Claim Missing Document
Check
Articles

PERAN OLAHRAGA DALAM MEMBANGUN SDM UNGGUL DI ERA REVOLUSI INDUSTRI 4.0 Yoda, I Ketut
Jurnal IKA Vol 18, No 1 (2020): Maret
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/ika.v18i1.28381

Abstract

Tujuan dari penulisan artikel ini adalah memberikan pemahaman dan wawasan kepada seluruh lapisan masyarakat secara mendalam terkait peranan olahraga dalam membangun sumber daya manusia unggul di era revolusi industry 4.0 (RI 4.0), dimana manusia telah banyak bergelut dengan teknologi dalam dunia cyber sehingga terjadi perubahan secara besar-besaran di berbagai bidang kehidupan manusia, termasuk ekonomi, dunia kerja, bahkan gaya hidup. Dari jaman premitif sampai era RI 4.0, olahraga telah membuktikan peranannya dalam membangun sumber daya manusia unggul. Hal ini di sebabkan oleh karena nilai- nilai yang terkandung di dalam aktivitas olahraga itu sendiri dan telah diakui oleh seluruh lapisan masyarakat dunia seperti: kerjasama, etika komonikasi, hormat terhadap aturan, pemecahan masalah, pemahaman, saling berhubungan dengan orang lain, kepemimpinan, menerima kemenangan dan kekalahan, manajemen, fair play, berbagi, penghargaan terhadap diri sendiri, keprcayaan, toleransi, kekebalan mental, kerjasama tim, disiplin dan kepercayaan akan kemampuan diri sendiri
Pengaruh Model Pembelajaran dan Motivasi Terhadap Hasil Belajar PJOK pada Siswa SMP Adi Kesuma, I Nyoman Agus; Yoda, I Ketut; Hidayat, Syarif
JURNAL PENJAKORA Vol 8, No 1 (2021): April 2021
Publisher : Undiksha Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/penjakora.v8i1.31091

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar PJOK antara siswa yang menggunakan model pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw dan model pembelajaran konvensional serta mengetahui interaksi antara Model pembelajaran dan motivasi belajar terhadap hasil belajar PJOK di SMP Negeri 1 Blahbatuh. Jenis penelitian yang digunakan adalah experimental dengan rancangan “treatment by level” dengan dua ketegori 2x2. Sampel penelitian berjumlah 20 orang dipilih berdasarkan kategori motivasi belajar tinggi dan motivasi belajar rendah. Data dianalisis menggunakan analisis varian (ANAVA) dua jalur dengan taraf signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan: 1) Hasil belajar PJOK pada siswa yang mengikuti pembelajaran kooperatif  jigsaw lebih tinggi dibandingkan siswa yang mengikuti Model pembelajaran konvensional dengan nilai signifikansi 0,000 < 0,05, 2) Terdapat interaksi antara model pembelajaran dan motivasi belajar terhadap hasil belajar PJOK dengan nilai signifikansi 0,000 < 0,05, 3) Pada kelompok siswa dengan motivasi belajar tinggi hasil belajar PJOK siswa yang mengikuti model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw lebih tinggi dari model pembelajaran konvensional dengan nilai signifikansi  0,000 < 0,05 dan 4) Pada kelompok siswa dengan motivasi belajar rendah hasil belajar PJOK siswa yang mengikuti model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw lebih rendah dari model pembelajaran konvensional dengan nilai signifikansi  0,015 < 0,05. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dan motivasi belajar berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar PJOK, sehingga dalam penerapan Model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw hendaknya mempertimbangkan tingkat motivasi belajar siswa.
Survey Keterlaksanaan Pembelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan (PJOK) Berbasis Daring Tingkat SMP Jaya, I Ketut Okta Pradipta; Yoda, I Ketut; Iwan Swadesi, I Ketut
JURNAL PENJAKORA Vol 8, No 2 (2021): September 2021
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/penjakora.v8i2.32462

