Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Kontribusi Ibu Rumah Tangga Pada Usaha Anyaman Purun Terhadap Peningkatan Pendapatan Keluarga Di Kampung Purun Kelurahan Palam Kota Banjarbaru Mahfuza Fatmaria; Ari Jumadi Kirnadi; Yarna Hasiani
Chlorophyl Vol 16 No 2 (2023): Volume 16 Nomor 2 Bulan Desember 2023 CHLOROPHYL Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Pertani
Publisher : Fakultas Pertanian UVAYA Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57216/chlorophyl.v16i2.697

Abstract

The purpose of this study was to determine the technique of making purun plaiting, to determine the cost, revenue, income, and contribution of income from the purun plaiting business by housewives in Kampung Purun, Palam Village, Banjarbaru City. This research was conducted from February to April 2023. This research used survey method. The sample determination was done by Accidental Sampling. The results of this study showed that the making of woven purun includes: purun collection, purun drying, purun pounding, purun coloring, making patterns, weaving, and selling. The average cost incurred in conducting purun weaving business amounted to Rp. 874,250, revenue amounted to Rp. 1,521,600, purun weaving business income amounted to Rp. 1,283,350. The contribution of woven purun business amounted to 44.51%, which means that the contribution of woven purun business is included in the low category, although the low contribution value can still help the economy in the household
Analisis Pendapatan Usaha Industri Rumah Tangga Amplang Ikan Tenggiri (Scomberomorus commerson) Di Desa Tabanio Kecamatan Takisung Kabupaten Tanah Laut (Studi Kasus Amplang Ikan Tenggiri Mama Helman) Aldi Anjayani; Ari Jumadi Kirnadi; Yarna Hasiani
Chlorophyl Vol 16 No 2 (2023): Volume 16 Nomor 2 Bulan Desember 2023 CHLOROPHYL Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Pertani
Publisher : Fakultas Pertanian UVAYA Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57216/chlorophyl.v16i2.703

Abstract

This was carried out in Tabanio Village, Takisung District, Tanah Laut Regency. The method used in this research is the case study method in industrial enterprises Mama Helman's mackerel fish amplang household in Tabanio Village, District Takisung, Tanah Laut Regency. The results of this study indicate that the stages making mackerel fish amplang which includes, preparation of tools and materials, weeding, washing, taking meat, pulverizing meat, mixing, forming dough, frying, draining and packaging. The amount of the fee is Rp 44,896,592/month, revenue of IDR 57,600,000/month, income of IDR 13,563,408/month, a profit of IDR 12,703,408/month, an RCR value of 1.3 and The problems faced in making mackerel fish shells are raw materials in the form of mackerel when the weather is bad like the wind is always strong so that the fishermen can not catch fish in the sea this causes the high price of staple raw materials in the form of mackerel
PEMANFAATAN CANGKANG TELUR SEBAGAI PESTISIDA DAN PUPUK ORGANIK Ilhamiyah, Ilhamiyah; Kirnadi, Ari Jumadi; Zuraida, Ana; Gunawan, Aam; Gazali, Akhmad
JURNAL PENGABDIAN AL-IKHLAS UNIVERSITAS ISLAM KALIMANTAN MUHAMMAD ARSYAD AL BANJARY Vol 10, No 2 (2024): AL-IKHLAS JURNAL PENGABDIAN
Publisher : Universitas Islam kalimantan MAB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jpaiuniska.v10i2.14757

