Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Operasional Dan Pemeliharaan Gedung Berdasarkan Tingkat Kerusakan Dan Anggaran Biaya Dengan Metode Activity Based Costing Analysis (ABC) anik ratnaningsih; Kiky wahyu firnanda; anita trisiana
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 13 No. 2 (2023): Volume 13 Nomor 2, September 2023
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v13i2.886

Abstract

Abstrak Bangunan yang digunakan untuk kepentingan umum, perawatan dan pemeliharaan merupakan salah satu persyaratan yang harus dipenuhi. Pemeliharaan gedung dilakukan guna mempertahankan fungsi dan kegunaan bangunan secara utuh, memperpanjang usia gedung, dan menekan laju kerusakan pada gedung sehingga menjadikan bangunan tersebut sebagai tempat yang baik, nyaman, dan aman bagi pengguna bangunan dalam beraktivitas setiap harinya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kerusakan, penyebab kerusakan serta estimasi biaya operasional dan pemeliharaan pada bangunan Gedung Laboratorium Terpadu Fakultas Kedokteran Universitas Jember. Metode yang digunakan untuk mengidentifikasi penyebab kerusakan menggunakan Fishbone Diagram dan metode Activity Based Costing untuk menghitung biaya perbaikan dan pemeliharaan. Metode Fishbone Diagram digunakan untuk mengetahui penyebab kerusakan pada bangunan sedangkan untuk mengetahui tingkat kerusakan dan jenis kerusakan pada bangunan dilakukan dengan observasi secara langsung di lapangan serta bantuan dari beberapa responden melalui kuisioner.  Kata kunci: Bangunan, kerusakan,  perasional, pemeliharaan  Abstract Buildings used for public purposes. Building maintenance is carried out in order to maintain the function and usability of the building as a whole, extend the life of the building, and reduce the rate of damage to the building so as to make the building a good, comfortable and safe place for building users in their daily activities. The purpose of this study was to determine the level of damage, causes of damage and estimated operational and maintenance costs in the Integrated Laboratory Building, Faculty of Medicine, University of Jember. The method used to identify the cause of the damage uses the Fishbone Diagram and the Activity Based Costing method to calculate repair and maintenance costs. The Fishbone Diagram method is used to determine the causes of damage to buildings while to determine the level of damage and type of damage to buildings is done by direct observation in the field and assistance from several respondents through questionnaires. Keywords: Building, damage, operational, maintenance
Analisis Akar Penyebab Risiko K3 Pelaksanaan Pekerjaan Abutment dan Pemasangan Girder Metode Fault Tree Analysis (FTA) Proyek Tol Solo - NYIA Kulon Progo anik ratnaningsih; Balqis Sajidah Salim; Syamsul Arifin
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 14 No. 1 (2024): Volume 14 Nomor 1, Maret 2024
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v14i1.1078

