Claim Missing Document
Check
Articles

Found 77 Documents
Search
Journal : e-GIGI

Pengaruh pola asuh orangtua terhadap tingkat kecemasan anak sebelum menjalani perawatan penambalan gigi Di RSGM Unsrat Sagrang, Patricia S.; Wowor, Vonny N.S.; Mintjelungan, Christy N.
e-GiGi Vol 5, No 1 (2017): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.5.1.2017.14770

Abstract

Abstract: One problem of a child behavior that often occurs when they undergo dental treatment is anxiety. There are many factors that can cause anxiety in children, inter alia the style of parenting applied to their children. There are three kinds of parenting, as follows: authoritarian, authoritative, and permissive. This study was aimed to analyze the influence the parenting style upon the child anxiety before dental filling treatment at RSGM Unsrat (dental clinic). This was a descriptive analytical study with a cross sectional design. There were 31 respondents obtained by using purposive sampling method. Data were collected from parenting questionnaires and CFSS-DS (Children Dental Fear Survey Schedule-subscale) and were analyzed by using the Fisher test. The results showed the percentages of parenting, as follows: authoritative parenting 46.87%, authoritarian parenting 34.37%, and permissive parenting 18.76%. Child anxiety levels before dental filling treatment were low-level anxiety 65.62% and moderate-level anxiety 34.38%; high-level anxiety was not found. The Fischer test analyzing the effect of parenting style on anxiety showed a p-value of 0.01. Conclusion: There was a significant effect of parenting style on the child anxiety level before dental filling treatment at RSGM Unsrat.Keywords: parenting styles, anxiety Abstrak: Salah satu sumber masalah pada perilaku yang sering terjadi saat anak menjalani perawatan gigi dan mulut yakni kecemasan. Terdapat banyak faktor yang dapat memengaruhi rasa cemas pada anak, salah satunya ialah gaya pola asuh yang diterapkan orang tua kepada anaknya. Pola asuh terdiri dari 3 macam, yaitu otoriter, demokratis, dan permisif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pola asuh orang tua terhadap tingkat kecemasan pasien anak sebelum menjalani perawatan penambalan gigi di RSGM Unsrat. Jenis penelitian ialah deskriptif analitik dengan desain potong lintang. Jumlah sampel sebanyak 32 responden diperoleh dengan purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner pola asuh orangtua dan kuesioner CFSS-DS (Children Fear Survey Schedule-Dental Subscale) dan dianalisis menggunakan uji Fisher. Hasil penelitian mendapatkan pola asuh demokratis sebesar 46,87%, pola asuh otoriter 34,37 %, dan pola asuh permisif 18,76%. Tingkat kecemasan anak sebelum menjalani perawatan penambalan gigi di RSGM Unsrat ialah: tingkat kecemasan rendah 65,62%, tingkat kecemasan sedang 34,38% tidak dijumpai tingkat kecemasan tinggi tidak ada. Analisis data dengan uji Fisher mendapatkan nilai p=0,01. Simpulan: Terdapat pengaruh pola asuh orangtua terhadap tingkat kecemasan anak sebelum menjalani perawatan penambalan gigi di RSGM Unsrat.Kata kunci: pola asuh, tingkat kecemasan
Gambaran Teknik Menyikat Gigi dan Indeks Plak pada Siswa SD GMIM Siloam Tonsealama Keloay, Princess; Mintjelungan, Christy N.; Pangemanan, Damajanty H. C.
e-GiGi Vol 7, No 2 (2019): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.7.2.2019.24143

