Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

PENGEMBANGAN PENGELOLAAN SAMPAH KOTORAN SAPI DI DESA PUYOH KECAMATAN DAWE KUDUS Muhammad Purnomo; Ahmad Nur Syafiq; Noor Azizah
Jurnal Abdimas Indonesia Vol 4, No 1 (2022): JURNAL ABDIMAS INDONESIA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jai.v4i1.1496

Abstract

Abstrak Kegiatan penyuluhan dan kampaye penggunaan energi alternatif dilaksanakan pada tanggal 18 Januari tahun 2022 di Rumah perangkat desa Puyoh (Ka.Urkersa) dihadiri 41 orang. Metode yang digunkan adalah penyuluhan dan kampaye Bio Energi Perdesaan (BEP), yaitu suatu upaya pemenuhan engergi secara swadaya (selfproduction). Hasil dari kegiatan adalah adanya perubahan 1) Sikap adalah peserta menerima (memperhatikan), meliputi kepekaan terhadap kondisi bahwa pengelolaan kotoran sapi masih bisa dikembangkang selain sebagai kompos, terjadi perubahan kesadaran untuk membuat reaktor, memperhatikan secara detail materi, mengarahkan perhatian kepada pemateri, merespon, meliputi menyampaikan pertanyaan. secara diam-diam menghitung kebutuhan untuk praktik, bersedia menjawab pertanyaan dan saling bertanya antar peserta, merasa puas dalam merespon, menghargai, meliputi menerima suatu nilai manfaat dari bioenergi, terbentuk komitmen terhadap untuk memanfaatkan energi alternatif antar anggota yang dimotori ketua Kelompok ternak. 2) Pengetahuan peserta bertambah dibuktikan dengan semua pertanyaan dari pemateri dapat dijawab seluruhnya, bila dibanding sebelum diberikan penyuluhan yang hanya bisa terjawab satu dari 5 pertanyaan.
UPAYA KEBERHASILAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF MELALUI EDUKASI DAN PENDAMPINGAN MULAI KEHAMILAN Noor Azizah; Dyah Ayu Wulandari
Jurnal Abdimas Indonesia Vol 4, No 1 (2022): JURNAL ABDIMAS INDONESIA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jai.v4i1.1501

Abstract

Continuity of care merupakan kegiatan pelayanan yang berkelanjutan mulai dari kehamilan, perslinan, nifas, bayi baru lahir dan keluarga berencana. Pada ibu hamil primigravida ini belum mempunyai pengetahuan tentang ASI Eksklusif sehingga persiapan laktasi dilakukan pada waktu ibu melakukan pemeriksaan kehamilan. Primigravida dengan mendapatkan pengetahuan, dukungan dan motivasi dari bidan sebagai dalah satu factor keberhasilan dalam pemberian ASI Eksklusif. Bidan dalam memberikan asuhan dilakukan secara komprehensif. Asuhan yang diberikan pada kehamilan mendeteksi dini kehamilan resiko, pemberian edukasi dan informasi sesuai dengan usia kehamilan, ketidaknyamanan trimester I, II dan III, persiapan laktasi. Persiapan laktasi dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan, memberikan dukungan, melibatkan suami dan keluarga sebagai motivator dalam pemberian ASI Eksklusif. Pendampingan kepada pengasuh bayi selama ibu bekerja yaitu cara menyajikan ASI perah, cara memberikan ASI Perah kepada Bayi. Pendampingan ASI dilakukan tidak hanya pada ibu tetapi dengan melibatkan suami, keluarga dan pengasuh bayi. Penyimpanan ASI Perah dilakukan ditempat kerja, dari tempat kerja ke rumah, sampai rumah ke lemari pendingin dan freezer dan cara menyajikan serta cara memberikan
KORELASI STATUS GIZI BERDASARKAN LILA IBU HAMIL DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA DI DESA LOKUS STUNTING PUSKESMAS JEPARA Arifatul Ma'wa; Noor Azizah; Indah Puspitasari
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 16, No 2 (2025): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jikk.v16i2.2970

