Claim Missing Document
Check
Articles

The Relationship Between Text and Context in Hadith Studies: The Theory of Asbāb al-Wurūd and its Significance in Understanding Hadith Nurohman, Aris; Mustaqim, Abdul; Muhammadi, Qasem
Taqaddumi: Journal of Quran and Hadith Studies Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/taqaddumi.v5i2.14265

Abstract

Understanding ḥadīth requires more than a literal reading of the text; it must also take into account the historical, social, cultural, and linguistic contexts behind the Prophet Muhammad’s sayings. The theory of asbāb al-wurūd serves as a critical approach in ḥadīth studies, as it helps to uncover the underlying reasons or circumstances surrounding a particular prophetic statement. Through a qualitative library-based research method, this study explores the relationship between text and context in ḥadīth, and highlights the significance of asbāb al-wurūd in preventing misinterpretation and deepening the understanding of Islamic legal rulings. The findings reveal that asbāb al-wurūd not only clarifies the meaning of a ḥadīth more accurately but also provides a dynamic, inclusive, and contextually grounded interpretation aligned with the principles of maqāṣid al-sharī‘ah. Nevertheless, this approach faces certain limitations, particularly when the context is not explicitly recorded or relies on weak chains of narration. Therefore, methodological caution and a critical approach are essential in applying the asbāb al-wurūd theory in contemporary ḥadīth scholarship.
Dialektika Agama: Harmoni dalam Jemaat Ahmadiyah (Resepsi Jemaat Ahmadiyah Indonesia Manislor Kuningan Jawa Barat terhadap Ayat-Ayat Jihad dan Perdamaian) 'aini, Adrika Fithrotul; Mustaqim, Abdul
FIKRAH Vol 4, No 2 (2016): FIKRAH: JURNAL ILMU AQIDAH DAN STUDI KEAGAMAAN
Publisher : Prodi Aqidah dan Filsafat Islam, Fakultas Ushuluddin, Universitas Islam Negeri Sunan Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (165.007 KB) | DOI: 10.21043/fikrah.v4i2.1768

Abstract

Intoleransi, diskriminasi, dan kekerasan kerap terjadi di mana-mana di bumi Nusantara ini, sebagaimana sikap kekerasan yang terjadi di kelompok Ahmadiyah Manislor Kuningan beberapa tahun lalu. Kejadian yang seperti ini perlu adanya suatu konfirmasi penafsiran mengenai ayat al-Qur’an yang mengacu pada signifikansi nilai-nilai perdamaian yang harus dijunjung antar sesama. Al-Qur’an juga membincangkan mengenai perdamaian (rekonsiliasi). Reinterpretasi tersebut berguna untuk penghapusan penindasan, penegakkan kebebasan beragama, dan perdamaian. Adapun tulisan ini mengambil dua pokok permasalahan, yakni nilai-nilai perdamaian apa saja yang ada dalam jemaat Ahmadiyah?, kemudian bagaimana pemahaman Jema’at Ahmadiyah Manislor Kuningan terhadap ayat-ayat tentang perdamaian yang diresepsi sehingga membentuk suatu konsep yang menjadi tameng terhadap terjadinya kekerasan selanjutnya. Dari beberapa telaah pustaka yang penulis lakukan, belum ada penelitian yang membahas mengenai dialektika agama dalam Jemaat Ahmadiyah yang difokuskan pada studi resepsi. Hasil ini penelitian ini menunjukkan bahwa Jema’at Ahmadiyah Manislor dalam memahami ayat al-Qur’an tentang Jihad dengan pendekatan resepsi, di mana ayat jihad tersebut tidak hanya diartikan dan diaplikasikan begitu saja, akan tetapi dilihat dari sisi historis dan konteks masa sekarang yang secara tidak sadar melibatkan horison (pre understanding) mereka. Oleh karena itu, ayat tersebut dengan sendirinya sebenarnya dapat menjadi solusi dari perselisihan yang terjadi dalam Jema’at Ahmadiyah Manislor Kuningan.