Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search
Journal : SainETIn

Analisis Pengaruh Pembebanan Terhadap Torka Motor Induksi Tiga Phasa Pada PLTU Tenayan Raya Wahid Syawaluddin; Atmam; Zulfahri
SainETIn : Jurnal Sains, Energi, Teknologi, dan Industri Vol. 3 No. 1 (2018): SainETIn
Publisher : Teknik Elektro Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/sainetin.v3i1.3004

Abstract

Motor induksi tiga phasa merupakan jenis motor yang paling sering digunakan di industri. Hal ini dikarenakan motor induksi memiliki beberapa kontruksi peralatan yang sederhana dan biaya perawatannya yang relatif rendah. Besarnya beban yang dapat di suplai oleh motor tergantung dengan besarnya torka mekanik yang dihasilkan. Pada tugas akhir ini dibahas tentang motor induksi tiga phasa sebagai mobile crusher. Penelitian ini dilakukan pada motor induksi tiga phasa sebagai mobile crusher untuk penghancur batubara menjadi bongkahan yang lebih kecil yang memerlukan torka yang besar saat beroperasi. Namun saat motor induksi beroperasi terjadi trip. Sehingga motor induksi tidak beroperasi, dimana arus yang terukur sebesar 95 Amper. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh torka motor induksi pada arus motor induksi 18,8 Amper, daya input 156,3 kW, sebesar 1.990,22 N.m dan torka pada saat arus 95 Amper, daya input 789,8 kW, sebesar 10.056,97 N.m. Kata kunci : Arus, daya, torka motor induksi.
Analisis Pengaruh Perubahan Besaran Kapasitor Terhadap Arus Start Motor Induksi Satu Phasa Atmam .; Zulfahri .; Usaha Situmeang
SainETIn : Jurnal Sains, Energi, Teknologi, dan Industri Vol. 1 No. 1 (2016): SainETIn
Publisher : Teknik Elektro Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/sainetin.v1i1.164

Abstract

Penggunaan motor induksi jika dilihat dari sumber tegangannya, salah satunya adalah jenis motor induksi satu phasa. Motor induksi satu phasa dengan jenis motor kapasitor permanen atau disebut juga dengan motor kapasitor running banyak digunakan untuk keperluan rumah tangga sebagai penggerak pada pompa air, kipas angin dan lain sebagainya. Motor induksi satu phasa tidak dapat start sendiri untuk start awal. Untuk itu motor induksi satu phasa dilengkapi dengan sebuah kumparan bantu yang terhubung seri dengan kapasitor yang besaran kapasitornya sesuai untuk starting motor induksi satu phasa. Apabila kapasitor yang digunakan, besaran kapasitornya tidak sesuai atau kapasitor mengalami kerusakan maka akan mengakibatkan arus start tinggi dan motor akan mengalami gangguan bahkan kerusakan. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian untuk menganalisa perubahan besaran kapasitor terhadap arus start motor induksi satu phasa kondisi tanpa beban atau beban nol. Dari penelitian ini diperoleh arus start motor induksi satu phasa dengan kapasitor 8 µF sebesar 3,83 Amper, kapasitor 20 µF sebesar 3,71 Amper dan kapasitor 100 µF sebesar 6,06 Amper. Arus nominal dari motor induksi satu phasa, untuk kapasitor 8 µF adalah 1,06 Amper, kapasitor 20 µF, arus nominalnya sebesar 1,98 Amper dan kapasitor 100 µF, arus nominal sebesar 5,6 Amper, maka perubahan besaran kapasitor akan mengakibatkan arus nominal semakin besar, sehingga besaran kapasitor yang tepat adalah sebesar kapasitor 8 µF untuk motor induksi satu phasa.
ANALISIS PENGGUNAAN ENERGI LISTRIK PADA MOTOR INDUKSI SATU PHASA DENGAN MENGGUNAKAN INVERTER Atmam .; Elvira Zondra; Zulfahri .
SainETIn : Jurnal Sains, Energi, Teknologi, dan Industri Vol. 1 No. 2 (2017): SainETIn
Publisher : Teknik Elektro Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/sainetin.v1i2.207

