Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Method of Parents in the Development of Child Prayers Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) (Case Study of ADHD Children in Kulam Kemukiman Syamtarail Village, North Aceh) Muhajir; Zahrul Mubarrak; Amiruddin; Khaidir; Fazil Saputra; Muhammad Ridha
Britain International of Linguistics Arts and Education (BIoLAE) Journal Vol 1 No 2 (2019): Britain International of Linguistics, Arts and Education - November
Publisher : Britain International for Academic Research (BIAR) Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33258/biolae.v1i2.95

Abstract

Concentration disorders accompanied by hyperactivity in children with ADHD are conditions that show symptoms of lack concentration, hyperactivity and impulsiveness that causes an imbalance of most of their life activities. This makes parents have difficulty in providing prayer guidance to children who have ADHD. Starting from this problem, the researcher tries to make a scientific about Parents' Method in the Development of Child Prayers Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) (Case Study of ADHD Children in Kulam Kemukiman Syamtarail Village, North Aceh)." This study was conducted to describe the method parents in providing prayer services to children with ADHD in Kulam Kemukiman Syamtarail Village, North Aceh. This thesis research method uses the case study method which is a study that tries to examine individuals or a unit in depth with a qualitative approach. In collecting data researchers conducted observations and direct interviews within formants who have been used as samples, as well as documentation. While the analysis of data through observations in this thesis uses a theme analysis model technique where all data after being collected will be processed one by one. The results showed that ADHD children's prayer guidance involved all family members, namely the father, mother, siblings and cousins ​​of ADHD children. As for the methods carried out by the family in the guidance of prayers in children with ADHD can be concluded as follows:1. Intelegently; 2. Be haviour; 3. By monitoring.
Application Of The Assure Learning Model In Improving The Learning Outcomes Of Class IV Elementary School Students Nanda Saputra; Amiruddin Amiruddin; Miswar Saputra
ZAHRA: Research and Tought Elementary School of Islam Journal Vol. 2 No. 2 (2021): ZAHRA: Research And Tought Elmentary School Of Islam Journal
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37812/zahra.v2i2.198

Abstract

Masalah utama dalam penelitian ini adalah kurangnya minat belajar siswa dan rendahnya hasil belajar bahasa Indonesia. Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apakah model pembelajaran assure dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas IV SDN 2 Sigli?. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan model pembelajaran assure dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas V SD Negeri 2 Sigli. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri dari empat tahapan, yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah peserta didik kelas IV SDN 2 Sigli yang berjumlah 22 peserta didik. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah tes, observasi, dokumentasi dan wawancara. Hasil penelitian tindakan kelas ini menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran assure dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Hal ini terlihat dari nilai yang diperoleh siswa pada masing-masing siklus. Pada siklus I mendapatkan nilai rata-rata siswa 68,1, sedangkan pada siklus II mendapatkan nilai rata-rata siswa 75.
Availability of Waqf System in Support of Development of Three Dayah Education in Aceh Ruslan Razali; Amiruddin Amiruddin
AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan Vol 14, No 2 (2022): AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan
Publisher : STAI Hubbulwathan Duri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (547.959 KB) | DOI: 10.35445/alishlah.v14i2.1380

Abstract

This research examines the role of the availability of waqf systems in supporting the development of three-dayah education in Aceh. This research uses a qualitative approach with data collection techniques through observation, interviews, and documentation. Islam as a religion of rahmatan lil alamin and bring peace governs all patterns of human life, starting its relationship with Allah (habluminallah) and its relationship with humans (habluminannas). Learning the teachings of Islam means requiring teaching, teaching is obtained in the institute of education. Traditional educational institusions commonly dayah still show their exclusitivity until now because it is supported by the availability of waqf. The results showed that in three Dayah Aceh, namely Dayah MUDI and Dayah Daarul Huda utilizing waqf property for the availability of learning rooms and teacher dormitories to support education development. Dayah Ashasul Islamiyah develops waqf property to increase economic value and social welfare through the utilization of shrimp ponds. The positive impact of the availability of waqf in three dayah in Aceh is the increase in student achievement and welfare for teachers.
Cadar dan Tantangan Sosial: Studi Fenomenologi atas Kewajiban Penggunaan Cadar bagi Santriwati Ma`hadal Ulum Diniyah Islamiyah Bireuen Aceh Muhammad Abrar Azizi; Mulyadi Mulyadi; Amiruddin Amiruddin; Putri Andriani; Athoillah Islamy
Alhadharah: Jurnal Ilmu Dakwah Vol 21, No 1 (2022)
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/alhadharah.v21i1.6253