Abstract

Abstract: In Indonesia, children dental and mouth health is on the apprehensive level. The caries prevalence in children of 5 to 9 years old is 92.6% and the proportion of brushing their teeth properly is only 1.4%. The control and prevention of plaque forming can be done in a simple, effective, and practical way through brushing the teeth thoroughly and regularly. This study was aimed to obtain the tooth brushing technique and plaque index among students at SD GMIM Siloam Tonsealama (elementary school). This was a descriptive study with a cross sectional design. Study population consisted of elementary students og grade 3 to 5. We used total sampling method. There were 42 students as subjects. Data were obtained by observing their tooth brushing techniques. The results showed that all students used combination technique of tooth brushing. Most students had plaque index of moderate category. The mean plaque index of the subjects was 2.67. In conclusion, students at GMIM in Tonsealama used combination technique of tooth brushing, and their plaque index was categorized as moderate.Keywords: plaque index, brushing teeth technique Abstrak: Kesehatan gigi dan mulut anak di Indonesia masih sangat memrihatinkan. Prevalensi karies pada anak usia 5-9 tahun dilaporkan mencapai 92,6%, dan proporsi waktu menyikat gigi dengan benar sebesar 1,4%. Usaha untuk mengontrol dan mencegah pemben-tukan plak dapat dilakukan secara sederhana, efektif, dan praktis yaitu dengan cara menggosok gigi secara teliti dan teratur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran teknik menyikat gigi dan indeks plak siswa SD GMIM Siloam Tonsealama. Jenis penelitian ialah deskriptif dengan desain potong lintang. Populasi penelitian terdiri dari siswa sekolah dasar kelas 3 sampai dengan 5. Pengambilan sampel menggunakan total sampling. Terdapat seba-nyak 42 siswa sebagai subyek penelitian. Pengumpulan data menggunakan formulir pemeriksaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknik menyikat kombinasi digunakan oleh seluruh subyek. Indeks plak paling banyak pada kategori sedang. Rerata nilai indeks plak yaitu 2,67. Simpulan penelitian ini ialah teknik menyikat gigi yang digunakan oleh siswa SD GMIM di Tonsealama ialah teknik kombinasi dengan indeks plak tergolong kategori sedangKata kunci: indeks plak, teknik menyikat gigi
Profil status karies pada anak usia 13-15 tahun dan kadar fluor air sumur di daerah pesisir pantai dan daerah pegunungan Iswanto, Lidia; Posangi, Jimmy; Mintjelungan, Christy N.
e-GiGi Vol 4, No 2 (2016): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.4.2.2016.13649

Abstract

Abstract: Dental caries is a destructive process that starts from the enamel to the dentine caused by Streptoccocus mutans bacteria. Fluorine is the most affecting chemical substance to the percentage of dental caries. Residents with geographically different locations have different caries risks. This study aimed to obtain the differences in the status of dental caries in children aged 13-15 years and the fluoride content of well water in the coastal area and mountainous area. This was a descriptive study with a cross sectional design. Samples were 60 people obtained by using purposive non-probability sampling method. Examination of dental caries was carried out by using DMF-T index and fluorine content was measured by using Atomic Absorption Spectrophotometer AAS type A230 with a wavelength of 525 nm. The results showed that the status caries of children aged 13-15 years in the coastal area (Lihunu village) based on DMF-T index was 2.5 (low caries status) meanwhile the status of caries in children aged 13-15 years in the mountainous area (Rurukan village) based on DMF-T index was 6.2 (high caries status). Fluorine content of well water consumed in the coastal village was 0.25 ppm (categorized as very low) and the fluorine content of well water consumed in the rural mountainous area was 0.28 ppm (categorized as very low).Keywords: caries status, fluoride water content, mountainous area, coastal areaAbstrak: Karies gigi merupakan suatu proses kerusakan yang dimulai dari enamel hingga ke dentin yang disebabkan oleh bakteri Streptoccocus mutans. Fluor merupakan unsur kimia yang paling memengaruhi persentase karies gigi. Penduduk yang secara geografis letak kediamannya berbeda memiliki risiko karies yang berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan status karies gigi pada anak usia 13-15 tahun dan kadar fluor air sumur di daerah pesisir pantai dan di daerah pegunungan. Jenis penelitian ini ialah deskriptif dengan desain potong lintang. Pengambilan sampel dengan menggunakan metode purposive non probability sampling dengan sampel sebanyak 60 orang. Pemeriksaan karies gigi menggunakan indeks DMF-T dan pengukuran kadar fluor menggunaan spektrofotometer serapan Atom, AAS tipe A230 dengan panjang gelombang 525 nm. Hasil penelitian status karies pada anak usia 13-15 tahun di daerah pesisir pantai (Desa Lihunu) berdasarkan pemeriksaan indeks DMF-T sebesar 2,5 berada pada status karies rendah dan status karies pada anak usia 13-15 tahun di daerah pegunungan (Kelurahan Rurukan) berdasarkan pemeriksaan indeks DMF-T sebesar 6,2 termasuk dalam status karies tinggi. Kadar fluor air sumur yang dikonsumsi di daerah pesisir pantai sebesar 0,25 ppm (kategori sangat rendah) dan kadar fluor air sumur yang dikonsumsi di daerah pegunungan sebesar 0,28 ppm (kategori sangat rendah).Kata kunci: status karies, kadar fluor air, daerah pegunungan, daerah pesisir pantai
GAMBARAN STATUS GINGIVA PADA IBU HAMIL DI PUSKESMAS BAHU MANADO Warongan, Gabrielle; Wagey, Freddy; Mintjelungan, Christy N.
e-GiGi Vol 3, No 1 (2015): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.3.1.2015.6459

