Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISA PERHITUNGAN EFISIENSI COOLING TOWER 32 T 821 PADA UTILITAS II PRODUKSI II B PT PETROKIMIA GRESIK Suhartono Wahyu; Asalil Mustain; Muhammad Aidil Rizky
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 9 No. 1 (2023): March 2023
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v9i1.520

Abstract

Industri petrokimia sangat memerlukan kebutuhan air pendingin sebagai unit penunjang prosesnya. Untuk meningkatkan effisiensi penggunaan air pendingin dalam sistem utilitas, colling tower diperlukan sehingga air pendingin dapat digunakan kembali selama proses berlangsung. Penggunaaan alat cooling tower pada industri dinilai penting, sehingga perlu peninjauan mengenai evalusai kinerja cooling tower. Evaluasi kinerja cooling tower dapat dilakukan berdasarkan perhitungan efisiensi air pendingin, perhitungan neraca massa, dan neraca energi pada sistem cooling tower tersebut perlu dilakukan terlebih dahulu. Analisa ini dapat menjadi pertimbangan teknis pihak industri untuk operasional maupun perawatan lebih lanjut. Setelah melalui pengamatan di lapangan, hasil perhitungan aktual yang menunjukkan efisiensi kerja cooling tower pada unit utilitas 2 produksi 2 B diperoleh berkisar 65%. Berdasarkan hasil perhitungan tersebut, kinerja cooling tower masih beroperasi dengan baik dan masih layak digunakan dalam proses industri.
PENGARUH JENIS TEPUNG NABATI DAN WAKTU PENGERINGAN MAGGOT TERHADAP KANDUNGAN PAKAN IKAN LELE BERBAHAN DASAR MAGGOT (HERMETIA ILLICENS) Aldyn Firstiano Afnan; Profiyanti Hermien Suharti; Asalil Mustain; Anang Arianto; Bagos Tedy Arta; Virsa Faliolla Tasyakuranti
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 9 No. 3 (2023): September 2023
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v9i3.3750

Abstract

Pakan merupakan unsur penting dalam budidaya ikan. Ketersediaan tepung ikan yang terbatas membuat harga pakan ikan komersil melonjak sehingga perlu dicari bahan penggantinya. Maggot BSF (Hermetia illicens) merupakan alternatif yang direkomendasikan oleh pemerintah untuk bahan pakan karena berbagai keunggulannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis tepung nabati yang digunakan terhadap kandungan pakan ikan lele berbahan dasar maggot dengan memperhatikan waktu pengeringan maggot yang dilakukan pada suhu 120°C selama 1 jam, 1,5 jam, dan 2 jam. Dengan variasi jenis tepung nabati dan lama waktu pengeringan tersebut diharapkan mendapatkan kandungan pakan ikan lele yang baik. Kandungan yang diuji yaitu kadar air, kadar abu, kadar lemak, dan kadar serat kasar. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, kandungan pakan ikan lele sesuai dengan SNI 01-4087-2006. Hasil penelitian menunjukkan waktu pengeringan memiliki pengaruh terhadap kandungan kadar air dan lemak, sedangkan jenis tepung nabati memiliki pengaruh yang berbeda terhadap masing-masing kandungan pakan ikan lele berbahan dasar maggot yaitu tepung terigu menghasilkan kadar air yang tinggi, tepung kedelai menghasilkan kadar abu dan serat kasar yang tinggi, dan tepung maizena menghasilkan kadar lemak yang tinggi.
STUDI LITERATUR KARAKTERISTIK BRIKET DENGAN PERBEDAAN RASIO CAMPURAN ARANG TEMPURUNG KELAPA DAN BIOMASSA LAINNYA Mochammad Agung Indra Iswara; Asalil Mustain; Mufid Mufid; Prayitno Prayitno
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 10 No. 1 (2024): March 2024
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v10i1.4466

