Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

KESIAPAN GURU TERHADAP LITERASI DIGITAL PADA IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA DI SD NEGERI SEMBUNGAN Hujjah Alfiah Suryaningsih; Heru Purnomo
Renjana Pendidikan Dasar Vol 3 No 4 (2023): Edisi November 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to analyze teacher readiness for digital literacy in the context of implementing the independent Curriculum in Elementary Schools. The main problem studied is the extent to which elemtary school teacher have adequate knowledge , skills and attitudes in integrating digital technology into the learning process. The research method used was qualitative. Data were obtained through library research and field observations related to the implementation of the Independent Curriculum. The result of the research show that the discussion identified several factors that influence teacher readiness for digital literacy, including a lack of adequate training, limited access to adequate tools and infrastructure, and concerns about the effective use of technology in learning. Indicators in dealing with the readiness of teachers for Digital Literacy in the Independent Curriculum are (a) Critical thinking and problem solving (b) Communication and collaboration (c) Understanding/literacy of Technology and Information Literacy. All of this is so that teachers have the ability to utilize digital media to improve teacher professionalism.
MISKONSEPSI SISWA KELAS IV SD PADA MATERI WUJUD ZAT DAN PERUBAHANNYA Muhammad Yazid Fatkhul Mujib; Heru Purnomo
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 11 No. 02 (2025): Volume 11 No. 02 Juni 2025 In Press
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v11i02.6838

Abstract

Misconceptions are one of the main barriers in learning Natural Science (IPA) in elementary schools, especially regarding the matter of states of matter and their changes. A misunderstanding of basic concepts can lead to difficulties for students in studying advanced IPA material. This study aims to identify the level of misconceptions among fourth-grade elementary school students regarding the topic of states of matter and their changes, as well as to provide an overview of which subtopics most frequently generate misconceptions. The method used is quantitative descriptive, employing a two-tier diagnostic test method consisting of multiple-choice questions and open-ended reasons. The research was conducted at Godean 2 Public Elementary School, with a total of 54 respondents from two classes. The results indicate that misconceptions occurred in all tested subtopics, with details: changes in states of matter (69%), types of states of matter (63%), and characteristics of states of matter (39%) The subtopic of changes in state of matter is the area with the highest level of misconceptions. Students have difficulty understanding scientific concepts such as the order of changes in state, the difference between evaporation and boiling, and the effect of temperature on substances. These results indicate the need for more contextual and visual learning, such as direct demonstrations, simple experiments, and the use of digital media. Routine use of diagnostic tests is also recommended to detect and address misconceptions early to support better understanding of science concepts.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROJECT BASED LEARNING (PjBL) TERHADAP KEMAMPUAN KOLABORASI PESERTA DIDIK DALAM PEMBELAJARAN IPAS MATERI BAGIAN TUBUH TUMBUHAN KELAS IV SD NEGERI 2 PADOKAN novi khoiriyati; Heru Purnomo
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 11 No. 03 (2025): Volume 11 No. 03 September 2025 In Build
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v11i03.8090

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kemampuan kolaboratif peserta didik kelas empat di SDN 2 Padokan ketika menggunakan metode Pembelajaran Berbasis Proyek (PjBL) dibandingkan dengan pendekatan tradisional yang berpusat pada guru. Penelitian ini juga mengkaji seberapa besar pengaruh metode PjBL terhadap kemampuan siswa untuk bekerja sama. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen Non-Equivalent Control Group Design. Sampel penelitian terdiri dari 45 peserta didik yang dibagi ke dalam dua kelas, yaitu kelas IVA sebagai kelompok eksperimen yang mendapatkan pembelajaran dengan model PjBL dan kelas IVB sebagai kelompok kontrol yang menerima pembelajaran dengan pendekatan teacher center. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan kuesioner sebelum dan sesudah perlakuan. Analisis diawali dengan uji normalitas dan homogenitas, dilanjutkan dengan Independent Sample T-Test. Hasil menunjukkan peningkatan skor kolaborasi kelompok eksperimen dari 43,90 menjadi 88,70, dan kontrol dari 30,90 menjadi 80,90. Nilai signifikansi 0,000 menunjukkan bahwa model Project Based Learning (PjBL) berpengaruh signifikan terhadap peningkatan keterampilan kolaborasi peserta didik.
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF BERBASIS VIDEO ANIMASI UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN LITERASI DIGITAL PESERTA DIDIK PADA MATA PELAJARAN MATEMATIKA DI KELAS II SDN NGERUKEMAN Rendra Bangkitjaya; Heru Purnomo
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 01 (2026): Volume 12 No. 01, Maret 2026 Release
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i01.11329

