Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Economic Analysis of Household Processing Sugar Nagari Bukik Batabuah Agam District Dermawan, Alvindo; Nofialdi, Nofialdi; Yusmarni, Yusmarni
Indonesian Journal of Agricultural Research Vol. 2 No. 1 (2019): InJAR, Vol. 2, No. 1, March 2019
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (705.355 KB) | DOI: 10.32734/injar.v2i1.707

Abstract

This study aims to describe household economic processing brown sugar and identify the factors that affect decision sugar confection red and household consumption processing brown sugar in nagari bukik batabuah kecamatan canduang kabupaten agam. Methods used are the method survey. Populations are all households processing brown sugar traditionally in nagari bukik batabuah kecamatan canduang kabupaten agam with 528 unit households. A method of the respondents is by means simple random sampling as many as 30 households respondents. Analysis the data used was deskripsitif qualitative. The result of this research is that torrent of working hours in in the processing brown sugar greater than activities outside processing brown sugar so income derived from the sale of red is also greater of income outside activities processing brown sugar of rp.2.581.667 or 82 % household income comes from income brown sugar, their household needs processing brown sugar could not be fulfilled some of their income spent for consumption needs food without capable of savings and invest. Factors that affects decision sugar confection red in nagari bukik batabuah is the number of raw materials, sugar price red and needs of the households, while that affects household consumption processing brown sugar namely household income, the number of family members, and the number of families to that are still at school. Advice provided researchers that is as well
Analisis Persepsi Konsumen Beras di Kecamatan Padang Timur Kota Padang Rahyuni Rahyuni; Melinda Noer; Yusmarni Yusmarni
Journal of Socio-economics on Tropical Agriculture Vol. 2 No. 3 (2020): December
Publisher : UNIVERSITAS ANDALAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/joseta.v2i3.401

Abstract

Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Padang Timur, Kota Padang pada bulan Oktober – November 2019. Tujuan  penelitian adalah mendeskripsikan karakteritik konsumen beras, menganalisis proses pengambilan keputusan yang dilakukan konsumen dalam pembelian beras dan menganalis persepsi konsumen terhadap beras di Kecamatan Padang Timur. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah survei. Pengambilan sampel dilakukan secara accidental sampling. Data analisa secara deskriptif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik konsumen sebagai rersponden yang dijumpai penelitian ini sebagain besar perempuan, berumur usia produkstif dan sudah berumah tangga dengan pendapatan kecil dari Rp. 2.5 jt/ bulan. Hasil untuk tujuan kedua, bahwa proses keputusan pembelian konsumen terdapat lima tahap yaitu: pengenalan kebutuhan, pencarian informasi,penilaian alternative,keputusan pembelian dan perilaku pasca pembelian. Hasil untuk tujuan ketiga, bahwa persepsi konsumen terhadap beras berdasarkan pengolahan data dengan Importance Performance Analysis (IPA) menunjukkan bahwa kinerja yang harus segera ditingkatkan adalah warna alami beras.
Analisis Faktor-faktor yang Mempengaruhi Permintaan Bawang Merah Lokal pada Konsumen Rumah Tangga di Kota Padang Mella Indriani Nasution; Rahmat Syahni; Yusmarni Yusmarni
Journal of Socio-economics on Tropical Agriculture Vol. 2 No. 3 (2020): December
Publisher : UNIVERSITAS ANDALAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/joseta.v2i3.406

Abstract

Bawang merah merupakan salah satu komoditi hortikultura yang sering mengalami pelonjakan harga di Kota Padang. Lonjakan harga bawang merah tersebut terjadi karena ketidakseimbangan antara permintaan dan pasokan bawang merah yang ada di Kota Padang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan konsumen rumah tangga bawang merah lokal di Kota Padang, mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan bawang merah lokal, dan untuk mengetahui elastisitas permintaan bawang merah lokal pada konsumen rumah tangga di Kota Padang. Penelitian ini menggunakan metode survey dengan sampel sebanyak 60 konsumen rumah tangga pada lima pasar tradisional terbesar di Kota Padang. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis regresi berganda dengan transformasi logaritma natural. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa mayoritas responden konsumen rumah tangga bawang merah lokal adalah perempuan berusia 46-55 tahun dan bekerja sebagai ibu rumah tangga. Faktor yang berpengaruh nyata terhadap permintaan bawang merah lokal pada tingkat kepercayaan 95 persen adalah harga bawang merah lokal, pendapatan keluarga, jumlah anggota keluarga, dan selera. Sedangkan harga bawang merah jawa, harga bawang merah impor, harga cabai merah, dan usia responden tidak berpengaruh nyata terhadap permintaan bawang merah lokal. Elastisitas permintaan bawang merah lokal adalah -2.658 yang menunjukkan bawang merah lokal di Kota Padang bersifat elastis karena pengaruh dari dua barang substitusi yaitu bawang merah jawa dan bawang merah impor.
Analisis Kelayakan Finansial Usahatani Buah Naga (Hylocereus SP) di Nagari Aripan, Kecamatan X Koto Singkarak, Kabupaten Solok Dwi Rahmadhani; Yusmarni Yusmarni; Lora Triana
Journal of Socio-economics on Tropical Agriculture Vol. 3 No. 1 (2021): April
Publisher : UNIVERSITAS ANDALAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/joseta.v3i1.407