Abstract

Abstract: Pregnancy is a unique period in a woman's life and is characterized by a complex physiological changes such as nausea and vomiting . These changes can affect oral health during pregnancy due to a change in diet and oral hygiene is lacking. Gingivitis is one that is highly susceptible to periodontal disease occurs when the maintenance of oral health in pregnant women is not properly maintained. The purpose of this study was to describe the gingival status of pregnant women in health centers Bahu Manado. This was a descriptive cross sectional (cross-sectional) study. There were 34 samples obtained by using consecutive sampling and their gingival indexes were measured with Loe and Sillness method. The results showed that among the pregnant women in the second trimester there were 11 (79%) that experienced inflammation. Most pregnant women in the third trimester experienced severe inflammation as many as 16 people (80%). There were 2 pregnant women with mild, 14 moderate, and 18 with severe inflammation. Conclusion: All pregnant women in this study did not have normal gingival status and their inflammation were severe, moderate, and mild respectively. Pregnant women with gestational age third trimester had higher gingival indexes which meant more inflammed status. It is expected that health centers improve the program of oral health care of pregnant women, such as promotional activities on the importance of health and oral hygiene during pregnancy, motivation, and advicing the pregnant women to check to the dentists during pregnancy. Keywords: gingival status, pregnant womenAbstrak: Kehamilan adalah masa yang unik dalam kehidupan seorang wanita dan ditandai oleh perubahan fisiologis yang kompleks seperti mual dan muntah. Perubahan ini dapat memengaruhi kesehatan gigi dan mulut selama kehamilan yang disebabkan adanya perubahan pola makan dan kebersihan mulut yang kurang. Gingivitis merupakan salah satu penyakit periodontal yang sangat rentan terjadi jika pemeliharan kesehatan gigi dan mulut pada ibu hamil tidak terjaga dengan baik.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran status gingiva ibu hamil di Puskesmas Bahu Manado. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan potong. Penelitian dilakukan di Puskesmas Bahu Manado dengan subjek penelitian sebanyak 34 orang.Dengan menggunakan metode Convecutive samplingdan diukur dengan indeks gingival menurut Loe and Sillness.Hasil penelitian menunjukkan bahwa ibu hamil pada Trimester II rata-rata mengalami inflamasi sedang berjumlah 11 orang (79%). Terdapat 2 orang dengan inflamasi ringan, 14 orang inflamasi sedang dan 18 orang inflamasi berat. Kebanyakan ibu hamil pada Trimester III mengalami inflamasi berat sebanyak 16 orang (80%). Simpulan: Semua ibu hamil tidak memiliki status gingiva normal, dimana Ibu hamil dengan usia kehamilan Trimester III memiliki indeks gingiva lebih tinggi yang menggambarkan lebih banyak mengalami inflamasi.Bagi Puskesmas diharapkan lebih meningkatkan program pelayanan kesehatan gigi dan mulut ibu hamil seperti kegiatan promotif tentang pentingnya menjaga kesehatan dan kebersihan mulut selama kehamilan, memberi motivasi dan nasehat kepada ibu hamil untuk memeriksakan kesehatan rongga mulutnya ke dokter gigi bersamaan pada saat pemeriksaan kehamilannya.Kata kunci: status gingiva, ibu hamil.
Uji Daya Hambat Virgin Coconut Oil Plus terhadap Pertumbuhan Bakteri Streptococcus mutans Hassan, Ewithya H.; Zuliari, Kustina; Mintjelungan, Christy N.
e-GiGi Vol 7, No 1 (2019): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.7.1.2019.23310

