Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Model Pembelajaran Inquiry Terhadap Hasil Belajar Teknik Dasar Passing Sepak Bola I Putu Herry Widhi Andika; I Ketut Yoda; Made Agus Dharmadi
Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi Vol. 7 No. 1 (2021): Januari 2021
Publisher : Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi FKIP Universitas PGRI Mahadewa Indonesia bekerjasama dengan Asosiasi Prodi Olahraga Perguruan Tinggi PGRI (APOPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (687.497 KB) | DOI: 10.5281/zenodo.4423396

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran inkuiri (inquiry) terhadap hasil belajar teknik dasar passing sepak bola. Jenis penelitian adalah eksperimen true experimental dengan rancangan the randomized pretest-posttest control group the same subjec design. Populasi  penelitian ini adalah seluruh peserta didik kelas X SMA Negeri 4 Singaraja tahun pelajaran 2020/2021 yang berjumlah 5 kelas dengan populasi 105 orang. Pengambilan sampel yang digunakan dengan teknik simple random. Kelas yang menjadi sampel dalam penelitian adalah kelas X IPS 1 sebagai kelompok eksperimen dan X IPS 3 sebagai kelompok kontrol. Eksperimen dilakukan sebanyak 2 kali perlakuan diluar pretes-posttest. Data hasil belajar dikumpulkan melalui tes objektif, observasi dan unjuk kerja. Dalam penelitian ini menggunakan uji-t untuk analisis data dengan bantuan aplikasi SPSS 16.0 for Windows. Pada hasil penelitian diperoleh rata-rata kelompok eksperimen adalah 0,59 lebih tinggi dari rata-rata kelompok kontrol 0,45. Signifikansi pada uji hipotesis diperoleh melalui uji parametrik (uji Independent Samples Test) adalah 0,001 yaitu p<0,05. Disimpulkan bahwa model pembelajaran inkuiri (inquiry) berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar teknik dasar passing sepak bola. Disarankan kepada guru penjasorkes dapat menerapkan model pembelajaran inkuiri (inquiry) karena terbukti berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar peserta didik.
EVALUASI PROGRAM PELATIHAN KONDISI FISIK ATLET BULELENG PADA PORPROV. BALI XII TAHUN 2015 I Ketut Yoda; I Ketut Sudiana; Sri Widhari Yuganthari Peling
JURNAL PENJAKORA Vol. 3 No. 1 (2016): April 2016
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/penjakora.v3i1.11665

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah: (1) untuk mendeskripsikan tanggapan atlet terhadap program pelatihan kondisi fisik dan implementasinya pada persiapkan atlet Buleleng pada porprov. Bali XII tahun 2015, (2) untuk mendeskripsikan tingkat kondisi fisik atlet Buleleng  dalam porprov. Bali XII tahun 2015. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik random sampling dengan jumlah sampel yang digunakan 50% dari jumlah populasi 600 orang sebesar 300 orang atlet, tersebar pada 30 cabang olahraga, dan pelatih fisik dari masing-masing cabang olahraga berjumlah 30 orang. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi dengan angket (kuesioner), tes, dan pengukuran. Berdasarkan kajian teori dan hasil pembahasan, maka dapat disimpulkan bahwa: (1) sebanyak 38% pelatih belum mampu menyusun program pelatihan fisik dengan baik sehingga pelaksanaan pelatihan tidak bisa berlangsung secara maksimal yang berimplikasi pada rendahnya tingkat kondisi fisik atlet Buleleng pada persiapan Porprov. Bali XII tahun 2015; (2) dari delapan belas (18) item tes kondisi fisik yang dilakukan oleh atlet Buleleng pada persiapan Porprov. Bali XII tahun 2015 menggambarkan bahwa tingkat kondisi fisik atlet Buleleng baik putra maupun putri tergolong rendah. Berdasarkan temuan tersebut di atas, maka peneliti merekomendasi beberapa hal seperti berikut: (1) KONI Buleleng dan Pengurus Cabang Olahraga di Buleleng, agar mencari solusi dalam upaya peningkatan kualitas pengetahuan pelatih kondisi fisik kecabangan olahraga seperti melakukan pelatihan kepada para pelatih, mengirim pelatih untuk magang, melakukan program penataran bagi pelatih, dan lain-lain; (2) Program kerjasama antara FOK UNDIKSHA perlu ditingkatkan lagi tidak hanya dalam hal melakukan tes kondisi fisik atlet Buleleng, tetapi dalam hal peningkatan kualitas pelatih, peningkatan kemampuan manajemen pengurus KONI dan Pengcab., penggunaan fasilitas, penyusunan Renstra KONI Buleleng, dan penyusunan program kerja KONI dan Pengcab.
Analisis Implementasi Pembelajaran Penjasorkes di SMA/SMK Tahun 2016 I Ketut Yoda; Gede Doddy Tisna MS
JURNAL PENJAKORA Vol. 4 No. 2 (2017): September 2017
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/penjakora.v4i2.13357