Abstract

Permasalahan yang sering kali muncul  dilingkungan Mitra adalah banyaknya limbah rumah tangga berupa cangkang telur yang tidak termanfaatkan.  Apabila permasalahan tersebut tidak dikelola dengan baik maka akan menimbulkan masalah yang lain lagi yaitu tercemarnya lingkungan dan juga lingkungan menjadi tidak bersih.  Oleh karenanya perlu dilakukan pemanfaatan cangkang telur tersebut sebagai pestisida dan pupuk organik, karena Mitra adalah rata-rata petani sayur.Prioritas permasalah mitra adalah termanfaatkannya limbah cangkang telur menjadi sesuatu yang bermanfaat dan mempunyai nilai ekonomi yaitu dengan memanfaatkan cangkang telur sebagai pestisida dan pupuk organik.Pengabdian kepada Masyarakat ini dilaksanakan di Kelurahan Landasan Ulin Utara Kecamatan Liang Anggang Banjarbaru. Solusi dari permasalah mitra tersebut adalah 1) Pemanfaatan cangkang telur sebagai pestisida,   Mitra akan diberikan pengetahuan tentang manfaat cangkang telur sebagai pestisida yang ramah lingkungan dan murah; Mitra akan diberikan pengetahuan tentang cara pembuatan pestisida dan cara aplikasinya dilapangan dan penentuan dosisnya.  2) Pemanfaatan  cangkang telur sebagai pupuk organik, Mitra akan diberi pengetahuan dan teknologi pembuatan pupuk organik,  Mitra juga akan diberikan pengetahuan dan demontrasi cara perhitungan dosis serta cara aplikasinya pada tanaman sayuran milik mitra.
KONTRIBUSI USAHATANI PADI SIAM KUNING TERHADAP PENDAPATAN RUMAH TANGGA PETANI DI DESA TAJEPAN KECAMATAN KAPUAS MURUNG KABUPATEN KAPUAS Zhorif, Naufal; Suslinawati, Suslinawati; Kirnadi, Ari Jumadi; Ilhamiyah, Ilhamiyah
Publikasi Informasi Pertanian Vol 20 No 2 (2024): PIPER
Publisher : Universitas Kapuas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51826/piper.v20i2.1294

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui teknis budidaya padi Siam Kuning, menghitung besar biaya, penerimaan, pendapatan, dan kontribusi dari usahatani padi Siam Kuning, dan mengetahui permasalahan yang dihadapi usahatani padi Siam Kuning di Desa Tajepan Kecamatan Kapuas Murung Kabupaten Kapuas. Metode yang dilakukan dalam penelitian ini adalah metode survey dengan Teknik observasi dengan melakukan pengamatan secara langsung terhadap petani padi di Desa Tajepan Kecamatan Kapuas Murung Kabupaten Kapuas. Penentuan sampel responden dilakukan secara bertahap, mengingat jumlah populasi sangat besar. Tahap pertama dilakukan secara sengaja (Purposive Sampling) dari total jumlah 150 orang petani di Desa Tajepan yang mengusahakan padi Siam Kuning. Tahap berikutnya, dari jumlah tersebut yang memenuhi semua kriteria sebanyak 40 orang lalu diambil secara acak (Simple Random Sampling) sebanyak 20 orang sebagai sampel responden (50%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa biaya eksplisit yang dikeluarkan petani di Desa Tajepan Kecamatan Kapuas Murung Kabupaten Kapuas dalam satu kali musim tanam sebesar Rp 96.913.600,- dengan rata-rata Rp 4.845.680,-/Petani/MT. Biaya Implisit yang dikeluarkan sebesar Rp 92.780.000,- dengan rata-rata Rp 4.639.000,-/Petani/MT. Produksi padi Siam Kuning sebesar 41.650 Kg dengan rata-rata sebesar 2.083 Kg/MT/Ha. Penerimaan yang didapatkan petani sebesar Rp 416.500.000,- dengan rata-rata sebesar Rp 20.825.000,-/Petani/MT. Pendapatan yang diperoleh petani sebesar Rp 319.586.320,- dengan rata-rata Rp 15.979.320,-/Petani/MT. Sementara, kontribusi pendapatan sebesar 79% terhadap total pendapatan rumah tangga petani.
KOMPATIBILITAS PERBANYAKAN SECARA OKULASI BIBIT DURIAN (Durio zibethinus Murr) YANG DIBERI AIR KELAPA SEBAGAI ZAT PENGATUR TUMBUH ALAMI Kirnadi, Ari Jumadi; Zuraida, Ana; Ilhamiyah, Ilhamiyah
ZIRAA'AH MAJALAH ILMIAH PERTANIAN Vol 50, No 1 (2025)
Publisher : Pusat Publikasi Jurnal Universitas Islam Kalimantan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/zmip.v50i1.16590

