Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search
Journal : JME

HUBUNGAN ANTARA MOTIVASI BELAJAR DAN PRESEPSI PESERTA DIKLAT BASIC SAFETY TRAINING DENGAN HASIL BELAJAR TEKNIK PENYELAMATAN JIWA DI LAUT PADA AKADEMI MARITIM INDONESIA (AMI) MEDAN Yusnidah Yusnidah; Abdul Hasan Saragih; Efendi Napitupulu
Journal of Maritime and Education (JME) Vol. 1 No. 1 (2019): Article Research, Februari 2019
Publisher : Politeknik Adiguna Maritim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (360.768 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan motivasi dan persepsi peserta diklat terhadap hasil belajar Teknik Penyelamatan Jiwa di Laut, ,mengetahui hubungan antara motivasi belajar dan persepsi peserta terhadap Diklat BST secara bersama-sama dengan hasil belajar Teknik Penyelamatan Jiwa di Laut. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode deskriptif dengan jenis penelitian korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh peserta (taruna) Diklat BST AMI Medan yang telah mengikuti kuliah Teknik Penyelamatan Jiwa di Laut semester 2 tahun akademik 2017/2018 yang berjumlah 90. Sampel penelitian ini adalah 73 orang atau 81% dari populasi yang di ambil dengan menggunakan Nomogram Harry King secara random sampling. Instrument pengumpulan data adalah tes kuesioner.Temuan penelitian ini adalah : (1) Terdapat hubungan yang positif motivasi belajar dengan hasil belajar Teknik Penyelamatan Jiwa di Laut ditunjukkan dengan koefisien korelasi sebesar 0,3621; (2). Terdapat hubungan yang positif antara persepsi peserta terhadap Diklat BST dengan hasil Teknik Penyelamatan Jiwa di Laut ditunjukkan oleh koefisien korelasi sebesar 0,4537; (3). Terdapat hubungan yang positif antara motivasi belajar dan persepsi peserta terhadap Diklat BST secara bersama-sama dengan hasil belajar Teknik Penyelamatan Jiwa di Laut, ditunjukkan oleh koefisien korelasi ganda Ry12 = 0,5435
STRATEGI MENINGKATKAN PELAYANAN JASA KEAGENAN TERHADAP KAPAL PADA PT. KARANA LINE CABANG BELAWAN Dra. Yusnidah, M.Pd; Hidayat Muda
Journal of Maritime and Education (JME) Vol. 1 No. 2 (2019): Article Research, Agustus 2019
Publisher : Politeknik Adiguna Maritim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (328.38 KB)