Abstract

Kebutuhan energi dapat dipenuhi dengan mencari sumber energi alternatif yang efisien dan terbarukan. Briket sebagai sumber energi terbarukan merupakan energi alternatif yang berasal dari sisa bahan organik padat dan mempunyai nilai kalor yang tinggi. Banyaknya penelitian briket dengan berbagai bahan baku biomasa dan berbagai rasio tertentu akan menghasilkan spesifikasi briket yang beragam, oleh karena itu perlu kajian mendalam dengan membandingkan nilai kalor, kadar air dan kadar abu pada masing-masing bahan baku briket terhadap spesifikasi yang sesuai dengan SNI 01-6235-2000. Metodologi yang digunakan adalah dengan melakukan studi literatur yang terdiri atas pengumpulan jurnal dan referensi, melakukan analisis dan pengumpulan data, membuat jurnal ilmiah, menganalisis data, serta menarik kesimpulan dan rekomendasi. Hasil kajian yang diperoleh adalah briket dengan kualitas terbaik dengan campuran arang kelapa dan sabut kelapa dengan nilai kalor 6211 kalori/gram, kadar air 5,39% dan kadar abu 2,86%, sedangkan campuran tempurung kelapa dengan kulit durian memiliki nilai kalor sebesar 6847,31 kalori/gram, nilai kadar air dan abu dibawah 8% dan tempurung kelapa dengan kayu madan memiliki nilai kalor 6425 kalori/gram, nilai kadar air dan abu dibawah 8%. Sehingga disimpulkan briket dengan campuran tempurung kelapa dan sabut kelapa memiliki kadar air dan abu lebih baik namun memiliki nilai kalor lebih rendah dibanding campuran tempurung kelapa dengan kulit durian dan kayu madan.
PEMANFAATAN AIR LINDI UNTUK PUPUK ORGANIK CAIR (POC) DENGAN BIOAKTIVATOR EM4 DAN PSEUDOMONAS FLUORESCENS PADA TPA SUPIT URANG Haryo Permono; Asalil Mustain; May Kurnia Pratiwi
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 10 No. 2 (2024): June 2024
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v10i2.5225

Abstract

Indonesia merupakan salah satu penghasil sampah terbesar di dunia. Sampah yang dihasilkan oleh Indonesia sebanyak 67,8 juta ton dengan sumber sampah sebanyak 37,3% berasal dari aktivitas rumah tangga. Dampak dari kegiatan rumah tangga yang menghasilkan sampah dapat merugikan manusia maupun lingkungan. Akibatnya, pembuangan sampah tanpa pengolahan lanjutan akan menyebabkan polusi udara dan polusi visual. Air lindi merupakan air rembesan yang didapat dari komponen–komponen sampah baik sampah organik maupun anorganik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memanfaatkan air lindi sebagai produk  daya guna tinggi yaitu dalam pembuatan Pupuk Organik Cair (POC). Metode yang dilakukan dalam pembuatan POC ini adalah Metode fermentasi anaerobik dengan bioaktivator EM4 sebanyak 60 mL dan Pseudomonas Fluorescens sebanyak 40 mL, 50 mL dan 60 mL pada basis volume bahan baku lindi sebanyak 5 L. POC yang terbentuk di analisa nilai pH dan kandungan N, P dan K. Dari hasil analisa yang dilakukan terlihat bahwa bioaktivator Pseudomonas Fluorescens sebanyak 60 mL menghasilkan pupuk cair yang sesuai dengan baku mutu standart permentan RI Nomor 216/KPTS/SR.310/M/4/2019 dengan kadar N sebesar 2.22% , P sebesar 2.85% dan K sebesar 2.37%.
PENGARUH KECEPATAN PENGADUKAN TERHADAP PENYISIHAN PARAMETER NILAI TSS DAN TURBIDITY PADA PROSES PENGOLAHAN LIMBAH CAIR INDUSTRI KRIMER Dini Fitria Marta Fadila; Asalil Mustain; Bernardete Ferdinata Dandel
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 10 No. 4 (2024): December 2024
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v10i4.6607

