Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

The Effect Of "Balut" Therapy Device On Knee Pain In Osteoarthritis Niken, Niken; Kristiana, Kristiana; Dwi Febryanto
Jurnal EduHealth Vol. 15 No. 04 (2024): Jurnal EduHealt (inpres), Year 2024
Publisher : Sean Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Studies Osteoarthritis is one of the degenerative elements most customarily discovered in musculoskeletal diseases; osteoarthritis is the most common motive of restricted movement and feature; the region most often affected is the knee joint (Susilawati et al., 2015). The incidence of osteoarthritis dramatically follows the growth in patient age. As many as 70% of patients elderly over sixty-five years old suffer from osteoarthritis (Suhendriyo, 2014). The major hassle skilled by osteoarthritis sufferers is constrained helpful hobbies. Osteoarthritis can also cause disturbances in purposeful activities, along with trouble on foot, lengthy distances, standing from a squatting position, going up and down stairs, and disruption in valuable activities. Pain management techniques consist of pharmacological remedies and non-pharmacological therapy. Pharmacological remedy consists of drugs, while non-pharmacological therapy includes bodily remedy, modalities, and cognitive and behavioral techniques. The physical remedy to alleviate pain consists of numerous varieties of skin stimulation (massage, nerve stimulation with transcutaneous power, acupuncture, bloodless or warmth or compresses application, and exercise). Heat utility is a simple movement that has long been regarded as a powerful technique for reducing pain or muscle spasms.Heat can be distributed through conduction (hot water bottles, wet compresses, heat). Pain from bruises, muscle spasms, and arthritis respond appropriately to warmth (Price and Wilson, 2005;1087-1088). Ginger has pharmacological results that might be efficacious as a remedy (Team Lentera, 2002; 1). This study is a quantitative observation with a move-sectional quasi-experiment layout and uses the chi-square (bivariate) statistical check. The population is all citizens of RT 05 RW XVI Tlogosari Kulon Semarang. Sampling used purposive sampling—place and time of research at RT V RW XVI Tlogosari Kulon Semarang. The research tools and substances used by researchers are the 'BALUT' (Knee Bandage) tool, which is an aggregate of the use of a knee decker and ginger compress.
Pendidikan Seni Pertunjukan Sebagai Alternatif Pendidikan Multikultur Bagi Siswa SD Niken, Niken; Julta, Arbi
ALACRITY : Journal of Education Volume 5 Nomor 1 Februari 2025
Publisher : LPPPI Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52121/alacrity.v5i1.652

Abstract

Tari tradisional di Indonesia mencerminkan masyarakat Indonesia yang multikultural, karena seni tari tradisional menyampaikan pesan-pesan filosofis, mencakup aspek spiritual, moral, dan sosial dari masyarakat yang mendukungnya. Artikel ini mengkaji bagaimana pendidikan seni tari memberikan manfaat dalam pendidikan multikultural bagi anak-anak Seni tari adalah salah satu bentuk karya seni yang menyimpan ensiklopedi budaya. SD. Tujuannya adalah untuk menjelaskan pentingnya keberagaman budaya sebagai hal yang bermanfaat bagi kehidupan masyarakat baik di tingkat lokal, nasional, maupun global. Melalui pendidikan seni tari di sekolah dasar, peserta didik dapat berkreasi dan mengapresiasi seni tari nusantara. Dengan demikian, diharapkan peserta didik akan memahami warisan seni tari bangsanya sendiri dan belajar tentang perbedaan budaya antar daerah. Hal ini akan membantu mereka menjadi individu yang dapat menghargai perbedaan dan keberagaman serta menerima kenyataan pluralitas budaya yang ada di Indonesia.
Analisis Manajemen Logistik Alat Pelindung Diri di Pt. Waskita Beton Precast. Heru Winarno; Syaina Ulfah Azhara; Niken Niken
Jurnal Manuhara : Pusat Penelitian Ilmu Manajemen dan Bisnis Vol. 1 No. 3 (2023): JULI : Jurnal Manuhara: Pusat Penelitian Ilmu Manajemen dan Bisnis
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Manajemen Kewirausahaan dan Bisnis Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/manuhara.v1i3.113