Abstract

Kegiatan usaha keagenan sangat kompleks, karena perusahaan pelayaran yang melaksanakan kegiatan keagenan mempunyai tugas-tugas dan tanggung jawab yang besar dalam memberikan pelayanan terhadap kapalkapal yang di ageni oleh PT. Karana Line Cabang Belawan selaku agen yang memberikan pelayanan keagenan terhadap kapal-kapal yang singgah di Pelabuhan Belawan, dalam kegiatan ini harus menjalin hubungan dengan instansi-instansi terkait seperti: Bea Cukai (Custom), Imigrasi,Karantina, Perusahaan Pelayaran, Pelindo, Otoritas Pelabuhan. Dalam melaksanakan pelayanan keagenan kapal pada PT. Karana Line Cabang Belawan sedikit banyak mengalami masalah dan kendala, baik masalah intern maupun masalah ekstern yang berasal dari luar perusahaan. Salah satu masalah yang dihadapi adalah kurangnya fasilitas tempat sandar (Dermaga) yang tersedia di Pelabuhan Belawan yang menyebabkan kapalkapal yang akan merapat ke dermaga harus menunggu dilampu satu berjam-jam bahkan berhari untuk mendapatkan fasilitas tempat sandar kapal. Untuk melengkapi dalam penyelesaian dalam makalah ini, Penulis menggunakan metode Penelitian Perpustakaan, Wawancara dan Penelitian langsung di lapangan.
ANALISA PEYEBAB KETERLAMBATAN KEGIATAN BONGKAR MUAT PADA PT. PELABUHAN INDONESIA I DUMAI Hugo Ramos; H. Sulaiman Ismail; Hj.Yusnidah
Journal of Maritime and Education (JME) Vol. 2 No. 1 (2020): Article Research, Februari 2020
Publisher : Politeknik Adiguna Maritim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (172.165 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui lebih dekat bagamana PT. Pelabuhan Indonesia I Cabang Dumai dalam melaksanakan analisa penyebab keterlambatan kegiatan bongkar muat di dermaga pelabuhan Dumai. Penanganan keterlambatan kegiatan yang dimulai dari persiapan bongkar dan muat. Data yang digunakan dalam penilitian ini adalah data primer yang didapat melalui wawancara secara langsung kepada pihak perusahan data primer yang diperoleh dari studi pustaka. Pelabuhan didefinisikan sebagai simpul transportasi darat dan laut kegiatan bongkar muat barang aktivitas bongkar muat membutuhkan peralatan yang layak untuk mendukung proses, faktor yang mempengaruhi keterlambatan bongkar muat barang adalah karena peralatan dan manusia kesalahan yang diklarifikasikan menjadi faktor teknis, berdasakan analisis pada PT. Pelabuhan Indonesia I Cabang Dumai perusahaan yang ditunjuk sebagai perusahaan bongkar muat untuk melaksanakan kegiatan bongkar muat barang fakor utama yang keterlambatan terjadi karena peralatan yang rusak, Pemeliharan berkala yang tidak sesuai dan menyewa peralatan yang rusak kepada pihak perusahan swasta sehingga proses bongkar muat bisa dilakukan tepat waktu. Selain itu PT. Pelabuhan Indonesia I Dumai juga melayani permintaan pelayanan untuk memenuhi kebutuhan jasa kapal lainnya. Dalam kegiatan bongkar muat,sering terjadi berbagai hambatan dalam kegiatan tersebut antara lain adalah faktor waiting time mennggu kedatangan sarana transportasi pendukung seperti truck, trailer dan sebagainya, faktor cuaca dengan menjaga adanya hubungan baik untuk kepercayaan kegiatan ketepatan waktu dalam kegiatan bongkar muat kapal didukung dengan peralatan yang baik dan dokumen yang lengkap yang behubungan langusng dengan pemerintah maupun pihak swasta. PT. Pelabuhan Indonesia I Cabang Dumai selain melayani kegiatan bongkar muat juga melayani permintaan kebutuhan kapal lainya baik kapal dari luar Negeri maupun dalam Negeri
UPAYA PERBAIKAN KINERJA SUMBER DAYA MANUSIA DALAM PENINGKATAN PELAYANAN KAPAL PADA PT. ANSARI SHIPPING BATAM Yusnidah Yusnidah; Muhammad Fazalurrahman
Journal of Maritime and Education (JME) Vol. 3 No. 2 (2021): Article Research, Agustus 2021
Publisher : Politeknik Adiguna Maritim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (211.356 KB) | DOI: 10.54196/jme.v3i2.55

Abstract

Abstrak. Perusahaan PT. Ansari Shipping Batam merupakan perusahaan pelayaran yang bergerak dibidang pelayanan keagenan kapal termasuk stevedoring dan cargodoring, beserta freight forwarding dan custom clarance yang beroperasi sekitar wilayah Batam. di PT. Ansari Shipping Batam dalam melaksanakan tugas masing-masing seluruh karyawan diharapkan bekerja sesuai dengan visi dan misi dalam strategi perusahaan, dengan visi terwujudnya pelayanan yang prima “customer satisfaction" kepada pengguna jasa, dan dengan misi mengusahakan pelayanan tepat waktu guna memperkecil komplain dari pengguna jasa dan mengoptimalkan estimasi kepada pengguna jasa. Dengan jabatan yang rangkap sehingga dapat menimbulkan penurunan kinerja sumber daya manusia, oleh karena itu untuk tidak terjadi jabatan yang rangkap sehingga diperlukan perbaikan dengan penambahan karyawan sehingga dapat meningkatkan sumber daya manusia yang ada pada Perusahaan PT. Ansari Shipping Batam. Dalam setiap memberikan pelayanan sumber daya manusia selalu memberikan pelayanan sebaik mungkin, dan tepat waktu kepada para pelanggan atau pengguna jasa. Dalam setiap kegiatan di perusahaan PT. Ansari Shipping Batam, perusahaan mempunyai peran yang sangat penting khususnya pada setiap perencanaan kegiatan, dalam masing-masing tugasnya sumber daya manusia selalu dituntut dalam setiap melakukan kegiatan atau tugas masing-masing supaya dalam melaksanakan tugas tidak menimbulkan kerugian.
PENGURUSAN PERPANJANGAN SERTIFIKAT CONSTRUCTION,SERTIFIKAT EQUIPMENT, DAN RADIO KAPAL TB.MEDELIN SIGNAL DIKANTOR KESYAHBANDARAN UTAMA BELAWAN PADA PT.MULTI JAYA SAMUDERA BELAWAN Yusnidah Yusnidah; Meriah Kita Deliani; Ema Irwana
Journal of Maritime and Education (JME) Vol. 4 No. 1 (2022): Article Research, Februari 2022
Publisher : Politeknik Adiguna Maritim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (162.073 KB) | DOI: 10.54196/jme.v4i1.65

