Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Pendidikan Budi Pekerti: Salah Satu Bidang Garap dalam Bimbingan Pribadi-Sosial Elia Flurentin
Ilmu Pendidikan: Jurnal Kajian Teori dan Praktik Kependidikan Vol 22, No 2 (1995)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menjadikan bangsa beradab dimulai dari pemberian pendidikan budi pekerti kepada anak sejak dini, karena sikap positif atau negatif seorang anak tergantung pada pendidikan dari orangtua dan lingkungan. Pendidikan budi pekerti adalah pendidikan yang menyokong perkembangan hidup individu, lahir dan batin, dari sifat kodratinya menuju ke arah peradaban dalam sifatnya yang umum. Oleh karena itu seharusnya disediakan lingkungan yang positif dan sehat bagi pertumbuh-kembangan anak, baik di rumah maupun di sekolah. Penyediaan lingkungan sekolah yang kondusif merupakan tanggung jawab kepala sekolah, guru, dan konselor. Dalam pelayanan bimbingan, pendidikan budi pekerti termasuk dalam bidang bimbingan pribadi-sosial.
Keefektifan konseling kelompok behavioral teknik self-management untuk meningkatkan kemampuan manajemen waktu siswa SMA yang tinggal di pondok pesantren Sayyidah Hafshah Husainiah; Elia Flurentin; M. Ramli
Teacher in Educational Research Vol 2, No 2 (2020)
Publisher : Research and Social Study Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33292/ter.v2i2.97

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keefektifan konseling kelompok behavioral teknik self-management untuk meningkatkan kemampuan manajemen waktu siswa SMA Islam Almaarif Singosari yang tinggal di pondok pesantren. Penelitian ini menggunakan rancangan model one group pre-test and post-test design. Subjek penelitian sejumlah lima orang siswa SMA Islam Almaarif Singosari yang dipilih berdasarkan penjaringan menggunakan Skala Manajemen Waktu. Instrumen penelitian yang digunakan adalah Skala Manajemen Waktu dan Pedoman Pelaksanaan Konseling Kelompok Behavioral Teknik Self-Management. Hasil menunjukkan bahwa konseling kelompok behavioral teknik self-management efektif untuk meningkatkan kemampuan manajemen waktu siswa SMA Islam Almaarif Singosari yang tinggal di pondok pesantren. Effectiveness of behavioral group counseling using self-management techniques to improve Islamic boarding schools students’ time management ability AbstractThe purpose of this study was to determine the effectiveness of behavioral group counseling using self-management techniques to improve Islamic boarding schools students’ time management ability. This study used one group pre-test and post-test design model. The research subjects were five students of Almaarif Singosari Islamic High School who were selected based on the selection using the Time Management Scale. The research instrument used was the Time Management Scale and Guidelines for the Implementation of Behavioral Group Counseling Self-Management Techniques. The results showed that the behavioral group counseling using self-management techniques was effective to Islamic boarding schools students’ time management ability.
Pengembangan Media Permainan Simulasi Jujur Tantangan untuk Meningkatkan Penyesuaian Sosial Siswa SMP Laboratorium UM Malang Mukhlishotin Nabilah; Adi Atmoko; Elia Flurentin
Jurnal Pembelajaran, Bimbingan, dan Pengelolaan Pendidikan Vol. 1 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (258.338 KB) | DOI: 10.17977/um065v1i22021p148-155

