Claim Missing Document
Check
Articles

ZAKAT SEBAGAI INSTRUMEN JAMINAN SOSIAL MODEREN: ALTERNATIF STRATEGIK Alfin, Aidil
Alhurriyah Vol 2 No 1 (2017): Januari - Juni 2017
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/alhurriyah.v2i1.260

Abstract

Instruments such as working, living cost, waqf, kaffarat, and others that protect societal economy could be included as social security in Islamic view. Yet, zakat is the main instrument and has most significant role in giving Islamic social security for human besides conventional social security. Furthermore, zakat might be the main instrument in national social security if it manged well due to its superiority than conventional social security instruments. Semua instrumen yang memberikan perlindungan terhadap ekonomi masyarakat, dapat dikatakan sebagai instrumen jaminan sosial dalam Islam, seperti bekerja, nafkah, wakaf, kaffarat, dan lain-lain. Namun dari berbagai instrumen tersebut zakat menjadi instrumen yang paling utama dan memainkan peranan yang paling signifikan memberikan jaminan sosial atas masyarakat muslim yang bergerak seiring sejalan dengan instrumen jaminan sosial moderen lainnya. Bahkan zakat bisa menjadi instrumen utama dalam sistem jaminan sosial negara dengan pertimbangan bahwa dari berbagai sudut insitusi zakat mempunyai persamaan bahkan kelebihan dibanding instrumen jaminan sosial konvensional.
IMPLEMENTASI UNDANG-UNDANG NOMOR 1 TAHUN 1974 TENTANG IZIN POLIGAMI DI PENGADILAN AGAMA BUKITTINGGI (Studi Kasus Perkara Nomor 081/Pdt.G/2013/PA.Bkt dan Perkara Nomor 0328/Pdt.G.2015/PA.Bkt) Handayani, Setia; Alfin, Aidil; Daipon, Dahyul
Alhurriyah Vol 4 No 1 (2019): Januari-Juni 2019
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/alhurriyah.v4i1.1173

Abstract

The provision of polygamy as regulated in Law Number 1 of 1974 states that a husband who is going to polygamy must meet alternative and cumulative requirements. Without the fulfillment of the two conditions mentioned, the application for polygamy will be rejected by the judge. But in reality, the Bukittinggi Religious Court differed in ruling two polygamy cases which both met cumulative requirements and did not meet alternative conditions. In the first case case Number 081 / Pdt.G / 2013 / PA.Bkt the judge has accepted the request for polygamy, while in the second case case Number 0328 / Pdt.G / 2015 / PA.Bkt. the judge did not accept (NO) the case. The implementation of Law Number 1 of 1974 concerning polygamy permits in the Bukittinggi Religious Court is not absolute, the consideration of judges who receive and examine cases Number 081 / Pdt.G / 2013 / PA.Bkt is the emergence of mudharat if the case is rejected even though the alternative conditions are not met . Whereas the judge examining case 0328 / Pdt.G / 2015 / PA.Bkt was based on the provisions of article 4 of Law Number 1 of 1974 rejecting the case because it did not meet alternative conditions. Due to the non-fulfillment of alternative conditions by the Petitioner, the request for polygamy permit had a formal defect. For this reason, the panel of judges no longer needs to examine the subject matter.
ANALISIS PRINSIP KEADILAN DALAM AKAD BAGI HASIL PEMILIK KEBUN KARET DAN PENYADAP DI NAGARI SIGUNTUR KECAMATAN SITIUNG KABUPATEN DHARMASRAYA Devianti, Regina; Alfin, Aidil
Jurnal Ekonomi Sakti Vol 13 No 2 (2024)
Publisher : LPPM - STIE SAKTI ALAM KERINCI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36272/jes.v13i2.348

Abstract

An agreement that controls how the parties involved divide the money made is known as a profit-sharing agreement. As per the original agreement, workers and the fund provider will receive a part in the earnings, if they are substantial. If a loss does transpire, though, it must be shared by all. The purpose of this study is to comprehend the profit-sharing arrangements that tappers and proprietors of rubber plantations in Nagari Siguntur, Sitiung District, Dharmasraya Regency, engage in. In addition, the goal of this study is to investigate the fairness principles found in profit-sharing arrangements at the same site. In order to examine the concepts of justice, this study use qualitative methodologies. In Nagari Siguntur, Sitiung District, Dharmasraya Regency, the research was carried out. Techniques for gathering data include interviews, documentation, and observation. Conversations
Analisis Implementasi Strategi Direct Fundraising Zakat Pada BAZNAS Kota Bukittinggi Dengan Pendekatan Diagram Cause and Effect (Fishbone) Defrisal, Muhamad; Alfin, Aidil; Sholihin, Anwar
Jurnal Ilmiah Ekonomi Islam Vol. 10 No. 1 (2024): JIEI : Vol.10, No.1, 2024
Publisher : ITB AAS INDONESIA Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29040/jiei.v10i1.12332