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan keterlaksanaan pembelajaran pendidikan jasmani olahraga Kesehatan berbasis daring tingkat SMP di kabupaten Bangli pada masa pandemi Covid-19. Populasi dalam penelitian ini adalah guru PJOK SMP di kabupaten Bangli berjumlah 57 orang dan siswa berjumlah 228 orang, sehingga populasi sebanyak 285 orang. Penentuan sampel penelitian ini menggunakan teknik Quota Sampling, dengan sampel sebanyak 95 orang terdiri dari 19 guru PJOK dan 76 siswa. Penelitian ini dirancang dalam bentuk deskriptif kuantitatif dengan pendekatan one shot case study. Data penelitian dikumpulkan menggunakan kuesioner yang disebar melalui link google form. Analisis data menggunakan teknik analisis statistik deskriptif dengan data persentase. Hasil penelitian menunjukkan keterlaksanaan pembelajaran PJOK berbasis daring tingkat SMP di Kabupaten Bangli diperoleh rata-rata sebesar 75,9%. Bila dikonversikan ke dalam tabel skala penilaian berada pada kategori “Sedang”. Berdasarkan hasil tersebut, pembelajaran PJOK berbasis daring tingkat SMP di Kabupaten Bangli pada masa pandemi Covid-19 terlaksana.
Evaluasi Program Pembinaan Prestasi Cabang Olahraga Bulutangkis di Persatuan Bulutangkis (PB) Anugerah Denpasar dengan Metode Contex, Input, Procces, Product (CIPP)) Diatmika, I Putu Widi; Yoda, I Ketut; Tisna, Gede Doddy
Indonesian Journal of Sport & Tourism Vol 2, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (402.661 KB) | DOI: 10.23887/ijst.v1i1.34832

Abstract

Dalam upaya meningkatkan prestasi olahraga bulutangkis, maka perlu dilakukan evaluasi program pembinaan olahraga Bulutangkis di PB. Anugerah secara mendalam, sebagai dasar pemetaan pembinaan olahraga berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan program pembinaan prestasi cabang olahraga bulutangkis di PB. Anugerah Denpasar dengan pendekatan evaluasi CIPP Model. Subyek penelitian meliputi pengurus, atlet, dan pelatih. Instrumen yang digunakan angket dan pedoman wawancara. Didapat hasil pada dimensi contex bahwa diperlukan adanya peningkatan dan pembenahan misalkan dengan menerapkan fungsi manajemen serta keaktifan semua anggota pengurus sangat diharapkan dalam rangka memaksimalkan kegiatan agar pembinaan prestasi berjalan maksimal. Pada input masuk dalam kategori cukup baik dikarenakan sarana dan prasarana yang terdapat di klub bulutangkis PB. Anugerah Denpasar sudah layak dan memadai. Dalam hal gedung bulutangkis sudah milik pribadi empat lapangan karpet, net beserta kursi wasit, shuttlecock, cone dan agility leader. Pada dimensi procces menyatakan bahwa pelaksanaan program pembinaan berupa program pembinaan usia dini, pemanduan bakat, dan program pembinaan prestasi berjalan cukup baik yaitu pelaksanaan kejuaraan-kejuaraan yang rutin dilakukan setiap tahunnya. Monitoring dan evaluasi yang dilakukan rutin oleh pelatih dan pengurus. Pada dimensi product, hasil yang didapat dari program pembinaan yang telah dijalankan masih dalam kategori baik berupa menjadi runner up pada Walikota Cup 2019. Hal yang perlu dikembangkan berupa pembinaan yang terarah terprogram dan lebih maksimal agar atlet PB. Anugerah Denpasar mampu berprestasi di tingkat nasional. Kata Kunci : Evaluasi, CIPP, pembinaan, bulutangkis
Tingkat Partisipasi Siswa SMA Melakukan Aktivitas Olahraga di Luar Jam Mata Pelajaran Penjaskes (Pendidikan Jasmani Dan Kesehatan) Sekolah Kabupaten Badung Wikanjaya, I Kadek; Yoda, I Ketut; Tisna, Gede Doddy
Indonesian Journal of Sport & Tourism Vol 4, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/ijst.v4i1.45026

Abstract

Tujuan yang dicapai dalam penelitian ini adalah mengetahui berapa besar tingkat partisipasi siswa dalam melakukan aktivitas olahraga di luar jam mata pelajaran penjaskes sekolah Kabupaten Badung. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Variabel dalam penelitian ini adalah partisipasi siswa dalam melakukan aktivitas olahraga di luar jam mata pelajaran penjaskes sekolah Kabupaten Badung. Populasi penelitian ini 2560 siswa SMA di Kabupaten Badung. Sampel diambil dengan teknik purposive random sampling yang berjumlah 256 siswa. Metode yang digunakan adalah survei dengan teknik pengambilan datanya menggunakan angket. Adapun data dianalis dengan deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian tingkat partisipasi siswa dalam melakukan aktivitas olahraga di luar jam mata pelajaran penjaskes Kabupaten Badung masuk dalam kategori sangat tinggi sebesar 8,20%, kategori tinggi sebesar 17,97%, kategori sedang sebesar 45,31%, kategori rendah sebesar 21,09% dan kategori sangat rendah sebesar 7,42%..
PENGARUH PELATIHAN STAR RUN TERHADAP KECEPATAN DAN KELINCAHAN I Kadek Anom Sanjaya .; Dr. I Ketut Yoda, S.Pd., M.Or. .; I Nyoman Sudarmada, S.Or. .
Jurnal Ilmu Keolahragaan Undiksha Vol. 4 No. 1 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jiku.v5i1.8831