Abstract

Abstrak Jalan Tol Solo-NYIA Kulon Progo menjadi proyek utama pembangunan Indonesia yang memiliki komponen seperti girder, abutment, dan sebagainya. Menurut data BPJS ketenagakerjaan terhitung sejak 2020 hingga 2022 terjadi peningkatan pada kecelakaan kerja. Sehingga perlu adanya evaluasi penerapan K3 dan faktor risiko terjadi. Metode yang digunakan adalah Fault Tree Analysis untuk mendapatkan akar penyebab dari risiko tersebut. Hasil analisis Fault Tree Analysis (FTA) didapatkan risiko dominan pada pekerjaan Abutment yaitu jalanan berdebu, tertusuk besi beton, dan terjatuh dari ketinggian. Risiko dominan pada pemasangan girder didapatkan hasil PCL girder terguling/terjatuh, Iritasi mata, dan Trailer terperosok. Akar penyebab risiko dari pekerjaan abutment dan pemasangan girder disebabkan dari beberapa faktor yaitu faktor manusia, faktor manajemen, faktor teknis dan faktor lingkungan. Respon risiko diantaranya selalu berhati hati dalam bekerja, melakukan pergantian shift pekerja, menggunakan APD lengkap, melakukan toolbox meeting, mengadakan safety induction dan safety talk, melakukan inspeksi alat, serta operator sebelum memulai pekerjaan, dan menerapkan SOP yang benar. Kata kunci: Kecelakaan kerja, Faul Tree Analysis, Manajemen Risiko,   Abstract Toll roads are the main projects of Indonesia's development that have components such as girders, abutments, etc. According to BPJS data, from 2020 to 2022 there has been an increase in work accidents. So it is necessary to evaluate the application of Occupational Health and Safety (OHS) and risk factors. The method used is Fault Tree Analysis to obtain the root cause of the risk. The results of the Fault Tree Analysis (FTA) analysis found the dominant risk in Abutment work, dusty roads, punctured by concrete iron, and falls from a height. The dominant risk in girder installation is obtained from PCL girder rollover/fall, eye irritation, and trailer mired. The root cause of risk from abutment work and girder installation is caused by several factors, there are human factors, management factors, technical factors and environmental factors. Risk responses include always being careful at work, changing worker shifts, using full PPE, conducting toolbox meetings, holding safety induction and safety talks, inspecting equipment, and operators before work, and implementing the correct operating procedures. Keywords: OHS, Risk management, Fault Tree Analysisis
Identifikasi Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kelaikan Fungsi Bangunan Gedung Terhadap Sertifikat Laik Fungsi Menggunakan Diagram Fishbone anik ratnaningsih; yoga mandala putra indarto; sri sukmawati
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 14 No. 2 (2024): Volume 14 Nomor 2, September 2024
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v14i2.1158

Abstract

Abstrak Keamanan bangunan menjadi aspek krusial demi menghindari kejadian kegagalan konstruksi. Pemerintah memberikan persyaratan administratif dan kelaikan teknis sesuai fungsi bangunan, salah satu persyaratan yang ditetapkan adalah Sertifikat Laik Fungsi (SLF). Pemerintah Jember akan menerapkan kewajiban pemeriksaan kelaikan fungsi bangunan gedung pelayanan publik. Namun, banyak pemilik atau pengelola bangunan masih banyak yang belum mengetahui pentingnya SLF. Berdasarkan hal tersebut maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kesiapan pengelola bangunan gedung pelayanan publik dalam menyambut penerapan SLF di Kota Jember. Metode diagram fishbone digunakan untuk mengidentifikasi faktor utama yang berpengaruh pada efektifitas dan berpengaruh pada kelaikan fungsi bangunan. Langkah-langkah penelitian meliputi studi literatur, pengumpulan data, analisis menggunakan pemodelan diagram fishbone, dan penyusunan rekomendasi peningkatan persyaratan kelaikan fungsi bangunan. Adapun hasil analisis menggunakan diagram fishbone dan brainstorming didapatkan hasil 21 variabel dominan dalam pengajuan persyaratan kelaikan fungsi bangunan dan beberapa upaya yang dapat dilakukan untuk peningkatan persyaratan kelaikan fungsi bangunan. Kata kunci: Sertifikat Laik Fungsi, Fishbone, Brainstorming, Pelayanan Publik, Green Building  Abstract Building safety becomes an important factor to avoid undesirable events. To address this, the government provides administrative and technical feasibility requirements according to the function of the building, which is the Certificate of Feasibility (SLF). Jember government will implement the obligation of inspecting the feasibility of public service buildings. Many building owners or managers still unaware of the importance of SLF. The fishbone diagram method is used to identify the main factors influencing the effectiveness and feasibility of building functions. Based on this, this research aims to determine the readiness level of public service building managers in welcoming the implementation of SLF in Jember City. The research include literature study, data collection, analysis using fishbone diagram modeling, and recommendations for improving building feasibility requirements. The analysis results there are 21 dominant variables in submitting building feasibility requirements and several efforts that can be made to improve the building feasibility requirements. Keywords: Certificate of Occupancy, Fishbone, Brainstorming, Public Service, Green Building
The Optimasi Penggunaan Besi Tulangan Menggunakan Cutting Optimization Pro pada Proyek Bangunan Gedung Anik Ratnaningsih; Alyssa Fatiha Rahma; Jojok Widodo Soetjipto
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 16 No. 1 (2026): Teras Jurnal
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v16i1.1313