Abstract

Motor induksi satu phasa sering digunakan sebagai penggerak pada peralatan dengan kecepatan penuh atau kecepatan yang relatif konstan. Konsumsi daya pada motor induksi dengan kecepatan konstan lebih besar dan hal tersebut dapat menyebabkan pemborosan energi listrik. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, maka dibutuhkan suatu cara untuk menghemat energi listrik, khususnya dalam pengoperasian motor listrik. Salah satu upaya untuk menghemat pemakaian energi listrik pada pengoperasian motor induksi adalah dengan menggunakan konverter daya berupa inverter. Dari hasil penelitian ini diperoleh daya motor induksi dioperasikan tanpa menggunakan inverter sebesar 0,610 kW dengan energi listrik sebesar 0,603 kWH dan motor induksi menggunakan inverter diperoleh daya sebesar 0,376 kW dengan energi listrik sebesar 0,396 kWh. Perbandingan penggunaan energi listrik motor induksi satu phasa menggunakan inverter lebih rendah sebesar 0,207 kWh dibandingkan tanpa inverter dengan penghematan energi listrik sebesar 34,32% atau sebesar Rp. 8.395,92 dalam satu bulan.
Analisis Penggunaan Energi Listrik Motor Induksi Tiga Phasa Menggunakan Variable Speed Drive (VSD) Atmam; Abrar Tanjung; Zulfahri
SainETIn : Jurnal Sains, Energi, Teknologi, dan Industri Vol. 2 No. 2 (2018): SainETIn
Publisher : Teknik Elektro Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/sainetin.v2i2.1218

Abstract

Motor induksi tiga phasa banyak digunakan sebagai penggerak peralatan dengan kecepatan penuh atau relatif konstan. Konsumsi daya pada motor induksi dengan kecepatan konstan lebih besar, hal tersebut menyebabkan pemborosan energi listrik. Untuk mengatasi permasalahan tersebut dibutuhkan suatu cara untuk menghemat energi listrik. Salah satu cara untuk menghemat pemakaian energi listrik pada pengoperasian motor induksi tiga phasa adalah menggunakan Variable Speed Drive (VSD). Dari hasil penelitian ini diperoleh daya motor induksi tiga phasa bila dioperasikan tanpa menggunakan VSD sebesar 0,479 kW dengan energi listrik sebesar 0,479 kWH dan motor induksi menggunakan VSD sebesar 0,330 kW dengan energi listrik sebesar 0,330 kWh. Perbandingan penggunaan energi listrik motor induksi tiga phasa menggunakan VSD lebih rendah sebesar 0,149 kWh dibandingkan tanpa VSD dengan penghematan energi listrik sebesar 31,10% atau sebesar Rp. 6.043,44 dalam satu bulan. Kata Kunci : Motor induksi tiga phasa, variable speed drive, energi
STUDI PLTG UNIT 2 PUSAT LISTRIK BALAI PUNGUT SEBAGAI BLACK START SAAT KEHILANGAN TEGANGAN PADA SISTEM 150 KV Rendy Abdullah; Daniel Meliala; Zulfahri Zulfahri
SainETIn : Jurnal Sains, Energi, Teknologi, dan Industri Vol. 2 No. 1 (2017): SainETIn
Publisher : Teknik Elektro Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/sainetin.v2i1.1666