Abstract

Waskita Beton Precast is a company engaged in manufacturing. The products produced include Spun Pile diameter up to 1200mm and other girder products. Every company must have Personal Protective Equipment (PPE). Personal Protective Equipment (PPE) is an effort made to protect or prevent the risk of accidents and also as a complete form of other accident prevention efforts. Therefore, logistics management is needed to meet the needs of personal protective equipment in companies. The purpose of this research is to find out the process of obtaining raw materials and knowing inventory control. The method used is descriptive analysis. The results of this study are that companies obtain personal protective equipment from distributors who have worked with the company. PT. Waskita Beton Precast pre-orders personal protective equipment and completes payment so that personal protective equipment can be sent immediately.
EKSPLORASI DAN UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI SENYAWA AKTIF EKSTRAK DAUN PALA (Myristica Fragrans) TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Streptococcus Mutans PENYEBAB KARIES GIGI SECARA IN VITRO EXPLORATION AND TESTING OF THE ANTIBACTERIAL ACTIVITY OF ACTIVE COMPOUNDS FROM NUTMEG LEAF EXTRACT (Myristica fragrans) ON THE GROWTH OF Streptococcus mutans THE CAUSATIVE AGENT OF DENTAL CARIES IN VITRO Niken, Niken; Telaumbanua, Arniat Christiani
Jurnal Kesehatan Saintika Meditory Vol 7, No 2 (2024): November 2024
Publisher : STIKES Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jsm.v7i2.2883