Abstract

Abstract: Dental caries is caused by a variety of factors, and the most important one is bacteria Streptococcus mutans. This disease could be prevented inter alia by using mouthwash. Albeit, mouthwash contains synthetic chemical ingredients which might be harmful to our health. Virgin coconut oil plus (VCO plus) can be used as a herbal medicine to inhibit the growth of bacteria in the oral cavity. This study was aimed to test whether the VCO plus had an inhibitory effect on the growth of Streptococcus mutans. This was an experimental laboratory study, using pure experimental design (true experimental design) with the post test only control design. We used modified Kirby-Bauer method with filter paper. Pure VCO plus obtained from the laboratory at Faculty of Mathematics and Natural Science University of Sam Ratulangi Manado was tested for its inhibitory effect. Erythromycin was used as the positive control and aquadest as the negative control. The results showed that the mean inhibitory zone of VCO plus to Streptococcus mutans was 10.22 mm which was categorized as moderate according to Davis and Stout. The mean inhibitory zone of VCO plus was less than of erythromycin. Conclusion: Virgin coconut oil plus had moderate inhibitory effect to Streptococcus mutans.Keywords: dental caries, virgin coconut oil plus, Streptococcus mutans Abstrak: Karies gigi disebabkan oleh berbagai faktor, namun yang paling berperan yaitu Streptococcus mutans. Salah satu cara untuk mencegah karies gigi, antara lain menggunakan obat kumur. Namun obat kumur yang digunakan saat ini banyak mengandung bahan sintetis yang berefek kurang baik. Bahan alam yang banyak digunakan untuk menghambat pertumbuhan bakteri yaitu virgin coconut oil plus (VCO plus). Penelitian ini bertujuan untuk menguji daya hambat VCO plus terhadap pertumbuhan Streptococcus mutans. Jenis penelitian ialah eksperimental laboratorium, menggunakan rancangan eksperimental murni (true experimental design) dengan post test only control design. Metode yang digunakan ialah modifikasi Kirby-Bauer menggunakan kertas saring. Bahan uji ialah VCO plus yang diperoleh dari laboratorium F-MIPA Univeristas Sam Ratulangi, dengan kontrol positif eritromisin dan kontrol negatif akuades. Hasil penelitian mendapatkan rerata diameter zona hambat VCO plus terhadap Streptococcus mutans sebesar 10,22 mm yang termasuk kategori sedang berdasarkan penggolongan Davis dan Stout. Diameter zona hambat VCO plus lebih kecil dibandingkan dengan diameter zona hambat dari antibiotik (eritromisin). Simpulan: Virgin coconut oil plus mempunyai daya hambat kategori sedang terhadap pertumbuhan Streptococcus mutans.Kata kunci: karies gigi, virgin coconut oil plus, Streptococcus mutans
Status kebersihan gigi dan mulut berdasarkan cara menyikat gigi dengan teknik kombinasi pada anak kidal dan non-kidal Lumempouw, Novany; Mintjelungan, Christy N.; Zuliari, Kustina
e-GiGi Vol 5, No 1 (2017): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.5.1.2017.15525

