Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kepatuhan Minum Obat Pada Penderita TB Paru Di Puskesmas Kabila Bone Kabupaten Bone Bolango Lahabu, Mohamad Nur Zulkifli Is.; Aminah, Tien
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.682

Abstract

Tuberkulosis (TB) merupakan salah satu penyakit menular yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat serius di Indonesia. Keberhasilan pengobatan TB sangat bergantung pada kepatuhan pasien dalam mengonsumsi obat anti tuberkulosis (OAT) sesuai anjuran. Ketidakpatuhan dapat menghambat kesembuhan, meningkatkan risiko resistensi obat, dan menurunkan keberhasilan program pengendalian TB. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh tingkat pengetahuan dan dukungan keluarga terhadap kepatuhan minum obat pada penderita TB paru di Puskesmas Kabila Bone Kabupaten Bone Bolango. Methods: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasinya adalah seluruh pasien TB Paru di Puskesmas Kabila Bone, Kabupaten Bone Bolango sejumlah 101 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan accidental sampling didapatkan sejumlah 64 responden. Variabel penelitia adalah tingkat pengetahuan dan dukungan keluarga, kemudian variabel dependen adalah kepatuhan minum obat. Analisis statistik yang digunakan adalah regresi linier berganda. Result : Hasil analisis menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan berpengaruh signifikan terhadap kepatuhan minum obat dengan nilai signifikansi 0,000 < 0,05, sedangkan dukungan keluarga tidak berpengaruh signifikan dengan nilai signifikansi 0,227 > 0,05. Koefisien determinasi (R²) sebesar 0,595 menunjukkan bahwa kedua variabel bersama-sama menjelaskan 59,5% variasi kepatuhan minum obat, sedangkan 40,5% sisanya dipengaruhi oleh faktor lain seperti efek samping obat, akses layanan kesehatan, hubungan dengan petugas kesehatan, dan stigma sosial. Dapat disimpulkan bahwa pengetahuan pasien merupakan faktor utama dalam meningkatkan kepatuhan minum obat pada penderita TB paru. Conclusion: Pengetahuan sangat berpengaruh terhadap kepatuhan minum obat, oleh karena itu, diperlukan peningkatan edukasi kesehatan dan pelibatan keluarga secara aktif dalam mendampingi pasien agar keberhasilan terapi TB dapat tercapai secara optimal.  
Hubungan Peran Keluarga dalam Pemberian Makan dengan Status Gizi Anak Usia 1-2 Tahun di Puskesmas Ciptomulyo Malang Yulhartanti, Desy Ardilla; Wahyusari, Shinta; Aminah, Tien
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.5043

Abstract

Peran keluarga memiliki kontribusi yang sangat penting dalam pemenuhan kebutuhan gizi anak, khususnya pada masa emas pertumbuhan usia 1–2 tahun yang menentukan kualitas tumbuh kembang selanjutnya. Pola pemberian makan yang tidak tepat, baik dari segi jenis, jumlah, maupun frekuensi, berpotensi menimbulkan permasalahan status gizi, seperti gizi kurang, gizi buruk, maupun gizi lebih. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara peran keluarga dalam pemberian makan dengan status gizi anak usia 1–2 tahun di wilayah kerja Puskesmas Ciptomulyo, Kota Malang. Penelitian ini menggunakan desain analitik korelasional dengan pendekatan kuantitatif serta metode cross-sectional. Populasi penelitian mencakup seluruh anak usia 1–2 tahun yang tercatat di wilayah kerja Puskesmas Ciptomulyo, dengan jumlah sampel sebanyak 82 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data mengenai peran keluarga dalam pemberian makan dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur yang mencakup aspek keterlibatan anggota keluarga, pengetahuan dan sikap keluarga terhadap gizi anak, serta kebiasaan dan pola pemberian makan. Status gizi anak diukur menggunakan indikator antropometri berat badan menurut umur (BB/U) berdasarkan Kartu Menuju Sehat (KMS). Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman untuk mengetahui hubungan antara variabel. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai pentingnya peran keluarga dalam pemberian makan anak serta menjadi dasar bagi tenaga kesehatan dalam merancang intervensi edukasi gizi yang berfokus pada keluarga guna meningkatkan status gizi anak usia dini.