Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

STUDI NUMERIK SEPARASI ALIRAN 3D AKIBAT PENAMBAHAN FFST PADA BIDANG TUMPU AIRFOIL ASIMETRI Ika Nurjannah; Herman Sasongko; Heru Mirmanto
Otopro Vol 16 No 1 Nov 2020
Publisher : Jurusan Teknik Mesin Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/otopro.v16n1.p12-17

Abstract

3D flow separation is a form of flow loss that cannot be avoided on turbo engines. In the axial compressor, 3D flow separation is due to the interaction between the blade boundary layer and the casing boundary layer or the hub boundary layer. The result of the secondary flow causes blockage of the flow which causes the pressure on the compressor to decrease. Efforts to reduce secondary flow are carried out by adding a FFST to endwall. This research was conducted in a numerical simulation using FLUENT 6.3.26 software. The parameters used in the free stream flow Re = 1.64 x 105 and Turbulence Intensity Tu = 0.3% to assess the comparison of the flow characteristics on the endwall of the British 9C7 / 22.5C50 asymmetric airfoil due to the addition of a FFST and without FFST with variations angle of attack (α) of 00, 80, 120, 140, 160 .The results show that the addition of FFST can increase the turbulent intensity in the area near the wall which turns into momentum, so that it has an impact on the ability of the flow to overcome the adverse pressure in the trailing edge area and further backward (delayed) separation which results in smaller wake. With the addition of the angel of attack, the saddle point position is more directed to the lower side and the attachment line is not induced by the horseshoe vortex, so that the flow is more able to follow the contours of the body, as a result the curling flow is weaker and the wake is narrower and the blockage (energy loss) can be reduced. The most effective energy reduction due to secondary flow through FFST occurs at α = 8 ° at 7.36%.
Perancangan Instalasi Pompa Cooling System pada Kapal Bantu Rumah Sakit Studi Kasus: PT. PAL Indonesia (Persero) Rr. Yuanita Dewi Saresty; Heru Mirmanto
Jurnal Teknik ITS Vol 11, No 2 (2022)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v11i2.95523

Abstract

Saat ini, PT. PAL Indonesia (Persero) sedang memproduksi 2 buah Kapal Bantu Rumah Sakit. Pada sebuah kapal membutuhkan engine sebagai penggerak. Agar kinerja [engine tetap optimal, dibutuhkan sistem pendinginan yang sesuai. Proyek akhir ini bertujuan untuk melakukan perancangan pada instalasi pompa pendinginan engine menggunakan dua fluida yaitu fluida fresh water dan juga sea water. Penelitian dilakukan dengan melakukan perhitungan Head efektif, daya, efisiensi, dan pemilihan pompa. Metode penyelesaian yang digunakan adalah melalui perhitungan analitis dan numerik menggunakan software pipe flow expert v7.40. Hasil perhitungan dari perancangan instalasi fresh water, Heff = 26,323 m dengan kapasitas 72 m3/h maka dipilih pompa yang sesuai merek Grundfoss TP 80-330/2 dengan daya penggerak pompa sebesar 9,32 kW. Sedangkan pada instalasi sea water, Heff = 7,872 m dengan kapasitas 38 m3/h maka dipilih pompa yang sesuai merek Grundfoss TP 65-180/2 dengan daya penggerak pompa sebesar 1,51 kW.
Solusi Meningkatkan Kesejahteraan Petani Kopi dengan Menggunakan Pengering Dingin untuk Mengeringkan Cascara Muhammad Lukman Hakim; Andino Septian; Liza Rusdiyana; Rizaldy Hakim Ash Shiddieqy; Atria Pradityana; Heru Mirmanto; Eddy Widiyono
Sewagati Vol 6 No 5 (2022)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (997.334 KB) | DOI: 10.12962/j26139960.v6i5.162