Abstract

Strategi Direct Fundraising merupakan salah satu Program yang sangat berpotensi kuat dalam meningkatkan manajemen Pengumpulan zakat pada Badana Amil Zakat Nasional (BAZNAS). Metode ini merupakan salah satu teknik penggalangan dana dimana metode ini mengedepankan interaksi langsung dengan muzakki. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa seberapa besar potensi Program Direct Fundraising yang dilaksanakan pada BAZNAS Kota Bukittinggi dalam pengelolaan zakat dengan fokus pembahasan pada : 1) Kesesuaian pelaksanaan sistem Program Direct Fundraising dilakukan oleh BAZNAS Kota Bukittinggi dengan pendekatan cause and effect diagram dengan Sistem Program Direct Fundraising yang seharusnya, 2) Permasalahan apa saja yang ada pada Program Direct Fundraising BAZNAS Kota Bukittinggi 3) Bagaimana solusi permasalahan pada Program Direct Fundraising yang ada di BAZNAS Kota Bukittinggi. Alat analisis yang penulis gunakan adalah cause-and-effect diagram (Diagram Tulang Ikan), yaitu suatu grafik yang menunjukkan hubungan antara suatu masalah dan kemungkinan penyebabnya maka dengan itu besar kemungkinan hasil penelitian ini dapat menjadi acuan dan referensi yang mudah dipahami oleh berbagai Pihak. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa : (1) Dalam upaya pelaksanaan Program Direct Fundraising zakat BAZNAS Kota Bukittinggi senantiasa mengutamakan aspek efektifitas, yaitu pengelolaan yang memenuhi unsur-unsur ketepatan dan objektifitas, dalam arti pengelolaan zakat dilakukan secara terencana dan sistematis, namun dalam pelaksanaan dan perencanaan masih ada unsur-unsur yang belum terpenuhi seperti : belum terlaksananya follow up dan laporan pelaksanaan kegiatan kepada muzaki dan kurangnya pengawasan, (2) Untuk kedepan hendaknya BAZNAS Kota Bukittinggi memberikan lebih mengedukasikan kepada masyarakat tentang ajaran syariah terutama mengenai zakat dan dampak dari terkelolanya zakat dengan baik, melaksanakan Pelatihan Pelayanan Prima dan pengimplementasian seluruh SOP yang ada.
Analisis Strategi Pemasaran terhadap Peningkatan Nasabah Produk Pembiayaan Warung Mikro : Studi Kasus Bank Syariah Mandiri KCP Pangkalan Tanjung Pati Provinsi Sumatera Barat Ilal , Yahdi; Alfin, Aidil
Al-Kharaj: Jurnal Ekonomi, Keuangan & Bisnis Syariah Vol. 6 No. 1 (2024): Al-Kharaj: Jurnal Ekonomi, Keuangan & Bisnis Syariah 
Publisher : Intitut Agama Islam Nasional Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47467/alkharaj.v6i1.217

Abstract

The member of Mandiri Syariah Bank KCP Pangkalan Tanjung Pati Micro Stalls Financing customers is still very small, then the target and realization of the disbursement of Mandiri Syariah Bank KCP Pangkalan Tanjung Pati Financing have also not been achieved so further steps are needed to increase Micro Warung Financing customers. used is field research (field research), which is descriptive qualitative, data sources used are primary data and secondary data. Data collection techniques through observation and interviews, at BSM KCP Base Tanjung Pati. Namely researching directly the research object to see how the marketing strategy (Marketing Mix) on micro shop products attracts customer interest. The key informant in this study is the Micro Marketing section. The results of the study show that marketing strategy is very important in attracting customer interest, namely by marketing mix and steps to attract customers' interest in Micro Warung products by monitoring microfinance customers, developing variations of Micro Warung Financing products and conducting socialization with the community in various media so that people understand on the benefits of Micro Stalls Financing.
Peranan Dewan Pengawas Syariah ( Dps ) Terhadap Kepatuhan Penerapan Akad Syariah Sesuai Fatwa Dsn-Mui Dalam Pembiayaan Lembaga Keuangan Syariah (Studi Kasus Pada Koperasi Syariah Di Kabupaten Agam) Taufik, Muhammad; Alfin, Aidil
Jurnal Paradigma Vol 28 No 1 (2024): January 2024
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/paradigma.v28i1.11460

