Claim Missing Document
Check
Articles

TINJAUAN SINGKAT TEKNOLOGI PRODUKSI BIOHIDROGEN MELALUI KONVERSI BIOMASSA Rafika Amalia; Nazaruddin Sinaga; Sri Widodo Agung Suedy
Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 19, No 01 (2021): JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI REAKSI
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jstr.v19i01.2262

Abstract

Kekhawatiran akan emisi gas rumah kaca dan krisis energi yang semakin dirasakan negara-negara didunia khususnya di Indonesia menyebabkan perlu dilakukan pengembangan energi alternatif yang bersih dan ramah lingkungan. Biohidrogen yang diperoleh dari biomassa dapat menjadi alternatif terbaik untuk  mengatasi permasalaan tersebut. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk memberikan gambaran dari produksi biohidrogen berdasarkan penilitian-penelitian yang sudah ada sehingga dapat dilakukan pengembangan produksi biohidrogen melalui konversi biomassa di Indonesia. Penelitian ini dilakukan dengan studi literatur, pengumpulan data dilakukan dari penelitian-penelitian yang sudah ada untuk mengetahui proses yang sesuai dan bisa diterapkan untuk produksi biohidrogen melalui konversi biomassa di Indonesia. Analisis dalam penelitian dilakukan menggunakan perbandingan dari setiap literatur, sehingga diperoleh proses dan teknologi yang sesuai untuk produksi biohidrogen. Hasil penelitian menunjukkan pemanfaatan teknologi biohidrogen melalui konversi limbah biomassa dengan proses fermentasi anaerob pada kondisi termofilik adalah pilihan yang tepat, karena dapat menghasilkan yield yang tinggi. Untuk menunjang produksi biohidrogen yang optimal perlu diperhatikan beberapa faktor diantaranya yaitu pH, substrat, suhu, dan kondisi operasi. Jumlah biomassa yang melimpah di Indonesia dapat memudahkan produksi biohidrogen secara berkelanjutan.Kata kunci : krisis energi, biohidrogen, dark fermentation
THERMAL LOSSES EVALUATION IN 660 MW COAL-FIRED POWER PLANT USING INDIRECT EFFICIENCY METHOD Muhammad Rizaldi Zaman; Nazaruddin Sinaga
Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 19, No 01 (2021): JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI REAKSI
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jstr.v19i01.2263

Abstract

Boilers are one of the main equipment in the PLTU apart from turbines and generators. Each year there must be a difference in the actual boiler efficiency value with the conditions during commissioning. Periodically, boiler performance evaluations are carried out in order to identify losses from several factors. In this study, the method used for evaluation is the energy balance method. During the experiment, the standard test guide (ASME PTC - 4) was used. The boiler under test has a capacity of 660 MW. Evaluation is done by comparing the boiler efficiency value at the time of commissioning with the latest performance tests. From the results of performance testing, it is known that the decrease in boiler efficiency when compared with the commissioning results from 86.92% to 82.625%. The reduction in boiler efficiency is due to an increase in heat loss due to dry gas, hydrogen content in coal, and incomplete combustion.Keywords: boiler, efficiency, evaluation, reduction, performance
ENERGIZING THE CITY:PLTS CHARGING STATION UNTUK TAMAN PUBLIK DI KOTA SEMARANG, PROVINSI JAWA TENGAH Archibald Anugroho Nagel; Nazaruddin Sinaga
Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 19, No 01 (2021): JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI REAKSI
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jstr.v19i01.2265

