Claim Missing Document
Check
Articles

Mental Health as the Key to Learning Motivation among Psychology Students with Dual Roles Natasya, Natasya; Srefani, Cornelia; Darma Sambo, Surya; Rizki Fadhila, Sherly; Sari, Nurvica; Mirza, Rina; Ayu, Lodiana
Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 14, No 3 (2025): Psikostudia : Jurnal Psikologi
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikostudia.v14i3.19945

Abstract

Mental health and learning motivation are two very important factors in higher education, as both directly impact academic achievement and student well-being. High learning motivation can help students stay more focused and committed to their studies, while good mental health supports their ability to manage stress and academic challenges. Although many studies discuss these two factors separately, few have examined the relationship between learning motivation and mental health, especially in students who work while studying. This study aims to identify the relationship between learning motivation and mental health among students at the Faculty of Psychology, Universitas Prima Indonesia, who are also working while attending classes. Using a quantitative approach with Pearson's correlation technique, this study involved 146 students as the sample. The results show a significant positive relationship between learning motivation and students' mental health, with a correlation value of 0.746 and a significance of p = 0.000, meaning that the higher a student's motivation to learn, the better their mental health. These findings highlight the importance of learning motivation in supporting students' psychological well-being. Educational institutions can develop programs that support the enhancement of both learning motivation and students' mental health, particularly for those who work while studying, to help them effectively cope with academic and personal challenges.Kesehatan mental dan motivasi belajar adalah dua faktor yang sangat penting dalam dunia pendidikan tinggi, karena keduanya berpengaruh langsung terhadap prestasi akademik dan kesejahteraan mahasiswa. Motivasi belajar yang tinggi dapat membantu mahasiswa untuk lebih fokus dan berkomitmen terhadap studi individu, sementara kesehatan mental yang baik mendukung kemampuan individu dalam mengelola stres dan tantangan akademik. Meskipun banyak penelitian yang membahas keduanya secara terpisah, belum banyak yang mengkaji hubungan antara motivasi belajar dan kesehatan mental, terutama pada mahasiswa yang bekerja sambil kuliah. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan antara motivasi belajar dan kesehatan mental pada mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Prima Indonesia yang menjalani perkuliahan sambil bekerja. Menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik korelasi Pearson, penelitian ini melibatkan 146 mahasiswa sebagai sampel. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara motivasi belajar dan kesehatan mental mahasiswa, dengan nilai korelasi sebesar 0.746 dan signifikansi p = 0.000, yang berarti semakin tinggi motivasi belajar seorang mahasiswa, semakin baik pula kesehatan mental individu. Temuan ini menggarisbawahi pentingnya motivasi belajar dalam mendukung kesejahteraan psikologis mahasiswa. Lembaga pendidikan dapat mengembangkan program yang mendukung peningkatan motivasi belajar serta kesehatan mental mahasiswa, terutama bagi individu yang bekerja sambil kuliah, guna membantu individu mengatasi tantangan akademik dan kehidupan pribadi secara lebih efektif. 
Regulasi Emosi Shadow Teacher Dalam Membimbing Anak Autis Di Sekolah TK Maitreyawira Deli Serdang Lumbantoruan, Haposan; Susanti, Caroline; Chandrawin, Ivana Felice; Suryani, Suryani; Mirza, Rina; Hasibuan, M Fauzi
JURNAL PENELITIAN PENDIDIKAN, PSIKOLOGI DAN KESEHATAN (J-P3K) Vol 5, No 1 (2024): J-P3K APRIL
Publisher : Yayasan Mata Pena Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51849/j-p3k.v5i1.306