Abstract

Abstract: During the developmental stage, children begin to do a variety of activities including tooth brushing. Generally, children use their right hands dominantly to do their activities (right-handed), however, there are also children who use their left hands (left-handed) dominantly. This study was aimed to assess the oral hygiene status based on tooth brushing with a combination technique among left-handed and right-handed children. This was a descriptive study with a cross-sectional design. Population study consisted of left-handed and right-handed children at Kalawat, North Minahasa, North Sulawesi province. Respondents were 60 children consisted of 30 left-handed children and 30 right-handed children obtained by using the purposive sampling method. Data were obtained by using checking form of oral hygiene status. The results showed that oral hygiene status of most left-handed and right-handed children was in good category. The average of OHI-S score of the left-handed children before tooth brushing was 0.7 and after tooth brushing was 0.3, whereas, of the right-handed children, the average of OHI-S score before tooth brushing was 0.6 and after tooth brushing was 0.2. Conclusion: Oral hygiene status of right-handed children who brushed their teeth with a combination technique was better than of the left-handed children. Keywords: oral hygiene status, left-handed children, right-handed children, tooth brushing, combination techniqueAbstrak: Seiring berjalannya tahap perkembangan, anak-anak mulai melakukan aktivitas termasuk menyikat gigi. Umumnya anak dominan melakukan aktivitas menggunakan tangan kanan (non-kidal) tetapi ada juga yang dominan melakukan aktivitas menggunakan tangan kiri (kidal). Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan status kebersihan gigi dan mulut nerdasrkan cara menyikat gigi dengan teknik kombinasi pada anak kidal dan non-kidal. Jenis penelitian ialah deskriptif dengan desain potong lintang. Populasi penelitian ialah anak kidal dan non-kidal di Kecamatan Kalawat Kabupaten Minahasa Utara Provinsi Sulawesi Utara. Jumlah responden sebanyak 60 orang anak terdiri dari 30 anak kidal dan 30 anak non-kidal diambil dengan metode purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan formulir pemeriksaan status kebersihan gigi dan mulut. Hasil penelitian menunjukkan status kebersihan gigi dan mulut pada anak kidal dan anak non-kidal sebagian besar memiliki kategori baik. Rerata skor OHI-S anak kidal sebelum menyikat gigi yaitu 0,7 dan sesudah menyikat gigi 0,3 sedangkan pada anak non-kidal rerata skor OHI-S sebelum menyikat gigi 0,6 dan sesudah menyikat gigi 0,2. Simpulan: Status kebersihan gigi dan mulut berdasarkan cara menyikat gigi menggunakan teknik kombinasi pada anak non-kidal lebih baik dibandingkan pada anak kidal.Kata kunci: status kebersihan gigi dan mulut, anak kidal, anak non-kidal, menyikat gigi teknik kombinasi.
Uji konsentrasi hambat minimum (KHM) ekstrak daun pacar air (Impatiens balsamina L.) terhadap pertumbuhan Streptococcus mutans Lolongan, Raymond A.; Waworuntu, Olivia; Mintjelungan, Christy N.
e-GiGi Vol 4, No 2 (2016): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.4.2.2016.14161

Abstract

Abstract: Impatiens balsamina L. is an herbal plant which contains flavonoids that has been proven to inhibit the growth of Streptococcus mutans. This study was aimed to determine the minimum inhibitory concentration (MIC) of the balsamina leaf extract on the growth of Streptococcus mutans. This was a true experimental study with a randomized pretest-postest control group design. The method used was serial dilution and tested with the spectrophotometer and turbiditry measurements. Balsamina leaf was extracted by using maceration method with 96% ethanol. The Streptococcus mutans bacteria were obtained from pure stock bacteria at Microbiology Laboratory of Pharmacy Faculty of Mathematics, University of Sam Ratulangi. The results indicated that the minimum inhibitory concentration (MIC) of the balsamina leaf (Impatiens balsamina L.) extract on the growth of Streptococcus mutans was at a concentration of 3.125%.Keywords: balsamina leaf (Impatiens balsamina L.), Streptococcus mutans, MIC Abstrak: Pacar Air (Impatiens balsamina L.) merupakan tanaman herbal yang mengandung flavonoid yang telah terbukti dapat menghambat pertumbuhan Streptococcus mutans. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi hambat minimum (KHM) dari ekstrak daun Pacar Air terhadap pertumbuhan Streptococcus mutans. Jenis penelitian ialah eksperimental murni dengan Randomized Pretest-Posttest Control Group Design. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode serial dilusi dengan metode pengujian turbidimetri dan spektrofotometri. Daun Pacar air diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Bakteri Streptococcus mutans diperoleh dari stok bakteri murni Laboratorium Mikrobiologi Program Studi Farmasi Fakultas MIPA Universitas Sam Ratulangi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa konsentrasi hambat minimum (KHM) ekstrak daun Pacar Air terhadap pertumbuhan Streptococcus mutans pada konsentrasi 3,125%. Kata kunci: daun pacar air (Impatiens balsamina L), Streptococcus mutans, KHM
DAYA HAMBAT EKSTRAK KULIT MANGGIS (Garcinia Mangostana L.) TERHADAP Streptococcus mutans Komansilan, Julian G.; Mintjelungan, Christy N.; Waworuntu, Olivia
e-GiGi Vol 3, No 2 (2015): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.3.2.2015.8824

