Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Potensi Antidiabetes dari Momordica charantia, Muntingia calabura dan Swietenia mahagoni melalui Penghambatan Enzim α-Amilase Febriyanti, Raden Maya; Lestari, Dwintha; Maisyarah, Intan Timur
Indonesian Journal of Biological Pharmacy Vol 4, No 2 (2024): IJBP (Agustus)
Publisher : Department of Biological Pharmacy, Faculty of Pharmacy, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/ijbp.v4i2.59645

Abstract

Diabetes melitus merupakan gangguan metabolik yang umum terjadi di dunia dan merupakan tantangan kesehatan masyarakat yang signifikan di Indonesia. Berbagai strategi telah dikembangkan untuk mengurangi dan mengelola diabetes, dengan tanaman obat sebagai salah satu bidang penelitian yang menjanjikan. Penelitian bertujuan untuk ini menguji aktivitas antidiabetes dari ekstrak buah Momordica charantia, daun Muntingia calabura, dan biji Swietenia mahagoni terhadap penghambatan enzim α-amilase. Ekstrak diperoleh dengan menggunakan metode maserasi dengan etanol 96%, dan aktivitas penghambatan enzim dievaluasi secara in vitro dengan Kit Skrining Inhibitor α-Amilase. Setelah itu, ekstrak dengan kapasitas penghambatan tertinggi dianalisis untuk mengetahui kandungan fenolik dan flavonoid totalnya. Hasil menunjukkan terdapat penghambatan enzim yang signifikan pada konsentrasi uji 250 μg/ml, dimana buah M. charantia, daun M. calabura, dan biji S. mahagoni berturut-turut menghasilkan tingkat penghambatan masing-masing sebesar 38,56%, 37,18%, dan 27,98%. Di antara ketiganya, ekstrak buah M. charantia menunjukkan aktivitas penghambatan α-amilase tertinggi. Analisis kandungan fenolik dan flavonoid dari ekstrak yang paling aktif menunjukkan kadar fenol total sebesar 19,34 ± 0,006 mg GAE/g ekstrak dan kadar flavonoid total sebesar 8,67 ± 0,002 mg QE/g ekstrak.
Hypoglycaemic Properties of The Combination of Roselle Calyx (Hibiscus sabdariffa Linn.) and Stevia Leaves (Stevia rebaudiana B.) in Alloxan-Induced White Rats Febriyanti, Raden Maya; Putri, Refitha Nurul; Diantini, Ajeng; Levita, Jutti
Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology Vol 12 (2025): Vol. 12 Suppl. 2 (2025)
Publisher : Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/ijpst.v12s2.59646

Abstract

Roselle (Hibiscus sabdariffa L.) and stevia (Stevia rebaudiana Bertoni) are known to contain phenolic compounds and flavonoids that act as antioxidants and are beneficial in lowering blood sugar levels. This study aimed to determine the phytochemical content and evaluate the hypoglycemic effects of a combined aqueous extract of H. sabdariffa and S. rebaudiana in a 3:1 ratio on diabetic rats. Aqueous extracts were prepared and analyzed for total phenolic and flavonoid contents using the Folin-Ciocalteu and aluminum chloride methods. Diabetes was induced in male Wistar rats by intraperitoneal injection of alloxan (235 mg/kgBW). Rats in the test groups received 500 or 1000 mg/kgBW of the combination, with blood glucose levels measured on the 0th, 7th, and 14th days post-treatment using a glucometer. H. sabdariffa, S. rebaudiana, and their combination contained total phenolic contents of 102.75, 188.053, and 118.856 mgGAE/g, respectively, and flavonoid contents of 3.099, 6.987, and 4.791 mgQE/g, subsequently. Administration of the combination extract at 1000 mg/kgBW showed the highest hypoglycemic effect, reducing blood glucose levels by 35.98% on the 14th day compared to the negative control (p<0.05). The combination of H. sabdariffa and S. rebaudiana extracts demonstrates significant hypoglycemic activity, attributed to their phenolic and flavonoid content.
Potential of Essential Oils of Arabica Coffee Beans (Coffea arabica L.) Java Preanger in Aromatherapy Candle Formulations Handayani, Retty; Hindun, Siti; Aprilian, Salsa; Febriyanti, Raden Maya; Chaerunisaa, Anis Yohana
Indonesian Journal of Biological Pharmacy Vol 4, No 3 (2024): IJBP (Desember)
Publisher : Department of Biological Pharmacy, Faculty of Pharmacy, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/ijbp.v4i3.61471