Abstract

This study used the RnD (Research and Development) research method that refers to the ADDIE development model. The study was conducted at SDN Ngrukeman with limited trial subjects of 8 second-grade students and field trial subjects of 19 second-grade students. Data collection instruments used were observation, interviews, questionnaires, and tests. Data analysis techniques used qualitative and descriptive quantitative data analysis. The results of this study produced a product in the form of interactive animated video learning media to improve students' digital literacy skills. The feasibility results were obtained from the validation of media experts and material experts who obtained different results, namely media experts got 90.6% and material experts got a percentage of 89.3% in the very feasible category. Media practicality data was obtained from the results of the teacher response questionnaire with a percentage of 96% and a student response questionnaire of 91.05% including the very practical category. Media effectiveness test data was obtained from the results of the pretest and posttest which obtained an average pretest score of 56.2% with a low category and a posttest of 85.1% in the very good category, there was an increase between the pretest and posttest results of 28.9% which means the media can improve students' digital literacy skills. Based on the results of the study, it can be concluded that interactive learning media based on animated videos is very feasible, practical and effective for use in learning.
Diskrepansi Antara Kemampuan Membaca Dengan Kemampuan Pemahaman Teks Siswa Kelas 3 SD Negeri Kadiluwih yuvitha disha maulidha; Heru Purnomo
Pendagogia: Jurnal Pendidikan Dasar Vol 5 No 3: Desember 2025
Publisher : Educational Consultant & Counseling Career (EC3) Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66653/pendagogia.v5i3.224

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap adanya ketimpangan antara kemampuan membaca dan pemahaman teks pada siswa kelas 3 di SD Negeri Kadiluwih. Meskipun banyak siswa mampu membaca teks secara lancar, tidak semua dari mereka dapat memahami isi bacaan dengan baik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasilnya menunjukkan bahwa faktor internal seperti keterbatasan kosakata, rendahnya strategi metakognitif, serta kapasitas memori kerja yang terbatas turut memengaruhi kemampuan pemahaman. Selain itu, faktor eksternal seperti metode pengajaran yang kurang seimbang dan minimnya dukungan dari lingkungan rumah juga berperan dalam menciptakan diskrepansi ini. Dampak dari ketimpangan ini terlihat pada menurunnya prestasi akademik siswa, terutama pada mata pelajaran yang berbasis teks. Untuk itu, diperlukan strategi pembelajaran yang menyatu antara pelatihan membaca teknis dan penguatan pemahaman isi teks agar siswa dapat mencapai kompetensi literasi yang utuh.
Analisis Keterampilan Berbicara dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia dengan Media Gambar Berbasis Kearifan Lokal di Kelas III SD Negeri 1 Srandakan Ajeng Dafiq Muslichah; Heru Purnomo
Pendagogia: Jurnal Pendidikan Dasar Vol 5 No 3: Desember 2025
Publisher : Educational Consultant & Counseling Career (EC3) Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66653/pendagogia.v5i3.225