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan profil usahatani buah naga (2) menganalisis kelayakan finansial usahatani buah naga di Nagari Aripan, Kecamatan X Koto Singkarak. Penelitian ini dilaksanakan menggunakan metode survei dengan teknik pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling yang mewakili setiap umur tanaman dari umur 1 sampai 5 tahun. Hasil penelitian menunjukan Analisis kelayakan finansial usahatani buah naga di Nagari Aripan layak untuk dilaksanakan pada tingkat suku bunga 12%, berdasarkan analisa kriteria investasi diperoleh nilai B/C ratio 1,93 (B/C>1, berarti layak), nilai NPV Rp 246.292.482,091 (NPV>0, berarti layak) dan nilai IRR 31,4% (IRR>OCC, berarti layak). Pada analisa payback periode diperoleh 5 tahun 4 bulan untuk mengembalikan investasi yang ditanamkan. Analisis sensitivitas penurunan benefit 11% diperoleh hasil IRR 26,85% (IRR>OCC) artinya usaha masih layak untuk dilaksanakan. Analisis sensitivitas kenaikan biaya 1,4% diperoleh hasil IRR 31,2% (IRR>OCC) artinya usaha masih layak untuk dilaksanakan. Analisis sensitivitas penurunan benefit 11% dan kenaikan biaya 1,4% diperoleh hasil IRR 26,7% (IRR>OCC) artinya usaha masih layak untuk dilaksanakan. Adapun saran yang diberikan adalah sebaiknya petani lebih memperhatikan petunjuk teknis budidaya yang dikeluarkan oleh Kementerian Pertanian untuk memaksimalkan hasil yang diperole dan disarankan kepada petani untuk tetap mengembangkan usahatani buah naga di Nagari Aripan, Kecamatan X Koto Singakarak.
Analisis Usahatani Bawang Daun (Allium fistulosum L.) di Kota Padang Panjang, Sumatera Barat Dwi Ayi Fortuna; Syahyana Raesi; Yusmarni Yusmarni
Journal of Socio-economics on Tropical Agriculture Vol. 4 No. 1 (2022): April
Publisher : UNIVERSITAS ANDALAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/joseta.v4i1.436

Abstract

Petani dalam melakukan suatu kegiatan berusahatani haruslah bekerja secara efisien dan penuh persiapan agar hasil usahatani yang mereka usahakan dapat mendatangkan keuntungan. Tujuan diadakannya penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kultur teknis dan permasalahan yang dihadapi dalam usahatani bawang daun di Kota Padang Panjang dan menganalisis besarnya pendapatan dan keuntungan dari usahatani bawang daun di Kota Padang Panjang. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif melalui tingkat pendapatan, keuntungan, analisa R/C selama satu kali musim tanam. Hasil analisis usahatani bawang daun yang dilakukan oleh petani sampel didapatkan bahwa biaya yang paling banyak dikeluarkan oleh petani yaitu biaya pembelian mulsa plastik dan pupuk. Pendapatan yang didapatkan petani setiap musim tanamnya adalah sebesar Rp 12.718.622,63 per hektar usahatani sedangkan keuntungan yang didapatkan adalah sebesar Rp 9.044.931,73 per hektar usahatani dengan R/C senilai 1,55. Biaya total dari keseluruhan kegiatan usahatani per musim tanam mencakup biaya yang dibayarkan dan biaya yang diperhitungkan yaitu sebesar Rp 16.465.439 per hektar usahatani. Permasalahan pada usahatani bawang daun yang dilakukan oleh petani sampel yaitu dari berbagai faktor yaitu faktor iklim yang tidak menentu dengan curah hujan yang cukup tinggi, faktor harga yang tidak tetap, faktor budidaya yang tidak sesuai dengan buku ataupun panduan yang ada yang menyebabkan hasil produksi yang tidak maksimal, faktor kompetisi pemasaran, dan bantuan dari pemerintah setempat.
Finacial Feasibility and Farmers' Response to Citronella Grass Farming and Processing in Simawang Village, Tanah Datar District Yusmarni, Yusmarni; Putri, Afrianingsih
International Journal of Agricultural Sciences Vol. 7 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/ijasc.7.2.76 - 80.2023