Abstract

Peraturan Daerah Provinsi Jawa Tengah Nomor 12 Tahun 2018 Tentang Rencana Umum Energi Daerah Provinsi Jawa Tengah mengamanatkan target pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT) pada tahun 2030 sebesar 21,32%. Hingga tahun 2020 telah tercapai pemanfaatan EBT sebesar 11,89% sehingga diperlukan sebesar 9,43% untuk memenuhi target di tahun 2030. Salah satu potensi EBT yang cukup melimpah di Jawa Tengah adalah energi surya. Potensi ini juga didapati di Ibukota Provinsi Jawa Tengah, yakni Kota Semarang dengan letakgeografisnya yang berada di pesisir Jawa Tengah. Berdasarkan hal tersebut, pemanfaatannya energi surya perlu terus disosialisasikan pemanfaatannya untuk seluruh stakeholder. Salah satu sarana sosialisasi dan edukasi yang dapat diterapkan adalah pemasangan PLTS Charging Station (PLTS-CS) di area publik, seperti taman kota. Penelitian bertujuan untuk mengetahui potensi dan kelayakan pemasangan PLTS-CS di taman yang berada di Kota Semarang yaitu Taman Simpang Lima (Pancasila) dan Indonesia Kaya. Metodologi yang digunakan meliputi observasi lapangan untuk mengetahui kondisi area tersedia dan insolasi matahari sewaktu serta analisis melalui simulasi dengan perangkat lunak PV Syst untuk mengetahui potensi pembangkitan dan profil beban desain PLTS-CS. Hasil simulasi menunjukkan bahwa pada taman Pancasila (Simpang Lima) dan Indonesia Kaya menunjukkan bahwa potensi pembangkitan PLTS-CS dengan modul surya berkapasitas 2 x 250 Wp dapat menghasilkan daya rataan lebih dari 800 kWp per tahun, dengan rencana beban 2 (dua) buah lampu kapasitas masing-masing 10 watt dan fasilitas pengisian daya sebesar 75 watt maka beban harian sebesar 2,1 Wh perhari. Berdasarkan hasil simulasi tersebut maka sistem PLTS-CS dapat diperhitungkan layak untuk dibangun.Kata Kunci: PLTS, Charging Station, Kota Semarang, Energi Surya
Pengembangan Teknologi Konversi Sampah Untuk Efektifitas Pengolahan Sampah dan Energi Berkelanjutan Jon Marjuni Kadang; Nazaruddin Sinaga
TEKNIKA Vol. 15 No. 1 (2021): Teknika Januari - Juni 2021
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.7326863

Abstract

Pengembangan teknologi pengelolaan sampah yang juga menghasilkan energi adalah solusi permasalahan sampah serta energi berkelanjutan. Penanganan sampah belum memadai termasuk kendala lahan, sementara kapasitas sampah semakin bertambah. Penanganan sampah selama ini melalui Landfill Gas Collection dan Teknologi Termal dimana terdapat kendala lahan serta lingkungan. Sehingga dibutuhkan kajian dan pengembangan lebih lanjut agar pengelolaan sampah lebih efektif. Melalui kajian ini dibahas tentang pengembangan terhadap Landfill Gas Collection dan Teknologi Termal melalui penerapan Teknologi Gasifikasi untuk pemanfaatan pilihan teknologi yang tepat sesuai jenis dan kondisi sampah di Indonesia serta mendukung energi berkelanjutan. Melalui kajian ini dilakukan pembahasan pada salah satu sistem penanganan sampah di Indonesia yaitu di TPA Benowo-Surabaya, dimana volume sampah perkotaan Surabaya tinggi (811.255,10 Ton pada tahun 2020).  Hasil kajian menyimpulkan bahwa Teknologi Gasifikasi lebih efektif dan signifikan dalam penanganan sampah di Indonesia khususnya di Kota Surabaya (sampah terkelola 96,48% pada tahun 2020) sekaligus menghasilkan energi listrik dari hasil konversi sampah (12 MW dari sampah 1.000 ton/hari) dimana sebelumnya Landfill Gas Collection hanya menghasilkan listrik 2 MW/hari.
PENGARUH ENGINE REMAP TERHADAP BEBERAPA PARAMATER OPERASI MOBIL BERBAHAN BAKAR LGV Ahmad Khudhoibi; Nazaruddin Sinaga
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 12, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v12i1.1459

