Claim Missing Document
Check
Articles

KORELASI ANTARA VO2 MAKS DENGAN PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS XI DAN XII SMA NEGERI 4 SINGARAJA TAHUN PELAJARAN 2008/2009 i ketut, yoda; i nyoman, sudarmada
Jurnal Ilmu Keolahragaan Undiksha Vol 1, No 1 (2013): sport injuries
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jiku.v1i1.249

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk: mendeskripsikan tingkat VO2 maks siswa kelas XI dan XII SMA Negeri 4 Singaraja tahun pelajaran  2008/2009, mendeskripsikan prestasi belajar siswa kelas XI dan XII SMA Negeri 4 Singaraja tahun pelajaran  2008/2009, mengetahui korelasi antara VO2 maks dengan prestasi belajar siswa kelas XI dan XII SMA Negeri 4 Singaraja tahun pelajaran  2008/2009. Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 4 Singaraja menggunakan metode korelasional. Populasi penelitian adalah siswa kelas XI dan XII tahun pelajaran 2008/2009 yang berjumlah 445 orang. Sampel penelitian berjumlah 96 siswa diambil dengan teknik proporsional random sampling. Variabel penelitian terdiri dari variabel bebas yaitu VO2 maks dan variabel terikat prestasi belajar. Teknik analisis data menggunakan korelasi product moment pada taraf signifikansi a = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan: 1)VO2 maks siswa kelas XI dan XII SMA Negeri 4 Singaraja tahun pelajaran  2008/2009, yang tergolong baik sebanyak 2%, sedang 12%, kurang 23% dan kurang sekali 64%. 2) Prestasi belajar siswa kelas XI dan XII SMA Negeri 4 Singaraja tahun pelajaran  2008/2009, yang tergolong baik sekali 55%, baik 41%, cukup 4,2%. 3) Ada korelasi antara VO2 maks dengan prestasi belajar siswa kelas XI dan XII SMA Negeri 4 Singaraja tahun pelajaran 2008/2009, dimana nilai signifikansi hitung (0,00) < a = 0,05.   Kata-kata kunci: VO2 maks, prestasi belajar.
PENGARUH CIRCUIT TRAINING TERHADAP WAKTU REAKSI DAN DAYA LEDAK OTOT TUNGKAI SISWA PESERTA EKSTRAKURIKULER BOLABASKET ., Ni Made Shintya Ratika Dewi; ., Dr. I Ketut Yoda, S.Pd., M.Or.; ., dr. Ni Putu Dewi Sri Wahyuni, S.Ked.
Jurnal Ilmu Keolahragaan Undiksha Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (110.592 KB) | DOI: 10.23887/jiku.v4i2.7899

Abstract

Penelitian eksperimen ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh circuit training terhadap waktu reaksi dan daya ledak otot tungkai. Rancangan penelitian yang digunakan adalah the non-randomized control group pretest posttest design. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa peserta ekstrakurikuler bola basket SMA Negeri 1 Banjar yang berjumlah 30 orang. Untuk variabel waktu reaksi diukur dengan menggunakan tes whole body reaction dan variabel daya ledak otot tungkai dengan tes vertical jump, selanjutnya dianalisis dengan uji t-independent pada taraf signifikasi 95%, α = 0,05 dengan bantuan SPSS 16,0. Hasil analisis waktu reaksi didapatkan nilai signifikansi 0.001 < taraf signifikansi 0.05, sehingga hipotesis circuit training berpengaruh terhadap waktu reaksi dapat diterima. Untuk hasil analisis daya ledak otot tungkai didapat nilai signifikansi 0.002 < taraf signifikansi 0.05, sehingga hipotesis circuit training berpengaruh terhadap daya ledak otot tungkai diterima. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa circuit training berpengaruh terhadap peningkatan waktu reaksi dan daya ledak otot tungkai pada siswa peserta ekstrakurikuler bola basket SMA Negeri 1 Banjar Tahun Pelajaran 2015/2016.Kata Kunci : circuit training, waktu reaksi, daya ledak This experimental study aimed to determine the effect of circuit training on reaction time and explosive power leg muscle. The research design was the non-randomized control group pretest posttest design. The subjects of this study were 30 students in extracurricular basketball in SMA Negeri 1 Banjar. The variable reaction times were measured using whole body reaction test, variables leg muscle