Abstract

ABSTRAKKaries merupakan masalah kesehatan gigi yang paling menonjol dengan angka kejadian 96,5%. Berbagai faktor dapat menimbulkan karies gigi salah satunya infeksi bakteri pathogen. Streptococcus mutans (S.mutans) merupakan golongan bakteri yang teradapat dalam rongga mulut manusia yang bersifat kariogenik. Umumnya menangani infeksi bakteri S.mutans dengan pemberian antibiotik. Namun meskipun pemberian antibiotik ini dapat menyembuhkan penyakit keries gigi, penggunaan antibiotik dalam jangka panjang dapat memberikan dampak buruk bagi tubuh. Salah satu upaya pengendalian infeksi bakteri S.mutans yaitu penggunaan bahan alami yang mengandung senyawa antibakteri. Daun Pala (Myristica fragrans) merupakan bahan alami yang memiliki senyawa bioaktif yang bersifat antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi senyawa aktif melalui skrinning fitokimia dan melihat aktifitas antibakteri ekstrak daun pala (Myristica fragrans) terhadap pertumbuhan bakteri S.mutans secara in vitro. Penelitian ini merupakan eksperimental laboratorium dengan metode difusi cakram kertas (Kirby-bauer). Sampel yang digunakan adalah bakteri S.mutans. Konsentrasi yang digunakan yaitu 20%, 40%, 60%, 80% , kontrol positif Amoxicilin dan kontrol negatif DMSO. Dalam kesimpulannya, penelitian ini sangat penting dilakukan untuk mengurangi resiko penggunakan antibiotik dalam mengatasi infeksi bakteri pathogen. Hasil penelitian didapatkan daun pala positif mengandung senyawa aktif metabolit sekunder yaitu flavonoid, tannin, saponin dan alkaloid. Hasil uji aktivitas antibakteri menunjukkan pada konsentrasi 20% 16,4 mm (kuat), 40% 17,5 (kuat) mm, 60% 17,6 mm (kuat), 80% 17,8 mm (kuat), kontrol positif (amoxicillin) 17,8 (kuat) dan kontrol negative DMSO 0. Uji ANOVA menunjukkan nilai P.Value = 0,000 (sig.< 0,05) bahwa terdapat perbedaan signifikansi antar semua perlakuan dengan control positif. Disimpulkan bahwa ekstrak daun pala efektif menghambat pertumbuhan bakteri S.mutans. Kata kunci : Streptococcus mutans, Myristica fragrans, Karies Gigi, Fitokimia, Herbal  ABSTRACTDental caries is the most prominent oral health issue, with an incidence rate of 96.5%. Various factors can lead to dental caries, including infections by pathogenic bacteria. Streptococcus mutans (S. mutans) is a type of bacteria found in the human oral cavity that is highly cariogenic. Typically, S. mutans infections are treated with antibiotics. However, while antibiotics can cure dental caries, prolonged use may have adverse effects on the body. One alternative method to control S. mutans infection is using natural substances with antibacterial compounds. Nutmeg leaves (Myristica fragrans) are a natural source of bioactive compounds with antibacterial properties. This study aims to explore active compounds through phytochemical screening and to evaluate the antibacterial activity of nutmeg leaf extract (Myristica fragrans) against S. mutans growth in vitro. This laboratory experiment utilized the disk diffusion method (Kirby-Bauer). The samples used were S. mutans bacteria, with extract concentrations of 20%, 40%, 60%, and 80%, along with positive control (Amoxicillin) and negative control (DMSO). In conclusion, this study is essential in reducing the risks associated with antibiotic use in treating pathogenic bacterial infections. The results showed that nutmeg leaves contained active secondary metabolites, including flavonoids, tannins, saponins, and alkaloids. Antibacterial activity testing revealed inhibition zones of 16.4 mm (strong) at 20%, 17.5 mm (strong) at 40%, 17.6 mm (strong) at 60%, 17.8 mm (strong) at 80%, with 17.8 mm for the positive control (Amoxicillin) and 0 for the negative control (DMSO). ANOVA test results indicated a P-value of 0.000 (sig. < 0.05), confirming significant differences among all treatments compared to the positive control. It was concluded that nutmeg leaf extract is effective in inhibiting the growth of S. mutans.Keywords: Streptococcus mutans, Myristica fragrans, Dental Caries, Phytochemistry, Herbal@font-face {font-family:"Cambria Math"; panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; mso-font-charset:0; mso-generic-font-family:roman; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:-536870145 1107305727 0 0 415 0;}@font-face {font-family:Aptos; panose-1:2 11 0 4 2 2 2 2 2 4; mso-font-charset:0; mso-generic-font-family:swiss; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:536871559 3 0 0 415 0;}p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal {mso-style-unhide:no; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:""; margin-top:0cm; margin-right:0cm; margin-bottom:8.0pt; margin-left:0cm; line-height:115%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:12.0pt; font-family:"Aptos",sans-serif; mso-ascii-font-family:Aptos; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-fareast-font-family:Aptos; mso-fareast-theme-font:minor-latin; mso-hansi-font-family:Aptos; mso-hansi-theme-font:minor-latin; mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; mso-bidi-theme-font:minor-bidi; mso-font-kerning:1.0pt; mso-ligatures:standardcontextual;}p {mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-margin-top-alt:auto; margin-right:0cm; mso-margin-bottom-alt:auto; margin-left:0cm; mso-pagination:widow-orphan; font-size:12.0pt; font-family:"Times New Roman",serif; mso-fareast-font-family:"Times New Roman";}.MsoChpDefault {mso-style-type:export-only; mso-default-props:yes; mso-ascii-font-family:Aptos; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-fareast-font-family:Aptos; mso-fareast-theme-font:minor-latin; mso-hansi-font-family:Aptos; mso-hansi-theme-font:minor-latin; mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}.MsoPapDefault {mso-style-type:export-only; margin-bottom:8.0pt; line-height:115%;}div.WordSection1 {page:WordSection1;}
Pengaruh Minat Belajar terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas XI IPS pada Mata Pelajaran Geografi Niken, Niken; Ulfah, Maria; Christanto, Ludovicus Manditya Hari
Jurnal Inovasi, Evaluasi dan Pengembangan Pembelajaran Vol 5 No 1 (2025): Jurnal Inovasi, Evaluasi dan Pengembangan Pembelajaran (JIEPP)
Publisher : ELRISPESWIL - Lembaga Riset dan Pengembangan Sumberdaya Wilayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54371/jiepp.v5i1.682