Abstract

Penelitian ini dibuat untuk mengetahui bagaimana cara yang dilakukan dalam pengurusan perpanjangan sertifikat kapal TB. Medelin Signal yang sudah habis masa aktifnya dan di perbaharui guna memenuhi kebijakan, standar, norma, pedoman, keriteria, dan prosedur serta bimbingan teknis, evaluasi dan pelaporan dibidang kelaikan kapal, pengukuran pendaftaran dan kebangsaan kapal, nautis, teknis, dan radio kapal, pencemaran dan manajemen keselamatan kapal dan kepelautan. Metode yang digunakan dalam penulisan penelitian ini yaitu metode observasi lapangan (field observation method) dan metode pendekatan perpustakaan (library approach method). Hasil pembahasan yaitu Belum adanya sistem aplikasi secara online yang memudahkan dan mempercepat kegiatan pelayanan dalam perpanjangan sertifikat. Dalam pengurusan penerbitan sertifikat keselamatan kapal pada direktorat perkapalan dan kepelautan yaitu sering terjadi maintenance atau gangguan jaringan pada penerbitan sertifikat keselamatan sehingga menyebabkan keterlambatan pelayanan dalam hal proses perpanjangan sertifikat
PERANAN AGEN DALAM PENERBITAN SURAT IZIN OLAH GERAK KAPAL PADA PT. SNEPAC AGENCY ASIA CABANG MOROWALI Khairuman Khairuman; Yusnidah Yusnidah; Abed Nego Sangapta Perangin-angin
Journal of Maritime and Education (JME) Vol. 4 No. 2 (2022): Article Research, Agustus 2022
Publisher : Politeknik Adiguna Maritim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (250.456 KB) | DOI: 10.54196/jme.v4i2.92

Abstract

Agen merupakan orang yang melaksanakan pengurusan dokumen kapal kepada instansi-instansi pemerintah ataupun swasta agar kapal dapat bersandar dan melakukan aktivitas di suatu pelabuhan. Selain itu PT Snepac Agency Asia Cabang Morowali juga melaksanakan pengurusan izin olah gerak kapal antara lain, yaitu syahbandar, kepanduan. Dalam melaksanakan pengurusan izin olah gerak kapal harus di lakukan dengan cepat dan tepat supaya terhindar dari keterlambatan maka untuk mengatasinya dibutuhkan hubungan yang baik dengan instansi-instansi yang terkait di pelabuhan. Dalam mencapai tujuan perusahaan agen harus aktif dalam bekerja, mengurus dan menangani kebutuhan kapal sehingga pengguna jasa tidak mengalami keluhan atas keterlambatan olah gerak kapal dan keberangkatan kapal sesuai waktu yang sudah di sepakati. Untuk menunjang pelayanan keagenan terhadap kapal agar memuaskan pelanggan seperti yang di harapkan, maka di perlukan langka-langka yang tepat untuk melaksanakan tugas pokok perusahaan. Dalam hal ini PT Snepac Agency Asia Cabang Morowali harus senantiasa berusaha meningkatkan pelayanannya. Selain itu manajemen pelabuhan juga harus mengambil kebijakan-kebijakan yang tepat agar kinerja pelabuhan Morowali dapat di tingkatkan sehingga kegiatan pelabuhan dapat berjalan secara efektif dan efisien. Adapun metode yang di gunakan dalam penulisan penelitian ini yaitu metode penelitian lapangan (field research), metode penelitian perpustakaan (library research).
PROSEDUR PENGGANTIAN CREW ASING DI KAPAL MT. GOLDSTAR PADA PT. NATIO BAHARI SHIPPING BATAM Yusnidah Yusnidah; Khairuman Khairuman; Dina Rispianti,; Muhammad Rizki
Journal of Maritime and Education (JME) Vol. 5 No. 1 (2023): Article Research
Publisher : Politeknik Adiguna Maritim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (111.543 KB) | DOI: 10.54196/jme.v5i1.104