Abstract

Regulasi emosi merupakan faktor penting dalam kehidupan manusia. Mengontrol dan mengolah emosi negatif menjadi emosi positif akan memberikan banyak keuntungan bagi diri sendiri maupun orang lain. Oleh karena itu, setiap orang perlu meregulasi emosinya, termasuk seorang shadow teacher. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana proses regulasi emosi yang dialami oleh shadow teacher dalam menangani anak autis. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 3 orang, dengan ciri-ciri perempuan yang bekerja sebagai guru bayangan di TK Maitreyawira Deli Serdang dengan rentang usia 23-26 tahun. Pendekatan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga subjek penelitian mengalami emosi seperti sedih, kesal, dan marah. kemudian meregulasi emosi dengan melakukan berbagai aktivitas seperti keluar dari kelas untuk menenangkan diri, mendiamkan anak autis yang ditanganinya, serta menangis di hadapan anak autis tersebut.
Rantai Perilaku untuk Meningkatkan Keterampilan Memakai Baju Berkancing pada Anak Sindrom Down Mirza, Rina; Rizky, Salman; Wulandari, Rizki Ayu; Cryptia, Rinda Ridanti; Sembiring, Venny Kristia; Wahyuni, Juli Indah
Psikologika: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi Vol. 25 No. 1 (2020)
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/psikologika.vol25.iss1.art4

Abstract

Sindrom Down memiliki keterlambatan dalam hal kemandirian, salah satunya adalah mengancing baju. Mengancing baju merupakan kegiatan sehari-hari yang tidak dapat dihindari. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan keterampilan memakai baju berkancing melalui penerapan rantai perilaku (behavior chains) dengan teknik forward chaining (penetapan urutan perlakuan mulai dari awal hingga target perilaku tercapai) pada anak sindrom Down di SLB-C di kota Medan). Subjek penelitian ini berjumlah empat orang anak sindrom Down (7 – 12 tahun) yang belum mampu mengancing baju secara mandiri. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian eksperimen Small-N desain ABA. Pengaruh sebelum dan setelah diberikan intervensi diukur dengan menggunakan bantuan (prompt) sebagai dasar penilaian. Analisis keberhasilan efektivitas program menggunakan perbandingan data yang diperoleh dari hasil penilaian awal, intervensi, dan tindak lanjut. Terapi ini diberikan sebanyak 13 sesi. Hasil menunjukkan bahwa empat anak tersebut mampu untuk mengancing baju dengan menggunakan teknik forward chaining dari metode rantai perilaku. Setelah diberikan intervensi, maka terjadi peningkatan keterampilan memakai baju berkancing. Indikator dari peningkatan tersebut adalah dua anak mampu untuk mengancing baju tanpa bantuan dan dua anak lainnya mampu mengancing baju dengan sedikit bantuan instruksi secara verbal. Dengan demikian, hasil penelitian ini membuktikan bahwa rantai perilaku dengan teknik forward chaining mampu meningkatkan keterampilan memakai baju berkancing pada anak sindrom Down.Kata Kunci: keterampilan, mengancing baju, rantai perilaku, sindrom DownBehavior Chains to Improve The Skill of Wearing Buttoned Clothes in Down Syndrome ChildrenAbstract. Down syndrome has a delay in terms of independence. one of which is buttoning a shirt. Buttoning of clothes is a daily activity which cannot be avoided. Therefore the purpose of this study is to improve the skills to wear buttoned clothes through the application of behavior chains in children with Down syndrome at SLB-C Medan. The subjects of this study were four children with Down syndrome (7 – 12 years) who have not been able to button his clothes. This study was used the ABA small-N experimental design. The effect of before-after intervention measured by using “prompt” as basis of assessment. The analysis of program effectiveness based on comparison obtained from baseline, intervention, and follow up. A therapy was given in 13 sessions. The results showed that the four children were able to button their clothes using the forward chaining technique (sequential steps for achieving targeted behavior) from the behavior chains method. After the intervention was given, there was an increase in the skills to wear buttoned clothes, where two children were able to button clothes without prompt and the other two children were able to button clothes with a verbal prompt. Therefore, the results of this study prove that behavior chains with forward chaining technique can improve the skill of wearing buttoned clothes for children with Down syndrome.Keywords: behavior chains, buttoning clothes, down syndrome, skillsArticle History:Received 5 November 2019Revised 1 February 2020Accepted 20 February 2020
Subjective Well-Being dan School Climate: Faktor Penting dalam Academic Achievement Siswa Sella; Rianda Elvinawanty; Rina Mirza
Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 16 No. 1 (2025): Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Program Studi Psikologi Fakultas Psikologi dan Kesehatan Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29080/jpp.v16i1.1407

