Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : JURNAL MAGISTER HUKUM UDAYANA

Vote Buying dalam Pemilihan Kepala Desa dan Upaya Penangkalannya : Studi Kasus di Kabupaten Tabanan Piers Andreas Noak
Jurnal Magister Hukum Udayana (Udayana Master Law Journal) Vol 10 No 2 (2021)
Publisher : University of Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JMHU.2021.v10.i02.p16

Abstract

This article aims to analyze the potential for the practice of buying and selling votes or vote buying in the election of village heads or Perbekel in Tabanan Regency, Bali. This article explores regulatory aspects, views, and variations that occur in society, including efforts to reduce the practice of buying and selling votes. In recent years, in every holding of village head elections or perbekel in several areas, there are always vote buying practices and various activities. To answer this question, the study in this article uses empirical legal research which analyzes the implementation of the law regarding village head elections regulation in reality in the community with a focus on two villages in Tabanan Regency, Bali. This article uses interview and documentation for data collection techniques and uses a rational choice institutionalism framework. With this theoretical framework, it tells the empirical facts that the calculated practice of buying votes is determined by calculations that are all profitable for the candidates and the voters. The opportunity for this practice to occur is considered to be large, carried out by perbekel officers with incumbent status. There are several offers to reduce this problem, namely by using a special website that manages the election of perbekel by loading the profile of the perbekel candidates specifically to ensure the accountability of the election. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis potensi terjadinya praktik jual beli suara atau vote buying dalam pemilihan kepala desa atau perbekel di Kabupaten Tabanan, Provinsi Bali. Artikel ini mengeksplorasi aspek regulasi, pandangan, dan ragam benturan yang terjadi di masyarakat termasuk upaya-upaya pereduksian praktik jual beli suara tersebut. Pada beberapa tahun belakangan, pada setiap penyelenggaraan pemilihan kepala desa atau perbekel serentak pada beberapa wilayah senantiasa di ikuti oleh adanya praktik-praktik jual beli suara atau vote buying dengan beragam bentuk aktifitasnya. Untuk menjawab persoalan tersebut, studi pada artikel ini menggunakan penelitian hukum empiris dimana menganalisis implementasi hukum terkait pelaksanaan regulasi pemilihan kepala desa dalam realitasnya di masyarakat dengan fokus dua desa di Kabupaten Tabanan, Bali. Artikel ini menggunakan teknik pengumpulan data wawancara dan dokumentasi serta dianalisis menggunakan frame teoritik rational choice institusionalism. Melalui frame teoritik ini memperlihatkan fakta empirik bahwa praktik vote buying dianggap turut ditentukan oleh kalkulasi-kalkulasi yang serba menguntungkan baik bagi kalangan kandidat maupun masyarakat pemilihnya. Peluang terjadinya praktik ini dianggap berpotensi besar dilakukan oknum perbekel yang berstatus incumbent. Terdapat beberapa tawaran mereduksi persoalan ini , yaitu dengan pemanfaatan website khusus yang mengelola pemilihan perbekel dengan memuat profil perbekel secara khusus untuk menjamin akuntabilitas pemilihan.
Politik Hukum, Demokrasi Digital, dan Kekuasaan Partai Politik Menyongsong Pemilu 2024 di Indonesia Piers Andreas Noak
Jurnal Magister Hukum Udayana (Udayana Master Law Journal) Vol 12 No 3 (2023)
Publisher : University of Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JMHU.2023.v12.i03.p09