Abstract

Abstract: The purpose of this research development is to generating an honest challenge simulation game product to increasing students social adjustment. The steps development in this research are adjusted to the research needs, namely (1) data collection (2) planning (3) development of the initial product draft (4) expert testing (5) product revision after expert testing (6) prospective user testing (7) revision the final product. Experts and prospective product users are analyzed using inter-rater agreement models (Gregory, 2011). Test validity index subject matter experts, media and prospective product users showed very high criteria. These products meet very precise criteria, very useful, very easy and very attractive to mean very feasible to use. Based on the test can be concluded that the simulation game of honest challenge to increase the social adjustment of junior high school have met the acceptance criteria. Abstrak: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menghasilkan produk permainan simulasi jujur tantangan untuk meningkatkan penyesuaian sosial siswa. Langkah pengembangan dalam penelitian ini disesuaikan dengan kebutuhan penelitian yaitu (1) pengumpulan data (2) perencanaan (3) pengembangan draft produk awal (4) uji coba ahli (5) revisi produk setelah uji ahli (6) uji calon pengguna (7) revisi produk akhir. Uji ahli dan uji calon pengguna dianalisis menggunakan inter-rater agreement model (Gregory, 2011). Indeks validitas uji ahli materi, media dan calon pengguna produk menunjukkan kriteria sangat tinggi. Produk ini memenuhi kriteria sangat tepat, sangat berguna, sangat mudah dan sangat menarik sehingga bermakna sangat layak untuk digunakan. Berdasarkan uji tersebut dapat disimpulkan bahwa media permainan simulasi jujur tantangan untuk meningkatkan penyesuaian sosial siswa SMP telah memenuhi kriteria keberterimaan.
Fenomena Phone Snubbing pada Siswa Menengah Pertama Meytikasari Dwijayanti; Lutfi Fauzan; Elia Flurentin
Jurnal Pembelajaran, Bimbingan, dan Pengelolaan Pendidikan Vol. 1 No. 3 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (257.304 KB) | DOI: 10.17977/um065v1i32021p170-177

Abstract

Abstract: In the midst of the Covid-19 pandemic, smartphones have become the main tool in online learning at all levels of education. This has an impact on the intensity of smartphone use in everyday life. This situation has led to a growing phone snubbing behavior and is not realized by individuals. Phone Snubbing as a phenomenon of excessive individual smartphone use shows a behavior that is ignorant and indifferent to the presence of people around. This behavior is characterized by being fixated on a smartphone that is held so that it can have positive and negative impacts in the social environment, especially in the personal and social fields of students. This descriptive qualitative research aims to describe information about the background and factors causing the phenomenon of phone snubbing behavior in students as well as recommendations for BK service strategies. Data analysis using the Miles and Huberman model. The validity of the research data was carried out by extending observations, increasing persistence and triangulating sources. The results showed 1) The background of phone snubbing behavior in junior high school students stated that the use of smartphones in the high category, namely an average of 6-10 hours per day, caused a high smartphone dependence. The situation of using smartphones when interacting with junior high school students is very diverse, including forms of avoidance, to get rid of boredom, the importance of activities with smartphones, and other needs that require a fast response. The reason for using a smartphone is to fulfill the interests of learning as well as for entertainment, maintaining communication with long distance friends. 2) Four factors that indicate phone snubbing behavior of junior high school students, namely nomophobia, interpersonal conflict, recognition of problems and self-isolation; 3) BK service strategy recommendations include guidance and counseling tailored to the needs. Abstrak: Di tengah pandemi Covid-19, smartphone menjadi piranti utama dalam pembelajaran daring di semua jenjang pendidikan. Hal tersebut berdampak pada intensitas penggunaan smartphone dalam kehidupan sehari-hari. Keadaan tersebut memunculkan perilaku phone snubbing semakin berkembang dan tidak disadari oleh individu. Phone Snubbing sebagai fenomena penggunaan smartphone individu yang berlebihan menunjukan perilaku abai dan tak acuh atas kehadiran orang di sekitar. Perilaku ini ditandai dengan terpaku pada smartphone yang digenggam sehingga dapat menimbulkan dampak positif dan negatif dalam lingkungan sosial, khususnya pada bidang pribadi dan sosial siswa. Penelitian kualitatif deskriptif ini bertujuan untuk menjabarkan informasi tentang latar belakang dan faktor penyebab fenomena perilaku phone snubbing pada siswa serta rekomendasi strategi layanan BK. Analisis data menggunakan model Miles & Huberman. Keabsahan data penelitian dilakukan dengan cara perpanjangan pengamatan, peningkatan ketekunan dan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan 1) Latar belakang perilaku phone snubbing pada siswa SMP menyatakan bahwa penggunaan smartphone dengan kategori tinggi yaitu rata-rata 6-10 jam perhari hingga menyebabkan ketergantungan smartphone yang juga tinggi. Situasi penggunaan smartphone saat interaksi pada siswa SMP sangat beragam, meliputi bentuk penghindaran, untuk mengusir rasa bosan, adanya kepentingan yang terdapat dalam aktivitas dengan smartphone, dan keperluan yang lainnya yang membutuhkan fast response. Alasan penggunaan smartphone untuk memenuhi alih-alih kepentingan belajar juga untuk mencari hiburan, menjaga komunikasi dengan teman jarak jauh. 2) Empat faktor yang mengindikasikan perilaku phone snubbing siswa SMP yaitu nomophobia, konflik interpersonal, pengakuan masalah dan isolasi diri; 3) Rekomendasi strategi layanan BK meliputi bimbingan dan konseling yang disesuaikan dengan kebutuhan.
Prokrastinasi Akademik Mahasiswa Bimbingan dan Konseling Universitas Negeri Malang Dimas Ivan Aminta; Djoko Budi Santoso; Elia Flurentin
Jurnal Pembelajaran, Bimbingan, dan Pengelolaan Pendidikan Vol. 3 No. 3 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um065v3i32023p215-221