Abstract

Koperasi Syariah Merupakan lembaga keuangan non-bank yang termasuk dalam kategori mikro dalam mempraktekkan pola pembiayaan syariah di tengah masyarakat. Untuk mengawasi penerapan prinsip-prinsip yang sesuai dengan ketentuan syariah tersebut, pihak yang diberikan tanggung jawab sebagai perpanjangan tangan DSN-MUI adalah Dewan Pengawas Syariah (DPS). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: Rata-rata DPS pada koperasi syariah Kabupaten Agam belum berperan aktif dalam menerapkan kepatuhan pelaksanaan akad syariah pada produk pembiayaan. Hal ini terbukti dengan hanya adanya dua koperasi dari lima koperasi yang diteliti yang DPS-nya benar-benar berperan aktif dalam upaya penerapan kepatuhan pelaksanaan akad pembiayaan syariah pada koperasi syariah di Kabupaten Agam. Metode penulisan artikel ini dilakukan secara kualitatif yang dideskripsikan dengan tambahan informasi dari hasil wawancara dan pemeriksaan dokumen. Tujuan dari penulisan ini adalah untuk mengetahui seperti apa peran DPS dalam penerapan kepatuhan syariah yang dilakukan oleh koperasi syariah terkait Penerapan Akad dalam produk pembiayaan yang sesuai dengan Fatwa DSN-MUI.
Strategi Pemasaran dalam Meningkatkan Minat Jamaah Haji dan Umrah di PT Ontiket Amanah Digita Travel Umrah dan Haji Plus Cabang Payakumbuh 50 Kota Azzahrah, Natasya; Anisah, Ariyun; Alfin, Aidil; Rahman, Ali
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Istilah "strategi pemasaran" menggambarkan metode yang digunakan oleh bisnis yang memproduksi barang atau jasa untuk meluncurkan atau mengiklankan barang mereka sejauh mungkin dalam upaya untuk menarik konsumen sasaran dan memenuhi target penjualan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi teknik pemasaran yang digunakan oleh PT Ontiket Amanah Digita Travel Umrah dan Haji Plus Cabang Payakumbuh 50 Kota untuk meningkatkan atau menarik minat jamaah haji. Penelitian deskriptif ini menggunakan metodologi kualitatif yang mencakup pengumpulan data lapangan. Sumber data primer dan sekunder digunakan dalam penelitian ini. Hasil observasi dan wawancara di PT Ontiket Amanah Digita Travel Umrah dan Haji Plus Cabang Payakumbuh 50 Kota merupakan data primer, sedangkan data sekunder diperoleh dari literatur dan bacaan lain yang relevan. Berdasarkan hasil dan wawancara tersebut dapat disimpulkan bahwa strategi pemasaran yang diterapkan oleh PT Ontiket Amanah Digita Travel Umrah dan Haji Plus Cabang Payakumbuh 50 Kota yang menggunakan 7P (Product, Price, Place, Promotion, People, Process, dan Physical Evidence) dapat meningkatkan minat jamaah untuk melaksanakan ibadah haji dan umrah.
Analisis Strategi Pengelolaan Destinasi Wisata Danau Tarusan Kamang dalam Perspektif Islam Muhammad Fajar Ifriyansyah; Hesi Eka Puteri; Aidil Alfin; Jon Kenedi
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i1.35893

