Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Penerapan Teknik Relaksasi Nafas Dalam Untuk Menurunkan Tekanan Darah Pada Pasien Hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Karuwisi Kota Makassar Lisa Febrianti; Tutik Agustin; Fatma Jama; Suci Hardianti Suharto Putri
Paradigma: Jurnal Filsafat, Sains, Teknologi, dan Sosial Budaya Vol. 31 No. 2 (2025): Paradigma: Jurnal Filsafat, Sains, Teknologi, dan Sosial Budaya
Publisher : Universitas Insan Budi Utomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/paradigma.v31i2.2353

Abstract

Hipertensi merupakan tekanan di dalam pembuluh darah melebihi 140 mmHg (sisitolik) dan 90 mmHg (diastolik) pada dua kali pengukuran atau lebih. Hipertensi menimbulkan risiko morbiditas atau mortalitas dini, yang meningkat saat tekanan darah sistolik dan diastolik meningkat. Penatalaksanaan non-farmakologis dapat dilakukan dengan mempertahankan berat badan ideal, mengurangi asupan natrium (sodium), batasi konsumsi alkohol, menghindari merokok, penurunan stres, dan terapi. Terapi nonfarmakologi juga dapat dilakukan dengan menggunakan teknik relaksasi napas dalam. Relaksasi napas dalam dapat menurunkan intensitas nyeri, meningkatkan ventilasi paru dan meningkatkan oksigenasi darah. Tujuan: menggambarkan penerapan teknik relaksasi napas dalam untuk penurunan tekanan darah pada pasien hipertensi di puskesmas karuwisi Metode: menggunakan desain studi kasus. Subyek penerapan adalah 1 orang pasien yang menderita hipertensi. Hasil: Hasil pengukuran tekanan darah sebelum dilakukan penerapan relaksasi napas dalam, subyek menderita hipertensi derajat I dengan tekanan darah 170/95 mmHg. Hasil pengukuran setelah dilakukan penerapan relaksasi napas dalam terjadi penurunan tekanan darah pada Tn. Z. Rata-rata tekanan darah sistolik berada pada 148 mm Hg dan rata-rata tekanan darah diastolik 83 mmHg (Hipertensi derajat I). Kesimpulan: Penerapan teknik relaksasi napas dalam mampu menurunkan tekanan darah pasien hipertensi. Keluarga klien agar menggunakan penanganan non farmakologi sehingga tidak bergantung pada pemberian diuretik sebagai penyerta pengobatan hipertensi
Penerapan Terapi Relaksasi Genggam Jari Untuk Menurunkan Tekanan Darah Pada Pasien Hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Karuwisi Kota Makassar Windatrirossal; Tutik Agustini; Fatma Jama
Paradigma: Jurnal Filsafat, Sains, Teknologi, dan Sosial Budaya Vol. 31 No. 2 (2025): Paradigma: Jurnal Filsafat, Sains, Teknologi, dan Sosial Budaya
Publisher : Universitas Insan Budi Utomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/paradigma.v31i2.2359

Abstract

Hipertensi merupakan masalah kesehatan global yang menjadi faktor risiko utama penyakit kardiovaskular seperti stroke dan gagal jantung. Terapi non-farmakologis, seperti terapi relaksasi genggam jari, menjadi alternatif yang menjanjikan untuk menurunkan tekanan darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi efektivitas terapi genggam jari dalam menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi. Metode yang digunakan adalah studi kasus deskriptif pada seorang pasien pria berusia 71 tahun di wilayah kerja Puskesmas Karuwisi, Kota Makassar. Intervensi dilakukan selama tiga hari berturut-turut, dengan durasi sekitar 30 menit per sesi. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan tekanan darah dari 166/80 mmHg menjadi 148/90 mmHg setelah intervensi. Selain itu, pasien melaporkan perasaan lebih tenang dan kualitas tidur yang meningkat. Temuan ini mengindikasikan bahwa terapi genggam jari efektif dalam memberikan efek relaksasi yang mendukung penurunan tekanan darah pada pasien hipertensi. Dengan demikian, terapi genggam jari dapat dipertimbangkan sebagai intervensi komplementer yang mudah diaplikasikan dalam praktik keperawatan untuk membantu mengelola hipertensi dan meningkatkan kualitas hidup pasien.
Penerapan Kompres Hangat Pada Leher Terhadap Penurunan Nyeri Kepala Pada Pasien Hipertensi Di Wilayah Kerja Puskesmas Maccini Sawah Mutmainna Hijriani; Brajakson Siokal; Rizqi Iftitah Alam; Fatma Jama
Paradigma: Jurnal Filsafat, Sains, Teknologi, dan Sosial Budaya Vol. 31 No. 2 (2025): Paradigma: Jurnal Filsafat, Sains, Teknologi, dan Sosial Budaya
Publisher : Universitas Insan Budi Utomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/paradigma.v31i2.2493