Abstract

Abstract: Changes in learning methods during the pandemic transition period are starting to return to normal. Activities outside of lectures such as student activity units began to be active again. Students are required to adapt and actively carry out activities on and off campus. Various cases faced by students cannot be avoided. Assignments in the form of individuals and groups with certain deadlines for collection. In the settlement of obligations as a student there are problems such as delays in work or assignments due to various factors. The behavior of procrastinating work in this case is also called academic procrastination behavior. This research is a quantitative study with a survey research design. The sample of this study was students majoring in Guidance and Counseling, State University of Malang batch 2020. The sampling technique used was simple random sampling. The research instrument is an inventory of academic procrastination. The data analysis technique is percentage. The results of the analysis showed that students belonging to the category of academic procrastination were 16 percent high. Students who belong to the category of moderate academic procrastination are 79 percent. students who belong to the category of low academic procrastination are 16 percent. students who belong to the category of academic procrastination are very low at 0 percent. It was concluded that the academic procrastination of Guidance and Counseling Department students was in the moderate category. This research can be used as data from the Department of Guidance and Counseling, State University of Malang and forwarded to LP2BK3A if the level of academic procrastination of Guidance and Counseling students at State University of Malang shows a high percentage and needs to be followed up. Abstrak: Perubahan Metode pembelajaran di masa transisi pandemi mulai kembali normal. Kegiatan-kegiatan diluar perkuliahan seperti unit kegiatan mahasiswa mulai aktif kembali. Mahasiswa dituntut beradaptasi dan aktif menjalani kegiatan di dalam dan diluar kampus. Berbagai kasus yang dihadapi para mahasiswa tidak dapat terhindar. Tugas dalam bentuk individu dan kelompok dengan tenggat waktu pengumpulan tertentu. Dalam penyelesaian kewajiban sebagai mahasiswa terdapat masalah seperti penundaan pekerjaan atau tugas karena berbagai macam faktor. Perilaku menunda-nunda pekerjaan dalam hal ini disebut juga dengan perilaku prokrastinasi akademik.Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain penelitian survei. Sampel penelitian ini adalah mahasiswa jurusan Bimbingan dan Konseling Universitas Negeri Malang angkatan 2020. Teknik penarikan sampel yang digunakan adalah simple random sampling. Instrumen penelitian ini adalah inventori prokrastinasi akademik. Teknik analisis datanya adalah persentase. Hasil analisis menunjukan mahasiswa yang termasuk kategori prokrastinasi akademiknya tinggi sejumlah 16 persen. Mahasiswa yang termasuk kategori prokrastinasi akademiknya sedang sejumlah 79 persen. mahasiswa yang termasuk kategori prokrastinasi akademiknya rendah sejumlah 16 persen. mahasiswa yang termasuk kategori prokrastinasi akademiknya sangat rendah sejumlah 0 persen. Disimpulkan bahwa prokrastinasi akademik mahasiswa Departemen Bimbingan dan Konseling dalam kategori sedang. Penelitian ini dapat dijadikan data Departemen Bimbingan dan Konseling Universitas Negeri Malang dan diteruskan kepada LP2BK3A apabila tingkat prokrastinasi akademik mahasiswa Bimbingan dan Konseling Universitas Negeri Malang menunjukan presentase yang tinggi dan perlu untuk di tindaklanjuti.
Dukungan Orang Tua, Ekspektasi Karier dan Hubungannya dengan Motivasi Belajar Siswa di SMK Negeri 5 Malang Laili Indah Sari Rohmawati; Henny Indreswari; Elia Flurentin
Jurnal Pembelajaran, Bimbingan, dan Pengelolaan Pendidikan Vol. 3 No. 3 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um065v3i32023p252-262

