Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Majalah Ilmiah MOMENTUM

PRODUKSI POLI ASAM LAKTAT DARI LIMBAH AMPAS PATI AREN Sari Purnavita; Herman Yoseph Sriyana; Sri Hartini
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 13, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v13i1.1760

Abstract

Poli asam laktat (PLA) yang dibuat pada penelitian ini menggunakan asam laktat dari bahan baku limbah ampas pati aren. Polimerisasi asam laktat menjadi poli asam laktat (PLA) dilakukan dengan metode ring opening polymerizaton pada suhu 170○C dan tekanan 152 mmHg. Variabel pada proses polimerisasi adalah  katalis Sn (II) Oct sebanyak 3%, 4%, 5% dan waktu reaksi 45 menit, 60 menit, 90 menit. Kristal PLA diperoleh dengan diendapkan menggunakan metanol dan selanjutnya dilakukan analisis termal dan yield. PLA hasil penelitian memiliki karakteristik termal (melting temperature dan glass transition temperature) tertinggi diperoleh pada katalis Sn (II) Oct 5% dan waktu reaksi 90 menit, berturut-turut yaitu 149◦C dan 61◦C. Jumlah poli asam laktat terbanyak diperoleh dari perlakuan penambahan katalis 5% dan waktu polimerisasi 90 menit, yaitu dengan yield 26,77%. Kata kunci : ampas pati aren, poli asam laktat
POTENSI SABUT DAN TEMPURUNG KELAPA SEBAGAI ADSORBEN UNTUK MEREGENERASI MINYAK JELANTAH Lucia Hermawati Rahayu; Sari Purnavita; Herman Yoseph Sriyana
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 10, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v10i1.964

Abstract

Pada  penelitian  ini  dipelajari  kemampuan  sabut  dan tempurung  kelapa  sebagai  adsorben, untuk mengurangi kadar asam lemak bebas  (FFA), bilangan peroksida (PV), dan warna gelap minyak  goreng  bekas.  Pengolahan  dengan  adsorben  ini  diharapkan  dapat  meningkatkan kualitas  minyak  jelantah  sehingga  umur  pemakaian  minyak  goreng  dapat  diperpanjang. Adsorben  dari  bahan  sabut  maupun  tempurung  kelapa  disiapkan  pada  berbagai  metode perlakuan  awal,  yakni   (1)  tidak  diarangkan,  tidak  dihilangkan  ligninnya;  (2)  tidak diarangkan,  dihilangkan  ligninnya  (delignisasi);  (3)  diarangkan  biasa,  tidak  diaktivasi;    (4) diarangkan biasa, diaktivasi;   (5) dibakar 400 °C, tidak diaktivasi;    (6) dibakar 400 °C, diaktivasi;  (7)  dibakar  600  °C,  tidak  diaktivasi;  dan  (8)  dibakar  600  °C,  diaktivasi.  Proses adsorpsi dilakukan dengan mengkontakkkan minyak goreng bekas dan adsorben pada suhu 75°C selama 30 menit, kemudian minyak disaring dan diamati perubahan kadar FFA, PV, dan warna yang terjadi. Hasil penelitian menunjukkan  bahwa sabut dan tempurung kelapa pada berbagai  metode  perlakuan  awal  dapat  mengurangi  kadar  FFA,  PV,  dan  warna  minyak goreng  bekas.  Metode  perlakuan  awal  terbaik  untuk  memperbaiki  kualitas  minyak  jelantah adalah  metode  tidak  diarangkan  dan  didelignisasi,  baik  untuk  bahan  baku  sabut  maupun tempurung kelapa. Sabut kelapa mempunyai kemampuan adsorpsi sedikit lebih baik daripada tempurung kelapa.Kata kunci : minyak goreng bekas, sabut kelapa, tempurung kelapa, adsorpsi
PENGARUH SUHU DAN WAKTU ADSORPSI TERHADAP SIFAT KIMIA-FISIKA MINYAK GORENG BEKAS HASIL PEMURNIAN MENGGUNAKAN ADSORBEN AMPAS PATI AREN DAN BENTONIT Lucia Hermawati Rahayu; Sari Purnavita
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 10, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v10i2.1058

Abstract

Penggunaan minyak goreng berulangkali pada temperatur tinggi akan menyebabkan mutu dan nilai gizi makanan yang digoreng menurun sehingga dapat berdampak buruk bagi kesehatan konsumen. Pemurnian minyak goreng bekas perlu dilakukan guna meningkatkan kualitasnya sehingga bisa digunakan kembali secara aman untuk mengolah makanan. Pemurnian minyak goreng bekas secara adsorbsi menggunakan bioadsorben ampas pati aren (APA) dan bentonit (B) pada berbagai variasi suhu dan waktu kontak telah dipelajari. Proses adsorpsi dilakukan dengan mengkontakkkan minyak goreng bekas dan campuran bioadsorben APA-Bentonit dengan rasio 1:1 pada variasi suhu 40°C , 70°C, 100°C, 150°C masing-masing selama 20, 40, 60, 80, dan 100 menit. Minyak setelah adsorbsi kemudian diamati perubahan bilangan asam (BA), bilangan peroksida (PV), dan kejernihan warnanya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penurunan BA, PV, dan intensitas warna minyak goreng bekas akibat perlakuan adsorbsi menggunakan bioadsorben ampas pati aren dan bentonit pada rasio 1:1 sangat nyata dipengaruhi oleh suhu dan waktu adsorbsi. Kondisi terbaik untuk menurunkan BA dan PV minyak goreng bekas adalah pada suhu 100°C selama 100 menit, yang mampu menurunkan BA sebesar 49,39 % dan PV sebesar75,76%. Sedangkan kondisi terbaik untuk menurunkan intensitas warna adalah pada suhu 150°C dengan waktu kontak 60 menit dengan besar penurunan intensitas warna mencapai 71,15%. Kata kunci : adsorbsi, ampas pati aren, bentonit, minyak goreng bekas
REKAYASA PROSES PRODUKSI ASAM LAKTAT DARI LIMBAH AMPAS PATI AREN SEBAGAI BAHAN BAKU POLI ASAM LAKTAT Sari Purnavita; Herman Yoseph Sriyana; Sri Hartini
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 10, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v10i1.957

Abstract

Proses  pembuatan  asam  laktat    dari  limbah  ampas  pati  aren diawali  dengan  perlakuan pendahuluan hingga diperoleh serbuk ampas pati aren.  Proses  selanjutnya adalah  hidrolisis selama 54  jam  dengan  penambahan  mikrobia  selulotik  dari  ekstrak rayap  sebanyak  40%. Hasil  hidrolisis  adalah  glukosa  dengan kadar  gula  reduksi  sebesar  31,99%.  Fermentasi glukosa  menjadi  asam  laktat  dilakukan  pada  suhu  30oC  dengan  penambahan  Lactobacillus casei sebanyak 10%, 20%, 30% dan waktu inkubasi 10 jam, 12 jam, 14 jam, 16 jam, 18 jam, 20  jam. Berdasarkan  uji  statistik  analisis  varian  disimpulkan  bahwa ada  beda  sangat  nyata antar  perlakuan  kombinasi  jumlah Lactobacillus  casei  dan  waktu  fermentasi.  Kadar  asam laktat tertinggi  diperoleh  pada  penambahan  Lactobacillus  casei sebanyak  30%  dan  waktu fermentasi 20 jam, yaitu sebesar 0,91 g/L.Kata kunci : asam laktat; rayap; lactobacillus casei;  limbah ampas pati aren