Abstract

Indonesia termasuk dalam salah satu negara berkembang yang hingga saat masih dihadapkan dengan triple burden of malnutrition (tiga beban masalah gizi) yaitu stunting, wasting dan overweight. Kabupaten Jepara menempati urutan kelima terbanyak di Provinsi Jawa Tengah dan urutan 10 di atas angka provinsi. Stunting yang terjadi dijepara sebanyak 3.638 balita. di Puskesmas Jepara kejadian stunting 507 balita.. Oleh karena itu, tujuan studi ini adalah untuk mengetahui korelasi status gizi berdasarkan LILA ibu hamil dengan kejadian stunting di desa lokus stunting puskesmas jepara. dengan desain penelitian cohort retrospective. Populasi dan Sampel yaitu seluruh ibu yang  memiliki balita di desa lokus stunting di puskesmas  jepara yang berjumlah 39  ibu hamil. Teknik pengambilan sampel adalah total sampling. Instrumen dalam penelitian ini berupa kohort ibu hamil dan laporan data E-PPGBM. Analisa data menggunakan uji statistic Korelasi Rank Spearman dengan menggunakan program SPSS Forwindows. Sebagian besar ibu hamil yang memiliki balita stunting yaitu status gizi baik (23,5 cm) sebanyak 28 orang (71,8%), ibu hamil dengan status gizi kurang ada 11 (28,2%). Ibu hamil yang memiliki balita stunting dengan riwayat status gizi baik sebagian besar stunting dalam kategori pendek ada 24 balita (61,6%) dan sangat pendek sebanyak 4 balita (10,2%). Status gizi berdasarkan LILA ibu hamil yang memiliki balita stunting yaitu status gizi kurang menyebabkan kejadian stunting dengan kategori pendek sebanyak 10 balita (25,6%) sedangkan kategori sangat pendek 1 balita (2,6%). Dari penelitian yang telah diteliti berdasarkan hasil uji statistik rank spearman diperoleh nilai 0,543 maka dapat disimpulkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara status gizi berdasarkan LILA ibu hamil dengan kejadian stunting pada balita di desa lokus stunting Puskesmas Jepara. Diharapkan masyarakat dapat meningkatkan dan lebih memperhatikan asupan gizi, khususnya pada ibu agar saat hamil bisa memberikan asupan yang cukup untuk janin.
PENDAMPINGAN KELUARGA TERAPI STIMULASI ORAL TERHADAP REFLEK MENGHISAP DAN PENINGKATAN BERAT BADAN BAYI BBLR Zahrotul Ulya; Noor Azizah; Ana Zumrotun Nisak
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 17, No 1 (2026): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jikk.v17i1.3278

Abstract

Pada bayi BBLR, kemampuan menyusu secara oral merupakan salah satu kriteria keluar dari rumah sakit. Ketidakmampuan refleks hisap pada bayi disebabkan oleh kemampuan otot menghisap masih lemah dan kemampuan oral belum stabil yang mengakibatkan berat badan belum optimal. Penelitian bertujuan untuk menganalisis pengaruh pendampingan keluarga terapi stimulasi oral terhadap reflek menghisap dan peningkatan berat badan bayi BBLR di RSI Sultan Hadlirin Jepara. Dalam penelitian ini akan menggunakan jenis penelitian pra eksperimen dengan two group pre test - post test design yaitu penelitian ini terdapat dua kelompok intervensi dan kontrol yang mana setiap kelompok akan mendapat test dua kali sebelum dan sesudah intervensi. Kelompok intervensi diberikan tindakan stimulasi oral dan pendampingan keluarga sedangkan kelompok control mendapat perlakukan sesuai SOP rumah sakit untuk bayi BBLR. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh bayi berat badan lahir rendah di ruang siti hajar RSI Sultan Hadlirin Jepara bulan November Tahun 2025 sebanyak 53 bayi BBLR. Jumlah sampel dihitung dengan rumus slovin didapatkan sampel sebanyak 47 bayi. Teknik sampel yaitu consecutif sampling (berurutan). Instrument yang digunakan adalah early feeding assessment dan penimbangan berat badan. Analisa data menggunakan uji uji paired t test. Hasil penelitian menjelaskan ada pengaruh pendampingan keluarga terapi stimulasi oral terhadap reflek menghisap pada bayi BBLR di RSI Sultan Hadlirin Jepara dengan nilai p = 0,000 kurang dari 0,05. Ada pengaruh pendampingan keluarga terapi stimulasi oral terhadap peningkatan berat badan bayi BBLR di RSI Sultan Hadlirin Jepara dengan nilai p = 0,000 kurang dari 0,05. Saran yang dapat diberikan pada penelitian selanjutnya yaitu menambahkan variabel lain yang mempengaruhi peningkatan berat badan bayi BBLR seperti faktor nutrisi ibu dan lama perawatan.
RIWAYAT STATUS GIZI IBU HAMIL DENGAN KEJADIAN STUNTING Dwi Astuti; Atun Wigati; Ana Zumratun Nisak; Noor Azizah; Irawati Indrianingrum
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 15, No 2 (2024): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jikk.v15i2.2435