Abstract

Abstract: This research examines the problems of lack of learning motivation experienced by students of SMK Negeri 5 Malang, as well as factors related to these problems. The purpose of this study is to determine the correlation between student learning motivation problems and parental support obtained by students and student expectations for future careers. This is important to research as a basis for providing services to increase student learning motivation. The type of research used is correlational descriptive research. The population in this study was class XI and XII at SMK Negeri 5 Malang. Sampling was performed using a Cluster Random Area. The data retrieval technique uses questionnaires and the data is analyzed using multiple linear analysis. The results of this study show that; (1) there is a correlation between parental support and student learning motivation; (2) there is a correlation between career expectations and learning motivation; (3) there is a correlation between parental support, career expectations and learning motivation. Results of this research can be used to provide services that can improve the provision of support from parents to students and also services that can increase students' expectations of future career. It is hoped that these services can increase student learning motivation. Abstrak: Penelitian ini mengkaji mengenai problematika kurangnya motivasi belajar yang dialami oleh siswa SMK Negeri 5 Malang, dan variabel lain yang berhubungan dengan permasalahan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran korelasi antara dukungan orang tua dan ekspektasi karier dengan motivasi belajar siswa. Hal tersebut penting diteliti sebagai dasar pemberian layanan untuk meningkatkan motivasi belajar siswa. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif korelasional. Populasi pada penelitian ini adalah kelas XI dan XII di SMK Negeri 5 Malang. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan Cluster Random Area. Teknik pengambilan data menggunakan kuesioner dan data dianalisis menggunakan analisis linier berganda. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa; (1) terdapat hubungan antara dukungan orang tua siswa dengan motivasi belajar siswa; (2) terdapat hubungan antara ekspektasi karier dengan motivasi belajar; (3) terdapat hubungan antara dukungan orang tua, ekspektasi karier dengan motivasi belajar. Hasil dari penelitian ini, dapat digunakan sebagai acuan dalam membuat program layanan bimbingan dan konseling. Diharapkan dari pemberian layanan tersebut, dapat meningkatkan dukungan orang tua, ekspektasi karier serta motivasi belajar siswa.
Hubungan Antara Kecerdasan Emosional dan Academic Burnout dengan Prestasi Belajar Siswa SMPN 2 Pakis Kabupaten Malang Aulia Widya Kirana; Elia Flurentin; Arbin Janu Setiyowati
Jurnal Pembelajaran, Bimbingan, dan Pengelolaan Pendidikan Vol. 3 No. 4 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um065v3i42023p291-302

