Claim Missing Document
Check
Articles

Implementasi Belief System Dan Etika Bisnis Pada Toko Madura Dalam Pemasaran Ritel Tradisional Amin Awal Amarudin; Aby Hanandany; Arivatu Ni'mati Rahmatika
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 3 No 4 (2025): 2025
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v3i4.2035

Abstract

Perkembangan pesat sektor ritel di era digital menimbulkan tantangan serius bagi pelaku ritel tradisional, terutama dengan semakin dominannya jaringan minimarket modern dan platform e-commerce. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi belief system dan etika bisnis sebagai fondasi utama ketahanan Toko Madura dalam praktik pemasaran ritel tradisional. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus yang dilaksanakan di Desa Tambakrejo, Jombang, Jawa Timur. Data penelitian diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi, dengan lima pemilik Toko Madura yang dipilih sebagai informan kunci menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa belief system pedagang Madura terefleksi dalam nilai kepercayaan, identitas keagamaan, kontrol emosional, resiliensi, adaptasi, serta pelayanan maksimal. Sementara itu, etika bisnis terimplementasi melalui prinsip kemandirian, tanggung jawab, kejujuran, keadilan, saling menguntungkan, moralitas, profesionalisme, serta menjaga kepercayaan konsumen. Integrasi keduanya menciptakan keunggulan kompetitif yang tidak mudah ditiru oleh ritel modern, terutama dalam aspek loyalitas konsumen, pelayanan personal, serta hubungan jangka panjang berbasis nilai
Strategi Pengelolaan Sumbar Daya Manusia (SDM) untuk Meningkatkan Kinerja Organisasi Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah Arivatu Ni’mati Rahmatika; Bekti Widyaningsih; Fika Soviyana
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 3 No 4 (2025): 2025
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v3i4.2065

Abstract

Evaluasi kinerja sumber daya manusia (SDM) menjadi elemen kunci bagi organisasi keagamaan untuk menjaga relevansi dan daya saing di era globalisasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pengelolaan dan evaluasi SDM di Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan studi kasus komparatif dan analisis tematik berbasis teori Balanced Scorecard serta manajemen kinerja Islami. Hasil penelitian menunjukkan bahwa NU menekankan pengembangan SDM berbasis tradisi pesantren, spiritualitas, dan nilai-nilai sosial, sedangkan Muhammadiyah mengutamakan profesionalisme, pendidikan modern, serta inovasi kelembagaan. Evaluasi kinerja yang diterapkan NU lebih bersifat informal dan berbasis nilai, sementara Muhammadiyah menggunakan instrumen manajerial formal untuk menjaga akuntabilitas dan konsistensi. Kedua organisasi sama-sama melaksanakan program kaderisasi dan pelatihan kepemimpinan yang terbukti meningkatkan kompetensi serta loyalitas anggota. Implikasi penelitian ini menegaskan perlunya integrasi indikator kuantitatif dan kualitatif dalam evaluasi SDM agar organisasi keagamaan tetap adaptif dan berkelanjutan
Integrasi Nilai-Nilai Syariah Dalam Manajemen Sumber Daya Manusia Konteks Ekonomi Islam Dewi Nur Fajriyati; Arivatu Ni’mati Rahmatika; Bekti Widyaningsih
Jurnal QOSIM : Jurnal Pendidikan, Sosial & Humaniora Vol 3 No 3 (2025): 2025
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/jq.v3i3.1973

Abstract

Transformasi digital menuntut manajemen sumber daya manusia (MSDM) bergerak dari fungsi administratif menuju peran strategis yang mengintegrasikan efisiensi, inovasi, dan kesejahteraan karyawan. Penelitian ini bertujuan menganalisis konsep serta implementasi MSDM berbasis prinsip ekonomi Islam, menilai kesesuaiannya dengan pendekatan MSDM modern, dan merumuskan strategi pengembangan SDM Islami yang responsif terhadap dinamika organisasi kontemporer. Metode yang digunakan adalah studi literatur sistematis terhadap publikasi 2015–2025, dengan content analysis untuk menyintesis tema rekrutmen, pelatihan, penilaian kinerja, kompensasi, kepemimpinan, dan resolusi konflik. Hasil menunjukkan bahwa integrasi nilai syariah meningkatkan keterikatan dan motivasi intrinsik karyawan, memperkuat keadilan prosedural-distributif, menurunkan konflik, serta kompatibel dengan praktik e-HRM dan agenda keberlanjutan organisasi. Temuan ini berimplikasi pada perumusan kebijakan SDM berbasis nilai, desain pelatihan yang menyatukan kompetensi teknis dan etika Islam, serta tata kelola partisipatif yang transparan dan akuntabel; studi empiris lintas sektor masih diperlukan untuk memvalidasi model implementasi secara luas
Kinerja SDM dalam Peningkatan Efisiensi Organisasi Islam Nahdlatul Ulama (NU) & Muhammadiyah Fika Soviyana; Arivatu Ni’mati Rahmatika; Bekti Widyaningsih
Jurnal QOSIM : Jurnal Pendidikan, Sosial & Humaniora Vol 3 No 3 (2025): 2025
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/jq.v3i3.1980

Abstract

Perkembangan era globalisasi menuntut organisasi keagamaan untuk meningkatkan kualitas dan kinerja sumber daya manusia (SDM) guna menciptakan efisiensi dan daya saing organisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja SDM pada kedua organisasi tersebut, menganalisis kontribusinya terhadap peningkatan efisiensi dan efektivitas, serta mengkaji peran sistem evaluasi berbasis nilai Islam dan pendekatan manajerial modern dalam memperkuat keberlanjutan organisasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur, menganalisis lebih dari 15 sumber utama yang meliputi jurnal ilmiah, laporan penelitian, dan dokumen kelembagaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Muhammadiyah lebih sistematis dalam penerapan Balanced Scorecard (BSC) melalui Muhammadiyah Scorecard, sementara NU mulai mengadopsi model serupa dengan memadukan Key Performance Indicators (KPI) dan nilai-nilai pesantren. Optimalisasi kinerja SDM pada kedua organisasi berkontribusi signifikan terhadap keberhasilan program dakwah, pendidikan, dan pelayanan sosial. Penelitian ini menegaskan bahwa penguatan sistem evaluasi kinerja berbasis nilai Islam dan manajemen modern merupakan kunci untuk meningkatkan efektivitas, daya saing, dan keberlanjutan organisasi Islam di era globalisasi