Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search
Journal : Potensio

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KETIDAKMAMPUAN PENGEMBALIAN PINJAMAN (STUDI KASUS USAHA BORDIR SEDAN REMBANG) Damayanti, Damayanti; Mudzakir, Mudzakir
Potensio Vol 11, No 1 (2009): Potensio
Publisher : STIE YPPI Rembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan yaitu: untuk mengetahui apakah mis management, penggunaan kredit yang tidak sesuai, analisis kredit yang tidak akurat, nasabah memberidata yang fiktif dan kurangnya pengawasan dari pemberi kredit dapat berpengaruh terhadap ketidakmampuan pengembalian pinjaman pengusaha bordir Sedan Rembang.Selain itu ada tujuan lain yaitu untuk mengetahui faktor paling dominan yang mempengaruhi ketidakmampuan pembayaran pinjaman pengusaha bordir Sedan Rembang.Metode Pengumpulan data yang dilakukan adalah dengan metode daftar pertanyaan kuesioner yang berupa angket. Selain itu juga dilakukan dengan observasi dan dokumentasi. Teknik analisis yang dilakukan adalah dengan uji regresi linier berganda dan uji Dominan.Hasil penelitian ini adalah ternyata tidak terdapat pengaruh mis management terhadap ketidakmampuan pengembalianpinjaman pengusaha bordir, terdapat pengaruh penggunaan kredit yang tidak sesuai, analisis kredit yang tidak akurat,nasabah yang memberi data fiktif, dan kurangnya pengawasan dari pemberi kredit terhadap ketidakmampuan pengembalian pinjaman pengusaha bordir. Faktor dominanyang berpengaruh terhadap ketidakmampuan pengembalian pinjaman pengusaha bordir.adalah kurangnya pengawasan dari pemberi kredit.Kata Kunci: mis management, penggunaan kredit, analisis kredit, data fiktif nasabah dan pengawasan
PERAN PERGURUAN TINGGI DALAM IKUT MENGATASI PENGANGGURAN TERDIDIK Mudzakir, Mudzakir
Potensio Vol 19
Publisher : STIE YPPI Rembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Unemployment (including unemployment educated) give a negative impact to the community and economy of the State. So that negative impacts do not occur, then the necessary action to resolve them. Many government policies have been published and one of them is the implementation of Concept Based Curriculum in college. Institutions of higher education as an operator in the implementation of Competency Based Curriculum. But it is still a bit that has done it. Among those who turned out to be not implemented fully. A limited resource constraints. So the government gives grants based Curriculum Competition began in 2013. If the Competency-Based Curriculum concept can be implemented in full and by all higher education institutions in Indonesia, the increase in the number of educated unemployed can be resolved. Therefore, implementation of the concept of curriculum-based curriculum in higher education institutions is a form of concrete role of higher education in addressing the increasing number of educated unemployment is very important. Keywords: Unemployment, Competency-Based Curriculum, Higher Education
KEBUTUHAN YANG BERKEMBANG DAN KETERBATASAN SUMBERDAYA PADA PRODUK JASA PENDIDIKAN mudzakir, mudzakir
potensio Vol 18, No 02 (2013): Volume 18 Nomor 2 Januari 2013
Publisher : potensio

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Human needs are always evolving with the development of the environment occurs. While having limited resources to meet and keep up with the kebutuhaan. Education as a service products face the same problem, namely the growing educational needs and limited educational resources. Therefore, education implemented by adhering to the principles of economics, namely: (1) maximizing results -oriented process and minimization of risk, (2) efficiency, and (3) using economic calculation. Economic Education educational disciplines apply economic principles to analyze educational activities. Limited resources and even a relative scarcity implies that every resource use requires a careful choice of a limited group of possible choices. There are two kinds of approaches in the efficiency level of education, namely: (1) management approach, and (2) the economic approach. One unit of education can achieve efficiency in its implementation (based on a manager's educational achievement) consisting of (1) cost effectiveness (cost-effectiveness), and (2) external efficiency (cost benefit or cost benefit). Keywords: Needs, Resources, Efficiency
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KETIDAKMAMPUAN PENGEMBALIAN PINJAMAN (STUDI KASUS USAHA BORDIR SEDAN REMBANG) Damayanti, Damayanti; Mudzakir, Mudzakir
potensio Vol 11, No 01 (2009): Volume 11 Nomor 1 Juli 2009
Publisher : potensio

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan yaitu: untukmengetahui apakah mis management,penggunaan kredit yang tidak sesuai, analisiskredit yang tidak akurat, nasabah memberidata yang fiktif dan kurangnya pengawasandari pemberi kredit dapat berpengaruhterhadap ketidakmampuan pengembalianpinjaman pengusaha bordir Sedan Rembang.Selain itu ada tujuan lain yaitu untukmengetahui faktor paling dominan yangmempengaruhi ketidakmampuan pembayaranpinjaman pengusaha bordir SedanRembang.Metode Pengumpulan data yang dilakukanadalah dengan metode daftar pertanyaankuesioner yang berupa angket. Selain itu jugadilakukan dengan observasi dandokumentasi. Teknik analisis yang dilakukanadalah dengan uji regresi linier berganda danuji Dominan.Hasil penelitian ini adalah ternyata tidakterdapat pengaruh mis managementterhadap ketidakmampuan pengembalianpinjaman pengusaha bordir, terdapatpengaruh penggunaan kredit yang tidaksesuai, analisis kredit yang tidak akurat,nasabah yang memberi data fiktif, dankurangnya pengawasan dari pemberi kreditterhadap ketidakmampuan pengembalianpinjaman pengusaha bordir. Faktor dominanyang berpengaruh terhadap ketidakmampuanpengembalian pinjaman pengusahabordir.adalah kurangnya pengawasan daripemberi kredit.Kata Kunci: mis management, penggunaankredit, analisis kredit, data fiktif nasabah danpengawasan*/**Dosen Tetap STIEYPPI Rembang
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KETIDAKMAMPUAN PENGAMBILAN PINJAMAN (STUDI KASUS USAHA BORDIR SEDAN REMBANG) Damayanti, Damayanti; Mudzakir, Mudzakir
potensio Vol 11, No 01 (2009): Volume 11 Nomor 1 Juli 2009
Publisher : potensio