Abstract

Academic achievement  tidak lepas dari pengaruh faktor internal dan eksternal dari peserta didik. Ada banyak hal yang dapat membantu peningkatan academic achievement. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh subjective well-being dan school climate terhadap academic achievement. Sampel penelitian melibatkan 222 peserta didik yang ada di tingkat Sekolah Menengah Atas. Design penelitian yang digunakan adalah kuantitatif korelasional. Pengambilan sample dilakukan dengan teknik simple random sampling. Teknik analisis data menggunakan regresi linier berganda. Alat ukur yang digunakan adalah Brief Adolescents’ Subjective Well-Being in Scale (BASWBSS) dan School Climate Scale. Hasil penelitian menunjukkan subjective well-being dan school climate berpengaruh signifikan pada academic achievement. Kondisi subjective well-being siswa dan school climate baik secara parsial maupun simultan memberikan kontribusi terhadap peningkatan academic achievement.
Hubungan Regulasi Emosi dengan Stress Akademik Pada Mahasiswa Fakultas Psikologi Tingkat Satu di Universitas Prima Indonesia Putra, Achmad Irvan Dwi; Simanjuntak, Veronika; Sinaga, Trivena; Manullang, Marta Uli Br; Mirza, Rina
JURNAL PENELITIAN PENDIDIKAN, PSIKOLOGI DAN KESEHATAN (J-P3K) Vol 5, No 1 (2024): J-P3K APRIL
Publisher : Yayasan Mata Pena Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51849/j-p3k.v5i1.290

Abstract

Dilakukannya penlitian berikut dengan tujuan agar dapat membuktikan serta meguji hubungan antara Regulasi Emosi dengan Stress Akademik. Ditetapkan sampel penelitian yaitu 127 mahasiswa Fakultas Psikologi universitas Prima Indonesia tingkat satu dengan teknik disproportonate stratified random sampling. Data dianalisa menggunakan uji korelasi pearson product moment, sehingga diperoleh r=0.020 dan sig sebesar 0.00 (P0.05) hal ini menunjukkan adanya korelasi negatif dan signifikan, dengan kekuatan korelasi yang rendah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara Regulasi Emosi dengan Stress Akademik pada mahasiswa tingkat satu Fakultas Psikologi Universitas Prima Indonesia.
Emosi dan Proses Regulasi Emosi: Studi Kualitatif Pada Perempuan Yang Memutuskan Menikah Di Usia Remaja Sembiring, Betesda Br; Fazhart, Muhammad Ananda; Nainggolan, Chandra; Mirza, Rina; Putra, Ahmad Irvan Dwi; Nurhayani, Nurhayani
JURNAL PENELITIAN PENDIDIKAN, PSIKOLOGI DAN KESEHATAN (J-P3K) Vol 5, No 1 (2024): J-P3K APRIL
Publisher : Yayasan Mata Pena Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51849/j-p3k.v5i1.270

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana emosi dan proses pengaturan emosi pada perempuan yang memutuskan menikah di usia remaja, subjek dalam penelitian ini berjumlah lima orang, dengan karakteristik perempuan yang menikah pada usia remaja dengan rentang usia 15-18 tahun, domisili di Deli Serdang, Sumatera Utara. Pendekatan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan metode pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada beberapa kasus yang memutuskan subjek memilih menikah di usia muda dan menurut hasil penelitian kelima subjek mengalami emosi seperti menangis, kesal, marah, kecewa, dan kesal. Hasil penelitian juga diperoleh dari reaksi emosi yang bersangkutan, kelima subjek berusaha untuk melepaskan emosinya dan sebagainya dengan cara melakukan beberapa aktivitas untuk menurunkan emosinya dengan baik. Selain itu ada yang bercerita dengan orang yang dipercaya kemungkinan besar bersama anaknya/tetangga/keluarga lain, libatkan juga siapa saja yang melakukan beberapa hal untuk mengalihkan perhatian dengan melakukan kesibukan dengan cara salah satunya dengan berbelanja dan bermain media sosial.
Bagaimana Gambaran Proses Regulasi Emosi Pada Anak Yatim Mirza, Rina; Sitorus, Try Yanti; Sitorus, Riris Anjelina; Retta, Cynthia Tio; Tarigan, Novilenta Br; Nurhayani, Nurhayani
Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 11, No 4 (2022): Psikostudia : Jurnal Psikologi
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikostudia.v11i4.9077

