Claim Missing Document
Check
Articles

EXERGY ANALYSIS OF ROTARY KILN IN CEMENT INDUSTRY Hendar Wirawan; Nazaruddin Sinaga
Scientific Journal of Mechanical Engineering Kinematika Vol 6 No 1 (2021): SJME Kinematika Juni 2021
Publisher : Mechanical Engineering Department, Faculty of Engineering, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/sjmekinematika.v6i1.191

Abstract

Industri semen merupakan salah satu industri yang paling intensif energi di dunia karena di dalam proses produksinya mengkonsumsi sekitar 12–15% dari total penggunaan energi dan setara dengan 30-40% dari total biaya produksi semen. Analisis eksergi diperlukan untuk mengetahui kerugian kerja pada suatu mesin atau sistem. Dalam perhitungan eksergi diperlukan data kapasitas panas. Karena massa yang masuk ke dalam kiln berupa senyawa kimia, maka untuk menghitung kapasitas panasnya sesuai dengan zat kimia pada senyawa tersebut. Berdasarkan hasil perhitungan diperoleh bahwa nilai rasio bahan baku terhadap klinker adalah 1,87 kg/kg klinker dengan nilai energi spesifik sebesar 1.753,93 kJ/kg klinker. Nilai efisiensi energinya adalah 94,16%, 89,40%, dan 72,40%. Untuk nilai efisiensi eksergi adalah 39,07%, 52,75%, dan 43,49% serta nilai efisiensi eksergetik adalah 71,79%, 49,22%, dan 65,75%. Efisiensi penggunaan bahan bakar pada kiln berbeda-beda antara satu dengan yang lainnya, tergantung kepada jenis kiln dan proses yang digunakan. Nilai energi dan eksergi pada klinker dapat dihitung per satuan massa produk klinker yang dihasilkan.
EFEK VORTEX GENERATOR BERLUBANG DENGAN VARIASI ASPEK RASIO TERHADAP PERFORMANCE EVALUATION CRITERION Boby Alfian Ahmad; Nazaruddin Sinaga; Syaiful Syaiful
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 9, No 1 (2021): VOLUME 9, NOMOR 1, JANUARI 2021
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fin-tube adalah salah satu jenis heat exchanger yang umum digunakan karena memiliki performa dan efisiensi perpindahan panas yang baik. Untuk meningkatkan performa perpindahan panas pada fin-tube dilakukan dengan mengunakan vortex generator. Vortex Generator menginduksi pola aliran melingkar untuk meningkatkan perpindahan panas. Namun, masalah yang teradi adalah pressure drop yan dihasilkan lebih besar sehingga membutuhkan daya yang lebih besar. Oleh sebab itu, studi ini dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan laju perpindahan panas dengan nilai pressure drop yang kecil dengan menggunakan vortex generator (VG). VG tipe concave delta winglet berlubang yang divariasikan aspek rasionya digunakan dalam penelitian ini. Studi ini dilakukan pada sebuah saluran persegi yang di dalamnya terdapat tabung silinder yang diberi panas. Kecepatan alirannya diberi variasi mulai dari 0,2 sampai 2,0 m/s. VG yang digunakan divariasikan jumlah barisnya mulai dari satu, dua, dan tiga baris VG. Hasil yang didapat dari studi ini menunjukkan adanya peningkatan laju perpindahan panas untuk kasus VG tidak berlubang yang memiliki aspek rasio tertinggi dengan nilai 1,61 dan kenaikan pressure drop tertingginya adalah 1,56. Sedangkan untuk kasus VG berlubang yang memiliki aspek rasio tertinggi dengan nilai 1,58 dan kenaikan pressure drop tertingginya adalah 1,24. Pengaruh VG tidak berlubang dan berlubang terhadap nilai PEC diteliti di dalam paper ini.
PERANCANGAN DAN PEMBUATAN SISTEM AKUSISI DATA PADA EDDY CURRENT DYNAMOMETER BERBASIS ESP32 DAN INTELLIJ IDEA UNTUK SEPEDA MOTOR Khoirul Anwar; Nazaruddin Sinaga; Bambang Yunianto
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 10, No 1 (2022): VOLUME 10, NOMOR 1, JANUARI 2022