Abstract

Abstract: The purpose of this study was to determine the relationship between emotional intelligence and academic burnout with learning achievement. This study used correlational research design. The total population of class VIII students of SMP Negeri 2 Pakis is 156 students, the sample is 112 students obtained by the slovin formula with a 5 percent allowance. Sampling using simple random sampling method. Data collection used the emotional intelligence scale adapted by Bantolo (2020), and the academic burnout scale "MBI-SS" adapted by Maharani (2017). Both have been tested for validity and reliability. Measurement of learning achievement used odd mid-term semester scores 2022/2023. The results of this study are that there is no significant relationship between emotional intelligence and academic burnout with learning achievement. The variables of emotional intelligence and academic burnout only contribute 2.8 percent to learning achievement. While the other 97.2 percent is influenced by other factors or variables that are not measured in this study. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mencari tau hubungan antara kecerdasan emosional dan academic burnout dengan prestasi belajar siswa. Rancangan penelitian yang digunakan yaitu kuantitatif non-eksperimen, dengan desain deskriptif korelasional. Total populasi siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Pakis sebanyak 156 siswa, dengan jumlah sampel 112 siswa yang didapatkan dengan rumus slovin tingkat kelonggaran 5 persen. Dalam penentuan sampel, digunakan metode simple random sampling. Pengumpulan data melalui skala kecerdasan emosional mengadaptasi milik Bantolo (2020), dan skala academic burnout “Maslach Burnout Inventory-Student Survey (MBI-SS)” yang diadaptasi dari Maharani (2017). Keduanya telah melalui uji validitas dan uji reliabilitas. Pengukuran prestasi belajar menggunakan nilai UTS semester gasal 2022/2023. Hasil dari penelitian ini yaitu tidak terdapatnya hubungan yang signifikan antara kecerdasan emosional dan academic burnout dengan prestasi belajar. Variabel kecerdasan emosional, dan academic burnout hanya berkontribusi sebesar 2,8 persen dengan prestasi belajar. Sedangkan 97,2 persen lainnya dipengaruhi oleh faktor atau variabel lain yang tidak diukur pada penelitian ini.
PENINGKATAN PENGUASAAN TEKNIK BIMBINGAN KELOMPOK MELALUI TRAINING OF TRAINER (TOT) BAGI GURU BIMBINGAN DAN KONSELING SMA Prihatiningsih, Riskiyana; Zen, Ella Faridati; Flurentin, Elia; Multisari, Widya
Jurnal Graha Pengabdian Vol 6, No 2 (2024): JUNI
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um078v6i22024p%p

