Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

Analisis Hambatan Pelaksanaan Akreditasi Klinik Pratama di Kabupaten Kotawaringin Barat Adieb Fuad Himmawan; Alfan Afandi; Yulia Nur Khayati; Ummu Muntamah
Jurnal Ners Vol. 10 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i4.62824

Abstract

Akreditasi klinik pratama merupakan instrumen penting dalam meningkatkan mutu pelayanan, keselamatan pasien, dan tata kelola fasilitas pelayanan kesehatan. Namun, pelaksanaan akreditasi masih menghadapi berbagai kendala, khususnya pada aspek internal organisasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor internal yang memengaruhi pelaksanaan akreditasi klinik pratama di Kabupaten Kotawaringin Barat. Penelitian menggunakan pendekatan mixed methods dengan desain explanatory sequential. Tahap kuantitatif menggunakan desain cross-sectional dengan melibatkan 72 tenaga medis dan tenaga kesehatan dari populasi 259 orang berdasarkan data sisdmk klinik kabupaten kotawaringin barat 2026 pada 30 klinik pratama. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan korelasi Pearson serta regresi linear berganda. Tahap kualitatif dilakukan melalui wawancara mendalam dengan pimpinan klinik yang dipilih secara purposive sampling untuk memperdalam hasil kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi internal, sumber daya, disposisi pelaksana, dan struktur birokrasi internal secara simultan berpengaruh signifikan terhadap pelaksanaan akreditasi dengan nilai F = 5,800 dan p < 0,001. Model penelitian memiliki nilai R² sebesar 0,257, yang menunjukkan bahwa keempat faktor internal menjelaskan 25,7% variasi pelaksanaan akreditasi. Secara parsial, sumber daya berpengaruh positif dan signifikan (β = 0,322; p = 0,004), demikian pula struktur birokrasi internal (β = 0,292; p = 0,008). Sementara itu, komunikasi internal (p = 0,252) dan disposisi pelaksana (p = 0,893) tidak berpengaruh signifikan. Sumber daya merupakan faktor internal yang paling dominan. Temuan ini menunjukkan pentingnya penguatan sumber daya dan struktur organisasi dalam meningkatkan efektivitas pelaksanaan akreditasi klinik pratama. Accreditation for primary clinics is a crucial instrument for enhancing service quality, patient safety, and the governance of healthcare facilities. However, the implementation of accreditation still faces various obstacles, particularly regarding internal organizational aspects. This study aims to analyze the internal factors influencing the implementation of primary clinic accreditation in West Kotawaringin Regency. A mixed-methods approach with an explanatory sequential design was employed. The quantitative phase utilized a cross-sectional design involving 72 medical and health personnel—selected from a population of 259 across 30 primary clinics based on 2026 regency clinic workforce data. Data were collected via questionnaires and analyzed using Pearson correlation and multiple linear regression. The qualitative phase involved in-depth interviews with clinic leaders—selected through purposive sampling—to gain deeper insight into the quantitative findings. The results indicate that internal communication, resources, implementer disposition, and internal bureaucratic structure simultaneously had a significant effect on accreditation implementation (F = 5.800; p < 0.001). The research model yielded an R² value of 0.257, indicating that these four internal factors explain 25.7% of the variation in accreditation implementation. Individually, resources had a positive and significant effect (β = 0.322; p = 0.004), as did internal bureaucratic structure (β = 0.292; p = 0.008). Conversely, internal communication (p = 0.252) and implementer disposition (p = 0.893) did not have a significant effect. Resources emerged as the most dominant internal factor. These findings highlight the importance of strengthening resources and organizational structures to enhance the effectiveness of primary clinic accreditation implementation.