Abstract

Tujuan yang dapat dicapai dalam penelitian ini adalah: (1) menganalisis kemampuan guru dalam melaksanakan pembelajaran penjasorkes SMA di Singaraja Kabupaten Buleleng Bali, (2) menganalisis aktivitas siswa dalam pelaksanaan pembelajaran penjasorkes SMA di Singaraja Kabupaten Buleleng Bali, dan (3) menganalisis tanggapan siswa terhadap pelaksanaan pembelajaran penjasorkes SMA di Singaraja Kabupaten Buleleng Bali. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah sampel yang digunakan dua kelas SMA Negeri, dua kelas SMA Swasta, dan dua kelas SMK. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi dengan angket (kuesioner), studi dokumentasi, dan wawancara. Berdasarkan permasalahan yang diajukan, hasil penelitian, dan pembahasan dalam penelitian ini, maka dapat disimpulkan beberapa hal seperti berikut. Kemampuan guru-guru penjasorkes dalam pelaksanaan pembelajaran penjasorkes SMA/SMK di Singaraja Kabupaten Buleleng Bali tergolong dalam kategori kurang. Namun demikian aktivitas dan tanggapan siswa dalam pelaksanaan pembelajaran penjasorkes SMA/SMK di Singaraja Kabupaten Buleleng Bali tergolong baik dan sangat baik. Berdasar hasil penelitian ini maka disarankan kepada guru-guru penjasorkes SMA/SMK di Singaraja Kabupaten Buleleng Bali agar senantiasa meningkatkan kemampuannya terutama dalam hal kemampuan profesional dan paedagogikKata-kata kunci: pembelajaran, penjasorkes 
IMPLEMENTASI MODUL PENJASORKES BERMUATAN MODEL PEMBELAJARAN BANDURA UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PENJASORKES DAN KECERDASAN KINESTETIK SISWA SEKOLAH DASAR I Ketut Yoda
JURNAL PENJAKORA Vol. 6 No. 2 (2019): September 2019
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/penjakora.v6i2.23256

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengimplementasikan modul penjasorkes bermuatan model pembelajaran Bandura dalam meningkatkan hasil belajar penjasorkes dan kecerdasan kinestetik siswa sekolah dasar. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa SD Laboratorium kelas IV. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen semu dengan teknik pengambilan sampel random  sampling. Jumlah sampel yang digunakan satu kelas yang berjumlah 29 orang. Analisis data dilakukan secara deskriptif dengan cara menyusun data secara sistematis, mengorganisasi data ke dalam kategori, melakukan sintesa, menyusun dalam pola tertentu, dan membuat kesimpulan. Hasil analisis data di peroleh bahwa modul penjasorkes bermuatan model pembelajaran Bandura yang diterapkan di kelas IV Sekolah Dasar Laboratorium Undiksha Singaraja menunjukkan hasil belajar yang baik dengan peningkatan kecerdasan kinestetik juga baik. Respon siswa menunjukkan bahwa 100% siswa menyatakan modul penjasorkes bermuatan model pembelajaran Bandura dapat dengan mudah dipahami dalam melatih keterampilan gerak dan kecerdasan kenestetis siswa.
Pengaruh Model Pembelajaran dan Motivasi Terhadap Hasil Belajar PJOK pada Siswa SMP I Nyoman Agus Adi Kesuma; I Ketut Yoda; Syarif Hidayat
JURNAL PENJAKORA Vol. 8 No. 1 (2021): April 2021
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/penjakora.v8i1.31091