Abstract

Peningkatan kualitas layanan Bimbingan dan Konseling dengan keberagaman budaya, menjadi tantangan tersendiri. Peningkatan kompetensi konselor sekolah yang diselenggarakan secara berkala oleh Musyawarah Guru Bimbingan dan Konseling (MGBK) tidak cukup memfasilitasi permasalahan yang dialami oleh konselor di sekolah. Hal tersebut, diperparah dengan tidak semua konselor dapat mengikuti kegiatan MGBK dikarenakan jarak yang cukup jauh antar kecamatan di Banyuwangi.  Solusi yang ditawarkan adalah pelatihan Training Of Trainer (TOT) untuk MGBK SMA di Kabupaten Banyuwangi. TOT diselenggarakan dengan mengundang sejumlah konselor berbasis kluster wilayah untuk dilatihkan teknik bimbingan kelompok secara intens. Berdasarkan angket evaluasi yang diberikan kepada peserta pelatihan, memberikan penilaian diri 37% memberikan penalian 7 dan 8 atas kemampuan diri dalam penguasaan pengembangan program. 44, 4% memberikan penilaian 8 atas kemampuan pengembangan perangkat. Berdasarkan 27 peserta yang memberikan tanggapan pada angket evaluasi, secara keseluruhan akan mengaplikasikan teknik – teknik bimbingan kelompok yang telah diajarkan dengan persentase terbesar adalah permainan kelompok sebesar 59,3 persen.
Mitigating Student Late Attendance at SMK Nasional Malang: Exploring the Guidance and Counseling Services Putri, Destya Indah Maharani; Ersandy, Navilla Rahma; Qadah, Ta Sa Dzul; Flurentin, Elia; Dewi, Nurma Septiyana; Hanafi, Husni
Proceedings Series of Educational Studies 2024: The 3rd International Conference on Educational Management and Technology (ICEMT) 2024
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Being late is a bad habit to attend after the specified time. This habit is a form of student indiscipline at school. All students should have a disciplined attitude, but in reality, there are still many students who are late every day. In general, this research aims to identify and evaluate the forms and conditions (1) Patterns of student late attendance, (2) Background factors, (3) Counselor handling of late students, (4) Counselor perceptions of late students, (5) Results of counselor handling that occur in SMK Nasional, Malang. The method used in this research is descriptive, and the form of research is survey research. The subjects in this research were six students and four guidance and counseling teachers. This research uses observation, interview, and documentation data collection techniques. The research results showed that six students were often late and were given treatment in the form of behavior contracts and counseling by the guidance counselor. Three students experienced a decrease in late behavior, while the other three students had been discipline in their attendance. Keywords: guidance and counseling; late attendance; behavior contract; students indiscipline
EFEKTIFITAS KONSELING KELOMPOK TEKNIK RESTRUKTURISASI KOGNITIF UNTUK MENINGKATKAN KEPERCAYAAN DIRI SISWA SMA Setiyowati, Humaira Dwi; Flurentin, Elia
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui efektivitas dari konseling kelompok dengan teknik restrukturisasi kognitif terhadap kepercayaan diri siswa. Kajian penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan Quasi experimental yang menggunakan desain Nonequivalent Control Group. Populasi berjumlah 314 siswa kelas X-1 sampai X-10 SMAN 1 Malang, dimana kelas X-1 sebagai kelas kontrol dan kelas eksperimen berasal dari kelas X-9. Kedua kelas tersebut diwakili oleh 10 siswa sebagai sampel pada masing-masing kelas, dimana subjek yang terpilih ini diidentifikasi memiliki kepercayaan diri yang rendah. Pre-test dan post-test digunakan untuk mengetahui perbedaan nilai yang ditunjukkan oleh kelas kontrol dan kelas eksperimen. Data dikumpulkan melalui wawancara dan kuesioner yang didistribusikan kepada siswa yang dilibatkan menjadi subjek penelitian. Kemudian, data dianalisis dengan desriptif kuantitatif dan deskriptif inferensial. Hasil menunjukkan perbedaan skor yang ditunjukkan antara kelompok kontrol dan eksperimen dimana pada kelas eksperimen, skor post-test sebesar 133,5 diperoleh oleh kelas eksperimen dan skor post-test besesar 112,diperoleh oleh kelas kontrol. Perbedaan nilai rata-rata post-test yang ditunjukkan ini mengindikasikan bahwa kelas yang mendapat perlakuan konseling kelompok restrukturisasi kognitif menunjukkan perubahan terhadap tingkah laku yang dibuktikan dari nilai post-test yang lebih besar dari kelas yang tidak menerima perlakuan konseling kelompok dengan teknik restrukturisasi kognitif. Kemudian, pada pengujian Independent Samples t-Test nilai Sig. (2-tailed) yaitu 0.001. Menanggapi skor yang diperoleh ini maka dapat dilihat bahwa nilai tersebut lebih kecil dari taraf signifikansi 0,05 yaitu 0.001< 0,05. Hal ini mengindikasikan diterimanya Ha sehingga terdapatnya efektfitas yang dikontribusikan oleh konseling kelompok dengan teknik restrukturisasi kognitif dalam meningkatkan kepercayaan diri siswa.