Abstract

This study aims to identify the internalization process and social challenges regarding the mandatory use of the veil for the Dayah (Pesantren) Ma'hadal 'Ulum Diniyah Islamiyah (MUDI) students of the Samalanga Grand Mosque, Bireuen Regency, Aceh Province. This study uses a symbolic interactionism theory approach from George Herbert Mead. The results showed that the use of the veil for Dayah MUDI students contained the meaning of the identity symbol of Islamic teachings in totality (kāffah), preventive actions from negative actions, and at the same time Islamic da'wah bi al-ḥāl. The objectification of the meaning of the veil for the students of MUDI developed through a process of social interaction constructed by the rules in the MUDI environment. Meanwhile, female students' obstacles to using the veil outside the MUDI environment, namely the individual mental factors of students, family environmental factors, and negative social stigma factors in society. The limitations of this research can also be the object of further research. It has not yet identified the form or pattern of the environmental response of the santriwati family and the broader social community to the implementation of the mandatory use of the veil for MUDI students.
Peran Guru Sebagai Motivator Dan Pengaruhnya Terhadap Hasil Belajar Siswa Amiruddin; Zulfan Fahmi
Al-Fikrah Vol 11 No 1 (2022): Jurnal Al-Fikrah
Publisher : Institut Agama Islam Al-Aziziyah Samalanga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54621/jiaf.v11i1.259

Abstract

Peran guru bukan sekedar mengarahkan dan memberikan materi pembelajaran akan tetapi guru harus bisa berperan sebagai motivator kepada anak didik, dengan adanya guru memberikan motivasi kepada anak didik, sungguh akan menjadi pengaruh terbesar dalam mencapaikan hasil belajar yang di inginkan. Siswa dari malas menjadi rajin, dari bodoh menjadi cerdas, dari nakal menjadi patuh dan dari gagal menjadi berhasil. Itu semua akan ada dengan adanya guru selalu menaburkan motivasi kepada anak didikannya agar untuk bisa bertumbuh berbagai keberhasilan dan minat yang mantap dalam mencapai hasil belajar yang diharapkan untuk bisa menjadi manusia yang berbakat dan cerdas bagi agama dan bangsa. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan peran guru sebagai motivator dan pengaruhnya terhadap hasil belajar siswa. Kajian ini termasuk jenis penelitian kualitatif dengan studi kepustakaan untuk mencari sumber-sumber yang sesuai dengan tema ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Peran guru dalam memotivasikan siswa sangatlah penting, khususnya bagi siswa yang memiliki motivasi lemah. Hasil belajar yang di inginkan, tergantung bagaimana sistem guru dalam meningkatkan hasil belajar santri agar terlebih afektif dan bermutu dan metode apa saja guru dalam menggembangkan materi pembelajaran agar mereka tidak jenuh dan selalu bergairah diberbagai situasi dan kondisi sehingga menjadikan mereka manusia yang cerdas dan berprestasi. Tugas guru selalu memberikan motivasi dalam tujuan belajar, dan memberikan nasehat yang bisa melunakkan hati para murid dari nakal menjadi patuh, dari malas menjadi rajin, dari bodoh menjadi cerdas, dari gagal menjadi berhasil.
Strategi Guru PAI dalam Melaksanakan Pembelajaran Sesuai Standar Proses di MAN 4 Bireuen Amiruddin
Al-Fikrah Vol 9 No 1 (2020): Jurnal Al-Fikrah
Publisher : Institut Agama Islam Al-Aziziyah Samalanga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54621/jiaf.v9i1.386