explosive power with a vertical jump test, then analyzed by independent t-test at 95% significance level, α = 0,05 with SPSS 16.0. The result of the analysis of reaction time obtained the value significance 0.001 < 0.05 significance level, so the hypothesis circuit training effect on reaction time can be accepted. For the analysis of leg muscle explosive power obtained value significance 0.002 < 0.005 significance level, so the hypothesis circuit training effect on leg muscle explosive power is received. It can be concluded that the circuit training effect on reaction time and increase leg muscle explosive power to the participant in student extracurricular basketball SMA Negeri 1 Banjar in academic year 2015/2016keyword : circuit training, reaction time, explosive power
PENGARUH PELATIHAN STAR RUN TERHADAP KECEPATAN DAN KELINCAHAN Sanjaya, I Kadek Anom; Yoda, I Ketut; Sudarmada, I Nyoman
Jurnal Ilmu Keolahragaan Undiksha Vol 6, No 3 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (442.303 KB) | DOI: 10.23887/jiku.v6i3.8832

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pelatihan star run terhadap peningkatan kecepatan dan kelincahan pada siswa pesetra ekstrakurikuler sepakbola SMP Negeri 2 Pupuan tahun 2016. Jenis penelitian adalah eksperimen semu dengan rancangan “The non-randomized control group pretest posttest design”. Subyek penelitian ini siswa peserta ekstrakurikuler sepakbola SMP Negeri 2 Pupuan dengan jumlah 38 orang. Instrumen yang digunakan tes lari cepat (sprint) dengan jarak 50 meter untuk kecepatan dan Illinois agility run untuk kelincahan. Data dianalisis dengan uji-t independent pada taraf signifikansi () 0,05 dengan bantuan program SPSS 16.0. Berdasarkan hasil analisis data dengan menggunakan uji-t independent untuk kecepatan diperoleh nilai signifikansi (0,000) dan untuk kelincahan diperoleh nilai signifikansi (0,000) semua data lebih kecil dari nilai α (Sig < 0,05). Dapat disimpulkan bahwa pelatihan star run berpengaruh signifikan terhadap peningkatan kecepatan dan kelincahan pada siswa peserta ekstrakurikuler sepakbola SMP Negeri 2 Pupuan tahun pelajaran 2016/2017. Bagi para pelaku olahraga, disarankan untuk menggunakan pelatihan star run sebagai salah satu alternatif untuk meningkatkan kebugaran jsmani khususnya kecepatan dan kelincahan. Kata Kunci : pelatihan, star run, kecepatan, kelincahan This study aims to determine the influence of star training run against the increased speed and agility on the soccer extracurricular pesetra students SMP Negeri 2 Pupuan 2016. The study was a quasi-experimental design with "The non-randomized control group pretest posttest design". The subjects of this study student extracurricular participants soccer SMP Negeri 2 Pupuan by the number 38. The instruments used to run tests quickly (sprint) with a distance of 50 meters for speed and agility run for the Illinois agility. Data were analyzed by independent t-test at the significance level () 0.05 with SPSS 16.0. Based on the analysis of data using independent t-test for speed significance value (0,000) and for agility significance value (0.000) all data is smaller than the value α (Sig keyword : training, star run, speed, agility
HUBUNGAN LETAK TOPOGRAFI DAN STATUS SOSIAL EKONOMI DENGAN TINGKAT KESEGARAN JASMANI SISWA SD DI KABUPATEN BULELENG TAHUN PELAJARAN 2017/2018 Mubarak, Syahrul; Yoda, I Ketut; Sudarmada, I Nyoman
Jurnal Ilmu Keolahragaan Undiksha Vol 5, No 3 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1324.923 KB) | DOI: 10.23887/jiku.v5i3.14912

