Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Is print dying? A critical analysis of the digital convergence of West Java media from a postmodern perspective Astuti, Dyah Rahmi; Muchtar, Khoiruddin; Muhaemin, Enjang Muhaemin; Maarif, Abdul Azis; Wahab, Encep Dul
Bricolage : Jurnal Magister Ilmu Komunikasi Vol 11, No 2 (2025): Vol 11, No 2 (2025): Accredited by Kemenristekdikti RI SK No.152/E/KPT/2023
Publisher : Universitas Bunda Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30813/bricolage.v11i2.8382

Abstract

This study aims to explore how local print media in West Java maintain their business existence amidst the competition in the media industry and the development of the digital era. This study uses a case study method with data collection techniques of interviews with local media editors-in-chief, observations of print media activities, and documentation studies of documents related to print media activities in maintaining their business. The influence of the digital era on print media business patterns has forced mass media to transform in order to continue to exist. This study found several important points related to local print media in West Java, namely: having closeness to the regional and city or provincial governments of West Java so that when there is a grant from the government, they always receive it; print media has long been a government partner for advertising and publication of government activities; Advertising costs in print media are more affordable compared to national print media, plus the closeness of local print media to the people of West Java and social media facilities that local print media already have that can be utilized by the government for additional advertising and publication, and there are still loyal readers of local print media. Local print media leaders have additional tasks to develop media businesses. 
Scroll and Shop: Exploring Online Shopping Culture in the Digital Media Era Muchtar, Khoiruddin; Nurhasanah, Nunung; Fakhruroji, Moch
Profetik: Jurnal Komunikasi Vol. 17 No. 1 (2024): Vol. 17 No. 1 (2024)
Publisher : Faculty of Social Sciences and Humanities Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/1d5r2t56

Abstract

The purpose of this paper is to describe the phenomenon of widespread use of online shopping platforms, which is framed as consumption behavior in media culture. The phenomenological method was used in this study, which involved four informants who were interviewed in-depth about their experiences with online shopping platforms. According to the studies, even though informants could use online shopping applications, some still saw it as an alternative to traditional shopping practices. In contrast, others indicated that online shopping had become their daily behavior. Additionally, the study highlights that although informants recognize the benefits and convenience of online shopping, they are also aware of its drawbacks. This awareness underscores the need for consumers to be cognizant of the risks associated with online shopping activities. As online shopping becomes increasingly popular, it remains essential to carefully consider its advantages and disadvantages to avoid potential problems. Overall, the study provides insights into how online shopping is perceived and utilized, emphasizing the importance of balancing its benefits with the awareness of its inherent risks.
Public Relations Campaign Strategy for The Covid 19 Vaccine by The Government of West Java Muchtar, Khoiruddin; Rustandi, Dudi; Bahrudin, Bahrudin; Mubarok, Ridwan
Communicatus: Jurnal Ilmu komunikasi Vol. 6 No. 2. December (2022): Communicatus: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Gunung Djati Bandung Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/cjik.v6i2.22367

Abstract

The government carries out a covid19 campaign by communicating continuously to the public. Communication is carried out within a certaiperiodme, so the community is motivated to participate in the program. This research aims to understand the West Java provincial government's public relations campaign strategy in the Covid-1919 Vaccination Campaign, which consists of planning, implementation, and evaluation. The research method uses a qualitative case study approach. Based on research results, the public relations campaign strategy carried out by the West Java government was carried out through several things, namely planning, implementation and evaluation. Planning consists of message planning, media planning, and time planning. The implementation consists of outreach, use of state media, and involvement of the Jabar Saber HoaxAt the same time, and the evaluation is done by looking at the campaign's success. Its significance lies in the use of public relations campaign strategies. Meanwhile, the limitations are that the Public Relations campaign strategy is relatively common, so it has little uniqueness. Combining conventional and digital approaches in public relations campaigns must be more comprehensive
KOMUNIKASI ANTAR BUDAYA DALAM PERSPEKTIF ANTROPOLOGI Muchtar, Khoiruddin; Koswara, Iwan; Setiaman, Agus
Manajemen Komunikasi Vol 1, No 1 (2016): Jurnal Manajemen Komunikasi Vol. 1 No.1 Otober 2016
Publisher : Faculty of Communication Sciences Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (268.375 KB) | DOI: 10.24198/jmk.v1i1.10064