Abstract

Ketergantungan kendaraan bermotor pada konsumsi bahan bakar minyak menyebabkan transportasi menjadi sektor pengguna energi terbesar kedua setelah sektor industri sehingga dibutuhkan energi alternatif. Penggunaan LGV (liquefied gas for vehicle) sebagai bahan bakar alternatif untuk mobil telah dipelajari secara mendalam pada beberapa tahun terakhir. Tujuan penelitian ini untuk mempelajari pengaruh perubahan engine map terhadap beberapa parameter operasi dan emisi. Penelitian dilakukan dengan metode eksperimen pada kendaraan Mitsubishi Mirage yang menggunakan konverter kit Lovato Easy Fast untuk mesin 3-4 silinder. Engine remap dilakukan dengan menambahkan dan mengurangkan nilai koefisien gas injection time sebesar 20 dari map autokalibrasi. Kendaraan uji dioperasikan diatas chassis dynamometer dengan engine scanner Auterra Dash Dyno yang terhubung OBD II port. Hasil penelitian ini didapatkan bahwa perubahan nilai map autokalibrasi menjadi map 20 dan (-20) mempengaruhi parameter operasi mesin. Throttle position, laju udara dan laju bahan bakar pada LGV map 20 dan (-20) lebih besar dibandingkan dengan LGV autokalibrasi. Ignition timing semua bahan bakar LGV lebih rendah dibandingkan bahan bakar bensin. Pengapian map (-20) terjadi lebih lambat dan map 20 terjadi lebih cepat sebelum TMA dibandingkan map autokalibrasi. Emisi HC LGV map 20 lebih rendah dan map (-20) lebih tinggi dari bahan bakar bensin. Kata kunci: bensin, emisi, engine remap, konsumsi bahan bakar, LGV.
Kaji Eksperimental Penggunaan Dual Fuel Pada Mesin Diesel Berbahan Bakar Dexlite –LPG Agung Nugroho; Ika Bayu Walujo; Nazaruddin Sinaga
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 16, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v16i1.3365

Abstract

Sistem dual fuel merupakan suatu sistem dengan menggunakan dua jenis bahan bakar yang memiliki karakteristik yang berbeda yaitu bahan bakar gas dan cair. Memanfaatkan perbedaan karakteristik bahan bakar ini maka performa dari mesin dapat ditingkatkan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui fraksi LPG terbaik sebagai upaya untuk mengurangi konsumsi Bahan bakar minyak. Pada penelitian ini digunakan mesin diesel yang memiliki sistem konvensional, empat silinder dengan empat langkah (4-stroke). Bahan Bakar yang digunakan Dexlite dan LPG. Perbedaan fraksi Dexlite-LPG dibuat bervariasi G0, G30, G50 dan G70. Sistem indirect injection digunakan dalam penelitian ini, gas Liquid petroleum gas (LPG) diinjeksikan melalui intake manifold menggunakan konverter kit. Pengukuran daya dan torsi menggunakan dinamometer Water brake. Dalam penelitian ini digunakan mesin tipe C223 yang dimodifikasi menjadi mesin dual fuel dengan metode low pressure injected gas (LPIG). Dari penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa penggunaan sistem dual fuel Dexlite-LPG dapat meningkatkan torsi dan daya dibanding sistem single fuel. Daya meningkat 28 % terjadi saat dual fuel G70 torsi meningkat 24 % saat G30. BTE meningkat saat G50 dengan nilai 41% BSFC pada mode dual fuel turun dari 0.37 Kg/Kwh menjadi 0.29 Kg/Kwh saat G30. Kata kunci: Dexlite, dual fuel, LPG, kinerja mesin
PENGARUH KOMPOSISI AIR TERHADAP KEBUTUHAN DAYA KOMPRESOR PADA SISTEM PEMBANGKIT LISTRIK BIOGAS DARI LIMBAH TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT Moch Fatichuddin; Nazaruddin Sinaga
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 12, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v12i2.1626