Abstract

Saat ini ketika terjadi blackout di sistem 150 kV Riau yang menjadi unit black start adalah PLTA Koto Panjang namun jika musim kemarau tiba maka dikhawatirkan elevasi air tidak memenuhi syarat batas minimum untuk melakukan start PLTA, hal ini tentu akan menjadi suatu masalah ketika terjadi blackout maka PLTA tidak bisa melakukan black start. Memaksimalkan PLTG Unit 2 Pusat Listrik Balai Pungut menjadi black start tentu akan menjadi nilai plus untuk sistem 150 kV Riau yang akan bisa melakukan pemulihan sendiri jika PLTA tidak bisa melakukan start. Sehingga perlu dilakukan sebuah studi untuk mendapatkan gambaran kontribusi PLTG Unit 2 dalam skema pemulihan sistem pasca blackout. Data yang diambil adalah data sekunder berupa data spefikasi generator, data sistem interkoneksi 150 kV Riau meliputi data single line diagram 150 kV, daya mampu pembangkit, data impedansi penghantar dan data load shedding. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PLTG Unit 2 mampu melakukan supply daya menuju pembangkit yang berada di Balai Pungut, Teluk Lembu dan Koto Panjang serta memulihkan beban sistem 10,74 MW. PLTA Koto Panjang mampu mampu melakukan supply daya menuju semua pembangkit yang berada dalam sistem interkoneksi Riau dan memulihkan beban sistem 84,22 MW. Dengan mengacu pada batas load shedding tahap awal 49,50 Hz setiap penambahan beban pada sistem, PLTG Unit 2 mampu menahan beban maksimal 3 MW dengan fluktuasi frekuensi yang dapat dipertahankan 49,51 Hz, PLTA Koto Panjang maksimal 7,3 MW dengan fluktuasi frekuensi yang dapat dipertahankan 49,515 Hz.
Studi Peralihan Daya Listrik dari PLN ke Generator Set (Genset) Ketika Terjadi Pemadaman dari PLN dengan Uninterruptible Power Supply (UPS) Pada Hotel Grand Elite Pekanbaru Nomon Muranto; Atmam; Zulfahri .
SainETIn : Jurnal Sains, Energi, Teknologi, dan Industri Vol. 3 No. 1 (2018): SainETIn
Publisher : Teknik Elektro Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/sainetin.v3i1.3026

Abstract

Hotel Grand Elite Pekanbaru mendapat suplai daya listrik dari PLN sebesar 1250 kVA dan mempunyai tiga buah unit Generator-set (Genset) kapasitas 500 kVA sebagai back-up suplai daya listrik apabila terjadinya pemadaman listrik dari PLN. Namun demikian penggunaan genset tersebut tidak dapat melayani beban secara cepat dimana hal ini disebabkan adanya kerusakan pada rangkaian Automatic Transfer Switch (ATS). Untuk itu diperlukan rancangan sistem suplai daya tak terputus yang dapat menyuplai beban, khususnya beban emergency dengan menggunakan Uninterruptible Power Supply (UPS). Dari hasil penelitian diperoleh total beban emergency Hotel Grand Elite Pekanbaru sebesar 125,779 kVA terdiri dari beban lift 32,670 kVA dan beban Elite Fitnes Center 67,952 kVA sehingga diperlukan kapasitas UPS sebesar 150 kVA. Penambahan suplai daya UPS sangat cocok karena disamping sebagai solusi akibat kurangnya daya listrik ketika terjadi pemadaman dari PLN dan juga dapat memback-up beban emergency pada Hotel Grand Elite Pekanbaru. Kata kunci : Generator-set, Uninterruptible Power Supply
Studi Kecepatan Putaran Motor Compressor Air Conditioner Inverter Terhadap Perubahaan Suhu Ruangan Afrizal Jaya Saputra; Atmam; zulfahri
SainETIn : Jurnal Sains, Energi, Teknologi, dan Industri Vol. 3 No. 1 (2018): SainETIn
Publisher : Teknik Elektro Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/sainetin.v3i1.3027