Abstract

This research was aimed at finding out the effect of soaking time for natural growth regulators in coconut water on the success of grafting (compatibility) in durian grafting techniques and how long the soaking time for buds is best for successful durian grafting. This research used an experimental method: a single factor Completely Randomized Design (CRD). The treatment tried was soaking time in coconut water with a concentration of 100%, for 0 minutes, 15 minutes, 30 minutes, 45 minutes, and 60 minutes. The research results showed that the length of soaking of durian shoots in coconut water as a naturally growing substance had no significant effect on both the success of grafting and the rupture of shoots in Durian plant grafting. The percentage of grafting success for each treatment ranged from 20% - 40%.  Long ago the buds broke.  The average length (days) of bud break between treatments ranged from 35 days to 48.5 days after attachment of the bud.
KOMPATIBILITAS PERBANYAKAN SECARA OKULASI BIBIT DURIAN (Durio zibethinus Murr) YANG DIBERI AIR KELAPA SEBAGAI ZAT PENGATUR TUMBUH ALAMI Kirnadi, Ari Jumadi; Zuraida, Ana; Ilhamiyah, Ilhamiyah
ZIRAA'AH MAJALAH ILMIAH PERTANIAN Vol 50, No 1 (2025)
Publisher : Pusat Publikasi Jurnal Universitas Islam Kalimantan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/zmip.v50i1.16590

Abstract

This research was aimed at finding out the effect of soaking time for natural growth regulators in coconut water on the success of grafting (compatibility) in durian grafting techniques and how long the soaking time for buds is best for successful durian grafting. This research used an experimental method: a single factor Completely Randomized Design (CRD). The treatment tried was soaking time in coconut water with a concentration of 100%, for 0 minutes, 15 minutes, 30 minutes, 45 minutes, and 60 minutes. The research results showed that the length of soaking of durian shoots in coconut water as a naturally growing substance had no significant effect on both the success of grafting and the rupture of shoots in Durian plant grafting. The percentage of grafting success for each treatment ranged from 20% - 40%.  Long ago the buds broke.  The average length (days) of bud break between treatments ranged from 35 days to 48.5 days after attachment of the bud.
PEMANFAATAN CANGKANG TELUR SEBAGAI PESTISIDA DAN PUPUK ORGANIK Ilhamiyah Ilhamiyah; Ari Jumadi Kirnadi; Ana Zuraida; Aam Gunawan; Akhmad Gazali
JURNAL PENGABDIAN AL-IKHLAS UNIVERSITAS ISLAM KALIMANTAN MUHAMMAD ARSYAD AL BANJARY Vol 10, No 2 (2024): AL-IKHLAS JURNAL PENGABDIAN
Publisher : Universitas Islam kalimantan MAB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jpaiuniska.v10i2.14757