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dengan perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan di bidang semikonduktor dan programming menyebabkan segala bidang mengalami digitalisasi dan automasi. Dengan perkembangan teknologi yang sangat pesat sangat banyak dampak terhadapa pola kehidupan manusia. Teknologi pun menjadi bagian yang tidak bisa dipisahkan pada era modern ini. Salah satu model ilmu pengetahuan yang banyak digunakan adalah sistem akuisisi data. Sistem akuisisi data merupakan salah satu bentuk teknologi dibidang instrumentasi dengan pengambilan dan pemrosesan data dari suatu besaran tertentu yang ingin diukur. Pengambilan data dari proses-proses pengerjaan suatu mesin ataupun penggunaan sistem akuisisi data dapat mempermudah proses pengambilan data sehingga data langsung dapat digunakan. Tujuan penelitian yang digunakan adalah merancang dan membuat sistem akuisisi data dari dinamometer arus eddy menggunakan AVR dengan basis ESP32 dan membuat software interface untuk menunjukkan data hasil pengujian secara real-time menggunakan Intellij Idea dengan bahasa pemrograman Kotlin. Sistem akuisisi data yang dibuat meliputi data torsi, daya, rpm mesin, rpm roller, konsumsi bahan bakar, temperatur udara masuk ruang bakar, temperatur exhaust, temperatur lingkungan dan kelembaban relatif. Sensor yang digunakan untuk mengukur besaran-besaran yang diperlukan dilakukan kalibrasi terlebih dahulu menggunakan alat kalibrasi yang sesuai. Hasil kalibrasi sensor rpm roller didapatkan error relatif rata-rata 1,92%, sedangkan rpm mesin didapatkan error relatif sebesar rata-rata 0,46%, dan error relatif rata-rata untuk loadcell 0,13%.  Hasil perancangan sistem akuisisi data akan dilakukan pengujian terhadap lima sepeda motor empat langkah dengan spesifikasi yang berbeda-beda. Dari hasil pengujian yang telah dilakukan sistem akuisisi data dapat bekerja dengan baik dimana didapatkan data torsi dan daya setiap sepeda motor dengan metode pengujian absorbsi dan inersia.
PERANCANGAN DAN PEMBUATAN SISTEM AKUSISI DATA DINAMOMETER SASIS SEPEDA MOTOR BERBASIS LABVIEW SERTA PENGUJIAANYA PADA SEPEDA MOTOR HONDA BEAT FI 110 CC Felix Liphwan Munthe; Nazaruddin Sinaga; Bambang Yunianto
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 10, No 1 (2022): VOLUME 10, NOMOR 1, JANUARI 2022
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perawatan sepeda motor untuk menjaga performa mesin motor tetap optimal, seperti servis, cleaning, dan tune up. Proses tersebut tidak dapat dinyatakan dalam bentuk data, karena tidak bisa dilihat secara rill dan tidak ada parameter sebagai tolak ukur seperti torsi, daya dan fuel consumption maka dibutuhkan suatu alat ukur dinamometer. Perancangan dan pembuatan sistm akusisi data pada penelitian ini, bertujuan untuk melakukan pengolahan, visualisasi, dan penyimpanan data pengukuran secara realtime. Penelitian ini menggunakan software Labview 2019 sebagai interface dan NI-USB 6212 sebagai hardware. Penelitian ini menggunakan metode wide open throttle pada pengujian dinamometer inersia absorbsi, dan dilakukan pengujian pengukuran fuel consumption. Hasil dari penelitian mendapatkan nilai ketidakpastian pengukuran yang telah dihasilkan pada masing – masing sensor sebagai alat ukur yaitu gaya F = F̅ ± 0,99%, rpm roller Nr = N̅r ± 1,13%, rpm engine Ne = N̅e   ± 0,75%, fuel consumption FC = F̅c ± 2,45%. Karakteristik dinamometer inersia memiliki ketidakpastian pengukuran yaitu torsi Te = Te ± 1,64% dan daya Pe = Pe ± 1,46%. Karakteristik dinamometer absorbsi memiliki ketidakpastian pengukuran yaitu torsi Te = Te ± 1,68% dan daya Pe = Pe ± 1,68%. Dan karakteristik pengujian fuel consumption memiliki ketidakpastian pengukuran yaitu bsfc BSFC = BSFC ± 2,87%.
Menjaga Keandalan Sistem PLTS dengan Metode Failure Mode Effect Analysis (FMEA) Ardian Burhandono; Nazaruddin Sinaga
JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol. 12 No. 1 (2022): VOLUME 12 NO 1 MARET 2022
Publisher : Jurusan Teknik Industri, Fakultas Teknologi Indusri Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (638.017 KB) | DOI: 10.25105/jti.v12i1.13958