Abstract

Background: The incidence of stunting in infants is currently quite high, the World Health Organization (WHO) estimates the prevalence of stunting worldwide at 22 percent or as many as 149.2 million in 2020. The prevalence of stunting in Indonesia is currently still at 24.4 percent or 5.33 million children under five. Objective: Analyze the relationship between maternal nutritional status during pregnancy to the incidence of stunting at the Pecangaan Health Center, Methods: correlation research with retrospective approach. Purposive sampling technique with 33 stunted mothers and toddlers 2-5 years old at the Pecangaan Health Center. Primary data collection was carried out by measuring the BB and TB of toddlers when checking with a checklist. Results: The incidence of stunting in toddlers is mostly short toddler conditions as much as 22 (66.7%). The nutritional status of mothers during pregnancy is mostly mild emaciation conditions as much as 18 (54.5%). The results of bivariate analysis of maternal nutritional status during pregnancy and the incidence of stunting in toddlers at the Pecangaan Health Center were obtained p (0.001). Conclusion: There is a relationship between the nutritional status of mothers during pregnancy and the incidence of stunting in toddlers at the Pecangaan Jepara. Pregnant women pay more attention to their pregnancy with good nutritional intake and routine pregnancy control
Workplace Lactation Education with Short Videos to Improve Knowledge, Attitudes, and Support Noor Azizah; Hanifa Maher Denny; Mateus Sakundarno Adi; Sulistiyani Sulistiyani
The Indonesian Journal of Occupational Safety and Health Vol. 15 No. 1 (2026): The Indonesian Journal of Occupational Safety and Health
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/ijosh.v15i1.2026.16-27

Abstract

Introduction: Exclusive breastfeeding among women who return to work remains below global recommendations set by the World Health Organization, largely due to persistent psychological and structural barriers. Partner involvement and digitally delivered health education, particularly short-form video content, have been suggested as promising strategies to support breastfeeding continuation among working mothers. This study aimed to evaluate the effectiveness of a workplace-based couple lactation education program with short-form video reinforcement on husbands' breastfeeding knowledge, attitude, and supportive behaviors. Methods: A quasi-experimental pretest–posttest design with a control group was conducted among 84 third-trimester pregnant women (42 intervention, 42 control) employed in the industrial sector of Kudus Regency. The intervention consisted of structured workplace lactation classes involving couples and short-form TikTok videos delivered by a certified lactation counselor. Participants were followed up at one, three, and six months postpartum using validated instruments. Data were analyzed using an independent t-test and General Linear Model Repeated Measures (GLM-RM). Results: The intervention was associated with significant and sustained improvements across outcomes. Husband’s knowledge increased significantly from the third to the six month postpartum (p<0.001). Attitudes improved in the first month (p<0.001), while supportive behaviors showed significant gains at three months and continued to strengthen at six months (p<0.001). GLM-RM analyses indicated significant time effect and group-by-time interactions for all measured outcomes (p<0.05). Conclusion: Short-form video reinforcement, combined with husband-focused lactation education and digital reinforcement into workplace health policies, alongside provisions such as lactation rooms and protected breastfeeding breaks, may support exclusive breastfeeding among working mothers.
Integrated Community-Based Education and Screening for Cardiometabolic Risk Prevention among Women’s Community Group Melinda Yuslian; Fariza Yulia Kartika Sari; Noor Azizah; Rizka Himawan
Transformatif: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22515/tranformatif.v7i2.15468

Abstract

The growing prevalence of noncommunicable diseases (NCDs), particularly hypertension and diabetes mellitus, is closely associated with modifiable cardiometabolic risk factors, including obesity, unhealthy dietary behaviors, and physical inactivity. Early detection and improved health literacy are essential to reducing the burden of these conditions. This community service program evaluated the effectiveness of an integrated health education and screening intervention in improving health knowledge and identifying cardiometabolic risk factors among community participants. A one-group pretest–posttest design was implemented with 40 participants. The intervention combined educational sessions on hypertension, diabetes, obesity, healthy nutrition, and physical activity with health screening, including blood pressure, random blood glucose, body weight, height, and body mass index assessments. Program effectiveness was assessed by comparing pre- and post-intervention knowledge scores. Participants’ mean knowledge score increased significantly from 68.95 ± 14.73 to 77.50 ± 14.68 (p < 0.001), indicating improved health literacy following the intervention. Health screening further identified a considerable proportion of participants with overweight or obesity, hypertension, and elevated blood glucose levels, highlighting the need for early preventive measures. These findings demonstrate that integrating community-based health education with routine cardiometabolic screening is an effective strategy for enhancing health literacy while facilitating the early detection of NCD risk factors. The intervention provides a practical and scalable model for strengthening community-based NCD prevention and promoting long-term public health outcomes.
Pengaruh Edukasi Tumbuh Kembang Terhadap Kepatuhan Kunjungan Ibu Balita Datang ke Posyandu Siti Nisrina; Diah Adriani K; Noor Azizah; Ika Tristanti
An-Najat Vol. 4 No. 3 (2026): Agustus: An-Najat: Jurnal Ilmu Farmasi dan Kesehatan
Publisher : STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59841/an-najat.v4i3.3917

