Claim Missing Document
Check
Articles

Optimization of Sea Transportation Services in The Kepulauan Seribu Using The Vehicle Routing Problem (VRP) Model Darmadi, Darmadi; Soehodho, Sutanto; Nahry, Nahry
Smart City
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The Kepulauan Seribu regency relies heavily on sea transportation for passenger mobility and goods distribution. However, current systems face efficiency challenges, high operational costs, and potential imbalances between demand and service capacity. This study proposes a framework to optimize sea transportation services in the Kepulauan Seribu using the Vehicle Routing Problem (VRP) method, especially the Capacitated Vehicle Routing Problem – Many Single Depot (CVRP–MSD) model with heterogeneous fleets and mixed cargo (passenger and goods). The main objective is to minimize total operating costs, which include fixed costs of using the vessel and variable travel costs, and unmet demand, both passenger and goods. The model was formulated to determine the ideal number of ships to operate, design the most efficient shipping routes that connect depots in Jakarta with destination islands, address capacity limitations for passenger and goods transport, and minimize unmet demand. Analysis based on analogue studies shows that the application of the VRP model has the potential to significantly reduce transportation costs, increase fleet utilization, and provide quantitative data on service capacity shortages, thus allowing for better planning to meet the entire demand.
Standar Kompetensi SDM Pengujian Berkala Kendaraan Listrik Nahry Nahry; Robby Yudo Purnomo; Ni Luh Wayan Rita K; Listifadah Listifadah; Hartono Hartono; Ryno Octy Praditya
Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 25 No. 1 (2023): Jurnal Penelitian Transportasi Darat
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Formerly by Puslitbang Transportasi Laut, Sungai, Danau, dan Penyeberangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/jptd.v25i1.2176

Abstract

Perkembangan teknologi transportasi menjadi tantangan baru bagi kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), terutama kompetensi untuk menjalankan teknologi tersebut. Salah satu isu terkait perkembangan teknologi bidang transportasi adalah kendaraan listrik. Studi ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan standar kompetensi SDM pada sektor pengujian kendaraan listrik dan evaluasi regulator dalam persiapan SDM. Penentuan standar kompetensi tambahan untuk pengujian berkala kendaraan listrik diawali dengan analisis gap melalui Analisis Dokumen, benchmarking pengujian di berbagai negara/instansi serta klarifikasi kepada pakar dan narasumber. Untuk mengevaluasi kesiapan regulator  dalam menyiapkan SDM Penguji Kendaraan Listrik dilakukan Analisis SWOT yang didahului oleh analisis dokumen untuk mengidentifikasi komponen input, proses, output dan outcome dari kegiatan Diklat/Sertifikasi keahlian yang ada saat ini. Selanjutnya dilakukan survey untuk analisis SWOT kepada pakar dan narasumber dan dilanjutkan dengan penyusunan matriks strategi TOWS. Hasil analisis menunjukkan pengujian berkala kendaraan listrik cenderung serupa dengan kendaraan konvensional dan hanya berbeda pada uji emisi gas buang. Dalam pengujian kendaraan listrik dibutuhkan tambahan uji yaitu fungsional baterai listrik, fungsional pengisian ulang energi listrik, perlindungan sentuh listrik, keselamatan fungsional, minimum sound requirement, dan  emisi hidrogen. Materi Diklat juga perlu mencakup informasi terkait pengujian, instrumentasi, pengenalan metodologi pengujian, persyaratan teknis hingga penentuan alternatif dalam metode pengujian kendaraan. Analisis SWOT menunjukkan bahwa organisasi masih lemah secara internal namun memiliki peluang dari pihak eksternal. Aspek yang menjadi kekuatan adalah kontribusi Diklat terhadap kebutuhan pasar SDM serta perencanaan dan pengembangan SDM yang sudah  cukup baik. Aspek yang masih menjadi kelemahan adalah kompetensi penguji dan sarana prasarana pengujian kendaraan listrik. Untuk peluang masih berasal pada LSP Umum, kebutuhan lembaga swasta, dan industri. Sementara itu, terdapat ancaman yang berasal dari lembaga uji swasta. Studi ini merekomendasikan  perlunya penyiapan SDM yang memenuhi standar kompetensi, termasuk peningkatan peran dan kapasitas Diklat, peran dan persiapan regulator, kebutuhan SKKNI, dan kesiapan operator pengujian kendaraan listrik