Abstract

Abstract: Mangosteen fruit which in Latin is called Garcinia mangostana Linn identical with the nickname queen tropical fruit (Queen of tropical fruit) is a plant that can be utilized all its parts, including the skin of the fruit. Dental caries is an oral disease that often occurs. Streptococcus mutans is one of the causes of dental caries. This study is an experimental laboratory, using pure experimental designs (true experimental design) with a post-test only research design control design conducted in the Laboratory of Microbiology General Hospital Prof. DR. R.D. Kandou Manado in December 2014-May 2015 with research subjects using Streptoccocus mutans bacteria and as a research sample taken mangosteen peel extract (Garcinia mangostana L) were extracted using maceration method by ethanol 90%. The result showed the average broad zones of inhibition of mangosteen peel extract against Streptococcus mutans amounted at 669.42 mm2. Results of statistical calculations with independent t-test test is known that there were significant differences between groups of mangosteen peel extract and the control group (P <0.05). From this study it can be concluded that the mangosteen peel extract (Garcinia mangostana L.) has an antibacterial effect in inhibiting the growth of Streptococcus mutans bacteria. Wide zone of inhibition of mangosteen peel extract (Garcinia mangostana L.) is smaller than the broad zone of inhibition of antibiotics.Keywords: Skin Extract Mangosteen (Garcinia mangostana L.), Streptoccocus mutansAbstrak: Buah manggis yang dalam bahasa latin disebut Garcinia mangostana Linn yang identik dengan julukan ratu buah tropis (Queen of tropical fruit) merupakan tanaman yang seluruh bagiannya dapat dimanfaatkan, termasuk kulit buahnya. Karies gigi merupakan penyakit gigi dan mulut yang sering terjadi. Streptococcus mutans merupakan salah satu penyebab karies gigi. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorium, menggunakan rancangan eksperimental murni (true experimental design) dengan rancangan penelitian post test only control design yang dilakukan di Laboratorium Mikrobiologi Rumah Sakit Umum Prof. DR. R. D. Kandou Manado pada bulan Desember 2014–Mei 2015 dengan subjek penelitian mengunakan bakteri Streptoccocus mutans dan sebagai sampel penelitian diambil ektrak kulit manggis (Garcinia mangostana L) yang diekstraks menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 90%. Hasil penelitian didapatkan rata-rata luas zona hambat ekstrak kulit manggis terhadap Streptococcus mutans sebesar sebesar 669.42 mm2. Hasil perhitungan statistik dengan uji independent t-test diketahui terdapat perbedaan yang bermakna antara kelompok ekstrak kulit manggis dan kelompok kontrol (P < 0.05). Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ekstrak kulit manggis (Garcinia mangostana L.) memiliki efek antibakteri dalam menghambat pertumbuhan bakteri Streptococcus mutans. Luas zona hambat dari ekstrak kulit manggis (Garcinia mangostana L.) lebih kecil dibandingkan dengan luas zona hambat dari antibiotik.Kata kunci: Ektrak Kulit Manggis (Garcinia mangostana L.), Streptoccocus mutans
Status Periodontal Anak Usia 8-12 Tahun di Sekolah Dasar Negeri 126 Manado Mantiri, Amanda N. P.; Wowor, Vonny N. S.; Mintjelungan, Christy N.
e-GiGi Vol 6, No 2 (2018): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.6.2.2018.21207