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan letak topografi dan status sosial ekonomi orang tua dengan tingkat kesegaran jasmani siswa kelas V sekolah dasar pada usia 10 – 12 tahun yang bertempat tinggal di dataran tinggi dan dataran rendah. Penelitian ini merupakan penelitian korelasi dan perbandingan. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa sekolah dasar kelas V usia 10 – 12 tahun di Kabupaten Buleleng. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan metode purposive sampling, usia 10-12 tahun yang terdiri dari MIN 2 Buleleng, SD Negeri 1 Pancasari dan SD Negeri 3 Pancasari. Jumlah sampel pada penelitian ini 175 orang. Metode pengumpulan data menggunakan kuesioner dan tes kebugaran jasmani. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik korelasi product moment dan analisis regresi berganda yang diolah menggunakan program SPSS for window versi 16.0 Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Terdapat hubungan positif dan signifikan antara perbedaan letak topografi dengan tingkat kesegaran jasmani siswa SD di Kabupaten Buleleng, (2) Tidak terdapat hubungan positif dan signifikan antara perbedaan status sosial ekonomi orang tua dengan tingkat kesegaran jasmani SD di Kabupaten Buleleng, (3) Terdapat hubungan positif dan signifikan antara status sosial ekonomi orang tua dan letak topografi secara bersama-sama dengan tingkat kesegaran jasmani siswa SD di Kabupaten BulelengKata Kunci : Topografi, Status Sosial Ekonomi, dan Kesegaran Jasmani This study is aimed to determine the correlation of the location and parents’ economic status of topography at the physical fitness level the physical fitness level of grade V elementary school students within 10-12 years old who live in the highlands and lowlands. This research is a correlation. The population of this study were grade V students within 10-12 years old in Buleleng District. The sampling technique in this research was using puspsive sampling method. The sample of the research were students within 10-12 years old at MIN 2 Buleleng, SD Negeri 1 Pancasari and SD Negeri 3 Pancasari. The total numbers of sample in this study were 175 students. Data collection methods using questionnaires and physical fitness tests. Data analysis method used in this research was product moment correlation technique and multiple regression analysis which processed using SPSS program for Windows version 16.0 The result of the study showed that (1) there was positive and significant correlation between the difference of topography and the physical fitness level of elementary school students in Buleleng regency, (2 there was no positive and significant correlation between the difference of parents’ socioeconomic status with the physical fitness level of elementary school in Buleleng regency, (3) There was a positive and significant correlation between parents’ socioeconomic status and the location of topography with the physical fitness level of elementary students in Buleleng Regency.keyword : Physical fitness, Socioeconomic Status, Topography
PENGARUH PELATIHAN ALTERNATE LEG BOUND TERHADAP KEKUATAN OTOT TUNGKAI DAN WAKTU REAKSI Indasari, Lulur Nur; YodaYoda, I Ketut; Tisna, Gede Doddy
Jurnal Ilmu Keolahragaan Undiksha Vol 5, No 3 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jiku.v4i2.7894

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pelatihan alternate leg bound terhadap kekuatan otot tungkai dan waktu reaksi. Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu dengan rancangan the non-randomized control group posttest design. Subjek penelitian adalah siswa peserta ekstrakurikuler taekwondo SMP Negeri 2 Banjar berjumlah 30 orang. Instrumen yang digunakan untuk penelitian tes kekuatan otot tungkai adalah back and leg dynamometer, sedangkan instrumen untuk tes waktu reaksi adalah whole body reaction. Selanjutnya data dianalisis dengan uji t-independent pada taraf signifikansi lebih kecil (α) 0,05 dengan bantuan program SPSS 16.0. Berdasarkan hasil uji t-independent didapatkan hasil: (1) variabel kekuatan otot tungkai dengan nilai signifikansi 0,001. (2) variabel waktu reaksi dengan nilai signifikansi 0,000. Nilai signifikansi hitung lebih kecil dari nilai α (0,05), dengan demikian hipotesis penelitian “pelatihan alternate leg bound berpengaruh terhadap kekuatan otot tungkai” diterima dan “pelatihan alternate leg bound berpengaruh terhadap waktu reaksi” diterima. