Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Analysis of the implementation of minimum service standards indicators radiology unit at RSUD X Padang Rahmaddian, Tosi; Huvaid, Sevilla Ukhtil; Arikhman, Nova
Science Midwifery Vol 12 No 6 (2025): February: Health Sciences and related fields
Publisher : Institute of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/midwifery.v12i6.1830

Abstract

Radiology services are an important and integrated part of healthcare services in hospitals. A survey on the Minimum Service Standards (SPM) for the radiology unit only evaluated 3 indicators, with problems found in the waiting time indicator that exceeded 3 hours. This study aims to evaluate the implementation of the SPM indicator in the radiology unit at RSUD X Padang. The research method used is qualitative, with data collection through in-depth interviews, FGDs, document review, and observations of 14 informants. The variables studied include the SPM indicators. The research results show the availability of SPM policies, but the number of radiology staff is not yet in accordance with the regulations. The survey was well-organized, but routine socialization has not been carried out. The service is not yet effective because the radiology specialist doctors are only present twice a week. Efforts to achieve the SPM targets are constrained by the limited presence of radiology specialist doctors. It can be concluded that the implementation of the SPM indicators in the radiology unit is not yet optimal. The suggestions given are the commitment of radiology specialist doctors to be present according to the set schedule, as well as proposing an increase in radiology staff.
Faktor yang Berhubungan dengan Tindakan Pengelolaan Limbah Medis Padat Rumah Sakit Arikhman, Nova; Fani Widya Sari; Sri Oktarina; Agustika Antoni; Hary Budiman; Sri Mindayani; Erni Maywita; Sevilla Ukhtil Huvaid
JURNAL KESEHATAN MERCUSUAR Vol. 8 No. 1 (2025): Jurnal Kesehatan Mercusuar
Publisher : Universitas Mercubaktijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36984/jkm.v8i1.607

Abstract

Pengelolaan limbah padat medis rumah sakit memerlukan prosedur yang tepat dan terstandar. Data dari Rumah Sakit BMC Kota Padang menunjukkan bahwa sekitar 70% perawat belum melaksanakan pengelolaan limbah padat medis dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi beragam faktor yang memengaruhi tindakan perawat dalam mengelola limbah padat medis pada RS BMC Kota Padang pada periode 2024. Metode penelitian yang digunakan adalah survei analitik dengan desain cross-sectional, yang dilaksanakan selama bulan Juli tahun 2024 di RS BMC Kota Padang. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 62 orang, yang diambil berdasarkan teknik purposive sampling responden dipilih berdasarkan kriteria: perawat yang  terlibat langsung dalam kegiatan pengelolaan limbah medis padat. Analisis data dilakukan menggunakan aplikasi SPSS, dengan uji statistik Chi-square. Hasil analisis univariat mengindikasikan bahwa 53,2% perawat memiliki pengelolaan limbah padat medis yang buruk, 48,4% memiliki pengetahuan yang rendah, 58,1% menunjukkan sikap negatif, dan 59,7% memiliki masa kerja yang baru. Analisis bivariat mengungkapkan adanya hubungan antara pengetahuan (p= 0,020), sikap (p = 0,025), serta masa kerja dari perawat (p= 0,003) akan pengelolaan limbah padat medis pada RS BMC Kota Padang. Oleh karena itu, disarankan untuk meningkatkan sosialisasi dan pelatihan kepada perawat mengenai pengelolaan limbah medis padat guna meminimalkan pencemaran lingkungan serta mencegah penyebaran penyakit infeksi
DOMINASI FAKTOR KEJADIAN KEK PADA IBU HAMIL TRIMESTER II DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS LAPAI KOTA PADANG Arikhman, Nova; Putri, Anjeli Amelia; Hanum, Novia Zulfa; Hidayat, Hilda; Rusti, Sukarsi; Rahmadian, Tosi
Jurnal Kesehatan Saintika Meditory Vol 8, No 1 (2025): Mei 2025
Publisher : STIKES Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jsm.v8i1.3174

