Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search
Journal : SAINSTEK

Pengujian Kuat Lentur Dan Kuat Tekan Kayu Sengon Dengan Mengunakan Lapisan/ Coating Resin Yenita Morena; Ermiyati Ermiyati; Andre Novan; Yolanda Novianti
Sainstek (e-Journal) Vol. 9 No. 2 (2021)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengujian kuat lentur dan kuat tekan kayu adalah pengujian yang didasarkan pada sifat-sifat mekanik kayu yaitu menahan tarikan dan tekanan. Hal ini bertujuan untuk mengetahui kelas kayu dan besar perubahan nilai kuat lentur dan kuat tekan kayu sengon solid dengan kayu sengon setelah diberi lapisan zat resin. Pada pengujian ini dilakukan tiga variasi yang berbeda dimana setiap pengujian kuat lentur dan kuat tekan yaitu, kuat lentur kayu solid, kuat lentur kayu coating dengan resin 1 lapis dan kuat lentur kayu coating resin 2 lapis. Begitu juga dengan pengujian kuat tekan dilakukan variasi yang sama serperti pengujian kuat lentur. Pada setiap pengujian ini diperoleh kelas kayu adalah kayu kelas III, dan persentase rata-rata kenaikan kuat lentur kayu coating resin 1 lapis adalah sebesar 17,97 MPa atau sekitar 0,4 % dari nilai kuat lentur kayu solid, sedangkan persentase rata-rata kenaikan kuat lentur kayu coating resin 2 lapis adalah sebesar 23,40 MPa atau sekitar 0,5 %. Dan untuk pengujian kuat tekan kayu coating resin 1 lapis mengalami penurunan sebesar 0,77 MPa, atau sekitar 0,02 % dari kuat tekan kayu solid, sedangkan pada pengujian kuat tekan kayu coating resin 2 lapis mengalami penurunan sebesar 1,53 MPa, atau sekitar 0,04 % dari nilai kuat tekan kayu solid.
Pengaruh Penambahan Fly Ash Cangkang Sawit dan Kapur Dolomit Sebagai Bahan Substitusi Sebagian Semen Terhadap Kuat Tekan Mortar Eko Bayu Rahman; Ermiyati Tanjung; Azhari Azhari; Andre Novan; Yenita Morena
SAINSTEK Vol. 10 No. 2 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35583/js.v10i2.149

Abstract

Penggunaan mortar di Indonesia dalam pembangunan kontruksi cukup tinggi, seperti plesteran dinding, pengisi kolom komposit dan lain sebagainya, namun mutu dari mortar itu sendiri tidak diperhatikan. Tujuan dari penelitian ini yaitu diharapkan dapat menghasilkan mortar alternatif berbasis limbah dengan mutu kuat tekan yang lebih tinggi dari mortar normal, dan untuk mengetahui pengaruh penambahan fly ash cangkang sawit dan kapur dolomit terhadap kuat tekan mortar yang dihasilkan dengan variasi 0%, 5%, 10%, 15% dan 20%. Pembuatan sampel benda uji mortar menggunakan cetakan yang berbentuk kubus dengan ukuran 5x5x5 cm dan kemudian dilakukan pengujian pada umur sampel mortar 28 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin bertambahnya komposisi fly ash cangkang sawit dan kapur dolomit maka kuat tekan mortar semakin menurun tetapi kuat tekan mortar akan meningkat bila kedua bahan dicampurkan, yang mana kuat tekan mortar normal yaitu 28 MPa, setelah penambahan fly ash cangkang sawit, hasil tertinggi yaitu pada campuran 5% dengan hasil 20,8 MPa dan terendah yaitu pada campuran 20% dengan hasil 12,13 MPa. Sedangkan kuat tekan mortar pada subtitusi kapur dolomit tertinggi (meningkat) pada campuran 5% dengan hasil 35,47 MPa, dan terendah pada campuran 20% dengan hasil 21,20 MPa. Namun pada mortar yang menggunakan bahan subtitusi campuran fly ash cangkang sawit dan kapur dolomit 10% didapatkan kuat tekannya meningkat lebih tinggi yaitu sebesar 31,33 MPa. Dengan demikian penambahan kapur dolomit sangat berpengaruh terhadap kuat tekan mortar ini.
Analisa Filler Nanomicro Graphene pada Campuran Beton dengan Variasi Faktor Air Semen Shalahuddin, Muhammad; Novan, Andre; Gussyafri, Gussyafri; Fakhri, Fakhri; Amri, Amun
SAINSTEK Vol. 12 No. 1 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35583/js.v12i1.252