Abstract

Coffea arabica L. is one of the most widely consumed beverages globally, with extensive research highlighting its significant physical and mental health benefits. However, research has primarily focused on the effects of drinking coffee rather than inhaling its aroma. Aromatherapy, a complementary and alternative medicine, is used to address conditions such as stress, anxiety, depression, insomnia, and pain. Despite the pleasant nature of coffee aroma for many individuals, studies on the therapeutic effects of coffee aroma are limited. This study aimed to develop an aromatherapy candle formulation with potential relaxation and calming properties using coffee oil. The formulations were prepared with varying concentrations of coffee oil: 5%, 10%, 15%, 20%, and 25%. The methodological approach encompassed material collection, coffee bean roasting, Soxhlet extraction of coffee oil, and characterization of the extracted oil. Additionally, the study involved the formulation of aromatherapy candles, followed by comprehensive evaluations, including organoleptic testing, homogeneity assessment, air bubble analysis, melting point determination, burn time measurement, hedonic evaluation, and effectiveness testing. Among the tested formulations, the preparation containing 15% coffee oil (F3) exhibited superior physical properties. Effectiveness testing revealed that 50.00% of panelists experienced relaxation, 23.33% felt refreshed, 16.67% reported a calming effect, and 10.00% felt drowsy.
Evaluasi Penggunaan Aplikasi Diabetes M-Blood Sugar Diary Menggunakan Metode Single Ease Question (SEQ) dan System Usability Scale (SUS) Khodijah, Khodijah; Febriyanti, Raden Maya; Rindarwati, Asti Yunia
Jurnal Penelitian Sains Vol 26, No 2 (2024)
Publisher : Faculty of Mathtmatics and Natural Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56064/jps.v26i2.979

Abstract

Diabetes adalah suatu kondisi medis yang ditandai dengan tingginya kadar gula darah dalam tubuh, yang dapat disebabkan oleh ketidakcukupan produksi insulin oleh pankreas atau ketidakmampuan tubuh untuk menggunakan insulin secara efektif. Diabetes dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan jika tidak diatasi dengan baik. Aplikasi kesehatan digital dapat membantu penderita diabetes untuk memenuhi kebutuhan pengguna, seperti sebagai pengingat konsumsi obat, panduan latihan, atau pemantauan gula darah. Aplikasi tersebut perlu dapat dan mudah digunakan agar penggunaannya dapat dimaksimalkan. Artikel ini bertujuan untuk menguji efektivitas Aplikasi “Diabetes: M-Blood Sugar Diary” berdasarkan metode SEQ dan SUS. Hasil dari metode SEQ memiliki nilai rata-rata sebesar 5, sehingga aplikasi dapat diklasifikasikan sebagai Cukup Mudah sedangkan menggunakan metode SUS, nilai rata-rata SUS adalah 62 dan dapat diklasifikasikan sebagai Marginal.
Formulasi dan Evaluasi Sediaan Mikrohidrogel dengan Kandungan Piperin sebagai Anti Jerawat Handayani, Retty; Auliasari, Nurul; Khaerunnisa, Clarissa F.; Kusumawardhana, Adith P.; Febriyanti, Raden Maya
Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology Vol 12 (2025): Vol. 12 Suppl. 2 (2025)
Publisher : Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/ijpst.v12i0.57781

Abstract

Jerawat adalah kondisi peradangan kulit yang ditandai dengan pembentukan papula, komedo, pustula, jaringan parut, dan nodul. Meskipun perawatan jerawat secara konvensional telah tersedia yaitu dengan antibiotik, tetapi penggunaannya memiliki efek samping dan dalam penggunaan jangka Panjang menyebabkan resistensi antibiotik. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan dan mengevaluasi mikro hidrogel topikal yang mengandung piperin sebagai obat anti jerawat yang potensial. Tiga formulasi yang mengandung piperin dengan variasi konsentrasi 10% (F1A), 20% (F1B), dan 30% (F1C) dibuat dengan menggunakan kitosan dan NaTPP sebagai basis mikrohidrogel. Konsentrasi hambat minimum (KHM) piperin terhadap Propionibacterium acne diuji dengan metode dilusi padat. Karakterisasi terhadap sifat fisikokimia mikrohidrogel dilakukan terhadap parameter organoleptic, homogenitas, daya sebar, pH, dan viskositas, pH. Uji stabilitas terhadap formula dilakukan selama 28 hari. Dari ketiga formula, F1A menunjukkan aktivitas yang sedang terhadap Propionibacterium acne (diameter hambat 10.26 ± 0.57 mm) dan memenuhi persyaratan mutu untuk sediaan mikrohidrogel.
Antidiabetic activity of combined extracts of Hibiscus sabdariffa Linn. and Stevia rebaudiana Bert. on streptozotocin-induced diabetes Wistar rats Tjitraresmi, Ami; Febriyanti, Raden Maya; Anjabtsawa, Daffa; Susilawati, Yasmiwar; Muhaimin, Muhaimin
Chempublish Journal Vol. 9 No. 2 (2025): Chempublish Journal (July - December)
Publisher : Department of Chemistry, Faculty of Science and Technology Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/chp.v9i2.46449