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui strategi guru PAI dalam melaksanakan pembelajaran sesuai standar proses di MAN 4 Bireuen, dan untuk mengetahui faktor pendukung dan penghambat strategi guru PAI dalam melaksanakan pembelajaran sesuai standar proses di MAN 4 Bireuen. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif. Sedangkan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah, wawancara, observasi, dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian menujukkan adalah, bahwa strategi yang digunakan guru MAN 4 Bireuen dalam melaksanakan pembelajaran sesuai standar proses yaitu keterampilan bertanya, memberi penguatan, mengadakan variasi, menjelaskan, membuka dan menutup pelajaran, membimbing diskusi kelompok kecil, mengelola kelas, serta mengajar kelompok kecil dan perorangan. Sedangkan faktor pendukung adalah adanya koordinasi yang baik dengan kepala sekolah, guru kelas dalam menyusun perencanaan pembelajaran. Lokasi yang cukup tenang, jauh dari keramaian kota, sekalipun sedikit dekat dengan kota, sehingga dapat membantu siswa belajar dengan tenang. Sedangkan faktor penghambat yaitu terbatasnya waktu, waktu yang disediakan dalam pembelajaran PAI cuma dua jam dalam satu minggu, sedangkan Pembelajran sesuai standar proses itu memerlukan waktu yang sangt lama.
DAMPAK PENGGUNAAN GAME ONLINE TERHADAP SISWA DI MTsS ULEE TUTUE ACEH UTARA Amiruddin Amiruddin
Kalam: Jurnal Agama dan Sosial Humaniora Vol. 7 No. 2 (2019): Jurnal Kalam (Juli-Desember 2019)
Publisher : Lembaga Studi Agama dan Masyarakat Aceh (LSAMA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Online game is one type of game that involves many players who use LAN (local area network) or the Internet. Its presence is agreed to have neglected students by spending to play online games which in turn makes student achievement decreases. This issue is the focus of research, mostly related to the use of online games and their solution to the students of MTsS Ulee Tutue. Qualitative research uses observation, interview and documentation techniques for data collection. This research resulted in positive and negative findings. The positive impact can be made as entertainment, as a venue for concentration training and making friends. Besides positive thinking is that students can control themselves, train sports, train intelligence, creativity, logic and nerve reflexes of the brain and hands when playing games. Meanwhile, the negative is to waste time, waste and take payment as a student. The solution is to solve things that are new in the world of the internet, teach time discipline, and improve social relationships with friends and stay away from online games gradually.
Peranan Pemerintah Dalam Membina Imam Meunasah Sebagai Kader Penggerak Fardhu Kifayah Masrur; Amiruddin
An-Nasyr Vol 4 No 1 (2017): An-Nasyr
Publisher : Institut Agama Islam Al-Aziziyah Samalanga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (825.418 KB)

Abstract

Kajian ini bertujuan untuk mendalami tentang Peranan Pemerintah dalam membina Imam Meunasah yang merupakan penggerak utama syiar Islam yang ada di desa-desa. Kehadiran imam mutlak diperlukan untuk menjalankan aturan-aturan syariat Islam di seluruh penjuru negeri ini khususnya di Aceh yang saat ini diberi hak khusus dalam menerapkan syariat Islam. Salah satu tugas yang diembankan kepada imam meunasah adalah melahirkan kader-kader militan yang bisa menjadi sebagai penggerak fardhu kifayah. permasalahan kegiatan ibadah menyangkut dengan fardhu kifayah, jika tidak diatasi dengan intensif dan serius, di khawatirkan akan semakin langkanya orang yang bisa dan tahu tentang ibadah fardhu kifayah yang merupakan kewajiban paling utama bagi semua muslim. Tugas sebagai seorang Imum Meunasah memang berat, jadi seharusnya seorang Imum itu wajib dibayar mahal baik oleh masyarakat mapun pemerintah. Oleh karean itu, penghasilan Imum Meunasah diperoleh dari hasil zakat, iuran pengajian, hasil dari sebagian harta wakaf yang ada di Gampong dan dana sukarelawan yang dikumpulkan warga Gampong dan subsidi pemeritah yang masih minim.
Antropologi Islam: (Sebuah Telaah Rekonstruksi Konsep Antropologi Dalam Kajian Islam) T Wildan; Amiruddin
An-Nasyr Vol 4 No 1 (2017): An-Nasyr
Publisher : Institut Agama Islam Al-Aziziyah Samalanga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (319.65 KB)