Abstract

Permasalahan yang sering kali muncul  dilingkungan Mitra adalah banyaknya limbah rumah tangga berupa cangkang telur yang tidak termanfaatkan.  Apabila permasalahan tersebut tidak dikelola dengan baik maka akan menimbulkan masalah yang lain lagi yaitu tercemarnya lingkungan dan juga lingkungan menjadi tidak bersih.  Oleh karenanya perlu dilakukan pemanfaatan cangkang telur tersebut sebagai pestisida dan pupuk organik, karena Mitra adalah rata-rata petani sayur.Prioritas permasalah mitra adalah termanfaatkannya limbah cangkang telur menjadi sesuatu yang bermanfaat dan mempunyai nilai ekonomi yaitu dengan memanfaatkan cangkang telur sebagai pestisida dan pupuk organik.Pengabdian kepada Masyarakat ini dilaksanakan di Kelurahan Landasan Ulin Utara Kecamatan Liang Anggang Banjarbaru. Solusi dari permasalah mitra tersebut adalah 1) Pemanfaatan cangkang telur sebagai pestisida,   Mitra akan diberikan pengetahuan tentang manfaat cangkang telur sebagai pestisida yang ramah lingkungan dan murah; Mitra akan diberikan pengetahuan tentang cara pembuatan pestisida dan cara aplikasinya dilapangan dan penentuan dosisnya.  2) Pemanfaatan  cangkang telur sebagai pupuk organik, Mitra akan diberi pengetahuan dan teknologi pembuatan pupuk organik,  Mitra juga akan diberikan pengetahuan dan demontrasi cara perhitungan dosis serta cara aplikasinya pada tanaman sayuran milik mitra.
PEMBERDAYAAN PETANI BUAH DALAM PENYEDIAAN BIBIT DURIAN METODE GRAFTING DI JALAN DURIAN DESA MANDIANGIN BARAT KECAMATAN KARANG INTAN Ari Jumadi Kirnadi; Arief Hidayatullah; Suslinawati Suslinawati; Inda Ilma Ifada
JURNAL PENGABDIAN AL-IKHLAS UNIVERSITAS ISLAM KALIMANTAN MUHAMMAD ARSYAD AL BANJARY Vol 10, No 1 (2024): AL-IKHLAS JURNAL PENGABDIAN
Publisher : Universitas Islam kalimantan MAB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jpaiuniska.v10i1.14383

Abstract

ABSTRAKDurian menjadi salah satu buah yang memberikan nilai ekonomis tinggi bagi petani buah,   tetapi hanya sedikit buah durian lokal yang bermutu tinggi yang dijual dipasaran. Salah satu faktor yang mempengaruhi ialah kurangnya penyediaan bibit varietas unggul yang ada. Oleh karena itu perlu cara perbanyakan durian yang dapat menghasilkan bibit varietas unggul untuk menghasilkan produksi tinggi.Keterbatasan pengetahuan dan ekonomi masyarakat khalayak sasaran tidak memungkinkan melakukan peremajaan tanaman dengan membeli bibit durian yang berkualitas, baik yang berasal dari Okulasi maupun grafting (Sambung pucuk).  Mereka umumnya hanya menanam bibit yang berasal dari biji, yang kualitasnya kurang memuaskan di tambah mulai berbuahnya sangat lama. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan dengan harapan petani yang ada di wilayah jalan Durian Desa Mandiangin Barat mau dan mampu meremajakan tanaman durian dengan menggunakan bibit yang bermutu sehingga berdampak positif bagi ekonomi dan kelestarian buah durian.  Bentuk kegiatannya adalah memberikan pengetahuan dan keterampilan dalam membuat bibit durian dengan teknik grafting.Parameter-parameter yang digunakan untuk menilai keberhasilan program kegiatan ini adalah pernyataan kepuasan dari peserta pelatihan, meningkatnya pengetahuan dan keterampilan serta keaktifan peserta.
GERAKAN PEMBERDAYAAN PENYEDIAAN BIBIT DURIAN METODE OKULASI WARGA RT.02 DESA MANDIANGIN BARAT KECAMATAN KARANG INTAN Ari Jumadi Kirnadi; Arief Hidayatullah; Suslinawati Suslinawati
JURNAL PENGABDIAN AL-IKHLAS UNIVERSITAS ISLAM KALIMANTAN MUHAMMAD ARSYAD AL BANJARY Vol 11, No 1 (2025): AL-IKHLAS JURNAL PENGABDIAN
Publisher : Universitas Islam kalimantan MAB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jpaiuniska.v11i1.16170