Abstract

Legal Politic and Political Party authority in the next 2024 election constellation is a form of democraticacy phase. In this phase political party organization has to deal with various assertions bases on reformation value system. This article observes the effect of digitalization era existence of democracy towards political party as a strength actualization of politic superstructure in the some sides take elaboration of legal politic. This method applied is a normative legal research and the authority determined as a statute approach framework. The author take an explanative analysis on the various literatures. Normatively. There are a strategy transformation of campaign both of traditional and conventional towards digital technology utilization. Digital media domination is not only applied into politic contestation moment but also to be an information of ideology strengthening as well as political movement by political party. It needs to adapt to digital era especially in the moment when they have to be concentrate in contribution in order political communication become an important thing as a of implementation strengthening digital democraticacy. Politik hukum dan kekuasaan partai politik pada konstelasi pemilu tahun 2024 mendatang adalah bentuk fase demokratisasi. Pada fase ini organisasi partai politik harus menghadapi beragam tuntutan perubahan sesuai tata nilai reformasi. Artikel ini melihat dampak kehadiran era digitalisasi demokrasi terhadap partai politik sebagai aktualisasi kekuatan suprastruktur politik yang pada beberapa sisi mengelaborasi politik hukum. Metode yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dan kekuasaan dipandang dalam bingkai statute approach. Penulis melakukan analisis eksplanatif secara kualitatif terhadap beberapa literature. Secara normatif, terjadi perubahan strategi berkampanye secara tradisional konvensional menuju pemanfaatan teknologi digital. Penguasaan media digital bukan hanya digunakan dalam momentum kontestasi politik, tetapi menjadi informasi penguatan ideologi dan gerakan politik oleh partai politik. Partai politik perlu beradaptasi di era digital terlebih saat mereka harus berkontestasi sehingga komunikasi politik menjadi penting sebagai penguatan penyelenggaraan demokratisasi digital.
Co-Authors Agnes Arijesni, Ni Ketut Lola Agus Januarta, I Wayan Aldianto, Andrean Anak Agung Ayu Nitya Saridewi, Anak Agung Ayu Nitya Andika, Riko Firman Anggraeni, Vivin Anissa, Riza Aprigiyana, I Komang Apriliani, Desak Gede Ita Ardila, Nelta Ari Brahmanta, Ida Bagus Ananta Bandiyah -, Bandiyah Bandiyah Bandiyah Bawa Partika, Kadek Alit Dwi Bryan Anderson, Bryan Chandra, Daima Oshika Christian, I Nyoman Andry Christiano Singarimbun, Hagai Zefanya Cintami, Rizky Taqiyyah Claudy, Fransiskus dani Praditya R, Kadek Yudha Dharmaanggara, Putu Editya Diwyo, Adwitya Aksomo Dwi Ratih Saraswati, Dwi Ratih Efatha Filomeno Borromeu Duarte, Efatha Filomeno Borromeu Eggy Segel, I Kadek Euginia Firman Gili, Yohanes Florencia Desiree Gabriel, Reynaldo Gede Indra Pramana Gede Indra Pramana Gedzha Aldino Putra Mahayadnya Gede, Gedzha Aldino Putra Geraldine, Abraham Ginting, Alung Brema Hamariu, Frengki Hamidah, Siti Basrah hasibuan, Zulinda Romadhona Hidayati, Firdha I Dewa Ayu Putri Wirantari I Gde Sastra Winata I Gede Ngurah Aris Prasetya, I Gede Ngurah Aris I Gusti Ayu Putri Kartika, I Gusti Ayu I Ketut Putra Erawan I Ketut Winaya I Made Gianendra Wikantara I Putu Dharmanu Yudharta, I Putu Dharmanu I Putu Dharmanu Yudhartha, I Putu Dharmanu I Putu Panji Bhaskara Wardana, I Putu Panji I Putu Wahyu Mantrawan, I Putu Wahyu I.G.A Mirah Laksmi Utari Ida Ayu Nyoman Subarwati Imma Triana Mastuty Indriyani, Ni Putu Jayanthi Mertha, Anak Agung Sagung Mirah Mahaswari Kadek Ade Prabhawati Dewi P, Kadek Ade Prabhawati Kadek Dwita Apriani Kadek Wiwin Dwi Wismayanti Kadek Wiwin M.AP SE. Dwi W Ketut Suartini, Ketut Komang Adi Sastra Wijaya Lalu Arman Mahadi Lubis, Fiero Hutomo Made Manggala Diapramana, Made Manggala Malau, Devana Mamoh, Theo Philips J G D K Mandala Putra, Atanasius Bagas Masruchi, Humaidi Michael Gabriel Muhammad Ali Azhar Munawarroh, Fitria Siti Ni Luh Anggayani, Ni Luh Ni luh Ayu Virly Puspadana, Ni luh Ayu Virly Ni Luh Made Suryani, Ni Luh Made Ni Made Mariska Ayu Utari Ni Made Putri , Lestari Ni Putu Nilam Anneliani Putri Ni Wayan Radita Novi Puspitasari Ni Wayan Supriliyani Nia Aryastuti, Nia Oka Amiyura, A.A. Meydita Oktavia, Claudya Pande Putu Aditya Sujata, Pande Putu Aditya Pramana , Gede Indra Prastama, I Gede Wega Pratiwi , Ni Putu Wahyu Punia Manuaba, Ida Bagus Nyoman Baskara Putra, I Gede Bhakti Venda Putri, Dinda Arifa Putrika, Dwitty Ayuning PUTU DHARMANU YUDHARTA Putu Eka Purnamaningsih Putu Krishna Yogiswara Ramadhan, Fathur Syahri Richard Albert Seto Rihi, Indra Alfian Romambo Plaituka, Irene Ria Rosa, Erina Roshida Qurota Aini Islamiah, Roshida Qurota Aini Sabila Riska Jasholiana Putri Sahala, Priyanto Renaldo Sirait, Maydi Zefanya Sukaja, Dodok Samdana Surbakti, Samuel Maranatha R. Suryadana, Putu Swastini, Ni Luh Manik Esa Syntia Dewi, Ni Luh Putu Tamara, Kadek Tania Tampubolon, Daud Halomoan Tedi Ervianto Tedi Erviantono Ulla, Fitri Nurhidayatul Vita Yuliawati Vocci Monica, Vocci Wahyu - Wijayanti, A.A. Ayu Sita Dewi Wira Wahyuda, I Gede Yoga Wulandari, Ayu Devi Wulandari, Della Putri Yerianto Tarima, Yerianto Zacharias, Andrew Ermico