Abstract

Limbah cair hasil proses industri merupakan bahan sisa operasi pabrik yang mempunyai karakteristik tertentu   dan tersuspensi dalam air. Limbah cair termasuk jenis polutan berbahaya dan beracun. Penelitian ini bertujuan untuk menurunkan tingkat kekeruhan limbah cair dari industri krimer melalui penambahan koagulan, sehingga kandungan Total Suspended Solid (TSS) dapat dianalisis. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh jenis koagulan dan kecepatan pengadukan terhadap efektivitas penyisihan pada air limbah industri krimer. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode observasi dengan pengumpulan data secara langsung pada sampel limbah cair industri krimer. Flocculant Tester FP4 digunakan untuk proses pengolahan limbah cair industri krimer. Sampel limbah cair sebanyak 500 ml ditambahkan koagulan Aluminium Chlorohydrate (ACH), Poli Aluminium Chlorida (PAC), dan Polydadmac dengan dosis sebesar 0,0024 ; 0,0032 ; 0,0040 ; 0,0044 ; dan 0,0052 v/v. Dengan variasi dosis tersebut, dosis yang paling optimum yaitu 2 ml pada masing-masing koagulan dengan kecepatan pengadukan yang optimal pada 100 rpm selama 1 menit untuk koagulan dan 20 rpm selama 30 detik untuk flokulan. Dari beberapa koagulan yang telah dianalisis, koagulan Aluminium Chlorohydrate (ACH) menunjukkan hasil kemampuan penurunan nilai TSS yang paling efektif dari koagulan lainnya. Kecepatan pengadukan pada proses pengolahan limbah cair krimer yang paling efektif sekitar 100 rpm selama 1 menit.  Pengaruh kecepatan pengadukan yang optimal dapat membantu pembentukan flok cukup besar sehingga dapat meningkatkan efektifitas proses pengendapan. Selain itu, kecepatan pengadukan sangat berpengaruh terhadap efesiensi proses pengolahan air limbah.
EVALUASI ALAT HEAT EXCHANGER E-2501 PADA PABRIK ASAM FOSFAT I DEPARTEMEN PRODUKSI IIIA PT PETROKIMIA GRESIK Salsabila Salsabila; Asalil Mustain; Delfian Lutfiananda
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 11 No. 2 (2025): June 2025
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v11i2.6803

Abstract

Sumber daya alam adalah kebutuhan utama makhluk hidup dengan berbagai macam jenisnya, salah satunya adalah sumber kebutuhan pokok yang cukup melimpah. PT Petrokimia Gresik adalah salah satu industri yang memproduksi pupuk dengan kualitas tinggi untuk menunjang kesejahteraan di bidang pertanian. Heat exchanger E-2501 adalah alat yang digunakan sebagai perpindahan panas dan berfungsi sebagai pemanas pada proses produksi asam fosfat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi E-2501 yang dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu perhitungan efisiensi perpindahan panas, fouling factor, dan pressure drop. Metodologi penelitian yang digunakan adalah observasi selama 5 hari untuk mendapatkan kondisi operasi E-2501 yang terdiri dari suhu, tekanan fluida, dan laju alir. Hasil dari evaluasi E-2501 yaitu efisiensi perpindahan panas  sebesar 74,98%, fouling factor sebesar 0,0134 Btu/jam.ft2.°F, pressure drop pada shell sebesar 5,8 x 10-17 Psi dan pressure drop pada tube sebesar 2,3548 Psi. Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa E-2501 mampu beroperasi cukup bagus walaupun mengalami penurunan kinerja. Maka dari itu, PT Petrokimia Gresik diharapkan untuk terus meningkatkan perawatan E-2501 secara berkala dengan melakukan pembersihan dan perbaikan supaya proses produksi berjalan dengan optimal.
PREDIKSI KESETIMBANGAN UAP-CAIR SISTEM BINER TERT-BUTANOL+ISOAMIL ALKOHOL PADA BERBAGAI TEKANAN MENGGUNAKAN MODEL UNIFAC Susan Tiarawati; Asalil Mustain
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 11 No. 3 (2025): September 2025
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v11i3.7219