Abstract

The increasing prevalence of diabetes mellitus and the limitation in its conventional therapies underscores the need for alternative treatments. Hibiscus sabdariffa Linn. and Stevia rebaudiana Bert. have demonstrated individual antidiabetic activities attributed to their secondary metabolites, including flavonoid and phenolic compounds. This study employed an experimental in vivo design using rats induced with STZ. Thirty rats were divided into five groups (n=6): normal control, negative control, positive control (Glibenclamide), and two treatment groups receiving the combined aqueous extracts of H.sabdariffa and S.rebaudiana (RSAE) at 500 and 1000 mg/kgBW. Diabetes was induced using STZ (50 mg/kgBW administered i.p). Blood glucose levels were measured fasting and 2 hr postprandial at days 0, 3, and 14 after administration of RSAE. Data were analyzed using One-Way ANOVA. RSAE exhibited dose‐dependent hypoglycaemic activity in STZ‐induced diabetic rats, significantly reducing (p < .005) fasting blood glucose by up to 50.7 % and two‐hour post‐prandial glucose by 44.97% at 1000 mg/kgBW.
Determinan Dalam Penggunaan Obat Tradisional Pada Pasien Diabetes di Kabupaten Bandung Febriyanti, Raden Maya; Danishara, Alima; Salsabila, Malika Khalisha
Indonesian Journal of Biological Pharmacy Vol 4, No 3 (2024): IJBP (Desember)
Publisher : Department of Biological Pharmacy, Faculty of Pharmacy, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/ijbp.v4i3.63945

Abstract

Studi perilaku penggunaan sistem pengobatan plural pada pasien diabetes di Indonesia masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengisi kesenjangan penelitian dengan menganalisis pola penggunaan sistem pengobatan pada pasien diabetes dan mengidentifikasi determinan yang mempengaruhi dalam menggunakan sistem pengobatan tradisional atau modern untuk diabetes mellitus. Pada penelitian ini dilakukan studi kuantitatif households survey untuk mengetahui tingkat pengetahuan pasien terhadap faktor resiko diabetes dan hubungannya dengan pola penggunaan sistem pengobatan. Household survey dilakukan pada Februari 2018 di dua kecamatan di Kabupaten Bandung, yaitu Kecamatan Pangalengan, sebagai kecamatan dengan karakteristik rural dan Kecamatan Baleendah, sebagai kecamatan dengan karateristik urban. Dari total 279 responden pasien diabetes, 2.2% memiliki pengetahuan sedikit, 62.0% memiliki pengetahuan sedang, dan 35.8% memiliki pengetahuan yang banyak mengenai faktor resiko penyakit diabetes. Analisis pola penggunaan sistem pengobatan di masyakat menunjukkan bahwa mayoritas pasien diabetes di Pangalengan menggunakan obat tradisional (71.4%, N=105), sedangkan mayoritas pasien di Baleendah menggunakan obat modern (51.1%, N=174) untuk pengobatan diabetes. Hasil uji bivariat menggunakan Pearson Chi-square menunjukkan bahwa variabel umur, tingkat pendidikan, status sosio-ekonomi, pengetahuan mengenai obat tradisional, pengetahuan mengenai faktor resiko diabetes, lingkungan rural/urban, status kependudukan, dan aksesibilitas terhadap fasilitas kesehatan modern memiliki hubungan yang signifikan (p-value < .05) terhadap pola penggunaan sistem pengobatan pada pasien diabetes di Kecamatan Pangalengan dan Baleendah.