Abstract

This study aims to determine how to describe emotions and the process of regulating their emotions as orphans. The subjects used in this study found 12 characteristics including (1) male and female who were orphans (2) Minimum age 20 years (3) Students and workers. The approach taken is an approach with the sampling method used in this study is the purposive sampling method. The results of this study indicate that there are various things that the subject feels when he loses his father's emotions such as feeling disappointed, unstable, thinking about suicide, saying that God is evil, thinking not to think, not believing, feeling sad, crying, anxious, feelings of anger, sadness, and loss. But behind the negative emotions that exist in the subject, there is aprocess of emotional regulation carried out by the subject such as, getting closer to God, being grateful, praying, worshiping, rising from circumstances, positive thinking, changing mindsets and looking for busyness.Penelitian ini bertujuan untuk untuk memahami cara subjek menggambarkan emosi dan proses meregulasikan emosi mereka sebagai anak yatim. Subjek yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 12 orang dengan karakteristik diantaranya (1) Laki-laki maupun perempuan yang berstatus anak yatim (2) Berusia minimal 20 tahun (3) Mahasiswa maupun pekerja. Pendekatan yang dilakukan adalah pendekatan kualitatif dengan metode pengambilan yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode purposive sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa adanya berbagai macam emosi negatif yang dirasakan subjek saat kehilangan seorang ayah seperti, merasa kecewa, emosi tidak stabil, berpikir untuk bunuh diri, berkata bahwa Tuhan jahat, berpikir untuk putus sekolah, tidak terima dan tidak menyangka, tidak percaya, merasa sedih, menangis, cemas, perasaan marah, perasaan hancur, dan kehilangan. Namun dibalik adanya emosi negatif yang ada dalam diri subjek, adanya proses regulasi emosi yang dilakukan oleh subjek seperti, mendekatkan diri kepada Tuhan, bersyukur, berdoa, beribadah, bangkit dari keadaan, berpikir positif, mengubah pola pikir maupun mencari kesibukan.
Resiliensi Ditinjau Dari Regulasi Emosi Pada Mahasiswa Perantauan Mirza, Rina; Hutagalung, Mida Uli; Silalahi, Lamtiar; Petrisely, Welsi; Elvinawanty, Rianda; Hafni, Merri
Jurnal Diversita Vol. 10 No. 1 (2024): JURNAL DIVERSITA JUNI
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/diversita.v10i1.9040

Abstract

Bagi mahasiswa perantauan tingkat satu, tujuan utama penelitian berikut ialah untuk mengidentifikasi hubungan diantara regulasi emosi dan resiliensi. Mahasiswa tingkat 1 di Fakultas Farmasi Universitas Sari Mutiara diuji apakah ada korelasi yang baik antara regulasi emosi dan resiliensi. Dengan memakai pendekatan seleksi acak bertingkat yang tidak proporsional, 161 mahasiswa perantauan tahun pertama dari Fakultas Farmasi Universitas Sari Mutiara berpartisipasi dalam penelitian ini. penelitian ini menghimpun data secara kuantitatif dengan memakai ukuran regulasi emosi dan resiliensi. Data dianalisis memakai korelasi Pearson Product Moment dan hitungan dilaksanakan melalui pengujian analisis asumsi yang meliputi menguji normalitas dan menguji linearitas dengan program IBM SPSS Statistics 23. Koefisien korelasi r = 0,281 serta p = 0,000 (p < 0,05) ditemukan dalam analisis data, menandakan yakni dengan arti semakin tinggi regulasi emosi yang dimiliki mahasiswa, maka semakin tinggi pula resiliensi dalam diri mahasiswa. Sebaliknya semakin rendah regulasi emosi yang dimiliki mahasiswa, maka semakin rendah pula resiliensi dalam diri mahasiswa.
ANALYSIS OF STUDENT DISCIPLINARY BEHAVIOR RELATED TO SCHOOL REGULATIONS Lusinta Rehna Ginting; Caroline Caroline; Corinne Jessica; Natacia Christela Swandy; Rina Mirza
Proyeksi Vol 20, No 2 (2025): Oktober 2025
Publisher : Faculty of Psychology Universitas Islam Sultan Agung Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/jp.20.2.168-182