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pelatihan star run terhadap peningkatan kecepatan dan kelincahan pada siswa pesetra ekstrakurikuler sepakbola SMP Negeri 2 Pupuan tahun 2016. Jenis penelitian adalah eksperimen semu dengan rancangan “The non-randomized control group pretest posttest design”. Subyek penelitian ini siswa peserta ekstrakurikuler sepakbola SMP Negeri 2 Pupuan dengan jumlah 38 orang. Instrumen yang digunakan tes lari cepat (sprint) dengan jarak 50 meter untuk kecepatan dan Illinois agility run untuk kelincahan. Data dianalisis dengan uji-t independent pada taraf signifikansi () 0,05 dengan bantuan program SPSS 16.0. Berdasarkan hasil analisis data dengan menggunakan uji-t independent untuk kecepatan diperoleh nilai signifikansi (0,000) dan untuk kelincahan diperoleh nilai signifikansi (0,000) semua data lebih kecil dari nilai α (Sig < 0,05). Dapat disimpulkan bahwa pelatihan star run berpengaruh signifikan terhadap peningkatan kecepatan dan kelincahan pada siswa peserta ekstrakurikuler sepakbola SMP Negeri 2 Pupuan tahun pelajaran 2016/2017. Bagi para pelaku olahraga, disarankan untuk menggunakan pelatihan star run sebagai salah satu alternatif untuk meningkatkan kebugaran jsmani khususnya kecepatan dan kelincahan. Kata Kunci : pelatihan, star run, kecepatan, kelincahan This study aims to determine the influence of star training run against the increased speed and agility on the soccer extracurricular pesetra students SMP Negeri 2 Pupuan 2016. The study was a quasi-experimental design with "The non-randomized control group pretest posttest design". The subjects of this study student extracurricular participants soccer SMP Negeri 2 Pupuan by the number 38. The instruments used to run tests quickly (sprint) with a distance of 50 meters for speed and agility run for the Illinois agility. Data were analyzed by independent t-test at the significance level () 0.05 with SPSS 16.0. Based on the analysis of data using independent t-test for speed significance value (0,000) and for agility significance value (0.000) all data is smaller than the value α (Sig
PERAN OLAHRAGA DALAM MEMBANGUN SDM UNGGUL DI ERA REVOLUSI INDUSTRI 4.0 I Ketut Yoda
Jurnal IKA Vol. 18 No. 1 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/ika.v18i1.28381

Abstract

Tujuan dari penulisan artikel ini adalah memberikan pemahaman dan wawasan kepada seluruh lapisan masyarakat secara mendalam terkait peranan olahraga dalam membangun sumber daya manusia unggul di era revolusi industry 4.0 (RI 4.0), dimana manusia telah banyak bergelut dengan teknologi dalam dunia cyber sehingga terjadi perubahan secara besar-besaran di berbagai bidang kehidupan manusia, termasuk ekonomi, dunia kerja, bahkan gaya hidup. Dari jaman premitif sampai era RI 4.0, olahraga telah membuktikan peranannya dalam membangun sumber daya manusia unggul. Hal ini di sebabkan oleh karena nilai- nilai yang terkandung di dalam aktivitas olahraga itu sendiri dan telah diakui oleh seluruh lapisan masyarakat dunia seperti: kerjasama, etika komonikasi, hormat terhadap aturan, pemecahan masalah, pemahaman, saling berhubungan dengan orang lain, kepemimpinan, menerima kemenangan dan kekalahan, manajemen, fair play, berbagi, penghargaan terhadap diri sendiri, keprcayaan, toleransi, kekebalan mental, kerjasama tim, disiplin dan kepercayaan akan kemampuan diri sendiri
Evaluasi Program Pembinaan Prestasi Cabang Olahraga Bulutangkis di Persatuan Bulutangkis (PB) Anugerah Denpasar dengan Metode Contex, Input, Procces, Product (CIPP)) I Putu Widi Diatmika; I Ketut Yoda; Gede Doddy Tisna
Indonesian Journal of Sport & Tourism Vol. 2 No. 1 (2020): June
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/ijst.v1i1.34832