Abstract

KEK berdampak terhadap kejadian anemia pada ibu hamil, sedangkan pada janin dapat mengakibatkan BBLR. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor dominan kejadian kekurangan energi kronis pada ibu hamil trimester II di wilayah kerja Puskesmas Lapai Kota Padang tahun 2023. Jenis Penelitian kuantitatif dengan desain crosss sectional. Penelitian ini dilakukan pada bulan November 2022 sampai September 2023 di Wilayah Kerja Puskesmas Lapai. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 36 ibu hamil trimester II, dan pengambilan sampel dengan total sampling. Analisis uji statistik yang digunakan adalah uji Chi square dan uji regresi logistik berganda. Hasil penelitian didapat 55,6% responden mengalami KEK, 55,6% responden memiliki pengetahuan masih rendah, 75,0% responden memiliki pola makan yang kurang tepat dan 52,8% responden memiliki pendapatan keluarga yang masih dibawah UMR. Hasil analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan pengetahuan (p-value = 0,000), pola makan (p-value = 0,004) dan pendapatan keluarga (p-value = 0,003) dengan kejadian kekurangan energi kronis pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Lapai tahun 2023. Hasil analisis multivariat yaitu pola makan dengan nilai OR 6,4. Disarankan untuk ibu hamil dapat mengatur pola makannya dengan lebih meningkatkan jenis, jumlah dan frekuensi makanan yang dikonsumsi serta mengonsumsi makanan yang beraneka ragam untuk mencegah status KEK selama hamil.
Empowerment of Harapan Farmer Group through Innovation of Processed Orange Peel Products in Baruah Gunuang, Payakumbuh Suryani; Rahim, Farida; Andri, Gus; Arikhman, Nova; Lestari, Rinda
Majalah Ilmiah UPI YPTK Vol. 32 (2025) No. 1
Publisher : Universitas Putra Indonesia YPTK Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35134/jmi.v32i1.175

Abstract

This community service was carried out at the Harapan Farmers Group in Jorong Baruah Gunuang, Bukit Barisan District, which faces the problem of low income and lack of utilization of orange peel waste. This activity aims to increase people's income through: 1) innovation in processing orange peel into products of economic value, such as candied orange peel, orange jam, orange jelly, and natural pesticides. Next 2) knowledge of processing management and the results of innovation. The methods used include counseling, training, and direct assistance to members of farmer groups. The results of the activity showed an increase in knowledge from 42% to 91% and members had skills in processing orange peels, as well as orange juice, from the leftover oranges selected from sales to middlemen. So the formation of several innovative orange-based products, as well as the emergence of new business opportunities that have the potential to increase group income. Likewise, there is already a brand of the product and is in the process of obtaining a PIRT permit from the Health Office. This service activity proves that the use of orange peel waste not only reduces environmental problems, but is also able to provide economic added value for the community.often presented separate from the article, so it must be able to stand alone.
EFEKTIFITAS PENYULUHAN MENGGUNAKAN MEDIA POSTER DALAM MENINGKATKAN PENGETAHUAN IBU BALITA TENTANG STUNTING Arikhman, Nova; Budiman, Hary; Rahmaddian, Tosi; Putri, Ressa Kurnia; Kafrawi, Dini El Khaira; Tunnisa, Fadhila; Gusmiarti, Gusmiarti; Yuliarti, Cindy
Jurnal Abdimas Saintika Vol 6, No 1 (2024): Mei Jurnal Abdimas Saintika
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jas.v6i1.2557

Abstract

Stunting merupakan salah satu masalah global yang perlu diperhatikan karena dampaknya padamasa depan anak bangsa. Negara Indonesia menjadi salah satu dari beberapa negaraberkembang dengan tingkat stunting yang masih tinggi. Data yang diambil oleh RisetKesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018 memaparkan bahwa ada 8,7 juta bayi (atau 30,7%) diusia bawah lima tahun mengalami stunting. Angka stunting saat ini masih belum memenuhitarget yang dari Badan Kesehatan Dunia (WHO), yaitu belum mencapai 20%. Salah satuhambatan dalam mencapai target penurunan angka stunting adalah kurangnya strategikomprehensif yang dapat diterapkan dalam melaksanakan program intervensi sebagaipendukung dan pencegah terjadinya stunting. Ini termasuk memulai perbaikan status gizi danmeningkatkan kesehatan ibu dan anak balita dalam 1.000 Hari Pertama Kehidupan (1.000HPK). Metode kualitatif deskriptif digunakan untuk menentukan program intervensi alternatifdan efektivitas suatu strategi supaya dapat memperpercepat penurunan angka stunting pada anakbalita. Metode ini menggunakan teknik ceramah menyeluruh, Analisis Hierarki Prosedur(AHP), dan analisis SWOT. Berdasarkan hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa programintervensi sasaran utama adalah meningkatkan status gizi anak balita atau bawah dua tahun(baduta) melalui perbaikan pola asuh.Kata Kunci : Stunting, penyuluhan, bayi
EFEKTIFITAS PENYULUHAN PHBS MELALUI MEDIA SPANDUK TERHADAP PENGETAHUAN TERKAIT PERILAKU MEROKOK MASYARAKAT DI RW 5 KELURAHAN PAKAN LABUAH Arikhman, Nova; Meilisa Rowi, Aisyiyah; Saputra, Dimas; Putri, Anisa; Prasetio, Gion Steven; Adilla, Friska
Jurnal Abdimas Saintika Vol 4, No 2 (2022): November Jurnal Abdimas Saintika
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jas.v4i2.1661