Abstract

Intisari— Pada 12 Desember 2015 telah dilaksanakan Confereence Of the Parties 21 (COP) di Paris tujuannya membatasi pemanasan global sampai dengan dibawah 2oC dan lebih baik lagi jika bisa mencapai 1,5oC. Saat ini pemanfaatan energi matahari menjadi energi listrik sangat masif diterapkan dan perkembangan teknologinya juga meningkat pesat. Pemeliharaan yang rutin dan tepat sangat menekan biaya produksi sehingga harga jual listrik menjadi murah. Pada penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kerusakan yang banyak terjadi di sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan tindakan pencegahan kerusakan serta penanggulangannya. Berdasarkan metode yang tepat akan dihasilkan suatu prioritas perbaikan yang tepat pula. Banyak industri khususnya pembangkit listrik menggunakan metodologi yang disebut Failure Mode and Effects Analysis (FMEA) yang didalamnya terdapat Risk Priority Number (RPN). Didalam RPN berisi beberapa faktor antara lain tingkat keparahan (Severity), peringkat terjadinya kegagalan (Occurrence) dan peringkat mendeteksi terjadinya kegagalan (Detectable). Dengan penyusunan FMEA pada sistem pembangkit listrik tenaga surya akan meningkatkan kehandalan sisitem tersebut sehingga biaya operasional akan lebih murah dan harga jual listriknya akan terjangkau masyarakat.Abstract— On 12 December 2015 a Conference of the Parties 21 (COP) was held in Paris which aims to limit global warming to below 2 oC and even better if it can reach 1.5 oC. Currently the use of solar energy into electrical energy is very massively applied and technological developments are also increasing rapidly. Routine and proper maintenance greatly reduces production costs so that the selling price of electricity becomes cheap. This study aims to determine the damage that occurs in the Solar Power Generation system (PLTS) and the prevention and control of damage. Based on the right method, an appropriate improvement priority will also be generated.Many industries, especially power plants, use a methodology called Failure Mode and Effects Analysis (FMEA) which includes a Risk Priority Number (RPN). The RPN contains several factors including severity, occurrence of failure (Occurrence) and rating of detecting failure (Detectable). With the preparation of FMEA on the solar power generation system, it will increase the reliability of the system so that operational costs will be cheaper and the selling price of electricity will be affordable by the community.
Cofiring Effect of Using Sawdust on Exhaust Emissions at the Steam Power Plant Muhammad Farras Ilham; Nazaruddin Sinaga
R.E.M. (Rekayasa Energi Manufaktur) Jurnal Vol 7 No 2 (2022): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21070/r.e.m.v7i2.1644