Abstract

Abstrak   Waste material pada proyek konstruksi berdampak pada pemborosan biaya dan penurunan efisiensi pekerjaan. Salah satu sumber utama waste berasal dari penggunaan besi tulangan yang belum dioptimalkan dalam perhitungan kebutuhan dan pola pemotongan. Penelitian ini bertujuan mengoptimalkan penggunaan besi tulangan untuk mengurangi waste material pada pekerjaan pembesian menggunakan Software Cutting Optimization Pro (SCOP). Studi kasus dilakukan pada proyek Pembangunan Rusun Dosen Politeknik Pekerjaan Umum Kota Semarang. Data shop drawing dan bill of quantity (BoQ) dimodelkan menggunakan Building Information Modelling (BIM) untuk menghasilkan estimasi kebutuhan besi melalui Quantity Take Off (QTO). Data QTO selanjutnya dianalisis menggunakan SCOP untuk memperoleh pola pemotongan yang optimal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan SCOP mampu menurunkan persentase waste besi hingga di bawah 1% pada seluruh diameter tulangan. Waste terkecil terjadi pada tulangan D13 sebesar 0,053% dan terbesar pada tulangan D25 sebesar 0,76%, dengan penghematan biaya sebesar Rp 8.885.235,60.   Kata kunci: waste, optimasi, pembesian, gedung       Abstract   Waste material in construction projects leads to cost overruns and reduced work efficiency. One of the main sources of waste is the suboptimal use of reinforcing steel in quantity estimation and cutting patterns. This study aims to optimize the use of reinforcing steel to reduce material waste in reinforcement work using Software Cutting Optimization Pro (SCOP). A case study was conducted on the construction of the Lecturer Housing Project of Politeknik Pekerjaan Umum Kota Semarang. Shop drawings and bill of quantity (BoQ) data were modeled using Building Information Modelling (BIM) to generate reinforcement quantity estimates through the Quantity Take Off (QTO) process. The QTO data were then analyzed using SCOP to obtain optimal cutting patterns. The results show that the application of SCOP reduced rebar waste to below 1% for all analyzed diameters. The lowest waste occurred in D13 rebars at 0.053%, while the highest waste was found in D25 rebars at 0.76%, resulting in a cost saving of IDR 8,885,235.60.   Keywords: waste, optimization, reinforcement, building
Optimalisasi Waste Material Besi pada Proyek Pembangunan Struktur Atas Gedung Melalui Penerapan BIM oril dwi yuniar orillya putri; Jojok Widodo Soetjipto; Anik Ratnaningsih
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 16 No. 1 (2026): Teras Jurnal
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v16i1.1314