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar PJOK antara siswa yang menggunakan model pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw dan model pembelajaran konvensional serta mengetahui interaksi antara Model pembelajaran dan motivasi belajar terhadap hasil belajar PJOK di SMP Negeri 1 Blahbatuh. Jenis penelitian yang digunakan adalah experimental dengan rancangan “treatment by level” dengan dua ketegori 2x2. Sampel penelitian berjumlah 20 orang dipilih berdasarkan kategori motivasi belajar tinggi dan motivasi belajar rendah. Data dianalisis menggunakan analisis varian (ANAVA) dua jalur dengan taraf signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan: 1) Hasil belajar PJOK pada siswa yang mengikuti pembelajaran kooperatif  jigsaw lebih tinggi dibandingkan siswa yang mengikuti Model pembelajaran konvensional dengan nilai signifikansi 0,000 < 0,05, 2) Terdapat interaksi antara model pembelajaran dan motivasi belajar terhadap hasil belajar PJOK dengan nilai signifikansi 0,000 < 0,05, 3) Pada kelompok siswa dengan motivasi belajar tinggi hasil belajar PJOK siswa yang mengikuti model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw lebih tinggi dari model pembelajaran konvensional dengan nilai signifikansi  0,000 < 0,05 dan 4) Pada kelompok siswa dengan motivasi belajar rendah hasil belajar PJOK siswa yang mengikuti model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw lebih rendah dari model pembelajaran konvensional dengan nilai signifikansi  0,015 < 0,05. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dan motivasi belajar berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar PJOK, sehingga dalam penerapan Model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw hendaknya mempertimbangkan tingkat motivasi belajar siswa.
Survey Keterlaksanaan Pembelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan (PJOK) Berbasis Daring Tingkat SMP I Ketut Okta Pradipta Jaya; I Ketut Yoda; I Ketut Iwan Swadesi
JURNAL PENJAKORA Vol. 8 No. 2 (2021): September 2021
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/penjakora.v8i2.32462

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan keterlaksanaan pembelajaran pendidikan jasmani olahraga Kesehatan berbasis daring tingkat SMP di kabupaten Bangli pada masa pandemi Covid-19. Populasi dalam penelitian ini adalah guru PJOK SMP di kabupaten Bangli berjumlah 57 orang dan siswa berjumlah 228 orang, sehingga populasi sebanyak 285 orang. Penentuan sampel penelitian ini menggunakan teknik Quota Sampling, dengan sampel sebanyak 95 orang terdiri dari 19 guru PJOK dan 76 siswa. Penelitian ini dirancang dalam bentuk deskriptif kuantitatif dengan pendekatan one shot case study. Data penelitian dikumpulkan menggunakan kuesioner yang disebar melalui link google form. Analisis data menggunakan teknik analisis statistik deskriptif dengan data persentase. Hasil penelitian menunjukkan keterlaksanaan pembelajaran PJOK berbasis daring tingkat SMP di Kabupaten Bangli diperoleh rata-rata sebesar 75,9%. Bila dikonversikan ke dalam tabel skala penilaian berada pada kategori “Sedang”. Berdasarkan hasil tersebut, pembelajaran PJOK berbasis daring tingkat SMP di Kabupaten Bangli pada masa pandemi Covid-19 terlaksana.
Hubungan Tingkat Perekonomian, Pekerjaan Orangtua dan Letak Geografis dengan Minat Belajar Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan di Masa Pandemi Covid-19 di SMA Widiatmika Jimbaran Badung Dewi Dendy Pratiwi; I Ketut Yoda; Made Agus Dharmadi
Journal on Education Vol 5 No 3 (2023): Journal on Education: Volume 5 Nomor 3 Tahun 2023
Publisher : Departement of Mathematics Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joe.v5i3.1972

Abstract

This study aims to determine the significant relationship between economic level, parental occupation and geographic location with interest in learning physical education, sports and health during the COVID-19 pandemic at Widiatmika High School. The research method used is correlation. The subjects of this study were all students at SMA Widiatmika. The data analysis technique used is the Pearson product moment technique and multiple linear regression analysis. The results of this study indicate: 1) There is a positive and significant relationship between the level of the economy and interest in learning physical education, sports and health during the COVID-19 pandemic. 2) There is a positive and significant relationship between work and interest in learning physical education, sports and health during the covid-19 pandemic. 3) There is a positive and significant relationship between geographic location and interest in learning physical education, sports and health during the COVID-19 pandemic. 4) There is a positive and significant relationship between the level of economy, occupation and geographical location with interest in learning physical education, sports and health during the covid-19 pandemic.
PENGARUH METODE PELATIHAN DAN KOORDINASI MATA KAKI TERHADAP KETEPATAN SHOOTING PADA SISWA EKSTRAKURIKULER FUTSAL MADRASAH ALIYAH NEGERI KARANGASEM Singgih Pamuji; I Ketut Yoda; I Ketut Semarayasa
PENDIDIKAN SAINS DAN TEKNOLOGI Vol 10 No 2 (2023)
Publisher : STKIP PGRI Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47668/edusaintek.v10i2.811