Abstract

Abstract: Periodontal disease is a serious chronic infection that involves the destruction of tooth supporting tissues, including gum, periodontal ligaments, and alveolar bone. It is the second most common dental and oral disease suffered by people in the world after dental caries. According to WHO, age 12 years has been chosen as an age group of global indicators for international comparison and surveillance of disease trends. This study was aimed to obtain the periodontal status of students 8-12 years old at SD Negeri 126 Manado (elementary school). This was a descriptive study with a cross sectional design. Respondents were 76 students obtained by using purposive sampling technique. Data of gum examination of all subjects were obtained by using WHO CPI probe and flat dental mirror and were analyzed univariately and presented in distribution tables. The results showed that 7 students (9.2%) had healthy gums, meanwhile 69 students (90.8%) had unhealthy gums, consisting of 66 students (86.8%) with bleeding gums ≤50%, and 3 students (4%) with bleeding gums ≥51%. Conclusion: Most students in this study had bleeding gum ≤50%. Albeit, some students still had healthy gums.Keywords: students aged 8-12 years, periodontal status, gingival bleeding Abstrak: Penyakit periodontal adalah infeksi kronis serius yang melibatkan penghancuran jaringan pendukung gigi, termasuk gingiva, ligamen periodontal, dan tulang alveolar. Penyakit ini tergolong penyakit gigi dan mulut kedua terbanyak yang diderita masyarakat di dunia setelah karies gigi. Menurut WHO, usia 12 tahun dipilih sebagai kelompok usia indikator global untuk perbandingan internasional dan surveilans kecenderungan penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui status periodontal siswa usia 8-12 tahun di SD Negeri 126 Manado. Jenis penelitian ialah deskriptif dengan desain potong lintang. Responden penelitian ialah 76 siswa, diambil dengan teknik purposive sampling. Data diperoleh berdasarkan pemeriksaan gingiva terhadap subyek menggunakan probe CPI WHO dan kaca mulut, kemudian diolah dengan cara analisis univariat serta disajikan dalam tabel distribusi frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 7 siswa (9,2%) memiliki gingiva sehat, dan 69 siswa (90,8%) yang tidak sehat terdiri dari 66 siswa (86,8%) mengalami perdarahan gingiva ≤50%, dan 3 siswa (4%) mengalami perdarahan gingiva ≥51%. Simpulan: Sebagian besar siswa usia 8-12 tahun di SD Negeri 126 Manado mengalami perdarahan gingival ≤50%. Walaupun demikian, sebagian kecil siswa masih memiliki gingiva yang sehat.Kata kunci: anak usia 8-12 tahun, status periodontal, perdarahan gingiva
PENGGUNAAN BAHAN TUMPATAN DI RUMAH SAKIT GIGI DAN MULUT PSPDG FAKULTAS KEDOKTERAN UNSRAT PADA TAHUN 2014 Anang, Dewi Y.; Mariati, Ni Wayan; Mintjelungan, Christy N.
e-GiGi Vol 3, No 2 (2015): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.3.2.2015.8764

