Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Pendampingan Peningkatan Produksi dan Pemasaran Produk Ikan Krispi Khas Desa Lobuk Kabupaten Sumenep Anekawati, Anik; Isdiantoni, Isdiantoni; Anugerah, Ahmed David; Chayadi, Mokhamad Nur; Koenhardono, Eddy Setyo; Hadiwidodo, Yoyok Setyo; Subchan, Subchan
Jurnal ABDIRAJA Vol 8 No 1 (2025): Jurnal Abdiraja
Publisher : LPPM Universitas Wiraraja Sumenep, Jalan Raya Sumenep Pamekasan KM. 5 Patean Sumenep 69451, Telp. (0328) 673399 Fax. (0328) 673088

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24929/adr.v8i1.3950

Abstract

Desa Lobuk, Kecamatan Bluto, Kabupaten Sumenep, merupakan desa mandiri dengan potensi besar di sektor perikanan dan pariwisata. Namun, desa ini menghadapi tantangan seperti keterbatasan pengolahan hasil tangkapan nelayan, kualitas produk tidak konsisten, desain packiging kurang menarik, dan pengelolaan destinasi wisata yang kurang optimal. Dua mitra utama yang dilibatkan adalah BUMDes Pelangi Nusantara dan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis). Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini yaitu pendampingan untuk meningkatkan kualitas dan kapasitas produksi ikan krispi, memperluas pemasaran produk lokal melalui digitalisasi, meningkatkan manajemen mitra berbasis masyarakat. Metode kegiatan ini adalah pendampingan dan pelatihan pengolahan ikan krispi khas Lobuk, pembuatan desain kemasan, workshop manajemen usaha, pencatatan keuangan, serta promosi digital. Hasil kegiatan yaitu dari aspek produksi diperoleh peningkatan keterampilan pemilihan ikan sebesar 80%, pengeringan ikan 90%, proses penggorengan 75%, proses penirisan 90%, dan packaging 85%; dari aspek pemasaran telah terbentuk platform informasi kegiatan Pokdarwis dan Bumdes serta pemasaran produk mitra secara digital melalui website; dari aspek manajemen terjadi peningkatan minat usaha peserta 85,89% dan pengetahuan kewirausahaan 47,99% dari sebelum kegiatan, peningkatan keterampilan pencatatan keuangan sederhana menggunakan aplikasi “kasir minipro” sebesar 100%, dan tercipta kemasan dengan standar persyaratan untuk pemasaran di pasar modern, memiliki nilai estetika, dan dengan desaian yang dikehendaki mitra.
Resource Support Strategy dalam Pengelolaan Destinasi Wisata Kelor Berbasis Edukasi Rahman, Sindi Arista; Arifin, Syamsul; Isdiantoni, Isdiantoni; Santosa, Ribut; Rasaili, Wilda
Mimbar Agribisnis : Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Vol 10, No 2 (2024): Juli 2024
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ma.v10i2.13976