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pelatihan alternate leg bound berpengaruh signifikan terhadap peningkatan kekuatan otot tungkai dan waktu reaksi pada siswa peserta ekstrakurikuler taekwondo SMP Negeri 2 Banjar tahun 2016. Bagi para guru olahraga, pelatih, pembina serta atlet disarankan untuk menggunakan pelatihan alternate leg bound sebagai salah satu alternatif untuk meningkatkan kekuatan otot tungkai dan waktu reaksi.Kata Kunci : alternate leg bound, kekuatan, waktu reaksi. This study aims to determine the effect of alternate training bound leg to leg muscle strength and reaction time. The research is a quasi-experimental design with the non-randomized control group posttest design. Subjects were students in extracurricular participants taekwondo SMP Negeri 2 Banjar numbered 30 people. The instrument used for research testing leg muscle strength is back and leg dynamometer, while the instrument to test the reaction time is a whole body reaction. Furthermore, the data were analyzed by independent t-test at a significance level of less (α) of 0.05 with SPSS 16.0. Based on the results of independent t-test showed: (1) variable leg muscle strength with significant value 0.001. (2) variable reaction time with a significance value of 0.000. The significance value calculated is less than the value of α (0.05), so the hypothesis research "alternate training leg bound effect on leg muscle strength" accepted and "alternate training leg bound effect on reaction time" be accepted. It can be concluded that the training alternate leg bound significant effect on the increase in leg muscle strength and reaction time on extracurricular participants taekwondo student SMP Negeri 2 Banjar 2016. For sports teachers, trainers, coaches and athletes are advised to use alternate training as one leg bound alternative way to increase leg muscle strength and reaction time. keyword : alternate leg bound, strength, reaction time.
PENGARUH PELATIHAN ZIG ZAG RUN DAN SIDE JUMP SPRINT TERHADAP PENINGKATAN KAPASITAS VITAL PARU ., Made Adi Sulaksana; ., Dr. I Ketut Yoda, S.Pd., M.Or.; ., dr. Ni Putu Dewi Sri Wahyuni, S.Ked.
Jurnal Ilmu Keolahragaan Undiksha Vol 4, No 3 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jiku.v4i3.7905

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pelatihan zig zag run dan side jump sprint terhadap peningkatan kapasitas vital paru. Rancangan penelitian adalah the non randomized pretest-posttest control group design. Subjek penelitian sebanyak 36 orang yang ditentukan dengan teknik ordinal pairing. Kapasitas vital paru diukur dengan alat spirometer. Hasil Uji-t terhadap kapasitas vital paru diperoleh nilai thitung sebesar 4,843 dengan nilai signifikansi sebesar 0,000. Nilai signifikansi hitung < 0,05, maka terdapat perbedaan pengaruh dari masing-masing kelompok. Selanjutnya dilakukan uji anova. Hasil uji anova variabel kapasitas vital paru antara kelompok perlakuan dan kelompok kontrol didapat Fhitung sebesar 26,300dengan signifikansi 0,000. Nilai signifikansi < 0,05, maka terdapat perbedaan pengaruh dari masing-masing kelompok. Karena terdapat perbedaan pengaruh maka dilakukan uji Least Significant Difference (LSD) untuk mengetahui pelatihan mana yang lebih baik pengaruhnya terhadap peningkatan kapasitas vital paru. Dapat disimpulkan bahwa pelatihan zig zag run dan side jump sprint berpengaruh terhadap peningkatan kapasitas vital paru, pelatihan zig zag run lebih baik pengaruhnya untuk peningkatan kapasitas vital paru. Saran yang dapat disampaikan adalah agar penelitian ini bisa digunakan sebagai acuan dalam pelaksanaan pelatihan ataupun penelitian selanjutnyaKata Kunci : pelatihan zig zag run, pelatihan side jump