Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : PHARMACON

EFEKTIVITAS DAUN SIRSAK DALAM MENURUNKAN NILAI ASAM URAT DAN KELUHAN NYERI PADA PENDERITA GOUT DI KELURAHAN TAMALANREA MAKASSAR Ilkafah, Ilkafah
PHARMACON Vol 6, No 2 (2017): Pharmacon
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pha.6.2017.15834

Abstract

EFEKTIVITAS DAUN SIRSAK DALAM MENURUNKAN NILAI ASAM URAT DAN KELUHAN NYERI PADA PENDERITA GOUT DI KELURAHAN TAMALANREA MAKASSAR Ilkafah1)1)Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin Makassar  ABSTRACT               Pain is a common complain with gout. That pain caused increase uric acid level in blood. Analgesic which constantly consumed will result in side effect so that needed nonpharmacological therapy. One nonpharmacological therapy to reduce uric acid and pain are Annona Muricata L extract.  The purpose of this study was to analyze the effectiveness of Annona Muricata L extract to reduce uric acid and pain on gout patient at Tamalanrea Village Makassar . This research was a pre-experimental pre-post test design and was evolved 32 respondents were given extract Annona Muricata L leaf with purposive sampling. Inclusion criteria of samples are not in analgesic and pharmachology medicine to reduce uric acid level. Respondent drink extract Annona Muricata L leaf twicw a day after meal until 8 weeks. The datas were analyzed by Paired  Sample T-test with significance values p£ 0.05. The statistical results showed reduce 87% to uric acid and 75% to pain after intervention (p = 0.00). Further research is needed to comparation  Annona Muricata L extract and pharmacology therapy in diabetes mellitus and hypertension. Keywords: Gout, Pain, Uric acid level, Annona Muricata L ABSTRAK Nyeri sendi merupakan keluhan yang umum diderita orang dengan gout. Nyeri sendi tersebut diakibatkan tinginya asam urat dalam darah. Obat analgesik yang terus-menerus dikonsumsi akan mengakibatkan efek samping sehingga diperlukan terapi nonfarmakologi untuk mengatasinya. Salah satu terapi nonfarmakologi untuk mengatasi nyeri sendi dan menurunkan nilai asam urat darah adalah rebusan daun sirsak. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis efektifitas rebusan daun sirsak terhadap nilai asam urat dan keluhan nyeri pada penderita gout di Kelurahan Tamalanrea Makassar. Desain penelitian yang digunakan adalah pre eksperiment one group pretest-posttest design dengan cara memberikan rebusan daun sirsak pada 32 responden yang dipilih melalui teknik sampling yaitu purposive sampling dengan kriteria sampel tidak sedang menggunakan terapi farmakologi untuk nyeri dan obat penurun asam urat. Pemberian air rebusan daun sirsak selama 8 minggu diminum 2x sehari. Pengukuran nyeri sendi menggunakan Visual Analog Scale (VAS). Kadar asam urat diukur menggunakan pemeriksaan laboratorium. Analisis penelitian ini menggunakan uji Paired Sample T-test dengan tingkat signifikan α < 0,05. Uji statistik menunjukkan ada penurunan nyeri sendi sebesar 87%  (p = 0,00) dan juga terdapat penurunan  nilai kadar asam urat dalam darah sebesar 75% (p = 0,00). Diperlukan penelitian lanjutan melihat perbandingan daun sirsak dan terapi farmakologi untuk penyakit diabetes mellitus dan hipertensi. Kata Kunci: Gout, Nyeri Sendi, Nilai Asam Urat, Daun Sirsak 
PERBEDAAN PENURUNAN TEKANAN DARAH LANSIA DENGAN OBAT ANTI HIPERTENSI DAN TERAPI RENDAM AIR HANGAT DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS ANTARA TAMALANREA MAKASSAR Ilkafah, Ilkafah
PHARMACON Vol 5, No 2 (2016): Pharmacon
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pha.5.2016.12194

Abstract

PERBEDAAN PENURUNAN TEKANAN DARAH LANSIA DENGAN OBAT ANTI HIPERTENSI DAN TERAPI RENDAM AIR HANGAT DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS ANTARA TAMALANREA MAKASSAR   Ilkafah1) 1)Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin   ABSTRACT Hypertension in the elderly is still be number one disease especially in Puskesmas Antara Tamalanrea Makassar. Treatment in hypertension include pharmacological and nonpharmacological therapy. One nonpharmacological therapy is foot bathing in warm water. Foot bathing in warm water er is one of the hypertension therapy that benefit to dilatation of blood vessels and enhancing blood circulation. The aim of this study was to determine differences in the effectiveness of the anti-hypertensive drugs and foot bathing in warm water. This research was a quasy-experimental with two-group pre-post test design and was evolved 52 respondents were divided in two group with purposive sampling. The first group was given foot bathing in warm water 2 times for 15 minutes and was given for 2 weeks, and the second group was given captopril 12.5 mg taken 2 times a day. The datas were analyzed by Wilcoxon signed rank test and Mann Whitney test with significance values ​​p£ 0.05.. Analysis for each intervention using the Wilcoxon rank test with significance level α <0.05 and to effectiveness of both therapies using Mann Whitney Test. The results showed no difference between the foot bathing therapy in warm water and the use of captopril (p = 0.154 and p = 0.675, p> 0.05). Both of foot bathing in warm water and captopril are equally effective in lowering blood pressure in the elderly. Further research is needed to find another therapy to decrease blood pressure. Keywords: Foot bathing in warm water, Hipertension, Elderly   ABSTRAK pada lansia sampai saat ini masih menjadi penyakit nomor satu terutama di wilayah kerja Puskesmas Antara Tamalanrea Makassar. Terapi hipertensi bisa menggunakan farmakologi dan nonfarmakologi. Salah satu terapi nonfarmakologi untuk penatalaksanaan hipertensi adalah terapi rendam kaki air hangat. Rendam kaki air hangat adalah salah satu terapi hipertensi yang bermanfaat untuk mendilatasi pembuluh darah dan melancarkan peredaran darah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan efektivitas penggunaan obat anti hipertensi (captopril) dengan rendam kaki air hangat. Desain penelitian yang digunakan adalah quasy eksperiment dengan rancangan terapi pada dua kelompok. sampel didapatkan sebanyak 52 responden yang dibagi menjadi 2 kelompok dengan cara pengambilan sampel purposive sampling. Kelompok pertama diberikan terapi rendam kaki air hangat 2 kali sehari pagi dan sore selama 15 menit dan diberikan selama 2 minggu, sedangkan kelompok kedua diberikan captopril 12,5 mg diminum 2 kali sehari. Analisis untuk tiap intervensi menggunakan uji Wilcoxon Rank Test dengan tingkat signifikasi α < 0,05 sedangkan untuk mengetahui perbedaan keefektifan kedua terapi menggunakan uji Mann Whitney Test. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada perbedaan bermakna antara terapi rendam kaki air hangat dengan pemberian captopril (p= 0,154 dan p= 0,675  dengan p >0,05). Pemberian terapi rendam kaki air hangat dan captopril sama-sama efektif dalam menurunkan tekanan darah pada lansia. Diperlukan penelitian lanjutan untuk mencari terapi lainnya dalam menurunkan tekanan darah. Kata Kunci : Rendam Kaki Air Hangat, Hipertensi, Lansia Â