Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Pengaruh Faktor Personal Terhadap Kinerja Usaha Coffee Shop di Kota Padang Mulyani, Dwi; Azriani, Zednita; Yusmarni, Yusmarni
JOSETA Journal of Socio-economics on Tropical Agriculture Vol. 5 No. 3 (2023): December
Publisher : Jurusan Sosial Ekonomi, Fakultas Pertanian, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/joseta.v5i3.399

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan profil usaha coffee shop dan menganalisis faktor personal yang mempengaruhi kinerja usaha coffee shop di Kota Padang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatf. Data diperoleh dari penyebaran kuisioner terhadap 30 orang responden. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa coffee shop di Kota Padang tersebar pada 6 kecamatan berbeda. Sebagian besar dari usaha coffee shop merupakan modal pribadi dari pemilik usaha. Rata-rata coffee shop di Kota Padang memiliki karyawan sebanyak 3-5 orang, dengan rentang harga produk sebesar Rp. 18.000- Rp. 20.000  usaha coffee shop mampu meraih omzet sebanyak Rp. 10.000.000- Rp. 20.000.000 setiap bulannya. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa terdapat 2 variabel yang berpengaruh sigifikan terhadap variabel Kinerja Usaha (Y) yaitu Kompetensi Wirausaha (X1) dan Komitmen Wirausaha (X3) sedangkan satu variabel lainnya yaitu Motivasi Wirausaha (X2) tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja usaha coffee shop di Kota Padang. 
PERANAN MODEL PENTAHELIX DALAM MENINGKATKAN PENDAPATAN PETANI: STUDI KASUS PADA KAMPUNG TEMATIK MANGGIS, PAUH, KOTA PADANG Paloma, Cindy; Hariance, Rika; Putri, Afrianingsih; Raesi, Syahyana; Yusmarni, Yusmarni
JAS (Jurnal Agri Sains) Vol 8, No 2: Desember 2024
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/jas.v8i2.1626

Abstract

Model Pentahelix menggabungkan lima sektor utama yaitu pemerintah, akademisi, bisnis (ekportir), petani manggis dan media, sebagai kerangka kerja kolaboratif untuk mengatasi permasalahan sosial ekonomi petani manggis. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan kuantitatif yang berfokus pada metode Focus Group Discussion (FGD) dalam mengevaluasi model pentahelix. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan eksportir sangat penting dalam menyediakan akses pasar global untuk petani, seperti wilayah Abu Dhabi, India, Singapura dan Malaysia, sehingga meningkatkan potensi pendapatan petani. Dukungan pemerintah melalui subsidi pupuk, penyuluhan pertanian, pengolahan hasil, dan penyediaan bibit merupakan peran penting dalam meningkatkan produktivitas dan keberlanjutan pertanian. Hasil panen manggis menyumbang 59 persen pendapatan petani manggis di masa panen, sehingga akses pasar dan pertanian yang baik berkontribusi pada ketahanan ekonomi petani manggis. Model pentahelix jika didukung oleh inisiatif pemerintah dan keterlibatan aktif eksportir, akan meningkatkan pendapatan petani dan keberlanjutan kesejahteraan petani. Akademisi juga memiliki peran penting sebagai fasilitator komunikasi antara kebutuhan petani dan program pemerintah. Rekomendasi kebijakan pada penelitian adalah mengintegrasikan aspek agroindustri pada komoditas manggis guna meningkatkan kesejahteraan petani.
Production Risk and Management Strategies of Potato Farming in Nagari Alahan Panjang, Solok Regency, West Sumatera Yusmarni Yusmarni; Rabi’atul Adawiyah; Nofialdi Nofialdi
Jurnal Ilmiah Manajemen Kesatuan Vol. 13 No. 2 (2025): JIMKES Edisi Maret 2025
Publisher : LPPM Institut Bisnis dan Informatika Kesatuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37641/jimkes.v13i2.3374

Abstract

Solok Regency is the largest potato-producing area in West Sumatra. However, from 2015 until 2020, potato production in Solok Regency has experienced a decline. The decline in potato production in Solok Regency indicates production risks in potato farming. The decrease in potato production could be caused by several factors related to potato farming, such as rainfall, pests, diseases, and others. This study aims to identify and assess the sources of production risks in potato farming and analyze risk management in managing production risks in potato farming in Nagari Alahan Panjang, Solok Regency. Data were collected from 31 potato farmers in Nagari Alahan Panjang, the village with the highest potato production in Solok Regency. This study used a risk mapping matrix to analyze the data. The results of the study found nine sources of production risk in potato farming, namely: poor seeds, high rainfall, expensive fertilizers, unproperly weeding, caterpillar pests, thrips pests, pig pests, fusarium wilt disease, and phytophthora disease. This study formulates two types of risk management: preventive and mitigation strategies. A preventive approach is to prevent or reduce the frequency of risk by rotating crops properly and using organic fertilizers. A mitigation strategy is to minimize the impact of production risks by diversifying crops, utilizing biological agents of Trichoderma sp, applying proper Weeding, and partnering with certified potato seed breeders to get good quality seed.