Penelitian ini mengkaji integrasi Artificial Intelligence (AI) dalam praktik historiografi audio-visual melalui studi kasus peristiwa Perang Kuning di Lasem abad XVIII. Transformasi historiografi dari bentuk tekstual ke visual berbasis teknologi mencerminkan dinamika baru dalam produksi pengetahuan sejarah, khususnya melalui visualisasi narasi sejarah yang imersif. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif-deskriptif dengan pendekatan studi pustaka dan pengembangan media berbasis AI melalui aplikasi Invideo.io. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknologi AI mampu menghasilkan media historiografi yang lebih interaktif, kontekstual, dan komunikatif. Namun demikian, potensi bias algoritmik, keterbatasan sumber visual arsip, serta risiko anakronisme menjadi tantangan serius dalam akurasi narasi sejarah. Studi ini menekankan pentingnya keterlibatan aktif sejarawan dalam validasi konten dan pemaknaan historis agar historiografi visual tidak terjebak dalam estetika yang menyesatkan. Integrasi AI dalam historiografi bukan hanya soal efisiensi, tetapi juga menyangkut etika dan epistemologi dalam menyampaikan sejarah. Oleh karena itu, inovasi digital dalam historiografi memerlukan prinsip metodologis yang ketat untuk menjaga keotentikan dan objektivitas rekonstruksi sejarah.