Abstract

Simawang village has been experiencing a drought since the 2000s due to the uncertainty of the seasonal pattern. All paddy fields in the village depend on rain for irrigation. Consequently, the activities of paddy farming were also disrupted. Some farmers leave their rice fields unplanted, and there is approximately 60 ha of rice fields in Simawang village have turned into abandoned land. In 2014 the farmers started to plant citronella grass on that abandoned land, and in 2017 they already had a citronella oil distiller. This paper discusses the financial feasibility of citronella grass farming and processing and analyzes the farmers' response to those activities. The research found that citronella grass farming and processing in Simawangv illage is feasible to be implemented. It can be seen from the NPV, IRR, and B/C ratio values of Rp. 218.438.869, 33,2% and 2,1 respectively. Moreover, the farming and processing payback period is two years and 11 months. The cognitive and affective responses of the farmers to farming and processing are good; meanwhile, the conative response is poor. Despite the farmers having good knowledge about farming and processing citronella grass and agreeing that those activities could benefit them both economically and environmentally, most of them have not yet practiced the activities due to land ownership issues.
ANALISIS BONUS DEMOGRAFI SEBAGAI KESEMPATAN DALAM MENGOPTIMALKAN PEMBANGUNAN PERTANIAN DI SUMATERA BARAT Yusmarni, Yusmarni
Jurnal AGRISEP JURNAL AGRISEP VOL 15 NO 01 2016 (MARCH)
Publisher : Badan Penerbitan Fakultas Pertanian, Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (385.376 KB) | DOI: 10.31186/jagrisep.15.1.67-82

Abstract

Demographic dividend is a dynamica in demographic that accurs due to the change of demographic structure based on age, where the number of productive population is higher than un-productive populatian. Indonesia has experiancing this conditian since 2015 untill 2035. Although west Sumatera is not fully experiancing demographic dividend, this conditions still offers an opportunity to improve welfare and promote a better economic development by improving and optimalizing the development of economic sector. Since agricultural sector is the biggest sector contributing to GDP and absorb labour in West Sumatera, the goverment should optimalize the develpment of this sector. Beside that, West Sumatera is a hinterland area (LQ=1,750) that can provide agricultural commodity for other provinces. Assumingly that the requarement of a good quality of human resource is fulfilled, the ability to purchase of  the productive population in Indonesia will increase and create more demand for good quality of agricultural commodities. Additionally, this condition is an opportunity of West Sumatera to develop sub-sector of agroindutry in order to create value added of agricultural commodity. The development of agroindustry not only will increase farmers income in rural area but also will reduce un-employment in West Sumatera.
PENGARUH AKSESIBILITAS PEMBIAYAAN TERHADAP PENDAPATAN PETANI KOPI DI LEMBAH GUMANTI, KABUPATEN SOLOK Paloma, Cindy; Yusmarni, Yusmarni; Utami, Ami Sukma; Hasnah, Hasnah
Jurnal AGRISEP JURNAL AGRISEP VOL 19 NO 02 2020 (SEPTEMBER)
Publisher : Badan Penerbitan Fakultas Pertanian, Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (274.516 KB) | DOI: 10.31186/jagrisep.19.2.301-314

