Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Visipena

ANALISIS TEGANGAN PLAT PENGHUBUNG BUCKET ELEVATOR MENGGUNAKAN METODE ELEMEN HINGGA Ully Muzakir
Jurnal Visipena Vol 2 No 2 (2011)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian (LP2M) STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (517.471 KB) | DOI: 10.46244/visipena.v2i2.44

Abstract

Penggunaan baja sebagai bahan konstruksi sangat banyak ditemukan terutama untuk konstruksi yang menerima beban besar, seperti digunakan sebagai bahan pada plat penghubung (link) yang menghubungkan rantai dengan pengangkut timba (bucket elevator). Metode yang dikembangkan untuk memprediksi terjadinya tegangan kritis pada plat penghubung akibat pembebanan dianalisis menggunakan Metode Elemen Hingga (MEH). Aspek yang menjadi pertimbangan utama adalah penetapan tegangan kritis (σc) untuk mengetahui besarnya pembebanan yang mengakibatkan baut plat penghubung mengalami deformasi. Pada analisis ini objek yang ditinjau adalah plat penghubung bucket elevator dianalisa menggunakan program Paket ANSYSTM Rel.5.4. Perpindahan nodal dan Tegangan kritis (σc) diperoleh dengan memvariasikan pembebanan dari 2,5 KN sampai pembebanan 100 KN. Hasil analisa MEH diperoleh perpindahan maksimum nodal 201 diperoleh pada pembebanan 10 KN yaitu sebesar 2,4869E-05 m dan tegangan kritis (σc) pada pembebanan 90 KN yaitu sebesar 498 MPa.
MANAJEMEN PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN TINGGI Ully Muzakir
Jurnal Visipena Vol 4 No 2 (2013)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian (LP2M) STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (299.013 KB) | DOI: 10.46244/visipena.v4i2.218

Abstract

Dalam upaya peningkatan SDM, peranan pendidikan cukup menonjol. Oleh karena itu sangat penting bagi pembangunan nasional untuk memfokuskan peningkatan mutu pendidikan. Pendidikan yang bermutu akan diperoleh pada sekolah yang bermutu, dan sekolah yang bermutu akan menghasilkan SDM yang bermutu pula. Manajemen Mutu Terpadu yang diterjemahkan dari Total Quality Management (TQM) atau disebut pula Pengelolaan Mutu Total (PMT) adalah suatu pendekatan mutu pendidikan melalui peningkatan mutu komponen terkait. M. Jusuf Hanafiah, dkk (1994:4) mendefinisikan Pengelolaan Mutu Total (PMT) adalah suatu pendekatan yang sistematis, praktis, dan strategis dalam menyelenggarakan suatu organisasi, yang mengutamakan kepentingan pelanggan. pendekatan ini bertujuan untuk meningkatkan dan mengendalikan mutu. Sedang yang dimaksud dengan Pengeloaan Mutu Total (PMT) Pendidikan tinggi (bisa pula sekolah) adalah cara mengelola lembaga pendidikan berdasarkan filosofi bahwa meningkatkan mutu harus diadakan dan dilakukan oleh semua unsur lembaga sejak dini secara terpadu berkesinambungan sehingga pendidikan sebagai jasa yang berupa proses pembudayaan sesuai dengan dan bahkan melebihi kebutuhan para pelanggan baik masa kini maupun yang akan datang.
IPTEK BAGI PRODUK EKSPOR UKM PENGRAJIN ROTAN “LEU BAGO AWE” Ully Muzakir
Jurnal Visipena Vol 8 No 2 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian (LP2M) STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (447.384 KB) | DOI: 10.46244/visipena.v8i2.414

Abstract

The objective of this program is to boost export growth of rattan handicraft products in Aceh Besar regency, namely UKM "Leu Bago Awe" through improved management and product quality. The program also aims to accelerate the transfer of technology and management from STKIP Bina Bangsa Getsempena Banda Aceh as the implementer of program to SMEs "Leu Bago Awe" as an industrial society as well as developing link & match between STKIP Bina Bangsa Getsempena Banda Aceh, SMEs, Aceh Besar District Government and wide community. The method of implementation of this program includes: training and mentoring with activities such as: product design training, tool production training, knitting training for standard size and shape, production management training, administration and finance training, equipment procurement, participation in exhibition, web creation, arrangement of raw material storage space, goods and show room, cooperate with DJPEN and IPR processing. The result of this program is the creation of products that have export quality standards and have a product marketing system online so that it can cover all countries. Abstrak Tujuan program ini adalah memacu pertumbuhan ekspor produk kerajinan rotan di Kabupaten Aceh Besar yaitu UKM “Leu Bago Awe” melalui peningkatan manajemen dan kualitas produk. Program ini juga bertujuan mempercepat alih teknologi dan manajemen dari STKIP Bina Bangsa Getsempena Banda Aceh sebagai pelaksana program kepada UKM “Leu Bago Awe” sebagai masyarakat industri disamping juga mengembangkan link & match antara STKIP Bina Bangsa Getsempena Banda Aceh, UKM, Pemerintah Kebupaten Aceh Besar dan masyarakat luas. Metode pelaksanaan program ini meliputi: pelatihan dan pendampingan dengan kegiatan antara lain: pelatihan mendesain produk, pelatihan penggunaan alat produksi, pelatihan perajutan untuk standar ukuran dan bentuk, pelatihan manajemen produksi, pelatihan administrasi dan keuangan, pengadaan peralatan, keikutsertaan dalam pameran, pembuatan web, penataan ruang penyimpanan bahan baku, barang dan show room, menjalin kerja sama dengan DJPEN serta pemrosesan HKI. Hasil dari program ini adalah terciptanya produk-produk yang memiliki standar mutu ekspor serta memiliki sistem pemasaran produk secara online sehingga dapat mencakup seluruh negara. Kata kunci: Kerajinan, Ekspor, Rotan