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan keterampilan berbicara siswa kelas III A SD Negeri 1 Srandakan melalui pemanfaatan media gambar berbasis kearifan lokal. Menggunakan metode kualitatif deskriptif, pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap 24 siswa. Hasil penelitian menunjukkan profil kemampuan yang beragam: 6 siswa (25%) berkategori baik, 10 siswa (41,7%) cukup, dan 8 siswa (33,3%) kurang. Kendala utama meliputi keterbatasan kosakata dan kepercayaan diri saat tampil di depan kelas. Implementasi media visual lokal yang didukung strategi kerja kelompok serta kolaborasi orang tua terbukti mampu menstimulasi antusiasme dan keberanian siswa bercerita. Meskipun demikian, siswa pada kategori kurang masih menunjukkan ketergantungan pada arahan guru. Disimpulkan bahwa media berbasis kearifan lokal efektif sebagai sarana penguat identitas budaya sekaligus pemicu interaksi verbal, namun memerlukan pendampingan intensif bagi siswa dengan hambatan belajar spesifik.
Implementasi Kegiatan Keputrian Sebagai Upaya Mengatasi Perilaku Menyimpang Pada Siswi Kelas 5 DI SD Negeri Kadiluwih Rachma Hidayah; Heru Purnomo
Pendagogia: Jurnal Pendidikan Dasar Vol 5 No 3: Desember 2025
Publisher : Educational Consultant & Counseling Career (EC3) Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66653/pendagogia.v5i3.227

Abstract

Program kegiatan keputrian merupakan salah satu upaya strategis dalam membentuk karakter siswi di tingkat sekolah dasar, khususnya di SD Negeri Kadiluwih. Program ini dirancang untuk mengatasi perilaku menyimpang yang sering muncul pada usia pra-remaja, seperti kurangnya disiplin dan pergaulan yang tidak sesuai norma. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi kegiatan keputrian dan efektivitasnya dalam membangun karakter siswi melalui tiga bentuk kegiatan utama: sharing session, ceramah keislaman, dan sosialisasi kesehatan reproduksi. Pendekatan yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan keputrian memberikan dampak positif dalam meningkatkan rasa percaya diri, disiplin, dan pemahaman siswi mengenai nilai-nilai moral serta etika. Dengan berbagai manfaat tersebut, program ini diharapkan dapat terus dikembangkan dan dijadikan model pembinaan karakter di sekolah dasar lain.
Pengembangan Lembar Kerja Peserta Didik Berbasis Discovery Learning Pembelajaran Matematika dengan Pendekatan Deep Learning Meningkatkan Kreativitas Erni Pradita; Heru Purnomo
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 4: Juni 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i4.18303

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) berbasis Discovery Learning menggunakan pendekatan Deep Learning pada pembelajaran Matematika guna meningkatkan kreativitas siswa di SD Negeri Kaliduren. Pengembangan LKPD dilakukan untuk menyediakan bahan ajar yang mendorong proses penemuan konsep, keterlibatan aktif, dan pengalaman belajar yang bermakna. Penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan (Research and Development) dengan model ADDIE yang meliputi tahap analisis, perancangan, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Subjek penelitian terdiri atas ahli media, ahli materi, dan siswa. Pengumpulan data dilakukan melalui lembar validasi, angket respon, dan instrumen penilaian kreativitas. Analisis data dilakukan secara deskriptif serta menggunakan uji Wilcoxon, uji t berpasangan, dan N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa validasi LKPD memperoleh skor 63 dari 75 dan 71 dari 75. Kepraktisan LKPD menunjukkan persentase 71,56% pada uji coba terbatas dan 86,53% pada uji coba luas. Keefektifan LKPD ditunjukkan oleh nilai signifikansi uji Wilcoxon dan uji t sebesar 0,000 (< 0,05) serta perolehan N-Gain pada kategori sedang hingga tinggi. Dengan demikian, LKPD yang dikembangkan layak digunakan dalam pembelajaran Matematika untuk meningkatkan kreativitas siswa.