Abstract

  Kunci komunikasi yang efektif antar budaya adalah pengetahuan. Hal utama yaitu penting bahwa orang-orang memahami permasalahan yang potensial dari komunikasi antar budaya, dan membuat suatu usaha yang sungguh-sungguh untuk mengatasi permasalahan ini. Dan yang kedua adalah penting untuk berasumsi bahwa sebuah usaha tidak akan selalu sukses, dan melakukan penyesuaian terhadap usaha tersebut dengan perilaku yang sewajarnya.Sebagai contoh, seseorang perlu selalu berasumsi bahwa ada kemungkinan penting mengenai perbedaan budaya akan menyebabkan permasalahan komunikasi, akan wajar dan layak dimaklumi, dan bukannya menjadi agresif dan bermusuhan, jika permasalahan berkembang. Sering kesalahan menafsir adalah sumber masalah. Maka dalam mengatasi konflik yang sedang memanas adalah untuk berhenti, mendengarkan, dan berpikir. Ini juga membantu dalam komunikasi lintas budaya.Mendengarkan secara aktif kadang dapat digunakan untuk memeriksa out–by berulang yang didengar, seseorang dapat mengkonfirmasikan bahwa seseorang memahami komunikasi tersebut dengan teliti. Jika kata-kata digunakan berbeda antar bahasa atau kelompok budaya mendengarkan aktif dapat mengabaikan kesalahpahaman Para perantara yang terbiasa dengan kultur keduanya dapat menolong situasi komunikasi antar budaya. Mereka dapat menterjemahkan kedua unsur dan cara dari apa yang dikatakan.Sebagai contoh, mereka dapat berbicara lebih pelan pada statemen kuat yang akan dipertimbangkan sesuai kultur yang satu tetapi tidak pada kultur yang lain, sebelum mereka diberikan kepada orang-orang dari kultur yang tidak berbicara bersama-sama dalam suatu cara yang kuat. Mereka dapat juga melakukan penyesuaian pemilihan waktu mengenai apa yang dikatakan dan yang dilaksanakan.Namun kadang-kadang para perantara dapat membuat komunikasi menjadi lebih sulit lagi. Jika perantara memiliki kultur atau kebangsaan yang sama dengan salah satu dari pembantah, tetapi yang lain tidak, ini akan memberikan penampilan yang menyimpang, bahkan ketika tidak ada yang ada. Bahkan ketika penyimpangan tidak diharapkan, adalah umum bagi perantara untuk lebih yang mendukung atau lebih memahamkan orang yang dari kulturnya, karena dia memahami orang tersebut dengan lebih baik. Namun ketika penengah dari sepertiga kelompok budaya, potensi untuk kesalah pahaman antar budaya meningkat lebih lanjut. Dalam hal ini sangat sesuai jika mulai bekerja ekstra tentang proses dan cara menyelesaikan diskusi, seperti waktu ekstra untuk menetapkan dan mengkonfirmasi ulang pemahaman pada tiap-tiap langkah dalam dialog atau proses negosiasi.
Public Relations Politik Partai Keadilan Sejahtera dalam Pemilukada Jawa Barat Muchtar, Khoiruddin; Aliyudin, Aliyudin
Communicatus: Jurnal Ilmu komunikasi Vol. 3 No. 1. June (2019): Communicatus: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Gunung Djati Bandung Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/cjik.v3i1.5047

Abstract

The research aims to obtain an overview of the media relations of the Prosperous Justice Party in building party image, determining strategies in maintaining positive relations with the media, and utilizing social media in forming the opinions of candidates for governor of West Java in 2018. Research uses constructivist paradigms, qualitative approaches and case study methods . The results of the study show that, political public relations within the Prosperous Justice Party are carried out by building togetherness and consolidation as well as cadre formation in a family and equality manner. Communication within the Prosperous Justice Party began to be addressed and conditioned, especially the spread of information within the PKS. PKS external communication is carried out by building a positive image of the party, building coalitions with other parties, and socializing the characteristics of West Java governor candidates so that they can be accepted by the community. The imaging strategy carried out by the Prosperous Justice Party in the media is done by building good relationships with the media and utilizing social media appropriately as well as utilizing E-mail, blogs, social media or Twitter. PKS vote acquisition as runner-up in 2018 West Java Pilgub shows, the existence of PKS as a party that is quite trusted and calculated.Penelitian bertujuan untuk memperoleh gambaran tentang media relations Partai Keadilan Sejahtera dalam membangun citra partai, menentukan strategi dalam memelihara hubungan positif dengan media, serta pemanfaatan media sosial dalam membentuk opini calon gubernur Jawa Barat Tahun 2018. Penelitian menggunakan paradigm konstruktivis, pendekatan kualitatif dan metode studi kasus. Hasil penelitian menunjukan bahwa, Public relation politik di internal Partai Keadilan Sejahtera dilakukan dengan membangun kebersamaan dan konsolidasi sekaligus dengan pembinaan kader secara kekeluargaan dan kesetaraan. Komunikasi internal PKS mulai dibenahi dan dikondisikan, terutama dalam penyebaaran informasi di internal PKS. Komunikasi eksternal PKS dilakukan dengan membangun citra positip partai, membangun koalisi dengan partai lain, dan mensosialisasikan karakteristik calon gubernur Jawa Barat sehingga bisa diterima oleh masyarakat. Strategi pencitraan yang dilakukan oleh Partai Keadilan Sejahtera di media dilakukan dengan cara membangun hubungan yang baik dengan media dan memanfaatkan media social secara tepat seperti halnya pemanfaatan E-mail, blog, media sosial ataupun Twitter. Perolehan suara PKS sebagai runner up Pilgub Jabar 2018 menunjukan, eksistensi PKS sebagai partai yang cukup dipercaya dan diperhitungkan.