Abstract

This study aims to analyze student disciplinary behavior in relation to the implementation of school regulations at SMA Harapan 3 Medan. Discipline is one of the crucial factors that influences learning methods and character development among students within the school environment. The method used in this study is a qualitative approach, with data collection techniques including observation, interviews, and documentation. The research subjects were high school students selected purposively. The results of the study show that the level of student discipline varies and is influenced by personal motivation, teacher support, and school supervision. Discipline impacts the learning environment both positively and negatively. This study identifies the need to enhance supervision over rule violations and strengthen support from teachers and parents in fostering students’ disciplined habits.
Emotion Regulation as the Key to Coping with Work Stress in Working Students Hartini, Sri; F, Cornelissen; Xiesoria, Cheerly; Kitaroe, Angeli; Ginting, Megawati; Mirza, Rina; Ayu, Lodiana
Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 14, No 2 (2025): Psikostudia : Jurnal Psikologi
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikostudia.v14i2.19250

Abstract

Working students faced academic and work-related pressures that could trigger job stress, affecting psychological well-being and performance. Emotion regulation played a crucial role in helping individuals adaptively cope with pressure. This study analyzed the relationship between emotion regulation and job stress among 94 working students using a quantitative method with a correlational analysis technique. Data were collected through a questionnaire using the Job Stress Scale based on Robbins et al. (2019) and the Emotion Regulation Scale from Gross (2015). The results showed a significant negative relationship between emotion regulation and job stress, where students with good emotion regulation experienced lower job stress levels. The psychological aspect of job stress had the strongest correlation with emotion regulation compared to physiological and behavioral aspects. Individuals who used adaptive emotion regulation strategies were better at managing pressure than those who used maladaptive strategies. These findings supported Gross’s theory and previous research on job stress and psychological well-being. The study’s implications emphasized the importance of emotion regulation-based interventions in academic and work environments to help students manage stress effectively and maintain a balance between academic and job demands. Mahasiswa yang bekerja menghadapi tekanan akademik dan pekerjaan yang dapat memicu stres kerja, berdampak pada kesejahteraan psikologis dan kinerja. Regulasi emosi berperan penting dalam membantu individu mengatasi tekanan secara adaptif. Penelitian ini menganalisis hubungan antara regulasi emosi dan stres kerja pada 94 mahasiswa yang bekerja, menggunakan metode kuantitatif dengan teknik analisis korelasional. Data dikumpulkan melalui kuesioner skala Stres Kerja berdasarkan teori Robbins et al. (2019) dan skala Regulasi Emosi dari Gross (2015). Hasil penelitian menunjukkan hubungan negatif signifikan antara regulasi emosi dan stres kerja, di mana mahasiswa dengan regulasi emosi yang baik mengalami tingkat stres kerja lebih rendah. Aspek psikologis stres kerja memiliki korelasi paling kuat dengan regulasi emosi dibandingkan aspek fisiologis dan perilaku. Individu yang menggunakan strategi regulasi emosi adaptif lebih mampu mengelola tekanan dibandingkan yang menggunakan strategi maladaptif. Temuan ini mendukung teori Gross serta penelitian sebelumnya mengenai stres kerja dan kesejahteraan psikologis. Implikasi penelitian ini menekankan pentingnya intervensi berbasis regulasi emosi dalam lingkungan akademik dan pekerjaan untuk membantu mahasiswa mengelola stres secara efektif, serta menjaga keseimbangan antara tuntutan akademik dan pekerjaan.