Abstract

Kebutuhan material modern memerlukan komponen struktural dengan ketahanan dan kekuatan yang lebih baik. Informasi karakteristik beton lanjutan ini untuk mengetahui pengaruh penggunaan variasi few layer graphene dengan metode high-shear liquid exfoliation pada campuran beton. Preliminary penelitian pada mortal dilakukan dengan variasi graphene 2,5%; 5%; 7,5%; 10%; 12,5% dan 15% sebagai referensi awal dan hipotesa. Selanjutnya dengan referensi awal, dilakukan campuran beton dengan variasi graphene 2.5%, 5%, 7,5% dan 10% dengan spesimen beton ukuran 15 cm x 15 cm x 15 cm dan pengujian dilakukan setelah usia usia 28 hari. Kuat tekan maksimum terjadi pada penambahan graphene 5%, nilai kuat tekan lebih 36,31% dibandingkan beton tanpa graphene, nanomicro graphene tidak mempengaruhi berat isi beton juga tidak mempengaruhi kepadatan beton serta tidak mempengaruhi slump beton.
Pengujian Modulus Elastisitas Lentur Kayu Tembusu (Fragraea fragrans) di Pekanbaru Monica MG, Intan; Alfian Kamaldi; Andre Novan; Marlaily Idris
SAINSTEK Vol. 12 No. 2 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35583/js.v12i2.292

Abstract

The flexural modulus of elasticity (MOE) is a critical parameter in assessing the mechanical performance of wood, particularly for structural applications. This study investigates the MOE of Tembusu wood (Fragraea fragrans), a tropical hardwood renowned for its durability and versatility in construction and furniture production. Specimens were prepared following SNI 03-3960-1995 standards, ensuring consistency in dimensions and testing protocols. A three-point bending test was employed to evaluate the flexural MOE under controlled laboratory conditions. The results reveal that Tembusu wood exhibits a high flexural modulus, averaging 10.000 MPa, making it comparable to other hardwood species used in structural applications. Additionally, microscopic analysis of wood fibers indicated a correlation between the density and elastic behavior of the material. The study concludes that Tembusu wood possesses excellent bending properties, demonstrating its suitability for beams, joists, and other load-bearing applications. Recommendations for further research include exploring the effects of environmental factors such as humidity and temperature on the long-term performance of Tembusu wood. This research contributes to the growing body of knowledge on sustainable wood materials for engineering applications.
Pengaruh Penambahan Bestmittel Sebanyak 0,4% dan Pengurangan Air 10% Terhadap Kuat Tekan Beton Novan, Andre; Ermiyati, Ermiyati; Morena, Yenita; ‘Audah, Safridatul; Wahyuni, Widya; Gussyafri, Haji; Fakhri, Fakhri
SAINSTEK Vol. 13 No. 1 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35583/js.v13i1.310

Abstract

Salah satu aditif pada beton adalah Bestmittel dimana termasuk bahan tambah golongan type E (water reducing and accelerating admixture) yang berfungsi mempercepat pengerasan, mengurangi pemakaian air dan meningkatkan workability. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh Bestmittel terhadap kuat tekan beton dan mengetahui persentase kenaikan kuat tekan beton normal terhadap kuat tekan beton Bestmittel dengan nilai koefisien menggunakan Peraturan Beton Indonesia (PBI 1971). Benda uji berbentuk silinder dan jumlah 30 buah, variasi umur pengujian beton yaitu 3 hari, 7 hari, 14 hari, 21 hari, dan 28 hari. Variasi dosis penambahan Bestmittel yang digunakan 0,4% dari jumlah semen, serta pengurangan jumlah air 10%. Hasil pengujian kuat tekan beton normal pada umur 28 hari sebesar 25,653 MPa dan kuat tekan beton Bestmittel sebesar 29,615 MPa. Persentase kuat tekan beton Bestmittel umur 14 hari sudah mencapai sebesar 96%. Berdasarkan nilai Koefesian PBI 1971 bahwa kuat tekan beton mencapai 100% jika umur beton 28 hari, sedangkan Beton menggunakan bahan tambah Bestmittel pada umur 21 hari dan 28 hari berturut-turut 105% dan 115%. Hal ini membuktikan bahwa dengan penambahan aditif Bestmittel 0,4% dan pengurangan jumlah air 10% meningkatkan kuat tekan beton, dan mempercepat proses pengerasan beton di umur muda dengan arti bahwa Bestmittel memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kuat tekan beton.
Pengaruh Penambahan Aditif MasterSure®1007 Terhadap Kuat Tekan Beton dengan Kadar Semen Rencana 409.80 kg/m3 Tanjung, Ermiyati; Novan, Andre; Morena, Yenita; Simanjuntak, Yohana
SAINSTEK Vol. 11 No. 2 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35583/js.v11i2.227