Abstract

Achieving the national energy mix in 2025 requires accelerating capacity development in new and renewable energy.Utilization of new and renewable energy potential aims to achieve the national energy mix target. One of the new renewable energy that has the potential to be developed in Indonesia is Biomass for fuel. One of the efforts to increase the use of biomass is by Cofiring. Biomass can be an effective alternative energy, in order to minimize the use of fossil fuels. The biomass is mixed into the coal bunker. The fuel mixture is flowed into the combustion chamber or furnace. Some of the advantages of doing biomass in PLTU include relatively lower investment and better environmental impact when compared to 100% coal. Cofiring PLTU has an effect on exhaust emissions, in evaluating the impact of exhaust emissions as a benchmark for environmental parameters, cofiring testing is carried out with reference to the Emission Quality Standard (BME).As a result, the effect of cofiring using 5% sawdust still has no significant effect on exhaust emissions at the CEMS (Continuous Emissions Monitoring System) PLTU. It is very possible that the type of coal used is still very influential on emission conditions, considering that the percentage of biomass used is still very small.
Potential and Challenges of Hydrogen Development as New Renewable Energy in Indonesia Efrando Manullang; Nazaruddin Sinaga
R.E.M. (Rekayasa Energi Manufaktur) Jurnal Vol 7 No 2 (2022): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21070/r.e.m.v7i2.1647

Abstract

The use fossil energy consumption in Indonesia is increasing along with population growth and industrial development. Fossil energy oil and coal can produce greenhouse gas emissions and environment pollution. The largest producer of CO2 emissions comes from exhaust gases in the production process and motor vehicles. Indonesia's energy mix target in 2025 is around 23% from New and Renewable Energy (NRE). Given the importance of using NRE, Indonesia is starting to look for alternative energy that is environmentally and sustainable, like hydrogen energy. Green hydrogen technology has the potential to be developed in Indonesia. Hydrogen production processes commonly carried out are through the electrolysis of water, methanol, and biomass. The use of hydrogen can be applied to motor vehicles and power plants. Hydrogen can reduce greenhouse gas emissions. However, Indonesia has problems in developing green hydrogen technology, one of which is the high production cost, so it requires other parties to develop it.
Perancangan PLTS Rooftop untuk Pemakaian Sendiri (PS) di PLTU Berau 2 × 7 MW Irwan Firmanto Nainggolan; Jaka Windarta; Nazaruddin Sinaga
Jurnal Energi Baru dan Terbarukan Vol 3, No 3 (2022): Oktober 2022
Publisher : Program Studi Magister Energi, Sekolah Pascasarjana, Universitas Diponegoro, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jebt.2022.13442

Abstract

PLTU Berau 2 × 7 MW terletak di Kelurahan Teluk Bayur Kecamatan Teluk Bayur Kabupaten Berau Provinsi Kalimantan Timur yang Operation & Maintenance-nya di Kelola oleh PT. Indonesia Power. PLTU Berau 2 × 7 MW mensuplai energi listrik ke sistem jaringan isolated 20 KV Tanjung redeb. Konsumsi daya listrik (Pemakaian Sendiri) rata-rata sebesar 10.419.942,030 kWh/tahun. Salah satu program untuk menurunkan konsumsi pemakaian sendiri dan untuk mendukung kebijakan peningkatan Energi Baru Terbarukan (EBT) dalam bauran energi nasional hingga 23% pada tahun 2025 yaitu dengan pemasangan PLTS Rooftop. Kawasan PLTU Berau 2 × 7 MW memiliki nilai radiasi rata-rata sebesar 4,67 kWh/m²/hari sepanjang tahun 2020 dan rata-rata 3,9 kWh/m²/hari dalam rentang 22 tahun. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui potensi energi surya yang dapat dihasilkan dilokasi Rooftop PLTU Berau 2 × 7 MW dengan menggunakan simulasi software HelioScope. Dari hasil simulasi diperoleh potensi energi listrik yang dapat dihasilkan adalah 570.364 kWh/tahun.
ANALISIS PENGARUH PERUBAHAN TEKANAN VAKUM KONDENSOR TERHADAP EFESIENSI DAN HEAT RATE TURBIN UAP DI PLTU KENDARI-3 UNIT 2 Ivan Darren Alber; Nazaruddin Sinaga
Simetris: Jurnal Teknik Mesin, Elektro dan Ilmu Komputer Vol 12, No 2 (2021): JURNAL SIMETRIS VOLUME 12 NO 2 TAHUN 2021
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/simet.v12i2.7864