Abstract

Kulit dari buah kopi (cascara) dapat dimanfaatkan menjadi minuman sehat (teh cascara) karena mengandung anti-oksidan alami dan tinggi akan kafein. Beberapa Petani kopi di Indonesia tidak banyak yang mengolah bagian ini menjadi teh cascara karena proses pengeringan dengan matahari membutuhkan waktu yang lama (2-3 minggu) dan bergantung pada cuaca. Metode pengeringan Oven cabinet menggunakan suhu tinggi sudah pernah digunakan tetapi menurunkan kualitas dari cascara itu sendiri (ada aroma gosong). Oleh karena itu, untuk mendapatkan produk cascara yang baik, digunakan mesin pengering dengan kombinasi metode HPD dan SFB, dengan menggunakan suhu rendah. Dengan menggunakan proses pendinginan terlebih dahulu dengan melewatkan ke evaporator, maka kadar air di dalam udara dapat diserap terlebih dahulu (dehumidifikasi) yang menyebabkan udara menjadi kering lalu dipanaskan melewati kondensor heating mencapai suhu optimal. Oleh karena itu tidak memerlukan udara yang panas dalam proses pengeringan karena udara pengeringnya mempunyai kadar air yang rendah. Selain itu, ruang pengering yang digunakan berbentuk SFB sehingga proses pengeringan menjadi lebih efektif. Dari hasil pengujian pengeringan yang dilakukan, waktu yang dibutuhkan untuk mengeringkan 4 kg kulit kopi basah adalah sebesar 180 menit. Menurut narasumber yang expert dibidang kopi, aroma dari cascara yang dihasilkan lebih bersih dibandingkan dengan metode pengeringan dengan matahari dan pengeringan dengan oven pada temperature tinggi (diatas 50 0C). selain itu, warna dari produk cascara yang dihasilkan juga kemerahan dan rasanya lebih bersih (tidak lengur) yang menandakan lebih segar karena tidak mengalami pemanasan berlebihan.
Pemberdayaan Berkelanjutan UMKM Sadar Halal di Madiun Guna Mendukung Proses Sertifikasi Halal Mashuri; Bambang Sampurno; Achmad Choiruddin; Heru Mirmanto; Ari Kurniawan; Mohammad Haekal
Sewagati Vol 6 No 6 (2022)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (738.244 KB) | DOI: 10.12962/j26139960.v6i6.169

Abstract

Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2014 Tentang Jaminan Produk Halal telah berjalan. Namun sejumlah kebijakan dari produk hukum tersebut masih belum tersosialisasikan dengan baik, terutama bagi kalangan pelaku usaha di sektor makanan dan minuman UMKM. Begitu juga yang terjadi pada sebagian penggiat UMKM di Kabupaten Madiun yang belum tahu menahu mengenai kebijakan tersebut. Mereka kurang kesadaran bahwa mengurus perizinan dan sertifikasi halal terhadap produk mereka adalah suatu hal yang sangat penting dan tentunya akan memberikan banyak manfaat bagi keberlangsungan usaha mereka. Permasalahan muncul tidak hanya dari sisi sosialisasi kebijakan, namun juga dari sisi literasi pelaku UMKM dalam hal proses produksi halal yang masih rendah. Dari permasalahan tersebut, penulis mengusulkan solusi dalam bentuk sosialisasi, pembinaan, dan pendampingan kepada UMKM di Madiun terkait proses produksi halal dan sertifikasi halal. Dengan demikian, program-program tersebut diharapkan dapat membantu UMKM khususnya di Kabupaten Madiun untuk mendapatkan sertifikat halal bagi produknya sehingga mampu memberikan nilai tambah dan secara tidak langsung ikut mendukung berlangsungnya kebijakan jaminan produk halal.
Pemanfaatan Potensi Sungai Irigasi untuk Penerangan Jalan Desa dengan Menggunakan Turbin Air Crossflow di Kelurahan Candirenggo Kec.Singosari, Kab Malang Heru Mirmanto; Arino Anzip; Dedy Zulhidayat Noor; Ilham Akbar
Sewagati Vol 6 No 5 (2022)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1658.97 KB) | DOI: 10.12962/j26139960.v6i5.302