sprint, dan kapasitas vital paru This study was aimed to identify the effect of zig zag run and side jump sprint toward the vital capacity. This study was an experimental study which was designed in the nonrandomized pretest-posttest control group design. There were 36 samples for this study which were decided by nonrandomized sampling technique. Vital capacity measured by Spirometer. From the result of independent sample t-test toward the lungs vital capacity, there was obtained the score of tmeasure was 4,843with significance 0.000. The significance was < 0.05, meant that there was different effect from each group. Then an anova test was conducted. The result of anova test showed that the variable of vital capacity between the experimental group and control group obtained Fmeasure of 26,300 and significance 0.000.Because there was a different effect, so the researcher conducted Least Significant Different (LSD) test in order to determine which training have better effect toward the improvement of vital capacity. Could be concluded that zig zag run and side jump sprint was affecting improvement of the vital capacity, in which zig zag run training have better effect for the improvement of vital capacity. From this study it is recommended that this study can be used as reference in conducting the next training and study.keyword : zig zag run training, side jump sprint training, and vital capacity
Pengaruh Side Hop dan Box Jump terhadap Daya Ledak Otot Tungkai Ekstrakurikuler Bolavoli Putra, I Gede Arie Dharmawan Yana; Yoda, I Ketut; Wahyuni, Ni Putu Dewi Sri
Jurnal Ilmu Keolahragaan Undiksha Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jiku.v5i1.7900

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pelatihan side hop dan box jump terhadap peningkatan daya ledak otot tungkai. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan rancangan penelitian the nonrandomized pretest-posttest control group design. Subjek penelitian sebanyak 39 orang yang dibagi menjadi tiga kelompok dengan teknik ordinal pairing berdasarkan hasil pre-test. Daya ledak otot diukur dengan test Jump Md. Berdasarkan hasil analisis menggunakan hasil T-Independent test dan Uji-F One Way Anova terhadap daya ledak otot diperoleh nilai Thitung sebesar 2.735 dengan signifikansi hitung 0.012 α < 0,05 maka terdapat peningkatan pengaruh dari masing-masing kelompok dan Fhitung sebesar 20.656 dengan nilai signifikansi hitung 0,000 α < 0,05, maka terdapat perbedaan pengaruh dari masing-masing kelompok. Selanjutnya dilakukan uji Least Significant Difference untuk mengetahui pelatihan mana yang lebih baik pengaruhnya terhadap peningkatan daya ledak otot. Dapat disimpulkan bahwa pelatihan side hop dan pelatihan box jump berpengaruh terhadap peningkatan daya ledak otot dimana pelatihan side hop lebih baik pengaruhnya untuk peningkatan daya ledak otot. Saran yang dapat disampaikan adalah agar penelitian ini bisa digunakan sebagai acuan dalam pelaksanaan pelatihan ataupun penelitian selanjutnya.Kata Kunci : Pelatihan side hop, pelatihan box jump, daya ledak otot tungkai. This research aimed to know the effect of side hop training and box jump training to increase muscle explosive power. It was an experimental design research with the nonrandomized pretest-posttest control group design. The subject of this research was 39 male students participants of volleyball extracurricular which was devided into trhee group using ordinal pairing technique that based on the result of pre-test. The muscle explosive power was measurred by test jump md. Based on the result of analysis using T-independent and one way anova tests toward muscle explosive power, found Thitung 2.735 with significance arithmetic 0.012 a < 0,05, and as a result found there was rising effect of each group and Fhitung 20.656 with significance arithmetic ,000 a < 0,05, and then, found the different effect of each