Abstract

Abstract: Resin composite has been known since the sixtieth generation and generally it is known as the dentists? cosmetic restorative material. Amalgam is the oldest restorative material and it is famous due to its mechanical strength, endurance, and less expensive. Glass ionomer cement is an isochromatic tooth dentifrice; its main component is liquid consisted of water and polyacid, and a kind of fluoroaluminosilicate glass powder. This study aimed to obtain the profile of patients using dental restorative composite at the RSGM Manado in 2014. This was a descriptive retrospective study. There were 400 dental samples from the medical record categorized according to gender, age, kinds of treatment, and occupation. The results showed that dental treatment with filling was most frequent among females (65%) compared to males (35%). Most of the subjects (70%) were 21-30 years old. Moreover, most of the subjects (62.5%) used amalgam as the restorative material.Keywords: restorative material, composite resin, amalgam, GICAbstrak: Resin komposit ialah tumpatan pada generasi ke 60-an, dan secara umum dikenal sebagai bahan tumpatan kosmetik dentis. Amalgam merupakan bahan restorasi tertua dan cukup terkenal di masyarakat luas oleh karena kekuatan, daya tahan, dan harganya yang relatif murah. Glass Ionomer Cement ialah bahan tambal sewarna gigi yang komponen utamanya terdiri dari likuid yang merupakan gabungan air dengan polyacid (Asam poliakrilat, maleat, itakonat, tartarat) dan bubuk berupa fluoroaluminosilicate glass. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pasien yang menggunakan tumpatan gigi di RSGM Unsrat pada tahun 2014. Jenis penelitian ini deskriptif retrospektif. Jumlah data penelitian yang didapat yaitu 400 sampel data dental dari rekam medik dan dikategorikan sesuai jenis kelamin, usia, jenis perawatan dan pekerjaan. Hasil penelitian menunjukkan perawatan dengan bahan tumpatan lebih sering dilakukan oleh pasien berjenis kelamin perempuan (65%) dibandingkan laki-laki (35%). Distribusi subyek terbanyak pada usia 21-30 tahun (70%). Sebagian besar (62,5%) menggunakan bahan tumpatan amalgam.Kata kunci: tumpatan, resin komposit, amalgam, GIC
Co-Authors . Juliatri, . Angelia Langkir Anggow, Ollivia R. Aruperes, Geraldo Y. Aurelia S. R. Supit Bawenti, Suryani Bayahu, Cintia Billy J. Kepel Billy O. S. Mayusip, Billy O. S. Christal G. Oroh, Christal G. Citra Ilery D. H. C. Pangemanan Damajanty H. C. Pangemanan Damajanty H. C. Pengemanan Dewi Y. Anang, Dewi Y. Dinar A. Wicaksono Ekarisma, Verena M. Elita Tambunan, Elita Ezra G. R. Tambunan, Ezra G. R. Felisa E. K. Bagaray, Felisa E. K. Freddy Wagey Gabrielle Warongan Galongi, Junistika P. Gary S. J. Nayoan, Gary S. J. Gerung, Ayumi Y. Hassan, Ewithya H. Herwanto, Adine V. K. Hontong, Cheny Indry Worotitjan Jane Wuisan Jefrianto Wololy Jemima L. Waworuntu, Jemima L. Jimmy Posangi Joan Christiany, Joan Joenda Soewantoro Johanna A. Khoman Julian G. Komansilan, Julian G. Juliatri . Juliatri Juliatri Kaida, Dita C. Karamoy, Deborah Karel Pandelaki Keloay, Princess Khoman, Johanna Kindangen, Miranda L. Kinontoa, Fitrisya C. Koagouw, Marco S. Kojongian, Gloria M. P. Kolonio, Fanessa E. Krista V. Siagian Kustina Zuliari, Kustina Kusumawardani, Chendrakasih Lidia Iswanto, Lidia Lolongan, Raymond A. Lumempouw, Novany Lydia E. N. Tendean, Lydia E. N. Mangindaan, Rocky J. Mangowal, Maya P. Mangundap, Gledis C. M. Mantiri, Amanda N. P. Mararu, Wahyu P. Marimbun, Betrix E. Mario S. Howarto, Mario S. Marsela Liwe, Marsela Mega S. J. Warongan, Mega S. J. Meilan M. Suleh, Meilan M. Michael A. Leman Mo'o, Billie A. F. P. Mokodompit, Moh. Fahmi M. Monica M. Sengkey, Monica M. Motto, Christavia J. Nadhira Thereza Manoy, Nadhira Thereza Ni Made Windrawati, Ni Made Ni Wayan Mariati Nonutu, Stevia E. Octavian, David Olivia Waworuntu Olyvia Octaviany Monoarfa P. S. Anindita Paulina Gunawan Paulina N. Gunawan Pemsi M. Wowor, Pemsi M. Pieter L. Suling Priscilia G. J. Tambuwun, Priscilia G. J. Pritartha S. Anindita Putra, Febrian S. Putrawan, I Putu G.E. Rahayu, Mayangsari P. Rambitan, Wulan K. D. Ratulangi, Marly H.R. Rengkuan, Raissa Y.E. Reyna Agnes Nastassia Lumentut Rizka Wahyuni Rizkika, Lilies Rompas, Irene F. Rompis, Kezia R. Sagemba, Pascal G. Sagrang, Patricia S. Shane H.R. Ticoalu Shirley E. S. Kawengian Sompie, Grace M. M. Stefani M. Karamoy, Stefani M. Sundah, Michael J. Syukri, Dwi M. Tambunan, Miranda A. Tandra, Noviana F. Tangka’a, Roy R. B. Tato, Enjelin M. Tawas, Stevany A.D. Ticoalu, Jolanda P. Vania, Marella T. Vonny N. S. Wowor Vonny N.S. Wowor, Vonny N.S. Wanti, Melyana Woran, Yobel R. Wowor, Stephanie G. Wulandari, Fitri K.