Abstract

Kondensor merupakan komponen utama pada PLTU Kendari yang berfungsi sebagai alat penukar panas. Kondensor digunakan untuk mengubah uap tekanan rendah dari turbin menjadi air melalui proses kondensasi [1]. Air yang terkondensasi dari kondensor kemudian akan dipanaskan dengan pemanas tekanan rendah dan deaerator sebagai proses deaerasi sebelum diumpan pada boiler. Kondensor merupakan alat perpindahan panas utama pada PLTU yang mempengaruhi efisiensi suatu pembangkit [2][3].  Pada bulan Oktober 2021, PLTU Kendari Unit 2  mengalami penurunan debit air pendingin kondensor disebabkan dengan serpihan rubber line pipa yang tersumbat pada filter jalur air pendingin sehinnga nilai tekanan pada kondensorpun berkurang. Setelah dilakukan pemeliharaan serta pembersihan filter pada jalur air pendingin kondensor, terjadi kenaikan pada tekanan vakum kondensor. Pada penelitian ini menganalisis perubahan tekanan pada kondensor terhadap efisiensi dan heat rate turbin uap  menggunakan analisis termodinamika dan metode input output energi. Data yang dianalisis adalah data aktual operasional PLTU Kendari-3 sebelum dan setelah dilakukan pembersihan filter pada jalur air pendingin kondensor pada Distributed Control System (DCS). Hasil perhitungan yang didapatkan pada penelitian ini menunjukkan bahwa tekanan pada kondensor berpengaruh pada kenaikan efisiensi dan heat rate turbin uap. Dapat dilihat bahwa setiap kenaikan nilai tekanan -1 kPa maka berpengaruh pada rata-rata nilai heat rate turbin uap 68.233 kJ/kWh untuk beban 45 MW Netto. Sedangkan untuk nilai efisiensi turbin uap mengalami kenaikan sebesar 0.48% untuk beban 45 MW Netto. 
PERANCANGAN JIG AND FIXTURE PENGELASAN UNTUK MENCEGAH DISTORSI PADA SAAT PENGELASAN RANGKA DEPAN MAUNG 4X4 Albert Ishac Einstein Simanjuntak; Nazaruddin Sinaga
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 9, No 4 (2021): VOLUME 9, NOMOR 4, OKTOBER 2021
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebutuhan akan proses pengelasan dan perakitan yang efisien merupakaan salah satu faktor utama yang dibutuhkan sebuah industri manufaktur rangka kendaraan.  Dalam proses perakitan sering terjadi kecacatan fisik berupa distorsi dimana terjadinya perubahan dimensi pada rangka sewaktu pengelasan, maka dari itu dibutuhkan rancangan alat bantu berupa jig dan fixture untuk sebagai penahan rangka selama proses perakitan berlangsung. Rancangan jig dan fixture dibuat menggunakan software CAD dan diuji menggunakan metode elemen hingga kemudian dilanjutkan dengan melakukan evaluasi untuk mengetahui nilai safety factor dan melakukan simulasi untuk mendapatkan umur kelelahan (Life Cycle Fatique) dari plat penahan v block. Hasil penelitian ini didapatkan berdasarkan distribusi gaya yang berpengaruh pada plat penahan. Nilai tegangan (von mises) pada jenis material plat baja AISI 1030 adalah 1364MPa. Nilai displacement pada jenis material plat Baja AISI 1035 adalah 8.68 mm,. Sedangkan nilai safety factor pada jenis material plat Baja AISI 1035 adalah 2,07. Sehingga material plat Baja AISI 1035 dapat dikatakan aman untuk digunakan sebagai fixture penahan pada rancangan ini karena nilai safety factor nya ≥ 1.