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh metode pelatihan massed practice dan distributed practice tehadap ketepatan shooting ditinjau dari koordinasi mata-kaki pada peserta ekstrakurikuler futsal Madrasah Aliyah Negeri Karangasem. Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu dengan rancangan treatment by level dengan dua ketegori 2x2. penelitian ini menggunakan populasi dengan jumlah 38 orang. subjek berjumlah 36 orang ditentukan dengan katagori ketepatan tinggi dan rendah. Teknik analisis data menggunakan anava 2 jalur pada taraf signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan: (1) terdapat perbedaan ketepatan shooting yang signifikan pada peserta yang mendapatkan metode pelatihan distributed practice lebih baik dengan mean difference 1,222. (2) terdapat interaksi antara metode pelatihan dan koordinasi mata-kaki terhadap ketepatan shooting dengan sig. (0,000) < (0,05). (3) terdapat perbedaan pengaruh yang signifikan hasil ketepatan shooting yang mendapatkan metode pelatihan massed practice lebih baik pada peserta yang memiliki koordinasi mata-kaki tinggi dengan mean difference 2,112. (4) terdapat perbedaan pengaruh yang signifikan hasil ketepatan shooting yang mendapatkan metode pelatihan distributed practice lebih baik pada peserta yang memiliki koordinasi mata-kaki rendah dengan mean difference -4,556. Berdasarkan temuan tersebut dapat disimpulan, bahwa ketepatan shooting pada peserta yang mendapatkan pelatihan distributed practice lebih baik, terdapat interaksi antara metode pelatihan dan koordinasi mata-kaki terhadap ketepatan shooting, hasil ketepatan shooting yang mendapatkan pelatihan massed practice lebih baik pada peserta yang memiliki koordinasi mata-kaki tinggi, dan hasil ketepatan shooting yang mendapatkan pelatihan distributed practice lebih baik pada peserta yang memiliki koordinasi mata-kaki rendah
The effect of the combination of split jump and short sprint training on flexibility in volleyball I Ketut Yoda; Hendra Mashuri
Altius: Jurnal Ilmu Olahraga dan Kesehatan Vol 12, No 1 (2023): Altius: Jurnal Ilmu Olahraga dan Kesehatan
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/altius.v12i1.21409

Abstract

One of the elements of physical condition needed by volleyball players, especially the Volleyball Team of the Faculty of Sports and Health Undiksha is flexibility. This study aims to determine the effect of the combined plyometric split jump and short sprint training on the flexibility of the Faculty of Sports and Health Undiksha volleyball team. This research is quasi-experimental. The number of samples used was 40 people who were taken with a simple random technique. The data analysis technique used inferential statistics with hypothesis testing using paired T-test at a significance level of ?=0,05, assisted by SPSS.25. The results of data analysis show that there is a significant effect between "The Combination of Plyometric Split Jump and Short Sprint Training toward Flexibility in the Volleyball Team of the Faculty of Sports and Health". Based on these results, it is advisable to recommend to volleyball coaches that in improving the physical condition of athletes, they will choose a training method that is on the elements of the physical condition that will be improved.
Development of angel-based gate in practice model for woodball Gede Doddy Tisna MS; I Ketut Budaya Astra; I Gede Suwiwa; I Ketut Yoda
Altius: Jurnal Ilmu Olahraga dan Kesehatan Vol 12, No 1 (2023): Altius: Jurnal Ilmu Olahraga dan Kesehatan
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/altius.v12i1.21422

Abstract

The purpose of this research was to develop in corner-based gate-in exercise model for woodball. This development research aims to develop in corner-based gate-in exercise model in woodball. The development uses the Luther model which includes six stages, namely: concept stage, design, material collection, manufacture, testing, and distribution. The validation step of the angle-based gate-in exercise model in woodball sports adopts the Dick, Carey, and Carey formative evaluation model which includes four stages: expert or expert evaluation, individual trials, small group trials, and field trials. The trial subjects for the development of the angle-based gate-in exercise model were the experts, athletes at FOK Undiksha Singaraja, and the Singaraja Woodball Association. The field trial phase with pretest and posttest was to determine the effectiveness of the developed model. The t-test is used to determine the effectiveness of the model. The t-test resulted in a comparison of the average pretest and post-test scores. The results of this research, namely first, is development research that aims to develop a corner-based gate-in exercise model in woodball sports using the Luther model covering six stages, namely: concept stage, design, material collection, manufacture, testing, and implementation. distribution. The content expert stated that the gate-in training model based on the shooting angle on woodball on the criteria was very good with a percentage gain of 96%. The responses to individual trials, small group trials, and large group trials were very good with percentage gains of 96%, 94.1%, and 93.6%, respectively. This means that the clarity of the material, attractiveness, and ease of use are appropriate for athletes to use.