group. Least significant difference test was did, in order to know which training was had better effect for increasing the muscle explosive power. As conclusing, the side hop and box jump training was influential to the increasing of muscle explosive power, which side hop training was better for increasing the muscle explosive power. Hopefully this research can be used as a reference for the lecturers who teach in sport, especially that related with this study and also as reference for the future researchkeyword : Side Hop training, Box Jump training and muscle explosive power
PENGARUH PELATIHAN FARTLEK TERHADAP PENINGKATAN VOLUME OKSIGEN MAKSIMAL DAN KECEPATAN PADA SISWA EKSTRAKURIKULER SMPN 3 SINGARAJA TAHUN 2018 Harianto, Reza Agus; Yoda, I Ketut; Tisna, Gede Doddy
Jurnal Ilmu Keolahragaan Undiksha Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jiku.v5i2.14908

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Pengaruh pelatihan fartlek terhadap peningkatan VO2 Maks pada siswa ekstrakurikuler futsal SMPN 3 Singaraja, (2) Pengaruh pelatihan fartlek terhadap peningkatan kecepatan pada siswa ekstrakurikuler futsal SMPN 3 Singaraja. Jenis penelitian ini yaitu Penelitian eksperimen. Pengumpulan data dilakukan menggunakan tes dan pengukuran. Instrumen yang digunakan yaitu test MFT dan Sprint 50 meter. Análisis data yang digunakan statistik inferensial (uji-t). Hasil penelitian untuk variabel VO2 Maks yaitu Gaint score kelompok kontrol mean 1,79. Kemudian untuk variabel VO2 Maks kelompok perlakuan yaitu Gaint score mean 5,75. Sedangkan pada variabel kecepatan kelompok kontrol yaitu Gaint score kelompok kontrol mean 0,098. Kemudian untuk variabel kecepatan kelompok perlakuan yaitu Gaint score kelompok perlakuan mean 1,07. nilai mean tertinggi yaitu terdapat pada kelompok perlakuan pada variabel VO2 Maks dan kecepatan, sedangkan nilai terendah yaitu kelompok kontrol, dengan hasil gaint score kelompok kontrol dan perlakuan pada VO2 Maks didapat nilai signifikansi 0,000 pada taraf sig (α) 0,05, dengan demikian hipotesis diterima, karena nilai signifikansinya lebih kecil dari nilai α (sig < 0,05). Sedangkan untuk variabel kecepatan didapat nilai signifikansi 0,000 pada taraf sig (α) 0,05, dengan demikian hipotesis diterima, karena nilai signifikansinya lebih kecil dari nilai α (sig < 0,05). Berdasarkan hasil analisis data, dan pembahasan disimpulkan sebagai berikut: (1) Metode pelatihan fartlek berpengaruh terhadap peningkatan volume oksigen maksimal. (2) Metode pelatihan fartlek berpengaruh terhadap peningkatan kecepatan.Kata Kunci : pelatihan fartlek, volume oksigen maksimal, kecepatan. The purposes of this research are to know: (1) Influence of fartlek training to increase VO2 Max in futsal extracurricular students of SMPN 3 Singaraja, (2) Influence of fartlek training on speed upgrading of students of extracurricular futsal SMPN 3 Singaraja. The type of this research is experimental research. The data were collected using tests and measurements. The instrument which was used is MFT and Sprint test about 50 meters. Analysis of data used inferential statistics (t-test). The result of the research for Max VO2 variable is Gaint score of control group mean 1.79. Then for the variable VO2 Max group treatment is Gaint score mean 5.75. Whereas in control group velocity variable that is Gaint score of control group mean 0,098. Then for treatment group velocity variable that is Gaint score of treatment group mean 1.07. the highest value is found in the treatment group on the variable VO2 Max and velocity, whereas the lowest value is the control group, with the result of gaint score of the control group and the treatment on VO2 Max obtained the significance value 0.000 at the sig (α) 0.05 level, thus the hypothesis accepted, because the significance value is less than α (sig keyword : fartlek training, maximal oxygen volume, speed.