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi komposisi air dalam proses digestasi terhadap kebutuhan kompresor yang digunakan untuk proses scrubbing. Variasi pada debit air di dalam digester digunakan pada rentan 1-10 ton/jam, dan pada kompresor dibuat variasi tekanan antara 9-12 bar. Kondisi temperatur dibedakan pada kondisi mesopilik dan termopilik. Pada saat kondisi mesopilik, temperatur dalam ruang digester sebesar 37 oC, dan saat kondisi termopilik, temperaturnya sebesar 55 oC. EFB digunakan sebagai material utama dalam simulasi produksi biogas ini. Jumlah EFB yang masuk ke digester sebesar 1 ton/jam, dan simulasi yang dilakukan untuk proses digestasi anaerobik menggunakan metode stoikiometri. Daya kompresor didapatkan setelah dilakukan variasi debit air, kondisi temperatur, dan tekanan kompresor, dihitung dalam satuan kW. Kebutuhan daya terbesar pada temperatur mesopilik adalah pada saat komposisi debit air 5 ton/jam dan tekanan kompresor 12 bar, dengan besar daya sebesar 50,9 kW, dan kebutuhan daya terkecil terjadi ketika komposisi debit air 1 ton/jam dan tekanan kompresor 9 bar, sebesar 42,36 kW. Kebutuhan daya terbesar pada temperatur termopilik terjadi pada debit air 5 ton/jam dan tekanan kompresor 12 bar, sebesar 39,23 kW. Produksi biogas terbaik terjadi debit air 1 ton/jam dan tekanan kompresor 12 bar. Pada kondisi ini, untuk temperatur mesopilik dan termopilik membutuhkan daya sebesar 49,39 dan 37,19 kW. Kata kunci: Biogas, Compressor, EFB, Scrubber
SIMULASI NUMERIK PERHITUNGAN TEGANGAN GESER DAN MOMEN PADA FUEL FLOWMETER JENIS POSITIVE DISPLACEMENT DENGAN VARIASI DEBIT ALIRAN PADA BERBAGAI SUDUT PUTAR ROTOR Nazaruddin Sinaga; Abdul Zahri
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 2, No 4 (2014): VOLUME 2, NOMOR 4, OKTOBER 2014
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1403.39 KB)

Abstract

Peningkatan kebutuhan bahan bakar dan terbatasnya sumber daya alam menyebabkan berkurangnya jumlah minyak yang tersedia. Untuk mengatasi permasalahan tersebut maka diperlukan alat untuk mengukur konsumsi bahan bakar dari kendaraan yang dinamakan fuel flowmeter. Fuel flowmeter adalah alat yang digunakan untuk mengetahui aliran bahan bakar dalam suatu lintasan seperti debit, kecepatan aliran, dan total massa dalam jangka waktu tertentu. Di lab EECL (Efficiency and Energy Conservation Laboratory) Universitas Diponeoro mempunyai fuel flowmeter jenis positive displacement yang mempunyai banyak keunggulan. Tujuan penelitian ini menggunakan perhitungan numerik untuk mengetahui fenomena aliran fluida di dalam fuel flowmeter dengan simulasi CFD (computational fluid dynamic). Simulasi CFD ini berdasarkaan bilangan Reynold dan persamaan navier-stokes pada geometri 3D dengan kondisi batas. Kondisi batas pada aliran fluida ini memiliki tipe kondisi batas yang berbeda yaitu inlet, outlet dan moving wall. Simulasi ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisa nilai momen dan wall shear stress terhadap variasi debit aliran. Dari hasil simulasi yang dilakukan menunjukkan bahwa dengan meningkatnya nilai debit fluida pada tiap-tiap domain geometri sudut putar rotor maka nilai momen dan wall shear stress akan meningkat. Nilai momen terbesar terjadi pada 2200 sudut putar rotor dengan debit 50 ltr/jam dengan nilai 0.05 N.m. Pada sudut putar rotor 200, 2000, dan 3600 sebenarnya mengalami peningkatan nilai momen, tetapi karena nilainya sangat kecil yaitu dibawah 0.0003 N.m maka tidak terlihat peningkatanya pada grafik. Untuk nilai wall shear stress terbesar terjadi pada 2400 sudut putar rotor dengan debit 50 ltr/jam yaitu 30 Pa
ANALISA PENURUNAN EFISIENSI MOTOR INDUKSI AKIBAT CACAT PADA CAGE BALL BANTALAN Fajar Septianto; Achmad Widodo; Nazaruddin Sinaga
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 3, No 4 (2015): VOLUME 3, NOMOR 4, OKTOBER 2015
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (975.062 KB)

