei Hassan, Ewithya H. Herwanto, Adine V. K. Hontong, Cheny Imelda Ch. Manurung Indry Worotitjan Inoi, Archi G. P. Jane Wuisan Janno B. B. Bernadus Jefrianto Wololy Jeiska Triska Tulangow Jemima L. Waworuntu, Jemima L. Jimmy Posangi Joan Christiany, Joan Joenda Soewantoro Johanna A. Khoman Julian G. Komansilan, Julian G. Juliatri . Juliatri Juliatri Jumrah Jamil Kaida, Dita C. Karamoy, Deborah Karamoy, Keysha A. Karel Pandelaki Keloay, Princess Keynes Y. Supit Khoman, Johanna Kindangen, Miranda L. Kinontoa, Fitrisya C. Koagouw, Marco S. Kojongian, Gloria M. P. Kolonio, Fanessa E. Krista V. Siagian Kustina Zuliari, Kustina Kusumawardani, Chendrakasih Lidia Iswanto, Lidia Lolongan, Raymond A. Lumempouw, Novany Lydia E. N. Tendean, Lydia E. N. Mangindaan, Rocky J. Mangowal, Maya P. Mangundap, Gledis C. M. Mantiri, Amanda N. P. Mararu, Wahyu P. Marimbun, Betrix E. Mario S. Howarto, Mario S. Marsela Liwe, Marsela Maureen M. Mawuntu, Maureen M. Meartriecs Tandilangi, Meartriecs Mega S. J. Warongan, Mega S. J. Meilan M. Suleh, Meilan M. Meily Ivane Esther Neman Mendur, Sheren Ch. M. Meyke Widyaningrum Michael A. Leman Milinia Mongkaren Mo'o, Billie A. F. P. Mokodompit, Moh. Fahmi M. Mongi, Pebrian B. Monica A. V. Rumampuk Monica M. Sengkey, Monica M. Motto, Christavia J. Nadhira Thereza Manoy, Nadhira Thereza Najwa F. Modjo Ni Made Windrawati, Ni Made Ni Wayan Mariati Nonutu, Stevia E. Nur I. Martin Octavian, David Olivia Waworuntu Olyvia Octaviany Monoarfa P. S. Anindita Pardanus, Darlene G. Paulina Gunawan Paulina N. Gunawan Pemsi M. Wowor, Pemsi M. Pieter L. Suling Priscilia G. J. Tambuwun, Priscilia G. J. Pritartha S. Anindita Pritartha S. Anindita Putra, Febrian S. Putrawan, I Putu G.E. Radiah . Rahayu, Mayangsari P. Rambitan, Wulan K. D. Ratulangi, Marly H.R. Rengkuan, Raissa Y.E. Reyna Agnes Nastassia Lumentut Rizka Wahyuni Rizka Wahyuni Rizki Mulyana Djokja Rizkia Irianti Rizkika, Lilies Rompas, Irene F. Rompis, Kezia R. Sagemba, Pascal G. Sagrang, Patricia S. Shane H.R. Ticoalu Sherry Deiristi Sulangi Shirley E. S. Kawengian Sompie, Grace M. M. Stefani M. Karamoy, Stefani M. Sundah, Michael J. Syukri, Dwi M. Tambunan, Miranda A. Tandra, Noviana F. Tangka’a, Roy R. B. Tato, Enjelin M. Tawas, Stevany A.D. Theodorus Pangalila Ticoalu, Jolanda P. Utomo, Hestia E. Vania, Marella T. Vonny N. S. Wowor Vonny N. S. Wowor Vonny N.S. Wowor, Vonny N.S. Wanti, Melyana Woran, Yobel R. Wowor, Stephanie G. Wulan G. Parengkuan, Wulan G. Wulandari, Fitri K.