Abstract

Poteran Village is the island with the largest moringa producer in Sumenep Regency. The results of the Moringa plant are then processed into various food products such as Moringa noodles, Moringa tea, Moringa flour and Moringa capsules. Based on this potential, it is important to develop it into a tourist destination based on educational tourism with an empowerment management strategy. As is known, Moringa tourism studies have not received much attention from academics. Therefore, research was conducted to find out how Moringa can be managed as a culinary tourism attraction based on educational tourism using resource strategies. The research uses a qualitative method with focus group discussion as a data collection method. The results of this research show 1) readiness of facilities as the responsibility of stakeholders, 2) Optimization of human resource empowerment related to community empowerment as the main actor, 3) Utilization of financial resources as the main driver in launching the Moringa educational tourism development program, 4) institutional strategy is a strategy that used in order to seek the role of institutions in developing education-based Moringa tourism destinations.
UPAYA MENINGKATKAN KEMAUAN MASYARAKAT DALAM MENGELOLA PEKARANGAN DI KABUPATEN SUMENEP Isdiantoni, Isdiantoni
Jurnal Karaton Vol 1 No 2 (2022): Karaton: Jurnal Pembangunan Sumenep
Publisher : Badan Riset dan Inovasi Daerah Kabupaten Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pekarangan dapat dimanfaatkan masyarakat untuk menanam sayur dan buah, didukung oleh program pemerintah P2L (program Pekarangan Pangan Lestari) pada Tahun 2020. Permasalahan yang muncul di Kabupaten Sumenep adalah kesadaran masyarakat untuk memanfaatan pekarangan sebagai penyedia bahan pangan belum optimal. Maka yang perlu dilakukan ada dua hal yaitu, pertama: mengetahui indeks kepentingan dan indeks hambatan, kedua: melakukan pemetaan menggunakan metode Importance Performance Analysis. Metode yang digunakan simple random sampling (sampling error 0,05), diperoleh jumlah sampel sebanyak 70 orang. Hasil menunjukkan indeks kepentingan tertinggi terjadi pada indikator kesuburan lahan dan terendah diperoleh oleh indikator pendidikan. Hambatan tertinggi pada indikator aksesibilitas/kemudahan terhadap saprodi, serta terkecil pada indikator pengetahuan teknologi pengelolaan lapang produksi dan lingkungan. Sedangkan Faktor yang dipersepsikan penting tetapi menjadi penghambat utama oleh pengelola pekarangan yaitu: (1). Kebutuhan pengetahuan perencanaan penanaman; (2). Kebutuhan pengetahuan memilih jenis tanaman; (3). Kebutuhan pengetahuan manfaat pekarangan; (4). Kebutuhan terhadap aksesibilitas saprodi; (5). Ketersediaan air; (6). Kesuburan lahan; dan (7). Dukungan kelembagaan (pelatihan dan fasilitasi)
STRATEGI PENGEMBANGAN PEMASARAN PERTANIAN DI KABUPATEN SUMENEP Isdiantoni, Isdiantoni
Jurnal Karaton Vol 4 No 1 (2024): Karaton: Jurnal Inovasi Pembangunan Sumenep
Publisher : Badan Riset dan Inovasi Daerah Kabupaten Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian tentang Strategi Pengembangan Pemasaran Pertanian di Kabupaten Sumenep mengungkap kompleksitas sektor pertanian yang memiliki kontribusi signifikan sebesar 38,23% terhadap PDRB daerah. Dengan wilayah pertanian mencakup 62,8% luas kabupaten dan mengandalkan komoditas unggulan seperti padi, jagung, dan hortikultura, penelitian ini mengeksplorasi potensi transformasi sistem pemasaran pertanian melalui pendekatan kualitatif dengan metode participatory action research. Penelitian melibatkan 16 narasumber dari lima kecamatan strategis: Rubaru, Batu Putih, Talango, Saronggi, dan Manding. Setiap kecamatan memiliki karakteristik komoditas unik, seperti bawang merah di Rubaru, pisang di Batu Putih, srikaya di Saronggi, dan jagung lokal di Manding, yang mencerminkan keragaman potensi pertanian Sumenep.Analisis SWOT menempatkan Kabupaten Sumenep pada kuadran Weakness-Opportunity dengan koordinat (-0.19, 0.42), mengindikasikan adanya kelemahan internal namun peluang eksternal yang potensial. Hasil analisis IFAS dengan skor 2.89 dan EFAS 3.24 menunjukkan dinamika kompleks sektor pertanian, dengan kelemahan utama mencakup keterbatasan keterampilan petani, ketidakstabilan produksi, dan ketergantungan tinggi terhadap musim. Melalui analisis Quantitative Strategic Planning Matrix (QSPM), penelitian mengidentifikasi tiga strategi prioritas: Pertama, pengembangan sistem digital marketing dan e-commerce dengan skor 3.50, fokus pada transformasi digital melalui platform marketplace terintegrasi. Kedua, pengembangan produk dan standarisasi mutu dengan skor 3.41, yang menekankan penyusunan standar operasional produksi dan sertifikasi. Ketiga, penguatan kelembagaan dan kemitraan dengan skor 3.28, bertujuan memperkuat kapasitas petani dan fasilitasi kemitraan.Penelitian mengungkap kompleksitas permasalahan yang meliputi aspek struktural dengan rantai distribusi tidak efisien, aspek teknis dengan keterbatasan teknologi pascapanen, aspek sosial-ekonomi dengan posisi tawar petani yang lemah, serta aspek kelembagaan dengan koordinasi antar stakeholder yang belum optimal. Implementasi strategi membutuhkan kolaborasi intensif antara Dinas Komunikasi dan Informatika, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, serta Diskoperindag. Pendekatan komprehensif diperlukan untuk mengatasi kelemahan internal sekaligus memanfaatkan peluang eksternal yang ada.Rekomendasi strategis mencakup pengembangan platform digital marketplace, investasi infrastruktur pascapanen, pelatihan intensif sumber daya manusia pertanian, pembentukan kemitraan struktural, serta regulasi insentif yang responsif terhadap karakteristik pertanian di Sumenep. Pendekatan holistik ini diharapkan mampu mentransformasi sektor pertanian Sumenep menuju sistem yang lebih kompetitif dan berkelanjutan.