Pengaruh Pelatihan Quick Leap dan Double Leg Speed Hop terhadap Power Otot Tungkai Indrawan, I Ketut Addy Putra; Yoda, I Ketut; Sudarmada, I Nyoman
Jurnal Ilmu Keolahragaan Undiksha Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jiku.v7i1.14926

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pelatihan quick leap dan double leg speed hop terhadap peningkatan power otot tungkai. Rancangan penelitian ini adalah the non-randomized control group pretest posttest design. Subjek penelitian adalah siswa putri peserta ektrakurikuler bolavoli SMP Negeri 3 Mendoyo berjumlah 45 orang. Data dianalisis dengan uji F (one way anova) pada taraf signifikansi (α) = 0,05 dengan bantuan program SPSS 16.0. Hasil analisis data pada kelompok perlakuan quick leap terjadi peningkatan power otot tungkai sebesar 27,4 pada kelompok perlakuan double leg speed hop sebesar 11,6 dan pada kelompok kontrol sebesar 0,33. Hasil uji one way anova variabel power otot tungkai antara kelompok perlakuan dan kelompok kontrol didapat Fhitung sebesar 22,325 dan signifikasi 0,000 yang berarti terdapat perbedaan pengaruh antara pelatihan quick leap dan double leg speed hop terhadap power otot tungkai. Disimpulkan bahwa; (1) pelatihan quick leap dan double leg speed hop berpengaruh signifikan terhadap peningkatan power otot tungkai. (2) terdapat perbedaan pengaruh signifikan antara pelatihan quick leapp dan double leg speed hop terhadap peningkatan power otot tungkai. (3) pelatihan quick leap lebih baik dari pada double leg speed hop terhadap peningkatan power otot tungkai. Saran; (1) bagi pelatih disarankan dapat menggunakan pelatihan ini dalam meningkatkan power otot tungkai. (2) bagi atlet perlu memperhatikan set dan repetisi yang tepat karena setiap individu memiliki kemampuan berbeda. (3) bagi peneliti yang ingin melakukan penelitian sejenis disarankan menggunakan variabel dan sampel penelitian berbeda. Kata Kunci : Kata-kata kunci: quick leap, double leg speed hop, daya ledak otot tungkai. Abstract This study aims to determine the effect of leap quick and double leg speed hop research to increase leg muscle power. The design of this study is the non-randomized control group pretest post-test design. The subjects were female students who join volleyball extracurricular SMP Negeri 3 Mendoyo amounted to 45 students. Data were analyzed by F (one way anova) test at significance level (a) = 0.05 with the help of SPSS 16.0. The results of data analysis in the quick leap treatment group, an increase on lamb muscle power of 27.4, in the treatment group double leg speed hop of 11.6 and in the control group of 0.33. One way anova variable of limb muscle power variable between treatment group and control group was obtained Fcount 22.225 and significance 0.000, which means difference of influence between quick leap and double leg speed hop training toward leg muscle power. It was concluded that; (1) the influence between quick leap and double leg speed hop training significantly influenced the increase of leg muscle power, (2) there is significant difference of influence between quick leap and double leg speed hop training toward increasing leg muscle power, (3) quick leap training more Both on double leg speed hop against increased leg muscle power. Suggestion: (1) for trainers it is advisable to use this training in improving leg muscle power, (2) for athletes need to care for cells and proper repetition because each individual has different capabilities, (3) for researchers who want to do similar research is suggested using variables and Different research samples. keyword : Key Words: quick leap, double leg speed hop, explosive muscle limb power.
IMPLEMENTASI MODUL PENJASORKES BERMUATAN MODEL PEMBELAJARAN BANDURA UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PENJASORKES DAN KECERDASAN KINESTETIK SISWA SEKOLAH DASAR Yoda, I Ketut
JURNAL PENJAKORA Vol 6, No 2 (2019): September 2019
Publisher : Undiksha Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/penjakora.v6i2.23256

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengimplementasikan modul penjasorkes bermuatan model pembelajaran Bandura dalam meningkatkan hasil belajar penjasorkes dan kecerdasan kinestetik siswa sekolah dasar. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa SD Laboratorium kelas IV. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen semu dengan teknik pengambilan sampel random  sampling. Jumlah sampel yang digunakan satu kelas yang berjumlah 29 orang. Analisis data dilakukan secara deskriptif dengan cara menyusun data secara sistematis, mengorganisasi data ke dalam kategori, melakukan sintesa, menyusun dalam pola tertentu, dan membuat kesimpulan. Hasil analisis data di peroleh bahwa modul penjasorkes bermuatan model pembelajaran Bandura yang diterapkan di kelas IV Sekolah Dasar Laboratorium Undiksha Singaraja menunjukkan hasil belajar yang baik dengan peningkatan kecerdasan kinestetik juga baik. Respon siswa menunjukkan bahwa 100% siswa menyatakan modul penjasorkes bermuatan model pembelajaran Bandura dapat dengan mudah dipahami dalam melatih keterampilan gerak dan kecerdasan kenestetis siswa.