Abstract

Perubahan beban kalor sesaat yang dihasilkan oleh panas dari luar ruangan akan membuat kapasitas dari beban pendinginan air conditioner inverter juga berubah. Semakin tinggi suhu panas dari luar dan dari dalam ruangan maka kapasitas pendinginan dari air conditioner inverter juga semakin tinggi dan juga menyebabkan putaran motor compressor berubah. Untuk itu diperlukan penelitian tentang perubahan kecepatan motor compressor akibat perubahan suhu dari dalam maupun dari luar ruangan. Dari analisa diperoleh beban pendinginan air conditioner yang dibutuhkan untuk ruangan show room sebesar 7,6 PK, dengan energi 69172,47 BTU pada saat suhu diluar ruangan 38,9 ºC. Putaran minimal motor compressor adalah 1560 rpm, dengan frekuensi input motor compressor 52 Hz dan tegangan sebesar 80 Volt. Putaran maksimal motor compressor 7620 rpm, dengan frekuensi input 255 Hz dan tegangan sebesar 402 Volt. Perubahan suhu didalam ruangan membuat kecepatan motor compressor menjadi turun, seperti pada suhu 25,2 ºC kecepatan motor compressor 7620 rpm sementara pada suhu 24,9 ºC kecepatan motor compressor 4200 rpm sedangkan pada suhu 24,1 ºC kecepatan motor compressor adalah 3180 rpm. Kata kunci : Suhu, frekuensi, motor compressor dan penghematan energi.
Studi Overload Shedding Pada Transformator Daya Gardu Induk Garuda Sakti Rando Hutagaol; Usaha Situmeang; Zulfahri
SainETIn : Jurnal Sains, Energi, Teknologi, dan Industri Vol. 4 No. 1 (2019): SainETIn
Publisher : Teknik Elektro Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/sainetin.v4i1.3976

Abstract

Pertumbuhan ekonomi berbanding lurus dengan kebutuhan ketersediaan sistem tenaga listrik. Pembebanan pada Transformator daya di Gardu Induk Garuda Sakti Pekanbaru terus mengalami kenaikan seiring bertambahnya waktu. Dikemudian hari kemungkinan transformator daya tersebut memiliki beban penuh atau melebihi kapasitasnya. Untuk mengantisipasi hal tersebut salah satunya diperlukan proteksi beban lebih terhadap transformator daya yaitu dengan menggunakan rele arus lebih yang berfungsi sebagai relay Over Load Shedding (OLS). Pada saat terjadi beban lebih pada transformator daya, maka dilakukan pelepasan beban pada masing-masing penyulang yang sudah ditentukan dengan bekerjanya rele Over Load Shedding (OLS) apabila beban pada masing-masing transformator daya sudah mencapai nilai settingnya maka rele Over Load Shedding (OLS) akan mengirimkan signal trip ke coil PMT masing-masing penyulang untuk memberi perintah dilepas. Perhitungan setting arus OLS pada Transformator #TD1 adalah 1200 Amp dengan time delay 10 detik diperoleh nilai setting waktu sebesar 0,342 detik dan dengan time delay 15 detik diperoleh nilai setting waktu sebesar 0,514 detik, #TD2 adalah 1040 Amp dengan time delay 10 detik diperoleh nilai setting waktu sebesar 0,373 detik dan dengan time delay 15 detik diperoleh nilai setting waktu sebesar 0,560 detik, #TD3 adalah 1360 Amp dengan time delay 10 detik diperoleh nilai setting waktu sebesar 0,498 detik, #TD4 adalah 1360 Amp dengan time delay 10 detik diperoleh nilai setting waktu sebesar 0,332 detik dan dengan time delay 15 detik diperoleh nilai setting waktu sebesar 0,498 detik dan untuk waktu setting arus OCR bekerja adalah 0,883 detik pada Trafo #TD1; 0, 889 detik pada Trafo #TD2; 0,849 detik pada Trafo #TD3; dan 0,852 detik pada Trafo #TD4. Kata Kunci: , , , rele OCR
Studi Pengaruh Pembebanan Terhadap Umur Transformator Daya #1 150/20 KV Pada Gardu Induk Teluk Lembu PT. PLN (Persero) UPT Pekanbaru Saragih, Dwi Ramona Diningsih; Situmeang, Usaha; Zulfahri
SainETIn : Jurnal Sains, Energi, Teknologi, dan Industri Vol. 7 No. 1 (2022): SainETIn
Publisher : Teknik Elektro Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/sainetin.v7i1.6223