Abstract

Abstrak   Waste material konstruksi dapat memberikan dampak besar pada proyek pembangunan gedung, terutama pada inefisiensi anggaran proyek dan penurunan kinerja proyek. Faktor penyebab timbulnya waste adalah kurangnya optimalisasi dalam pemakaian besi tulangan karena perencanaan volume dan pola pemotongan yang kurang tepat. Artikel ini mengambil studi kasus pada proyek pembangunan Waron Hospital Women & Children’s Specialist Surabaya. Tujuan artikel ini untuk mengoptimalkan pola potongan besi menggunakan metode Software Cutting Optimization Pro (SCOP) guna mendapatkan pola potongan besi paling optimal untuk mengurangi waste material. Data yang digunakan berupa shop drawing dan bill of quantity. Pemodelan berbasis Building Information Modelling (BIM) menggunakan Software Revit untuk visualisasi 3D, dengan output yang tercapai berupa Quantity Take Off (QTO). Dilanjut dengan menganalisis data QTO menggunakan SCOP untuk menghasilkan pola potongan besi paling optimal. Hasil dari penelitian Berdasarkan hasil analisis waste material besi pada pekerjaan struktur balok plat, dan kolom didapatkan waste terkecil pada pekerjaan kolom sebesar 0,15%, dilanjut dengan pekerjaan plat sebesar 0,22%, dan yang tertinggi pada pekerjaan balok sebesar 0,34%. Hasil optimasi pola potongan ini dapat menghemat biaya sebesar Rp15.426.435,96.   Kata kunci: BIM, waste, optimasi, besi, gedung, SCOP     Abstract   Construction waste can have a significant impact on building construction projects, particularly in terms of project budget inefficiency and reduced project performance. The cause of waste is the lack of optimization in the use of reinforcing steel due to improper planning of volume and cutting patterns. This article takes a case study of the Waron Hospital Women & Children’s Specialist Surabaya construction project. The objective of this article is to optimize steel cutting patterns using the Software Cutting Optimization Pro (SCOP) method to achieve the most optimal steel cutting patterns and reduce waste material. The data used includes shop drawings and bills of quantity. Building Information Modeling (BIM)-based modeling was conducted using Revit software for 3D visualization, with the output being a Quantity Take Off (QTO). The QTO data was then analyzed using SCOP to generate the most optimal steel cutting patterns The results of this article show that the lowest waste was found in column work at 0.15%, followed by plate work at 0.22%, while the highest waste was in beam work at 0.34%. This optimization of steel cutting patterns can save costs amounting to Rp15.426.435,96.   Keywords: BIM, waste, optimization, reinforcement, building, SCOP
Minimalisasi Waste Material Pembesian Pada Pekerjaan Struktur Bawah Jembatan Menggunakan Building Information Modeling (BIM) Fefila Belva Gantari1; Anik Ratnaningsih
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 16 No. 1 (2026): Teras Jurnal
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v16i1.1349

Abstract

Abstrak   Proyek konstruksi sering menghasilkan waste material, yaitu material sisa yang tidak dapat langsung digunakan kembali tanpa perlakuan tambahan. Dari berbagai jenis material, besi tulangan sering menghasilkan sisa dalam jumlah yang cukup besar, hal ini disebabkan karena perubahan desain, kesalahan perencanaan, dan pemotongan yang tidak optimal. Untuk meminimalisasi waste tersebut, dilakukan optimasi penggunaan tulangan melalui pemodelan pada Autodesk Revit untuk menghasilkan rebar schedule, yang kemudian diolah menggunakan Cutting Optimization Pro untuk menentukan pola pemotongan paling efisien. Penelitian ini difokuskan pada pekerjaan struktur bawah Jembatan No.8 Proyek Jalan Tol Akses Patimban Paket 1. Hasil dari penelitian yaitu, waste material dapat ditekan hingga 3,55%, dengan rincian D13 sebesar 0%, D16 sebesar 0,46%, D19 sebesar 1,01%, dan D32 sebesar 2,08%. Total waste cost mencapai Rp138.364.599,96, dengan D32 sebagai penyumbang biaya terbesar. Pengelolaan sisa material dilakukan melalui strategi recycle dan salvage untuk mendukung efisiensi serta keberlanjutan konstruksi.   Kata kunci: waste material, besi tulangan, minimalisasi, waste cost       Abstract   Construction projects often generate waste material, which refers to leftover materials that cannot be reused without additional processing. Among various materials used, reinforcing steel (rebar) often produces a significant amount of waste due to design changes, planning errors, and suboptimal cutting processes. To minimize this waste, rebar usage is optimized through modeling in Autodesk Revit to produce a rebar schedule, which is then processed using Cutting Optimization Pro to determine the most efficient cutting pattern. This study focuses on the Substructure Work of Bridge No. 8 in the Patimban Access Toll Road Project Package 1. The results show that waste material can be reduced to 3.55%, with waste percentages of 0% for D13, 0.46% for D16, 1.01% for D19, and 2.08% for D32. The total waste cost reached Rp138,364,599.96, with D32 contributing the highest cost. Waste management was carried out through recycling and salvage strategies to support efficiency and construction sustainability.   Keywords: waste material, reinforcing steel, minimization, waste cost