Abstract

Rendahnya minat belajar siswa dapat terlihat dari beberapa tanda, seperti kebiasaan siswa yang sering berbicara sendiri selama pelajaran, metode mengajar guru yang kurang bervariasi, dan rendahnya partisipasi aktif siswa. Kurangnya kinerja dalam penilaian geografi harian di kalangan siswa IPS kelas XI, yang tidak memenuhi Kriteria Penyelesaian Minimum (KKM), terlihat jelas. Penelitian ini bertujuan untuk menilai bagaimana minat belajar siswa berdampak pada prestasi akademik mereka di bidang geografi dalam kurikulum IPS kelas XI di Madrasah Aliyah Khulafaur Rasyidin Kubu Raya. Dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei, penelitian difokuskan pada sampel yang terdiri dari 40 mahasiswa IPS kelas XI di MA Khulafaur Rasyidin Kubu Raya. Data dikumpulkan melalui penggunaan kuesioner dan dokumentasi, dengan instrumen penelitian meliputi formulir kuesioner dan lembar dokumentasi. Temuan Hasil penelitian menunjukkan hubungan positif dan signifikan secara statistik antara minat belajar dan prestasi akademik, dibuktikan dengan tingkat signifikansi 0,028, yang berada di bawah ambang batas 0,05. Selain itu, analisis statistik menghasilkan nilai Fhitung sebesar 47,882, melampaui nilai Ftabel sebesar 4,10, sehingga mendukung penerimaan hipotesis alternatif (Hɑ) dan menolak hipotesis nol (H0). Akibatnya, dipastikan bahwa minat belajar siswa secara signifikan mempengaruhi kinerja mereka dalam mata pelajaran geografi di Madrasah Aliyah Khulafaur Rasyidin Kubu Raya.
Aktivitas Antijamur Kulit Singkong terhadap Candida albicans dari Saliva Penderita Diabetes yang Diidentifikasi Molekuler Sophia, Anggun; Suraini, Suraini; Niken, Niken
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 16, No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jkms.v16i1.3218

Abstract

Infeksi jamur oportunistik seperti Candida albicans meningkat pada penderita diabetes melitus akibat kondisi hiperglikemia yang mendukung pertumbuhan jamur di rongga mulut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antijamur ekstrak kulit singkong (Manihot esculenta) terhadap Candida albicans yang diisolasi dari saliva penderita diabetes melitus dan diidentifikasi secara molekuler menggunakan metode PCR. Isolat diperoleh melalui kultur saliva, lalu diidentifikasi secara konvensional (makroskopis, mikroskopis, germ tube) dan molekuler dengan hasil amplifikasi gen ITS menunjukkan pita DNA ±600 bp. Ekstrak kulit singkong dibuat melalui metode maserasi menggunakan etanol 96% dan diuji aktivitasnya dengan metode difusi cakram pada konsentrasi 20%, 40%, 60%, 70%, dan 80%. Hasil menunjukkan bahwa konsentrasi 80% memiliki daya hambat paling tinggi terhadap pertumbuhan Candida albicans dengan rata-rata diameter zona hambat 2.46 ± 0.31 cm (kategori sangat kuat). Uji statistik ANOVA menunjukkan perbedaan signifikan antar perlakuan (p < 0.05). Kesimpulannya, ekstrak kulit singkong memiliki potensi sebagai agen antijamur alami terhadap Candida albicans yang diisolasi dari penderita diabetes, terutama pada konsentrasi tinggi.Kata kunci : Antijamur; kulit singkong; Candida albicans;diabetes melitus; molekuler.
Literatur Abortus Dan Penanganannya Irawawan, Dian Nirwana; Niken, Niken; sandi, Elmatiana dara; Anggita, Dwi
Stetoskop: The Journal Of Health Science Vol. 1 No. 2 (2024): December 2024
Publisher : CV. Cendikiawan Muda Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70656/stjhs.v1i2.167