Abstract

Capital is one of the most important factors for increasing coffee production. Coffee farmers accessibility to resources financing is still limited. Farmers are considered not bankable by financial institutions.This condition hampering them to manage and develope coffee farm. This study aims to : 1) analyze the characteristics of coffee farmer in the Lembah Gumanti District , 2) analyze factors that influence coffee farmers income in Lembah Gumanti District. The study was conducted in Solok Regency which is the largest coffee production in West Sumatra. This study using 30 samples of coffee farmers selected by simple random sampling method. Descriptive analysis and multiple regression analysis are used to answer the research question. Based on the results of descriptive analysis, the characteristics of coffee farmers is: farmer who in productive age with a low level of education, have family members ranged from 2-6 people, 90% of coffee farmer have experience under 5 years, 93% of coffe farmer capital comes from own capital and 3% of coffe farmer capital from loan. Based on the multiple regression output, access to financial institutions , labor, farming experience, age, education, productivity, cost of farming, capital source, coffee bean prices and plants age variabels, simultaneously affected and significant to coffee farmers income. In Partial test, labor, number of trees, cost of farming and source of capital have a significant effect on coffee farmer income. The labor factor, the number of trees and the source of capital have a positive effect while the cost of farming has a negative effect. Farmer access to financial institutions is negative and not significant to income, because 63% of coffee farmers dont have access to financial institutions, and 36% of farmers who have access to financial institutions not using loan funds for farming, but for other needs, such as household consumption.
STUCTURAL EQUATION MODELING-PARTIAL LEAST SQUARE-UNTUK PERMODELAN PENGARUH KOMPETENSI KEWIRAUSAHAAN TERHADAP KINERJA USAHA KEDAI KOPI SKALA KECIL DI KOTA PADANG Paloma, Cindy; Yusmarni, Yusmarni; Putri, Afrianingsih; Hasnah, Hasnah
Jurnal AGRISEP JURNAL AGRISEP VOL 21 NO 02 2022 (SEPTEMBER)
Publisher : Badan Penerbitan Fakultas Pertanian, Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (534.188 KB) | DOI: 10.31186/jagrisep.21.2.283-296

Abstract

During the COVID-19 pandemic, the growth of small-scale coffee shops has increased in Padang city. This condition indicates the high level of coffee consumption and the increased competition of coffee shops. A good entrepreneurship competency is needed to improve business performance. This research aims to analyze the influence of entrepreneurial competency on small-scale coffee shop business performance in Padang City. This research used an Entrepreneurial competency model influenced by psychological characteristics (indicated by motivation, achievement, socialize need) and environmental factors (characterized by social net, government policy, and supply). The business performance model is influenced by entrepreneurial competency (managerial skill, conceptual skill, social skill, decision-making skill, and time managerial skill)  and environmental factors. This research used a snowball sampling method of 100 data samples of small-scale coffee shops (owner and barista) in Padang City from April until May 2021. The data was then analyzed by SEM-PLS analysis with SMART PLS 3.3 software. The result showed that psychological characteristics and environmental factors influenced the entrepreneurial competency in small-scale coffee shops. The business performance was influenced by entrepreneurial competency and environmental factors in the small-scale model. The results also show that the model was used in this research has a Model Fit of 84%.
Analisis Perilaku Konsumen terhadap Keputusan Pembelian Sayuran Hidroponik di Kota Padang Paloma, Cindy; Raesi, Syahyana; Yusmarni, Yusmarni
Journal of Agribusiness and Community Empowerment (JACE) Vol. 6 No. 2 (2023): September
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32530/jace.v6i2.681

Abstract

Hidroponik merupakan sayuran yang mendukung pola hidup sehat masyarakat perkotaan. Supermarket modern menjual produk sayuran hidroponik dari berbagai produsen dengan harga yang bersaing. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perilaku konsumen terhadap pengambilan keputusan pembelian sayuran hidroponik di Kota Padang. Penelitian dilakukan bulan April-Mei 2023 di 4 supermarket di Kota Padang, kepada 100 konsumen. Variabel yang digunakan adalah  tahapan proses pengambilan keputusan yang dianalisis dengan statistik deskriptif dari tabulasi distribusi frekuensi. Hasil penelitian ini menunjukkan karakteristik konsumen adalah 37% berada pada rentang umur 20-30 tahun, 85% perempuan, berpendidikan dan berpenghasilan tinggi. Perilaku konsumen sayuran hidroponik, dalam pengambilan keputusan dimulai dari tahapan pengenalan kebutuhan, yang mementingkan pola makanan sehat. Tahapan kedua, pencairan informasi dilakukan secara aktif dengan mengunjungi supermarket modern yang ada di kota Padang, karena pentingnya kepedulian konsumen terhadap konsumsi sayuran hidroponik dan keyakinan keaslian produk hidroponik. Tahapan ketiga pada evaluasi alternatif  yaitu alasan tujuan pembelian  menunjang pola hidup  sehat masyarakat perkotaan, tahapan keempat keputusan pembelian sayuran hidroponik frekuensinya lebih dari 3 kali selama satu bulan, dan memilih supermarket modern karena nyaman untuk dikunjungi dan jam operasional supermarket lebih lama. Tahapan kelima perilaku pasca pembelian, konsumen sangat puas terhadap sayuran hidroponik yang ada di supermarket dan 82 persen akan melakukan pembelian secara rutin. Pola hidup sehat pada masyarakat perkotaan melalui konsumsi sayuran hidroponik, mendatangkan manfaat bisnis bagi produsen dan pemasok (supermarket).