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pengelolaan Destinasi Wisata Danau Tarusan Kamang Dalam Perspektif Islam. Pokok permasalahan dari penelitian ini yaitu menurunannya jumlah wisatawan yang disebabkan karena strategi pengelolaan yang dilakukan belum optimal. Keterbatasan sumber daya manusia, kurangnya pengetahuan dalam bagaimana cara mengelola wisata dengan baik, tidak terjaganya sarana dan prasarana yang ada, dan kurangnya biaya dalam melakukan pengelolaan serta kurangnya perhatian dari pemerintah menyebabkan pengelolaan yang dilakukan belum maksimal dan dapat menurunkan jumlah nasabah. Metode penelitian ini adalah jenis penelitian lapangan dengan pendekatan metode peneltian kualitatif. Data-data dalam penelitian ini terdiri dari data primer dan data sekunder yang diperoleh dengan pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Narasumber dalam penelitian ini adalah pengelola, masyarakat, dan pengunjung. Teknik pengolahan dan analisis data dilakukan dengan tiga tahap yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terjadinya penurunan jumlah wisatawan karena pengelolaan sarana dan prasarana belum terorganisir dengan baik, kurangnya biaya yang masuk dan perhatian dari PEMDA, sehingga pengelolaan Danau Tarusan Kamang belum memuaskan baik dari segi sarana seperti Musholla, WC, dan juga tempat duduk untuk pengunjung maupun area parkiran, sedangkan dari segi prasarana terdapat masih kurangnya akses jalan yang perlu diperbaiki dan diperluas, masih kurangnya strategi promosi dalam mengenalkan sehingga menyebabkan ketidaktahuan sebagian masyarakat, untuk itu diperlukan kontribusi secara efektif dalam pengelolaan Destinasi Wisata Danau Tarusan Kamang, sehingga dapat meningkatkan jumlah wisatawan.
Analysis Of Taqiyuddin An-Nabhani's Thoughts On The Use Of Fiat Money And Its Impact On The Real Economy Rianti, Mila; Izmuddin, Iiz; Alfin, Aidil; Rusyaida, Rusyaida
Jurnal Kajian dan Pengembangan Umat Vol 8, No 2 (2025):Vol. 8, No. 2 Desember 2025
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/jkpu.v8i2.7451

Abstract

The development of the modern monetary system has undergone a major transformation, particularly with the adoption of fiat money as the primary medium of exchange. Fiat money, or paper money that is not backed by physical assets such as gold and silver, became the global standard after the collapse of the Bretton Woods system in 1971. Although this system offers flexibility in monetary policy, the use of fiat money also raises various economic problems, especially those related to inflation, exchange rate instability, and recurring financial crises. In An-Nabhani's view, the modern monetary system based on fiat money is part of an unfair global capitalist order that has the potential to cause economic instability, inflation, and inequality in the distribution of wealth. He emphasizes that only an Islamic monetary system based on the dinar (gold) and dirham (silver) can achieve economic justice and exchange rate stability. This study uses a qualitative approach with a library research method. The sources of analysis were obtained from several books, news articles, and scientific articles (accessible online through platforms and Google Scholar). In this context, it is important to have the ability to collect, document, and analyze findings relevant to the topic of this study. This study aims to analyze Taqiyuddin An-Nabhani's thoughts on the use of fiat money (paper money without the backing of real assets such as gold and silver) and its impact on the real economy. The results of the analysis show that fiat money opens the door to currency manipulation, excessive money creation (fiat money expansion), and speculation that is detrimental to the real sector, such as agriculture, trade, and industry. Conversely, according to An-Nabhani, a gold and silver-based monetary system will strengthen the real sector through exchange rate stability, encourage fair trade, and maintain people's purchasing power. This study recommends an evaluation of the fiat money system and opens up space for discussion on alternative sharia-based monetary systems in the era of the global economy.
Analysis of Community Preferences in Islamic Banking Denata, Betria; Izmuddin, Iiz; Zuwardi, Zuwardi; Alfin, Aidil
International Journal of Education, Information Technology, and Others Vol 8 No 4 (2025): International Journal of Education, information technology   and others
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sharia banking in Nagari Malalak Timur has great potential, but the community still actively uses conventional banks, and only a few choose sharia banks as their primary option for financial transactions. This low level of interest is due to a lack of understanding of Islamic principles, limited access to Islamic bank branches, and the perception that Islamic products are more complicated and expensive than conventional banks. The purpose of this study is to identify and analyze the level of understanding of the people of Nagari Malalak Timur regarding Islamic banking products and services, as well as the reasons for choosing conventional banks. This study uses a qualitative approach, with a descriptive qualitative research type. The research location was in East Malalak Village, Malalak District, Agam Regency. Data collection techniques used observation, interviews, and documentation. Data analysis techniques used data reduction, data presentation, and verification or conclusions. The results of the study in Nagari Malalak Timur show that the community's preference for Islamic banks is still low. Influencing factors include limited knowledge, the habit of using conventional banks, and difficult location and accessibility. The community finds it difficult to understand the concept of Islamic banking and prefers conventional banks because of familiarity. To increase the use of Islamic banks, there needs to be an effort to raise awareness and open branches in the area.