Abstract

Abortus merupakan salah satu permasalahan kesehatan reproduksi yang signifikan, terutama di negara berkembang. Artikel ini bertujuan untuk mengulas faktor penyebab, dampak, serta metode penanganan abortus berdasarkan literatur terkini dan pendapat ahli. Penyebab abortus meliputi faktor medis, sosial, dan psikologis, yang masing-masing memerlukan pendekatan khusus. Dampak abortus tidak hanya bersifat fisik tetapi juga psikologis dan sosial. Dengan pendekatan medis yang tepat dan dukungan sosial, penanganan abortus dapat dioptimalkan. Artikel ini diakhiri dengan kesimpulan yang menekankan pentingnya edukasi dan intervensi dini dalam mencegah serta menangani abortus.
UJI EFEKIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK KULIT JERUK MANIS (Citrus sinensis) TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Staphylococcus aureus Niken, Niken; Arman, Eliza; Pebriansyah, Randi; Novita Yusuf, Rahmi
Jurnal Kesehatan Saintika Meditory Vol 6, No 2 (2023): November 2023
Publisher : STIKES Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jsm.v6i2.1961

Abstract

ABSTRAKBakteri Staphylococcus aureus adalah bakteri yang hidup di permukaan tubuh tanpa membahayakan, terdapat di sekitar hidung, mulut, alat kelamin, dan dubur. Salah satu cara untuk mengobati infeksi bakteri adalah dengan menggunakan antibiotik. Penggunaan antibiotik yang berlebihan dapat menyebabkan perkembangan bakteri resisten. Tumbuhan jeruk manis merupakan salah satu jenis tanaman yang dapat dimanfaatkan untuk pengobatan. Jeruk manis (Citrus sinensis) merupakan salah satu tanaman yang banyak ditanam di Indonesia. Kulit jeruk manis menghasilkan minyak atsiri yang sering digunakan sebagai aromatic. Kandungan kulit buah jeruk manis menunjukan adanya senyawa flavonoid, steroid, terpenoid, alkaloid, tanin dan saponin. Kulit buah jeruk manis aktif sebagai antibakteri dan antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya hambat ekstrak kulit jeruk manis (Citrus sinensis) konsentrasi 20%, 40%, 60%, 80% dan 100% terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus menggunakan metode difusi disk.jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimental laboratori. Hasil penelitian didapatkan bahwa aktifitas antibakteri ekstrak kulit jeruk manis ditunjukkan adanya daya hambat terhadap bakteri S.aureus dengan rata-rata konsentrasi 20% dengan diameter 12,3 mm (kuat), 40% diameter 13,6 mm (kuat), 60% diameter 15,4 mm (kuat), 80% diameter 16,9 mm (kuat), 100% diameter 21,4 mm (sangat kuat), kontrol positif amoxicilin 11,8 mm dan kontrol negatif 0 mm. Didapatkan hasil uji ANOVA menunjukkan nilai p= 0,000 (sig.<0,05) bahwa terdapat perbedaan signifikansi antar semua perlakuan dengan kontrol positif. Dapat disimpulkan bahwa ekstrak kulit jeruk manis efektif menghambat pertumbuhan bakteri S.aureus, hal tersebut dikarenakan diameter zona hambat ekstrak kulit jeruk manis lebih besar dari kontrol positif. Kata Kunci: Antibakteri, Staphylococcus aureus, Citrus sinensis  ABSTRACT Staphylococcus aureus bacteria are bacteria that live harmlessly on the surface of the body, found around the nose, mouth, genitals and rectum. One way to treat a bacterial infection is to use antibiotics. Overuse of antibiotics can lead to the development of resistant bacteria. Sweet orange plant is one type of plant that can be used for treatment. Sweet orange (Citrus sinensis) is one of the most widely grown plants in Indonesia. Sweet orange peel produces essential oils which are often used as aromatics. The content of sweet orange peel shows the presence of flavonoids, steroids, terpenoids, alkaloids, tannins and saponins. Sweet orange peel is active as an antibacterial and antioxidant. This study aims to determine the inhibition of sweet orange peel extract (Citrus sinensis) concentrations of 20%, 40%, 60%, 80% and 100% on the growth of Staphylococcus aureus bacteria using the disk diffusion method. This type of research was laboratory experimental research. The results showed that the antibacterial activity of sweet orange peel extract was shown to have inhibition against S.aureus bacteria with an average concentration of 20% with a diameter of 12.3 mm (strong), 40% diameter 13.6 mm (strong), 60% diameter 15.4 mm (strong), 80% diameter 16.9 mm (strong), 100% diameter 21.4 mm (very strong), amoxicillin positive control 11.8 mm and negative control 0 mm. The results of the ANOVA test showed a p value = 0.000 (sig. <0.05) that there was a significant difference between all treatments with a positive control. It can be concluded that sweet orange peel extract is effective in inhibiting the growth of S.aureus bacteria, this is because the diameter of the inhibition zone of sweet orange peel extract is larger than the positive control.Keywords: Antibacterial, Staphylococcus aureus, Citrus sinensis
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK KULIT JERUK GUNUNG OMEH (Citrus nobilis lour) TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Staphylococcus aureus PADA KULIT Niken, Niken; Yusuf, Rahmi Novita
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 15, No 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jkms.v15i1.2518