Abstract

Perilaku merokok merupakan perilaku yang membakar salah satu produk tembakau yang dimaksudkan untuk dibakar, dihisap dan atau dihirup termasuk rokok kretek, rokok putih, cerutu atau bentuk lainnya yang dihasilkan dari tanaman nicotina tabacum, nicotinarustica dan spesies lainnya atau sintetisnya yang asapnya mengandung nikotin dan tar, dengan atau tanpa bahan tambahan. Hasil menunjukkan adanya masyarakat yang berperilaku merokok sebanyak 33 orang. Tujuan pengabdian masyarakat ini yaitu mampu mengimplementasikan IPTEKS yang dikuasai untuk mengindentifikasi masalah kesehatan masyarakat, menetapkan penyebab masalah serta memberikan alternatif penyelesaian masalah kesehatan di suatu wilayah. Metode yang digunakan yaitu kuantitatif dengan desain quasi eksperimen. Populasi pada penyuluhan ini yaitu masyarakat yang hadir pada saat penyuluhan yang berjumlah 11 orang. Teknik sampling yang digunakan yaitu total sampling. Hasil penelitian menunjukkan adanya perubahan pengetahuan sebelum dan sesudah penyuluhan, dimana skor pengetahuan sebelum penyuluhan yaitu 11.00 dan setelah penyuluhan sebesar 12.64. Saran untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai bahayanya perilaku merokok bisa digunakan dengan metode lain seperti promosi kesehatan massa atau kelompok misalnya menyampaikan informasi melalui khotbah Jumat dan acara Majelis Taklim.Kata Kunci: Merokok, Pretest dan Postest, Pengabdian Masyarakat
Faktor yang Mempengaruhi Pernikahan Usia Dini di Desa Baru Kabupaten Kerinci Nova Arikhman; Tri Meva Efendi; Gusliani Eka Putri
Jurnal Endurance Vol. 4 No. 3 (2019): Jurnal Endurance: Kajian Ilmiah Problema Kesehatan
Publisher : LLDIKTI Wilayah X

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Early marriage is marriage for teenagers under the age of 20 who should not be ready to carry out marriage. The 2018 Riskesdas data held by BPS, namely the existence of early marriage among women aged ≤ 16 years, 15.66% were married at the age of 17-18 years there were 20.03%. The purpose of this study was to determine the factors that influence early marriage in Baru Village, Air Warm Barat District, Kerinci Regency in 2019. This type of research is analytic with cross sectional design. The population of this study was all married women in Baru Village, Air Warm Barat District, totaling 207 people with a sample of 67 people. Data collection using a questionnaire by interview. The sampling technique in this study is simple random sampling. The study was conducted in January - August 2019. Data collection was carried out on 09 - 19 July 2019. Data were analyzed univariately and bivariately using computerization. The results showed less than half (47.8%) of respondents married early, more than half (61.2%) had a low level of knowledge about early marriage, more than half (53.7%) had a supportive culture about early marriage, More out of half (62.7%) having the role of peers plays a role. There is a relationship between the level of knowledge, culture, the role of peers and early marriage in Baru Village, Air Warm Barat District, Kerinci Regency in 2019 Pernikahan dini adalah pernikahan pada remaja di bawah usia 20 tahun yang seharusnya belum siap untuk melaksanakan pernikahan. Data Riskesdas 2018 yang diadakan oleh BPS yaitu adanya pernikahan dini pada perempuan usia ≤ 16 tahunterdapat 15,66% menikah pada usia 17-18 tahun terdapat 20,03%. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi pernikahan usia dini di Desa Baru Kecamatan Air Hangat Barat Kabupaten Kerinci tahun 2019. Jenis penelitian ini adalah analitik dengan desain cross sectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh wanita yang sudah menikah di Desa Baru Kecamatan Air Hangat Barat, yang berjumlah 207 orang dengan sampel 67 orang. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dengan cara wawancara. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini adalah simple random sampling. Penelitian dilakukan pada bulan Januari - Agustus 2019. Pengumpulan data dilaksanakan pada tanggal 09 – 19 Juli 2019. Data dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan komputerisasi. Hasil penelitian menunjukkan kurang dari separoh (47,8%) responden menikah dini, lebih dari separoh (61,2%) memiliki tingkat pengetahuan rendah tentang pernikahan dini, lebih dari separoh (53,7%) memiliki budaya mendukung tentang pernikahan dini , Lebih dari separoh (62,7%) memiliki peran teman sebaya berperan. Ada hubungan tingkat pengetahuan, budaya, peran teman sebaya dengan penikahan dini di Desa Baru Kecamatan Air Hangat Barat Kabupaten Kerinci tahun 2019.