Abstract

Motor induksi merupakan perangkat mesin listrik yang menggunakan prinsip elektromagnetis yang mengubah energi listrik menjadi energi mekanik, kemudian energi mekanik tersebut selanjutnya dimanfaatkan sebagai tenaga penggerak pada berbagai mesin, misalnya untuk menggerakan roda impeller pada pompa, kompresor, crane, generator dan lainya. Motor induksi 3 fasa banyak digunakan dalam berbagai aplikasi, mulai dari aplikasi rumah tangga sampai aplikasi industri besar. Motor induksi merupakan salah satu peralatan penting dalam suatu proses produksi pada industri, karena jika motor induksi mengalami penurunan performansi maka suatu proses produksi atau proses kerja industri akan terganggu. Oleh karena itu penting untuk terus memantau performa dari motor tersebut, diantaranya adalah pemantauan adanya kerusakan pada motor dan efisiensi pada motor. Salah satu kerusakan yang biasanya terjadi pada motor induksi adalah kerusakan mekanis yang disebabkan karena adanya overload atau perubahan beban yang mendadak yang berakibat rusaknya bantalan, dan salah satu kerusakan pada bantalan adalah adanya kecacatan atau kerusakan pada cage ball. Tujuan dari penelitian ini adalah memantau dan menganalisa penurunan efisiensi motor induksi akibat kecacatan pada cageball bantalan tanpa mempengaruhi proses motor induksi yang sedang berjalan. Metode penelitian yang dilakukan adalah kajian pustaka dari berbagai literatur yang disesuaikan dengan perkembangan teknologi dan berdasarkan standar nasional maupun internasional. Penelitian ini menghasilkan penurunan efisiensi motor induksi pada ketiga bearing yaitu bearing normal non thermal, normal thermal, dan dengan kecacatan cageball mengalami penurunan sekitar 2-3% yang bisa dilihat pada grafik perbandingan rata-rata efisiensi dengan rata-rata overall RMS.
PEMILIHAN KAWAT ENAMEL UNTUK PEMBUATAN SOLENOID DINAMOMETER ARUS EDDY DENGAN TORSI MAKSIMUM 496 Nm Nazaruddin Sinaga; Marsono H Sonda
Eksergi Vol 9, No 1 (2013): Januari 2013
Publisher : Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (380.927 KB) | DOI: 10.32497/eksergi.v9i1.194

Abstract

Kumparan elektromagnet atau sering disebut koil dibuat dengan cara menggulung kawat pada sebuah inti. Apabila arus listrik dialirkan pada kumparan tersebut maka akan dibangkitkan suatu medan magnet. Untuk memperoleh medan magnet yang kuat diperlukan banyak lilitan dan jenis kawat yang baik. Kawat biasa dipergunakan pada dinamometer arus eddy adalah kawat enamel, yang harus dipilih berdasarkan kuat medan magnet yang hendak dibangkitkan, kemampuan menerima arus listrik, panas yang dibangkitkan, kemudahan mendapatkan, harga dan umur.  Dalam tulisan ini disajikan hasil perancangan kawat solenoid yang akan digunakan pada dynamometer arus eddy dengan torsi maksimum 496 Nm. Dari hasil penelitian ini dipilih kawat enamel Hellenic Mediotherm 200 dengan diameter 1,05 mm ( AWG 18 ). Hasil pengujian koil yang menggunakan kawat jenis ini menunjukkan bahwa pada arus 4,4 A temperaturnya mencapai 91,6  °C  dan tidak menunjukkan tanda-tanda kerusakan atau putusnya kawat tersebut. Oleh karena itu kawat ini dapat digunakan sebagai kawat solenoid pada dinamometer arus eddy karena temperaturnya masih di bawah  150°C.    Kata kunci : kawat enamel, solenoid, dinamometer, arus eddy.