Abstract

ABSTRAKStaphylococcus aureus (S.aureus) merupakan bakteri yang menyebabkan penyakit infeksi paling sering terjadi. S.aureus menginfeksi jaringan ataupun alat tubuh dan dapat menimbulkan penyakit yang mempunyai tanda khas berupa peradangan, nekrosis, dan pembentukan abses pada kulit. Umumnya menangani infeksi bakteri Staphylococcus aureus ini dengan pemberian antibiotik. Pemberian antibiotik dalam jangka panjang dapat menyebabkan efek negatif bagi tubuh. Salah satu upaya dalam pengendalian infeksi bakteri S.aureus yaitu dengan pemanfaatan bahan herbal. Jeruk merupakan buah yang diminati oleh masyarakat, karena aromanya menyegarkan, dapat menjadi sumber vitamin C, harga relatif murah, rasanya manis, segar, mudah didapatkan. Banyaknya masyarakat yang mengkonsusmsi jeruk mengakibatkan tingginya jumlah limbah kulit jeruk. Kulit buah jeruk biasanya hanya dibuang dan tidak dimanfaatkan, serta menjadi sampah yang tidak ada manfaatnya. Selama ini pemanfaatan kulit jeruk belum dilakukan secara intensif.  Kulit jeruk mengandung senyawa metabolit sekunder seperti flavonoid yang diketahui berfungsi sebagai antibakteri. Penelitian ini merupakan eksperimental laboratorium dengan metode difusi cakram kertas (Kirby-bauer). Sampel yang digunakan adalah bakteri Staphylococcus aureus.  Konsentrasi yang digunakan dalam penelitian ini yaitu 10%, 15% ,60%, 20% dan kontrol positif Amoxicilin dan kontrol negatif DMSO. Analisa data dilakukan secara statistik dengan uji One-WayAnalysis of Variance (ANOVA). Data berdistribusi normal dan homogeny. Hasil penelitian didapatkan bahwa aktifitas antibakteri ekstrak kulit jeruk gunung omeh ditunjukkan adanya daya hambat terhadap bakteri S.aureus dengan rata-rata konsentrasi 20% dengan diameter  12,3 mm (kuat), 40% diameter 13,6 mm (kuat),  60% diameter 15,2 mm (kuat), 80% diameter 16,9 mm (kuat), 100% diameter 21,4 mm (sangat kuat), kontrol positif amoxicilin 11,8 mm dan kontrol negatif 0 mm. Didapatkan hasil uji ANOVA menunjukkan nilai p= 0,000 (sig.<0,05) bahwa terdapat perbedaan signifikansi antar semua perlakuan dengan kontrol positif. Dapat disimpulkan bahwa ekstrak kulit jeruk gunung omeh efektif menghambat pertumbuhan bakteri S.aureus, hal tersebut dikarenakan diameter zona hambat ekstrak kulit jeruk gunung omeh lebih besar dari kontrol positif Kata kunci : Infeksi kulit, Citrus nobilis lour,  Staphylococcus aureus, Antibakteri ABSTRACTStaphylococcus aureus (S.aureus) is a bacterium that causes the most common infectious disease. S. aureus infects tissues or organs and can cause disease which has characteristic signs of inflammation, necrosis, and the formation of abscesses on the skin. Generally treat this Staphylococcus aureus bacterial infection by administering antibiotics. Long-term administration of antibiotics can cause negative effects on the body. One of the efforts to control S.aureus bacterial infection is by using herbal ingredients. Orange is a fruit that people are interested in, because it has a refreshing aroma, can be a source of vitamin C, the