Abstract

MasterSure®1007 merupakan bahan tambah kimia (chemical admixture) tipe G yang mempunyai kandungan retarder dan superplaticizer yang berfungsi untuk menunda waktu ikat beton, meningkatkan nilai workability serta meningkatkan mutu beton. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh penambahan MasterSure®1007 terhadap kuat tekan dan workabilitas dengan kadar semen rencana 409,80 kg/m3. Metode pencampuran yang digunakan adalah DOE yang sesuai dengan SNI 03-2834-2000 dan sebelumnya telah dilakukan uji properties pada material penyusun beton di laboratorium. Benda uji berbentuk silinder beton dengan ukuran diameter 150 mm dan tinggi 300 mm dengan jumlah sampel 8 buah setiap variasi penambahan MasterSure®1007 yaitu 3 sampel untuk umur pengujian 7 hari dan 5 sampel untuk umur pengujian 28 hari. Pengujian slump dilakukan pada beton segar umur 0,1,2, dan 3 jam pada beton yang menggunakan MasterSure®1007. Variasi penambahan c yang digunakan adalah 0%, 0.55%, 0.83%, 1.1%, 1.38%, 1.65%, 1.93% dan 2.2% dari berat semen yang digunakan. Hasil pengujian kuat tekan beton berturut-turut adalah 29.77 MPa, 41.82 MPa, 37.74 MPa, 45.78 MPa, 50.19 MPa, 56.59 MPa, 40.46 MPa, dan 36.67 MPa dan slump pada beton segar umur 0,1,2, dan 3 jam didapat pada dosis optimum sebesar 1.65% dengan nilai slump berturut-turut 10.5, 17, 17.5, dan 20 cm. Maka pengaruh penambahan aditif MasterSure®1007pada beton terbukti mampu menaikkan nilai kuta tekan beton secara signifikan.
Penambahan Zat Aditif Bestmittel Dengan Dosis 0,5% dan Pengaruhnya Terhadap Kuat Tekan Beton Salsabilla, Salsabilla; Ermiyati, Ermiyati; Gussyafri, Haji; Novan, Andre; Nurdin, Nurdin
SAINSTEK Vol. 13 No. 2 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35583/js.v13i2.409

Abstract

Concrete is one of the main construction materials widely used in infrastructure development due to its high compressive strength and good durability. However, achieving optimum compressive strength in concrete requires a relatively long curing time, around 28 days. To overcome this issue, additives such as Bestmittel are used, which function to accelerate the hardening process and increase the compressive strength of concrete at an early age. This study aims to determine the effect of adding 0.5% Bestmittel on the compressive strength of concrete at curing ages of 3, 5, 7, 15, and 28 days. The specimens used were cylindrical with a diameter of 15 cm and a height of 30 cm, and three samples were prepared for each variation. Based on the test results, the compressive strength of normal concrete at 28 days was 26.31 MPa, while the compressive strength of concrete with Bestmittel at 3, 5, 7, 15, and 28 days was 20.47 MPa, 25.65 MPa, 25.94 MPa, 27.63 MPa, and 32.16 MPa, respectively. At 7 days, concrete with Bestmittel almost reached the strength of normal concrete at 28 days, with a percentage of 98.58%, and at 15 and 28 days it exceeded the strength of normal concrete with percentages of 105.03% and 122.24%, respectively. The results show that the addition of 0.5% Bestmittel is effective in accelerating early-age strength gain, making it highly suitable for use in construction projects that require high strength within a relatively short time.