Abstract

Transformator daya merupakan peralatan penting pada sistem tenaga listrik khususnya pada penyaluran energi listrik. Penyaluran energi listrik keberadaannya sangat berpengaruh terhadap kontinuitas pelayanan. Salah satu faktor yang mempengaruhi umur pemakaian transformator adalah pembebanan yang dilayani oleh transformator tersebut dan suhu sekitar. Suhu rendah terlihat pada beban 70% dengan standar IEC No. 60076 (20˚ C) keadaan siang sebesar 72,724 dan keadaan malam sebesar 71,032 dan suhu tinggi terlihat pada beban 100% dengan standar rata-rata suhu Indonesia (33˚ C) dalam keadaan siang sebesar 94,024. Suhu Indonesia cukup ekstrim harus diseimbangi dengan pembebanan yang rendah agar transformator dapat bertahan lebih lama atau memiliki umur yang lebih panjang. Pembebanan transformator berpengaruh terhadap temperatur minyaknya. Semakin besar bebannya maka semakin tinggi temperaturnya dan semakin rendah kecil bebannya makan semakin rendah temperaturnya. Pembebanan oleh transformator dan suhu sekitar berpengaruh terhadap temperatur, semakin besar beban dan suhu sekitar maka semakin tinggi temperatur pada ransformator tersebut. Perkiraan umur transformator paling lama pada beban 70 % dengan standar IEC No. 60076 (20˚ C) keadaan siang lama pemakaian 8,3 tahun dan keadaan malam 11,7 tahun. Apabila ternyata transformator tidak bisa bekerja dengan beban 70% maka dari itu bisa menerima beban 80% agar menjaga transformator memiliki umur yang lebih panjang. Berdasarkan validasi menggunakan metoda Fuzzy Logic Pada beban 70% prediksi umur 8,3 tahun sedangkan untuk prediksi umur paling buruk pada beban 100% sebesar 4,8 tahun. Kata Kunci : Beban, Life Time, temperatur, transformator, fuzzy logic.
Analisis Pengujian Kualitas Isolasi Transformator Daya di PT. Indah Kiat Pulp and Paper Perawang Ondrialdi, Rifky; Situmeang, Usaha; Zulfahri
SainETIn : Jurnal Sains, Energi, Teknologi, dan Industri Vol. 4 No. 2 (2020): SainETIn
Publisher : Teknik Elektro Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/sainetin.v4i2.6288

Abstract

Degradasi isolasi/penuaan merupakan salah satu penyebab utama kerusakan transformator. Bagian terlemah dari sistem isolasi adalah kerentanan terhadap kadar air, oksigen, terhadap panas berlebih dan tekanan mekanis. Pemburukan atau kegagalan isolasi dapat menyebabkan kegagalan operasi atau bahkan kerusakan transformator. Salah satu metode untuk mengetahui kondisi isolasi adalah dengan melakukan pengujian pengujian power factor (PF) atau Dissipation factor (DF) isolasi dan pengujian rasio belitan. Pengujian ini dilakukan berdasarkan standart IEEE C57.152-2013 dimana nilai standar pengujian 0,5 % dalam keadaan baik, apabila melebihi dari 0,5 % dianggap mengalami pemburukan. Nilai pengujian PF/DF untuk transformator IP954-T01 adalah 0,243 % masih kecil dari standart 0,5 % yang mengidentifikasi kondisi isolasi masih bagus. Sedangkan untuk pengujian PF/DF transformator IP254-T02 adalah 0,655 % lebih besar dari 0,5 % yang mengidentifikasi terjadinya penurunan kualitas isolasi. Pengujian PF/DF isolasi minyak untuk transformator IP954-T01 hasil uji dari tegangan 10 kV adalah 0,054 % dan IP254-T02 hasil uji dari tegangan 10 kV adalah 0,144 % masih kecil dari 0,5 % yang mengidentifikasi kualitas isolasi minyak masih bagus. Untuk hasil pengujian ratio belitan/tegangan untuk transformator IP954-T01 nilai persen deviasi belitan pada posisi Tap changer 3 bernilai 0,288 %, persen devisiasi masih kecil dari 0,5%. Sedangkan transformator IP254-T02 nilai pada posisi Tap changer 3 bernilai 1,440 % besar dari 0,5 % mengindikasikan adanya masalah pada belitan.