price is relatively cheap, tastes sweet, fresh, easy to get. The large number of people who consume oranges results in a high amount of orange peel waste. Citrus peels are usually just thrown away and not used, and become waste that is of no use. So far, the utilization of orange peel has not been carried out intensively. Orange peel contains secondary metabolites such as flavonoids which are known to function as antibacterials. This research is a laboratory experiment using the paper disc diffusion method (Kirby-bauer). The sample used is Staphylococcus aureus bacteria. The concentrations used in this study were 10%, 15%, 60%, 20% and Amoxicillin positive control and DMSO negative control. Data analysis was performed statistically with the One-Way Analysis of Variance (ANOVA) test. Data is normally distributed and homogeneous. The results showed that the antibacterial activity of the Gunung Omeh orange peel extract was shown to have inhibition against S.aureus bacteria with an average concentration of 20% with a diameter of 12.3 mm (strong), 40% with a diameter of 13.6 mm (strong), 60% diameter 15.2 mm (strong), 80% diameter 16.9 mm (strong), 100% diameter 21.4 mm (very strong), amoxicillin positive control 11.8 mm and negative control 0 mm. The results of the ANOVA test showed a value of p = 0.000 (sig. <0.05) that there was a significant difference between all treatments with a positive control. It can be concluded that the mountain omeh orange peel extract is effective in inhibiting the growth of S.aureus bacteria, this is because the diameter of the inhibition zone of the mountain omeh orange peel extract is larger than the positive control. Keywords: Skin infection, Citrus nobilis lour, Staphylococcus aureus, Antibacterial
Pendidikan Seni Pertunjukan Sebagai Alternatif Pendidikan Multikultur Bagi Siswa SD Niken, Niken; Julta, Arbi
ALACRITY : Journal of Education Volume 5 Nomor 1 Februari 2025
Publisher : LPPPI Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52121/alacrity.v5i1.652

Abstract

Tari tradisional di Indonesia mencerminkan masyarakat Indonesia yang multikultural, karena seni tari tradisional menyampaikan pesan-pesan filosofis, mencakup aspek spiritual, moral, dan sosial dari masyarakat yang mendukungnya. Artikel ini mengkaji bagaimana pendidikan seni tari memberikan manfaat dalam pendidikan multikultural bagi anak-anak Seni tari adalah salah satu bentuk karya seni yang menyimpan ensiklopedi budaya. SD. Tujuannya adalah untuk menjelaskan pentingnya keberagaman budaya sebagai hal yang bermanfaat bagi kehidupan masyarakat baik di tingkat lokal, nasional, maupun global. Melalui pendidikan seni tari di sekolah dasar, peserta didik dapat berkreasi dan mengapresiasi seni tari nusantara. Dengan demikian, diharapkan peserta didik akan memahami warisan seni tari bangsanya sendiri dan belajar tentang perbedaan budaya antar daerah. Hal ini akan membantu mereka menjadi individu yang dapat menghargai perbedaan dan keberagaman serta menerima kenyataan pluralitas budaya yang ada di Indonesia.