Abstract

Posyandu berperan penting dalam pemantauan tumbuh kembang balita, namun kepatuhan kunjungan ibu masih menjadi tantangan. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh edukasi tumbuh kembang balita terhadap tingkat kunjungan ibu di Posyandu Melati 2 Desa Mayong Jepara. Penelitian ini menggunakan desain kuasi-eksperimental dengan pendekatan non-equivalent control group. Penelitian melibatkan 35 ibu balita yang dipilih menggunakan teknik total sampling dan dibagi menjadi kelompok intervensi sebanyak 18 responden dan kelompok kontrol sebanyak 17 responden. Kelompok intervensi diberikan edukasi tumbuh kembang balita menggunakan media leaflet selama ±30 menit, sedangkan kelompok kontrol memperoleh pelayanan Posyandu rutin tanpa edukasi khusus. Data dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Pearson Chi-Square dengan tingkat kemaknaan α=0,05 untuk membandingkan proporsi kepatuhan kunjungan antara kelompok intervensi dan kontrol. Hasil menunjukkan bahwa proporsi ibu dengan kunjungan patuh pada kelompok yang memperoleh edukasi sebesar 88,9%, sedangkan pada kelompok tanpa edukasi sebesar 52,9%. Uji Pearson Chi-Square menunjukkan χ²=5,536 dan p=0,019 (p<0,05), yang menunjukkan adanya perbedaan proporsi kepatuhan kunjungan yang bermakna antara kedua kelompok. Edukasi tumbuh kembang berpotensi meningkatkan kepatuhan kunjungan ibu balita ke Posyandu dan dapat dipertimbangkan sebagai salah satu strategi promotif dalam meningkatkan pemanfaatan pelayanan Posyandu.
EFEKTIFITAS PEMBERIAN TEKNIK GENGGAM JARI DAN RELAKSASI NAFAS DALAM TERHADAP PENURUNAN NYERI PADA IBU POST SECTIO CAESAREA DI RUMAH SAKIT SANTOSA BANDUNG KOPO TAHUN 2026 Sri Roso Sari; Irawati Irawati; Noor Azizah
Nusantara Hasana Journal Vol. 6 No. 3 (2026): Nusantara Hasana Journal, August 2026
Publisher : Yayasan Nusantara Hasana Berdikari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59003/nhj.v6i3.2332

Abstract

Pain is one of the complications commonly experienced by mothers after cesarean section (SC). Pain management includes pharmacological therapy using analgesic drugs and non-pharmacological therapy through deep breathing relaxation and finger-hold techniques. This study used a Quasi-Experimental design with a two-group with control approach involving an intervention group and a control group. The population consisted of 477 post-cesarean section mothers, with a sample of 84 respondents divided equally into the intervention and control groups (42 each), selected using accidental sampling. Before treatment, the control group was dominated by severe pain (25 respondents; 59.52%) and moderate pain (17 respondents; 40.48%), while the intervention group was dominated by severe pain (27 respondents; 64.29%) and moderate pain (15 respondents; 35.71%). After the finger-hold and deep breathing relaxation techniques were given, the intervention group’s pain decreased to moderate (26 respondents; 61.91%), mild (15 respondents; 35.71%), with only 1 respondent (2.38%) still experiencing severe pain. The control group after standard therapy only reached moderate pain in 23 respondents (54.77%), with 19 respondents (45.23%) still experiencing severe pain. The Mann-Whitney U test showed Z=-7.935 and p=0.000 (p<0.05).The combination of finger-hold and deep breathing relaxation techniques is effective in reducing pain levels in post-cesarean section mothers at Santosa Hospital Bandung Kopo in 2026, compared with standard care without non-pharmacological intervention