Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Development of Interactive Flash Card Media in Cultural Diversity Learning Muhammad Sofirin; Rahim, Abdul; Najib, Khotim Hanifudin
International Journal of Education Research and Development Vol. 5 No. 2 (2025): October
Publisher : Yayasan Corolla Education Centre

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52760/ijerd.v5i2.122

Abstract

This study aims to: 1) Develop interactive learning media in the form of flash cards on the subject of cultural diversity for fourth grade elementary school students; 2) Describe the feasibility of interactive flash card learning media based on validation by material experts and media experts; and 3) Determine students' responses to interactive flash card learning media in cultural diversity learning. This study is a type of research and development (Research and Development) that uses the ADDIE model, namely Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation. The subjects in this study were fourth grade students of SD Negeri 1 Trirenggo Bantul, while the object of the study was interactive flash card learning media on cultural diversity material. The feasibility assessment was carried out by material experts and media experts, while data was collected through observation, interviews, validation questionnaires, and student response questionnaires. The data analysis technique used a quantitative and qualitative descriptive approach. The results of the study showed that: 1) This interactive flash card learning media consists of three main parts, namely the beginning, the core, and the end. The beginning contains the cover display, the purpose of media development, and instructions for use. The core section displays the main content in the form of interactive pictures of traditional houses, traditional clothing, and regional musical instruments, equipped with explanatory video links in the underlined text.
“Serve and Ngalap berkah”: Motivation to be An Islamic Boarding School Teacher Najib, Khotim Hanifudin; Mushodiq, Muhamad Agus; Widayat, Prabowo Adi; Djufri, Elyas
12 Waiheru Vol. 10 No. 2 (2024): 12 Waiheru
Publisher : Balai Diklat Keagamaan Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70872/12waiheru.v10i2.181

Abstract

Many studies have been conducted in various countries exploring why people become school teachers. However, only some have explored why someone becomes an Islamic boarding school teacher. This article explores why someone is becoming a teacher at an Islamic boarding school. This case study research was conducted by interviewing teachers at the Nurul Ummah Islamic Boarding School in Yogyakarta. A total of 8 teachers shared their experiences while being teachers at the Islamic boarding school. The research results show that teachers teaching at Islamic boarding schools are motivated to serve and "ngalap berkah." Serving has become a tradition for students who have completed their studies at Islamic boarding schools as a form of reciprocation of a student's gratitude to the Islamic boarding school and its Kyai. Ngalap berkah is believed to be a guarantee from the Kyai for the blessings of knowledge obtained by the students who become teachers at the Islamic boarding school.
Edukasi anti bullying sebagai upaya untuk meningkatkan kesadaran dan kepedulian masyarakat terhadap bullying: studi kasus di padukuhan Karangpadang Hidayatullah, Ahmad Syauqi; Najib, Khotim Hanifudin; Gloriani, Theodora Aprilia; Narulita, Syafalani
KACANEGARA Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol 7, No 4 (2024): November
Publisher : Institut Teknologi Dirgantara Adisutjipto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28989/kacanegara.v7i4.2373

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan kepedulian masyarakat Padukuhan Karangpadang terhadap masalah bullying melalui program edukasi anti-bullying. Program ini terdiri dari tiga tahapan utama: observasi, pelaksanaan, dan evaluasi. Tahap observasi dilakukan untuk memahami kondisi awal pemahaman masyarakat mengenai bullying melalui wawancara. Pada tahap pelaksanaan, metode dialog interaktif digunakan untuk menyampaikan materi edukasi, yang meliputi definisi bullying, jenis-jenis bullying, dampak bullying, strategi pencegahan, dan konsekuensi tindakan bullying bagi korban dan pelaku. Materi disampaikan oleh Bapak Ahmad Syauqi Hidayatullah, seorang narasumber berpengalaman dalam bidang pendidikan. Tahap evaluasi dilakukan dengan penyebaran angket sebelum dan sesudah program untuk mengukur perubahan pemahaman dan sikap peserta. Hasil analisis deskriptif menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan dalam pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai bullying. Program ini berhasil mendorong partisipasi aktif dan kolaborasi komunitas dalam upaya pencegahan bullying, serta menciptakan lingkungan yang lebih aman dan ramah di Padukuhan Karangpadang.
IMPLEMENTASI PENGGUNAAN MEDIA FLASH CARD PADA MATA PELAJARAN IPS DI KELAS IV SD NEGERI 1 TRIRENGGO BANTUL Muhammad Sofirin; Abdul Rahim; Khotim Hanifudin Najib
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 02 (2025): Volume 10, Nomor 02 Juni 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i02.24280

Abstract

Analysis of the Use of Flash Card Media in Social Studies Subject for Fourth Grade at SD Negeri 1 Trirenggo Bantul. The main issue in this research is that the practice of implementing flash card media has not been specifically identified in terms of what the fourth-grade teacher does in Social Studies learning. The purpose of this study is to describe: 1) the planning, 2) the implementation of Social Studies learning using flash card media, and 3) students' responses to the use of flash card learning media in fourth-grade Social Studies at SD Trirenggo Bantul. The research method used is qualitative. Data collection techniques included interviews, observations, and documentation. Data analysis was carried out through: 1) Data reduction, 2) Data presentation, and 3) Drawing conclusions and verification. The results of the study show that: 1) The teacher has designed the flash card media in the teaching module and prepared the flash cards according to the material, 2) The learning implementation involved the use of flash card media through cooperative and presentation methods, 3) The students showed enthusiastic and joyful responses during the Social Studies learning process.
Efektivitas edukasi berbasis keluarga terhadap pencegahan kenakalan remaja era digital Hidayatullah, Ahmad Syauqi; Subekti, Nanang Bagus; Najib, Khotim Hanifudin
KACANEGARA Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol 9, No 1 (2025): February(Article in Progress)
Publisher : Institut Teknologi Dirgantara Adisutjipto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28989/kacanegara.v9i1.3088

Abstract

Kenakalan remaja yang mencakup praktik judi online, pinjaman online ilegal (pinjol), dan seks bebas menjadi ancaman serius bagi perkembangan generasi muda dan ketahanan keluarga. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kepedulian remaja serta orang tua terhadap dampak negatif dari perilaku tersebut melalui pendekatan edukasi berbasis keluarga. Kegiatan dilaksanakan di RW 08, Dukuh Bometen, Desa Ngandong, Kecamatan Gantiwarno, Kabupaten Klaten. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan, lokakarya, dan forum dialog antar generasi yang dirancang untuk mendorong partisipasi aktif masyarakat. Kegiatan ini diikuti oleh 30 partisipan, terdiri dari 14 remaja dan 16 orang tua. Hasil kegiatan dievaluasi menggunakan instrumen pretest dan posttest yang dianalisis dengan uji Wilcoxon Signed Ranks. Hasil analisis menunjukkan peningkatan yang signifikan pada aspek pemahaman dan kepedulian baik pada remaja (p = 0,001) maupun orang tua (p = 0,000 untuk pemahaman dan p = 0,001 untuk kepedulian). Temuan ini menunjukkan bahwa pendekatan edukatif yang melibatkan interaksi lintas generasi efektif dalam membangun kesadaran kolektif mengenai bahaya kenakalan remaja digital. Program ini merekomendasikan penguatan literasi keluarga sebagai strategi preventif jangka panjang dalam membentengi remaja dari pengaruh negatif lingkungan digital.