Abstract

Sekarang ini kehadiran agama semakin di tuntut agar ikut terlibat secara aktif dalam memecahkan berbagai masalah yang di hadapi manusia. Agama tidak boleh hanya sekedar menjadi lambang kesalehan atau berhenti sekedardi sampaikan dalam pertemuan-pertemuan ilmiah, melainkan secara konsepsional menunjukan cara-cara yang paling efektif dalam memecahkan masalah.Dalam kajian antropologi memberikan fasilitas bagi kajian Islam untuk lebih melihat keragamaan pengaruh budaya dalam praktik Islam. Pemahaman realitas nyata dalam sebuah masyarakat akan menemukan suatu kajian Islam yang lebih empiris. Kajian agama dengan cross-culture akan memberikan gambaran yang variatif tentang hubungan agama dan budaya.
Ma’had Aly Sebagai Solusi Dalam Mempertahankan Kualitas Pendidikan Dayah Di Era 4.0 Marzuki Ali; Amiruddin
Al-Fikrah Vol 9 No 2 (2020): Jurnal Al-Fikrah
Publisher : Institut Agama Islam Al-Aziziyah Samalanga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (312.887 KB) | DOI: 10.54621/jiaf.v9i2.38

Abstract

Ma’had Aly Mahasantri Ma’had Aly MUDI Mesra Samalanga menyelenggarakan program studi, seperti Sejarah dan Peradaban Islam, Fiqh dan Ushul Fiqh, Tafsir dan Ilmu Tafsir, Aqidah dan Filsafat Islam, Hadits dan Ilmu Hadits, serta Tasawwuf dan Tarekat. Ma’had Aly Mahasantri Ma’had 'Aly MUDI Mesra Samalanga mempunyai posisi yang setara dengan perguruan tinggi (PT) lainnya, baik Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN), Institut Agama Islam Negeri (IAIN), Universitas Islam Negeri (UIN), maupun kampus-kampus pada umumnya. Hanya saja, Ma’had Aly difokuskan pada Studi Islam murni. Sementara itu, STAIN, IAIN dan UIN adalah perguruan tinggi yang mengkorelasikan antara ilmu Islam murni dan ilmu umum. Ma'had Aly Mahasantri Ma’had Aly MUDI Mesra Samalanga merupakan program unggulan Kementerian Agama yang telah dituangkan melalui PMA 71 tahun 2015, dimana Ma'had Aly menyelenggarakan program akademik Strata Satu untuk melahirkan Mutafaqqih Fiddin, Ma'had Aly Mahasantri Ma’had Aly MUDI Mesra Samalanga adalah wujud pelembagaan sistemik tradisi intelektual pesantren tingkat tinggi yang keberadaannya melekat pada pendidikan pesantren. Secara kelembagaan, posisi Mahad Aly Mahasantri Ma’had Aly MUDI Mesra Samalanga adalah jenjang pendidikan tinggi keagamaan pada jalur pendidikan diniyah formal, kehadiran Ma'had Aly seperti universitas khusus yang akan melahirkan para Alim Ulama di bidang agama, seperti fakutas kedokteran melahirkan para dokter, begitu juga dengan Mahad Aly Mahasantri Ma’had Aly MUDI Mesra Samalanga sudah mampu mencetak orang-orang yang memiliki keahlian ilmu agama, karena negara saat ini membutuhkannya, bukannya lulusan yang siap bekerja saja, teapi menjadi titik awal bangkitnya pendidikan Mahad Aly di Indonesia, khususnya di Aceh umumnya untuk Indonesia.