Co-Authors Achmad Irvan Dwi Putra Ade Chita Putri Harahap afrianti, Suratni Ahmad Irvan Dwi Putra Akmal, Mukhairah El Amanda, Devita Ameliany, Cicilia Aprilicia, Bellin Aritonang, Husna Astria Atrizka, diny Aurelya, Shalwa Ayu, Lodiana Beby Astri Tarigan Berliana br Silalahi, Rut Br Bangun, Josie Madelinta Butar, Giovani Santa Monika Butar Caroline Caroline Chandra Chandra Chandrawin, Ivana Felice Corinne Jessica Cryptia, Rinda Ridanti Cut Rafyqa Fadhilah Darma Sambo, Surya Deby Pratiwi Dede Ansyari Guci Dinda Permatasari Harahap Dwi Putra, Achmad Irvan El Akmal, Mukhaira F, Cornelissen Fazhart, Muhammad Ananda Fellisia, Fellisia Ginting, Megawati Guci, Dede Ansyari Harley, Vincent Hasibuan, M Fauzi Helmi Nirwana Spayung Hulu, Angellita Livoniria Hutagalung, Mida Uli Icha Marpaung, Marissa Khaliza, Nazwa Maura Kho, Cecillia Kita Pinem, Sangap Kitaroe, Angeli Lubis, Indah Sari Liza Lumbantoruan, Haposan Lusinta Rehna Ginting Manullang, Marta Uli Br Marpaung, Mukhaira El marpaung, winida Martha Sipayung, Eunike Mendrofa, Yusni Berti Nauly Merri Hafni Merri Hafni Mulia Siagian, Tabas Gabe Munisa Munisa Nainggolan, Chandra Napitupulu, Andiny Christy Nasution , Muhammad Arif Natacia Christela Swandy Natasya Natasya Nefi Darmayanti Nisfiary, Reny Khaerany Nisha, Zahratun Nur Afni Safarina, Nur Afni Nurhayani nurhayani Nurjannah Hasibuan Nurussakinah Daulay Daulay Nurvica Sari Perangi- angin Nurvica Sary Perangin-angin Pakpahan, Rosianna Pane, Nadya Olivia Panjaitan, Sunitha Sapta Utari Petra Johanna Petrisely, Welsi Pinem, Laura Juita Purba, Putri Regina Margaretha Purba, Rany Seni Tani Purba, Wintrynavri Yanti Putra, Ahmad Irvan Dwi Ramadhani, Mutiara Dewi Ramles, Polin Regina Yusvanila Vebiani Retta, Cynthia Tio Rianda Elvinawanty Rizki Fadhila, Sherly Rizky, Salman Sabrini Mentari Sabrini Mentari Rezeki Sagala, Eslina Salamiah Sari Dewi Salli Salsabila, Aghnia Sanra, S. Hashwinee Sari, Nurvica Sebayang, Misca Jesikapina Br Sella Sembiring, Betesda Br Sembiring, Venny Kristia Siagian, Joselyn Beatrice Gabrielle Maulina Siagian, Novel Sibuea, Gherry Lineker Silalahi, Claudia Wisudayanti Silalahi, Lamtiar Simanjuntak, Veronika Simatupang, Damaris Priscilla Natasya Simatupang, Elsa Manora Sinabutar, Silvia Natalia Sinaga, Enzelin Yulia Betrik Sinaga, Trivena Sindy, Gio Sinuhaji, Edward Aginta Sipayung, Apriana Evita Pricilya Sitanggang, Hoki Julianus Sitepu, Charina Alemina Siti AISYAH Sitorus, Elida Afrilia Sitorus, Riris Anjelina Sitorus, Try Yanti Srefani, Cornelia Sri Hartini Sri Hartini Sri Wahyuni Suryani Hardjo Suryani Suryani Susanti, Caroline Tantry Wanty Sitompul Tarigan, Andry Admaja Tarigan, Eltalina Tarigan, Fikaria Tarigan, Novilenta Br Terendienta Pinem, Terendienta Thionardi, Felycia Thomas, Jesslyn Vebiani, Regina Yusvanila Wahyuni, Juli Indah Wanda, Mutiara Oktavia Wijaya, Angelina Fransiska Wijaya, Filicia Austien Wijaya, Melisa Winidia Marpaung Wiswamitra, Tri Nanda Wiwiek Sulistyaningsih Wulandari, Rizki Ayu Xiesoria, Cheerly Yudistira Fauzy Indrawan Yulinda Yulinda Yusni Berti Nauly Mendrofa