Abstract

Pada saat ini keberadaan energi fosil semakin hari semakin menipis, untuk itu konsep Renewable Energy diharapkan mampu memberikan kontribusi sebagai sumber energi alternatif. Jalan desa di Kelurahan Candirenggo, kabupaten Malang saat ini beluma ada penerangan, sehingga melalui pengabdian kepada Masyarakat ITS dilakukan rancang bangun PLTMH menggunakan Turbin air Crossflow. Turbin ini sangat sederhana dan mudah perawatannya, begitu pula head dan debit yang dibutuhkan tidak terlalu besar, sehingga cocok digunakan untuk memanfaatkan saluran irigasi yang ada sebagai sumber energi listrik alternatif. Pada pengabdian ini dipilih turbin air breastshot cross flow dengan diameter rotor D = 500 mm, sudu terbuat dari separuh pipa PVC phi = 4” dengan variasi jumlah sudu 12 dan 6. Hasil rancang bangun menunjukan bahwa turbin dengan jumlah rotor 12 blade mempunyai performance yang lebih baik dibanding 6 blade, yaitu Power 75,07 Watt; Torsi = 3,53 Nm; dan efisiensi = 31,42% pada putaran 261 rpm. Manfaat pengabdian ini jalan desa sudah dipasang 4 buah tiang lampu penerangan @ 15 watt.
A CFD analysis of NACA 0015 airfoil as a horizontal stabilizer with gap length variations Gunawan Nugroho; Herman Sasongko; Mohammad Adenan; Sarwono; Heru Mirmanto
Journal of Energy, Mechanical, Material, and Manufacturing Engineering Vol. 7 No. 2 (2022)
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jemmme.v7i2.26425

Abstract

The horizontal stabilizer is an important device which stabilize in the longitudinal direction is an important device for aviation. It also controls the pitching nose through the variation of elevator deflection angle. This work is to relate the lift coefficient with elevator deflection angle. The applied horizontal stabiliser is a plain flap with the gap length of 1.75%, 2% and 2.25% w.r.t. chord length. Results show that higher elevator deflection angle increases lift coefficient. For the 2 degree angle of attack and 20 degree of elevetor deflection angle, the lift coefficient is 0.93 (gap length 1.75%). Moreover, the lift coefficient is 1.83 for 10 degree horizontal stabiliser (gap length 2%).
Experimental design of steel bearings and ceramic bearings to find efficient energy consumption Suhariyanto Suhariyanto; Heru Mirmanto; Azlan Arifin Khan; Rohmadoni Rohmadoni
International Journal of Industrial Optimization Vol. 4 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/ijio.v4i2.7137

Abstract

A bearing is a vital machine component that supports shafts, enabling smooth rotation and minimizing friction. The level of friction is determined by the coefficient of friction, which varies based on the bearing material. In this study, we evaluated two types of bearings: steel and ceramic, with the aim of identifying the one with the lowest frictional force and, consequently, the least input power required. To conduct a comprehensive comparison, we performed comparative tests on the Nogogeni Evo V vehicle, analyzing the energy consumption impact of both steel and ceramic bearings. The tests involved measuring the input power of each bearing type at various throttle openings, ranging from 10% to 100%. The results revealed that ceramic bearings exhibited superior energy efficiency compared to their steel counterparts. At all throttle openings, the ceramic bearings consistently demanded lower input power, indicating their higher efficiency. For instance, at 100% throttle opening, the input power for steel bearings was 17,939 watts, while ceramic bearings required only 17,290 watts, representing a 3.6% reduction. Moreover, ceramic bearings achieved higher rotation speeds, with the ceramic bearing rotating at 598 rpm, a 3.5% increase compared to the steel bearing's 577 rpm. Based on these findings, it can be concluded that the implementation of ceramic bearings would significantly enhance the energy efficiency of the Mobil Nogogeni Evo V electric motor. Therefore, for improved performance and reduced energy consumption, we recommend the incorporation of ceramic bearings in the vehicle's design.
Pemanfaatan Alat Pelepas Velg Ban Portable untuk Memudahkan Penggantian Ban RTG Crane di Terminal Nilam, Pelabuhan Tanjung Perak - Surabaya Anzip, Arino; Mirmanto, Heru; Noor, Dedy Zulhidayat; Sarsetiyanto, Joko; Kusnadi, Dimitra Meidina
Sewagati Vol 8 No 3 (2024)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j26139960.v8i3.1005