Abstract

Dalam upaya meningkatkan prestasi olahraga bulutangkis, maka perlu dilakukan evaluasi program pembinaan olahraga Bulutangkis di PB. Anugerah secara mendalam, sebagai dasar pemetaan pembinaan olahraga berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan program pembinaan prestasi cabang olahraga bulutangkis di PB. Anugerah Denpasar dengan pendekatan evaluasi CIPP Model. Subyek penelitian meliputi pengurus, atlet, dan pelatih. Instrumen yang digunakan angket dan pedoman wawancara. Didapat hasil pada dimensi contex bahwa diperlukan adanya peningkatan dan pembenahan misalkan dengan menerapkan fungsi manajemen serta keaktifan semua anggota pengurus sangat diharapkan dalam rangka memaksimalkan kegiatan agar pembinaan prestasi berjalan maksimal. Pada input masuk dalam kategori cukup baik dikarenakan sarana dan prasarana yang terdapat di klub bulutangkis PB. Anugerah Denpasar sudah layak dan memadai. Dalam hal gedung bulutangkis sudah milik pribadi empat lapangan karpet, net beserta kursi wasit, shuttlecock, cone dan agility leader. Pada dimensi procces menyatakan bahwa pelaksanaan program pembinaan berupa program pembinaan usia dini, pemanduan bakat, dan program pembinaan prestasi berjalan cukup baik yaitu pelaksanaan kejuaraan-kejuaraan yang rutin dilakukan setiap tahunnya. Monitoring dan evaluasi yang dilakukan rutin oleh pelatih dan pengurus. Pada dimensi product, hasil yang didapat dari program pembinaan yang telah dijalankan masih dalam kategori baik berupa menjadi runner up pada Walikota Cup 2019. Hal yang perlu dikembangkan berupa pembinaan yang terarah terprogram dan lebih maksimal agar atlet PB. Anugerah Denpasar mampu berprestasi di tingkat nasional. Kata Kunci : Evaluasi, CIPP, pembinaan, bulutangkis
Tingkat Partisipasi Siswa SMA Melakukan Aktivitas Olahraga di Luar Jam Mata Pelajaran Penjaskes (Pendidikan Jasmani dan Kesehatan) I Kadek Wikanjaya; I Ketut Yoda; Gede Doddy Tisna
Indonesian Journal of Sport & Tourism Vol. 4 No. 1 (2022): June
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/ijst.v4i1.45026

Abstract

Tujuan dalam penelitian ini yaitu untuk menganalisis berapa besar tingkat partisipasi siswa dalam melakukan aktivitas olahraga di luar jam mata pelajaran penjaskes. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Penelitian deskriptif kuantitatif adalah penelitian yang tidak bermaksud menguji hipotesis tetapi hanya menggambarkan seperti adanya suatu variabel, gejala atau keadaan. Variabel dalam penelitian ini adalah partisipasi siswa dalam melakukan aktivitas olahraga di luar jam mata pelajaran penjaskes. Populasi dalam penelitian ini yakni sebanyak 2.560 siswa SMA. Sampel dalam penelitian ini ditentukan dengan teknik purposive random sampling yang berjumlah 256 siswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah survei dengan teknik pengambilan datanya menggunakan angket. Adapun data dianalis dengan deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian tingkat partisipasi siswa dalam melakukan aktivitas olahraga di luar jam mata pelajaran penjaskes Kabupaten Badung masuk dalam kategori sangat tinggi sebesar 8,20%, kategori tinggi sebesar 17,97%, kategori sedang sebesar 45,31%, kategori rendah sebesar 21,09% dan kategori sangat rendah sebesar 7,42%.
The Problem-Based Learning: How the effect on student critical thinking ability and learning motivation in COVID-19 pandemic? Rifqi Festiawan; Lim Boon Hooi; Prisca Widiawati; I Ketut Yoda; Adi S; Muhammad Sigit Antoni; Arifin Ika Nugroho
Journal Sport Area Vol 6 No 2 (2021): August
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/sportarea.2021.vol6(2).6393

Abstract

In the period of the Covid-19 pandemic, lecturers were confronted with difficulties to give a more intelligent learning model, one of which was a problem-based learning model. The reason for this investigation was to decide the impact of issue put together learning models with respect to understudies' basic reasoning abilities and acquiring inspiration, particularly in actual training learning. This exploration is a genuine test with a randomized pretest-posttest control bunch plan. The population is all understudies of class X, XI, and XII. The testing method utilizes straightforward irregular inspecting. The examples utilized in this examination were 112 individuals. The examination instrument utilized was target tests as various decision inquiries for basic reasoning abilities and mastering inspiration polls. The information investigation utilized was Paired example t-test and Independent example t-test. The consequences of his exploration are there is an impact of issue put together learning models with respect to understudies' basic reasoning abilities. There is an impact of the issue put together learning model with respect to understudy inspiration. The problem-based learning model is more compelling than the immediate showing model for understudies' basic deduction abilities in actual schooling mastering. The model of problem-based learning has a more beneficial outcome than the immediate encouraging model on understudies' learning inspiration in actual schooling learning. From these outcomes, it very well may be presumed that there is an impact of issue put together learning with respect to basic reasoning abilities and understudy inspiration, and issue based learning shows better outcomes contrasted with direct educating.