Abstract

Salah satu buah yang memberikan nilai ekonomis tinggi bagi petani buah adalah Durian (Durio zibethinus Murr)  ,  namun di Indonesia masih sedikit buah durian lokal yang bermutu tinggi yang dijual dipasaran. Desa Mandiangin Barat merupakan salah satu sentra buah durian yang ada di Kecamatan Karang Intan, selain desa Biih, Sungai Alang, Mali-Mali dan Padang  Panjang,  namun berdasarkan pengamatan penulis sebagian besar pohon durian tersebut  di  hasilkan  dari  biji  yang  dulunya  di  tanam  kakek-nenek  mereka. Sehingga usia tanaman yang ada kebanyakan sudah tua. Meskipun Durian sebagai tanaman andalan bagi warga ini, upaya  peremajaan yang dilakukan petani setempat sedikit sekali, menggunakan bibit yang berasal dari biji yang mereka peroleh dari sisa biji tanaman yang ada.   Hal ini mengakibatkan beberapa kelemahan yaitu selain kualitas genetiknya menurun, juga memerlukan waktu yang lama untuk berbuah.  Oleh karena itu perlu cara perbanyakan durian yang dapat menghasilkan bibit varietas unggul untuk menghasilkan produksi tinggi. Keterbatasan pengetahuan dan ekonomi tidak memungkinkan warga masyarakat disini melakukan peremajaan tanaman dengan membeli bibit durian yang berkualitas, baik yang berasal dari Okulasi.Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan dengan harapan petani yang ada di wilayah  RT.02  Desa  Mandiangin Barat  mau  dan  mampu  meremajakan tanaman durian dengan menggunakan bibit yang bermutu sehingga berdampak positif bagi ekonomi dan kelestarian buah durian.Metode yang digunakan dalam kegiatan pemberdayaan ini meliputi :  pree-test dan Post-test, presentasi, tanya-jawab, demontrasi, pemantauan dan pembinaan terhadap khalayak sasaran.  Hasil kegiatan ini menunjukkan antusias, kepuasan dan keaktifan  yang tinggi serta terjadi peningkatan pengetahuan dan keterampilan petani sebesar 38,7 %, Kata Kunci    :  Pemberdayaan, Petani Buah, Okulasi Durian   
Saluran Pemasaran Seledri (Apium graveolens L.) Di Sukamara Kampung Sayur Mbaroh Kecamatan Liang Anggang Kota Banjarbaru Ramadhani, Khoirul; Ilmi Hidayat, M; Jumadi Kirnadi, Ari
Rawa Sains: Jurnal Sains STIPER Amuntai Vol 11 No 2 (2021): Edisi Desember 2021
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Amuntai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36589/rs.v11i2.197

Abstract

Penelitian ini bertujuan: mengetahui saluran pemasaran, biaya pemasaran, keuntungan, margin, farmer’s share, efisiensi pemasaran dan permasalahan dalam saluran pemasaran seledri Kampung Sayur Mbaroh. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei. Penentuan sampel dilakukan dengan menggunakan metode purposive sampling. Saluran pemasaran dilakukan dengan menggunakan metode Snowball. Jumlah responden yang diamati ada 29 orang terdiri dari 11 orang petani, 4 orang pedagang pengumpul, 8 orang pedagang pengecer dan 6 orang konsumen. Hasil penelitian yang didapat: saluran pemasaran 1, petani-konsumen akan tetapi tidak diperoleh dalam penelitian ini, saluran pemasaran 2, petani-pedagang pengumpul-konsumen dan saluran pemasaran 3, petani-pedagang pengumpul-pedagang pengecer-konsumen. Pada saluran pemasaran 2 memiliki total biaya pemasaran perikat Rp 711,32,- (80 gram), margin pemasaran perikat sebesar Rp 4.000,- (80 gram), keuntungan pemasaran perikat sebesar Rp 9.288,68,- (80 gram) dan farmer’s share sebesar 60 %. Pada saluran pemasaran 3 memiliki total biaya pemasaran perikat sebesar Rp 1.340,56,- (80 gram), margin pemasaran perikat sebesar Rp 4.500,- (80 gram), keuntungan total perikat Rp. 8.659,44,- (80 gram) dan farmer’s share sebesar 55 %. Saluran pemasaran yang paling efisien terdapat pada saluran pemasaran 2. Permasalahan yang terjadi pada pemasaran ini adalah seledri mudah rusak dan mudah busuk