Abstract

Terminal Nilam yang berada di Kawasan Pelabuhan Tanjung Perak – Surabaya saat ini mengoperasikan 3 RTG Crane milik PT. Pelindo (Persero) sedangkan untuk proses perawatan RTG Crane dilakukan oleh PT. Berkah Industri Mesin Angkat (PT. BIMA). Salah satu kegiatan pemeliharaan yang dilakukan oleh PT. BIMA adalah kegiatan penggantian ban pada RTG Crane. Sampai saat ini proses penggantian ban RTG Crane masih dilakukan secara manual menggunakan dongkrak hidrolik manual sehingga membutuhkan waktu yang lama, sumber daya manusia yang banyak dan juga berisiko dari segi keselamatan kerja. Oleh karena itu upaya yang dilakukan oleh Tim Pengabdian Masyarakat ITS yaitu dengan membuat produk berupa alat pelepas velg ban portable yang sesuai dengan kebutuhan, dengan harapan dapat bermanfaat dan memudahkan PT. BIMA dalam proses penggantian ban pada RTG Crane.
Influence of Front and Rear Wings on Aerodynamic Forces in a Student Formula Car Noor, Dedy Zulhidayat; Mirmanto, Heru; Anzip, Arino; Sasongko, Herman
JMES The International Journal of Mechanical Engineering and Sciences Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : LPPM, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j25807471.v8i2.21073

Abstract

Aerodynamic forces affect the stability of a car when moving, especially when turning. This study conducted a CFD analysis of the influence of wings on the student formula car when turning. The addition of front and rear wings to the formula car increases drag, downforce, and side forces. Except for an airplane that is landing, large drag forces are always avoided, as well as side forces that can interfere with vehicle stability. Interestingly, in contrast to drag and downforce, the coefficient of side forces tends to decrease as cornering speed increases. The increase in downforce or negative lift in this formula car is more dominant and significant than that in the others, and it is very beneficial in increasing wheel grip and traction on the car’s stability when turning
Pengembangan Pakan Ternak: Mesin Cacah Pelet dan Pengembangbiakkan Budidaya Indigofera menuju Pertanian Berkelanjutan Utama, Widya; Sidi, Amor K.; Wihardjaka, Anicetus; Al Viandari, Nourma; Mariyono, M.; Mirmanto, Heru; Warnana, Dwa Desa; Lestari, Wien; Anjasmara, Ira M.; Komara, Eki; Palgunadi, Kadek H.; Indriani, Rista F.; Garini, Sherly A.; Putra, Dhea P. N.; Insani, Alif N. F.; Pratama, Dandi S.
Sewagati Vol 8 No 5 (2024)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j26139960.v8i5.2198

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan di Desa Bendosari, Blitar ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas produksi pakan ternak melalui teknologi modern. Tantangan utama yang dihadapi adalah penyumbatan mesin pencacah pakan ternak dan kesesuaian media tanam untuk perkecambahan Indigofera. Solusi yang diterapkan mencakup pengembangan mesin pencacah dan pelet pakan ternak, analisis media tanam optimal untuk Indigofera skala laboratorium, dan pelatihan penggunaan mesin serta budidaya Indigofera. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan efisiensi produksi pakan dan keterampilan petani dalam menggunakan teknologi baru, serta menentukan media tanam terbaik untuk Indigofera. Mitra yang terlibat dalam kegiatan ini adalah Kelompok Tani Ben Giat Tani sebagai pengguna teknologi dan peneliti dari BRIN yang berkontribusi dalam penelitian media tanam dan uji tanah. Pelatihan dan modul operasional disediakan untuk meningkatkan keterampilan petani. Kegiatan ini mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) dengan meningkatkan produksi pangan (SDGs 2), pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi (SDGs 8), inovasi industri (SDGs 9), konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab (SDGs 12), serta konservasi ekosistem darat (SDGs 15).