Abstract

Sebagai negara agraris, Indonesia memiliki potensi besar dalam pengembangan bioetanol sebagai sumber energi terbarukan yang ramah lingkungan. Produk hasil fermentasi bioetanol umumnya masih berupa campuran etanol, air, dan fusel oil yang mengandung komponen seperti tert-butanol dan isoamil alkohol, sehingga diperlukan pemisahan lanjutan. Salah satu metode pemurnian yang umum digunakan adalah distilasi, yang memerlukan data kesetimbangan uap-cair (Vapor-Liquid Equilibrium) untuk merancang proses pemisahan yang efisien. Penelitian ini bertujuan memprediksi data kesetimbangan uap-cair sistem biner tert-butanol+isoamil alkohol menggunakan model UNIFAC (Univeral Quasi-Chemical Functional Group Activity Coefficients) pada tekanan 20, 50, dan 101,325 kPa. Prediksi dilakukan melalui pendekatan kontribusi gugus fungsional untuk menghitung koefisien aktivitas masing-masing komponen. Hasil prediksi kesetimbangan uap-cair sistem biner tert-butanol+isoamil alkohol tidak menunjukkan azeotrop, sehingga pemisahan dapat dilakukan dengan distilasi sederhana.
Co-Authors Ade Sonya Suryandari Ade Sonya Suryandari Ade Sonya Suryandari Ade Sonya Suryandari Adinda Sindi Estelita Adinda Sindi Estelita Afrizal, Daffa Agung Ari Wibowo Agung Ari Wibowo Agung Ari Wibowo Agung Ari Wibowo Akbar, Fillah Akhmad Hariadi Aldyn Firstiano Afnan Alya Tri Kurnia Alya Tri Kurnia Anang Arianto Anang Takwanto Anasthasia Putri Andika Soharmat Aprijaya Andika Soharmat Aprijaya Annas Wiguno Anugrah Windy Mustikarini Anugrah Windy Mustikarini Anugrahani, Viona Widya Ardiansyah, Zainur Risky Arfiansyah, Ilham Arief Rahmatulloh Auliyah Choirunnisa Auliyah Choirunnisa Bagos Tedy Arta Bernardete Ferdinata Dandel Bintang, Zahril D. Setiawati, Eviana Dana Wahyu Pratama Dana Wahyu Pratama Delfian Lutfiananda Desi Nurisnaeni Saputri Desi Nurisnaeni Saputri Desta E.D. Prasetya Dewajani, Heny Dhoni Hartanto Dini Fitria Marta Fadila Divia Amalia Divia Amalia Ernia Novika Dewi Ernia Novika Dewi Erry Nabil Erry Nabil Fannania S. Erdiyanti Fannania S. Erdiyanti Gede Wibawa Gede Wibawa Gede Wibawa Gede Wibawa Hadi Priya Sudarminto Hardjono Hardjono Hardjono Hardjono Hardjono Hardjono Hardjono Hardjono Haryo Permono Haura Rahmayanti Haura Rahmayanti Heny Dewajani Herdiana Inayatul Maula Inayatul Maula Inayatul Maula Inayatul Maula INDRA LUKMANA PUTRA Khalimatus Sa'diyah Khalimatus Sa'diyah Khalimatus Sa’diyah Khalimatus Sa’diyah Khoiroh, Ianatul Lintang Alivia Anggerta Listiyana Candra Dewi M. Agung Indra Iswara May Kurnia Pratiwi Miftakhul Falah Mochammad Agung Indra Iswara Mochammad Agung Indra Iswara Mochammad Agung Indra Iswara Mochammad Junus Mufid Mufid Mufid Mufid Mufid Mufid Mufid Mufid Mufid Mufid Muhammad Aidil Rizky Muhammad Rais Zain Muhammad Rais Zain Mukhammad Furoiddun Nais Nadia Rahmatillah Nadia Rahmatillah Nanik hendrawati, Nanik Nasya Pingki Febriani Niamatur Rofiah Niamatur Rofiah Nur Lailatur Rohmah Nur Lailatur Rohmah Prayitno Prayitno Prayitno Prayitno Prayitno Prayitno Prima Astuti Handayani Profiyanti Hermien Suharti Putri, Vemmy Nurmala Andhani Risky Dimas Alfian Risky Dimas Alfian Rizky, M Aldo Rizqy Romadhona Ginting Rizqy Romadhona Ginting Rofiq Hamzah Rofiq Hamzah Rucita Ramadhana Rulianah, Sri Salsabila Salsabila Setiyo Gunawan Shabrina Adani Putri Sigit Hadiantoro, Sigit Sindhuwati, Christyfani Sri Rulianah Suhartono Wahyu Sumarno . Sumarno Sumarno Suryandari, Ade Sonya Susan Tiarawati Sutrisno, Akhmad Takwanto, Anang Vira Cintya Ramadhani Virsa Faliolla Tasyakuranti Wahyu Fazar Eka Irwansyah Yanty Maryanty Yasinta Octaliya Rosly Yasinta Octaliya Rosly