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan yaitu: untuk mengetahui apakah mis management, penggunaan kredit yang tidak sesuai, analisis kredit yang tidak akurat, nasabah memberi data yang fiktif dan kurangnya pengawasan dari pemberi kredit dapat berpengaruh terhadap ketidakmamuan pengembalian pinjaman pengusaha bordir Sedan Rembang. Selain itu ada tujuan lain yaitu untuk mengetaui faktor paling dominan yang mempengarui ketidakmampuan pembayaran pinjaman pengusaha bordire Sedan Rembang. Metode pengumpulan data yang dilakukan adalah dengan metode daftar pertanyaaan kuesioner yang berupa angket. Selain itu juga dilakukan dengan observasi dan dokumentasi. Teknik analisis yang dilakukan adalah dengan uji regresi linier berganda dan uji DominanHasil penelitian adalah ternyata tidak terdapat pengaruh mis management terhadap ketidakmampuan pengembalian pinjaman pengusaha bordir, terhadap pengaruh penggunaan kredit yang tidak sesuai, analisis kredit yang tidak akurat nasabah yang memberi data fiktif, dan kurangnya pengawasan dari pemberi kredit terhadap ketidakmampuan pengembalian pinjaman pengusaha bordir. Faktor dominan yang berpengaruh terhadap ketidakmampuan pengembalian pinjaman pengusaha bordir adalah kurangnya pengawasan dari pemberi kredit. Kata Kunci: mis management, penggunaan kredit, analisis kredit, data fiktif nasabah dan pengawasan
ANALISIS KEPEMIMPINAN KUALITAS PADA PENDIDIKAN TINGGI Mudzakir, Mudzakir
potensio Vol 17, No 01 (2012): Volume 17 Nomor 1 Juli 2012
Publisher : potensio

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Leadership quality in higher education is a leader who has a qualification that is able to perform both quality management and quality as a measure of success. In his leadership must be able to perform all the functions of leadership. Leaders who implement TQM programs in higher education should be able to create a quality culture that encourages all members to satisfy the customers. Benchmarking is the best practice for quality improvement in higher education. The success in the application of benchmarking depends of the ability of higher education organization leaders. Quality leadership depends on its ability to adopt the five stages and strategies. basic instruments of quality improvement using the theory of The Basic Quality Improvement Tools which includes ten instruments/Keywords: Leadership Quality, TQM, Benchmarking
ALTERNATIF PEMBINAAN PEDAGANG KAKILIMA STUDI KASUS JALAN PROTOKOL DI KOTAMADIA YOGYAKARTA Mudzakir, Mudzakir
potensio Vol 9, No 01 (2008): Volume 09 Nomor 1 Juli 2008
Publisher : potensio

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota sebagai pusat pertumbuhan ekonomi menjadi faktorpenarik terjadinya arus urbanisasi. Pertumbuhan pendudukalamiah dan pesatnya arus urbanisasi tidak diimbangidengan pertumbuhan lapangan kerja, maka pencari kerja larike sektor informal dan diantaranya memilih menjadipedagang kaki lima. Kehadiran sektor informal dianggapmengganggu, namun kenyataannya dapat memberikankontribusi bagi pembangunan. Karena itu, diperlukanperhatian, bantuan, dan pembinaan dari berbagai pihak agardapat melakukan pembinaan. Tujuan penelitian ini adalahuntuk menguji: 1) perbedaan pengembangan usahaberdasarkan perbedaan tingkat pendidikan, dan 2) perbedaantingkat kedisiplinan di dalam mematuhi peraturan berdasarkanperbedaan tingkat pendidikan pedagang kaki lima. Hasilpenelitian menunjukkan bahwa: 1) ada perbedaan yangsignifikan tentang upaya pengembangan usaha didasarkanpada perbedaan tingkat pendidikan, dan 2) ada perbedaanyang signifikan tentang tingkat kedisiplinan merekadidasarkan pada perbedaan tingkat pendidikan.Kata Kunci : Pedagang Kakilima, Kotamadia Yogyakarta
PERAN PERGURUAN TINGGI DALAM IKUT MENGATASI PENGANGGURAN TERDIDIK mudzakir, mudzakir
potensio Vol 19, No 01 (2013): Volume 19 Nomor 1 Juli 2013
Publisher : potensio

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractUnemployment (including unemployment educated) give a negative impact to the community and economy of the State. So that negative impacts do not occur, then the necessary action to resolve them. Many government policies have been published and one of them is the implementation of Concept Based Curriculum in college. Institutions of higher education as an operator in the implementation of Competency Based Curriculum. But it is still a bit that has done it. Among those who turned out to be not implemented fully. A limited resource constraints. So the government gives grants based Curriculum Competition began in 2013. If the Competency-Based Curriculum concept can be implemented in full and by all higher education institutions in Indonesia, the increase in the number of educated unemployed can be resolved. Therefore, implementation of the concept of curriculum-based curriculum in higher education institutions is a form of concrete role of higher education in addressing the increasing number of educated unemployment is very important. Keywords: Unemployment, Competency-Based Curriculum, Higher Education