Abstract

Hipertensi adalah suatu keadaan dimana seseorang mengalami peningkatan tekanan darah di atas normal yang mengakibatkan peningkatan angka kesakitan (morbiditas) dan angka kematian/ mortalitas. Tekanan darah 140/ 90 mmHg yaitu fase sistolik 140 menunjukkan fase darah yang sedang dipompa oleh jantung dan fase diastolik 90 menunjukkan fase darah yang kembali ke jantung. Hipertensi merupakan penyakit penyebab kematian urutan pertama di dunia setiap tahun. Penyakit ini banyak diderita masyarakat Indonesia. Penderita hipertensi akan muncul tanda dan gejala yaitu salah satu tengkuk terasa nyeri.di daerah leher. Salah satu terapi nonfarmakologis yang digunakan untuk meredakan nyeri salah satunya dengan kompres hangat dengan penerapan kompres hangat pada leher adalah untuk membantu menurunkan nyeri kepala pada pasien hipertensi. Untuk mengetahui penerapan kompres air hangat pada leher terhadap nyeri kepala dan tekanan darah pada pasien hipertensi di Wilayah Puskesmas Maccini Sawah. Setelah dilakukan implementasi yang dapat dengan melakukan kompres hangat dapat mengurangi gejala nyeri kepala secara signifikan, terutama yang disebabkan oleh ketegangan otot atau aliran darah yang tidak optimal. Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan, dapat di simpulkan bahwa kompres hangat dapat mengurangi gejala nyeri kepala secara signifikan, terutama yang disebabkan oleh ketegangan otot atau aliran darah yang tidak optimal. Pemberian kompres hangat pada leher sangat efektif untuk membantu menurunkan intensitas nyeri
PENERAPAN RELAKSASI GENGGAM JARI PADA PASIEN PRE OPERATIF DENGAN MASALAH KEPERAWATAN ANSIETAS DI RUMAH SAKIT IBNU SINA MAKASSAR Uswatun Hasanah; Fatma Jama; Arifuddin Arifuddin; Sunarti Sunarti
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 6 (2025): Desember 2025 - Januari 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ansietas merupakan kondisi emosi dan pengalaman subjektif individu terhadap objek yang tidak jelas dan spesifik akibat antisipasi bahaya yang memungkinkan individu, melakukan tindakan untuk menghadapi ancaman. Terlebih lagi pasien dengan kondisi preoperasi sering mengalami ansietas yang berdampak secara fisiologis maupun psikologis. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran tentang pengaplikasian intervensi penerapan relaksasi genggam jari untuk menurunkan ansietas pada pasien pre operatif. Metode: Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode deskriptif dengan cara pendekatkan studi kasus. Teknik pengumpulan data yaitu dengan wawancara dan observasi. Penelitian ini dilakukan pada 1 responden. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah dilakukan pemberian terapi relaksasi genggam jari sebanyak 2 kali yaitu setiap 10 menit sekali pengimplementasian pada saat pre operasi didapatkan adanya penurunan ansietas yang dirasakan. Terbukti dari data subjektif yaitu responden mengatakan merasa cemasnya berkurang serta lebih rileks dan dari data objektif yaitu adanya penurunan tekanan darah dari 140/91 menjadi 130/90 mmHg. Kesimpulan: Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terapi relaksasi genggam jari efektif dalam menurunkan ansietas