Abstract

PT. Natio Bahari Shipping Batam adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang pelayanan jasa keagenan. Dalam arti perwakilan dari (Shipping Agency) untuk pengurusan dokumen – dokumen kapal dan pengurusan keperluan kapal salah satunya yaitu penggantian Crew asing. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Prosedur penggantian Crew asing di kapal MT. Golstar Shine pada PT. Natio Bahari Shipping Batam. Prosedurnya dimulai dari crew sign on sampai crew sign off. Setelah crew kapal tiba hingga crew kapal kembali ke negarannya masing-masing. Dalam penulisan makalah ini penulis menggunakan metodologi, selama menjalankan Praktek Darat penulis mengumpulkan bahan – bahan dari metode pengamatan lapangan (Field Study) dan metode pustaka (Library Study) untuk mengetahui lebih dekat bagaimana perusahaan PT. Natio Bahari Shipping Batam dalam melaksanakan kegiatan pelayanan kapal sesuai kebutuhan kapal terutama dalam pengurusan crew. Yang dimaksud penanganan crew asing adalah memberikan pelayanan didalam mengurusi dokumen ijin keimigrasian di instansi Imigrasi, Karantina, penyediaan fasilitas hotel, tiket kembali ke negara asal maupun fasilitas rumah sakit apabila ada crew yang sakit dan pelayanan akomodasi transportasi. Adapun masalah – masalah yang dihadapi dalam penanganan penggantian kru itu biasanya adanya miscommunication antara owner, agent dan instansi yang terkait. Kerjasama serta koordinasi yang baik antara perusahaan pelayaran dengan instansi terkait dengan kegiatan crew change sangat dibutuhkan demi kelancaran pelayanan terhadap crew change. Perlu diingat maksud dari koordinasi yang dimaksud adalah bahwa masing – masing instansi dapat melakukan tugas dan fungsinya sehingga pelayanan terhadap kapal dapat berjalan dengan lancar, aman, dan efisien.
PERANAN BAGIAN OPERASIONAL DALAM PELAYANAN KAPAL DOMESTIK PADA PT. KANAKA DWIMITRA MANUNGGAL CABANG DUMAI Yusnidah; Netty Kesuma; Khairuman; Wira Agung Sejati
Journal of Maritime and Education (JME) Vol. 5 No. 2 (2023): Article Research
Publisher : Politeknik Adiguna Maritim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54196/jme.v5i2.116

Abstract

Perusahaan pelayaran merupakan perusahaan jasa yang bergerak dibidang transportasi laut. Dalam suatu perusahaan pelayaran, bagian operasional memegang peranan yang sangat penting. Penulisan Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar peranan bagian operasional pada PT. Kanaka Dwimitra Manunggal Cabang Dumai dalam melayani kapal domestik, serta menjalin kerjasama antara pihak - pihak terkait agar semua kegiatan berjalan dengan lancar selama kapal berada di pelabuhan. Pada PT. Kanaka Dwimitra Manunggal Cabang Dumai, bagian operasional memiliki peranan yang sangat penting dalam menjalankan serta melancarkan pelayanan terhadap kapal - kapal domestik. Peranan penting tersebut dapat kita lihat dari aktivitas kerja yang dilaksanakan oleh bagian operasional pada PT. Kanaka Dwimitra Manunggal. Bagian operasional pada PT. Kanaka Dwimitra Manunggal memiliki banyak peranan serta kegiatan dalam menjalankan fungsinya, pada bagian ini kita dapat melihat kinerja perusahaan di kantor maupun di lapangan dalam memajukan perusahaan. Dalam penulisan makalah ini, penulis tentunya menggunakan beberapa metode penelitian yang biasa digunakan dalam penulisan penelitian diantaranya yaitu metode melalui penelitian lapangan (field research) dan metode penelitian melalui perpustakaan (library research).
KESELAMATAN NELAYAN TERHADAP KEBERLANJUTAN USAHA PENANGKAPAN IKAN DI DAERAH PESISIR DESA PULAU KAMPAI KABUPATEN LANGKAT Ginting , Dafid; Lilis, Lilis; Dirhamsyah, Dirhamsyah; Ginting, Suratni; Yusnidah, Yusnidah; Sahid, Muhammad; Rispianti, Dina; Marwiyah, Masringgit; Sari, Nurmalia; Vianus, Yepta
Journal of Maritime and Education (JME) Vol. 7 No. 1 (2025): Artikel Penelitian
Publisher : Politeknik Adiguna Maritim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54196/jme.v7i1.167

Abstract

Pelabuhan Pangkalan Susu merupakan pelabuhan yang terletak di Kecamatan Pangkalan Susu dengan status sebagai pelabuhan khusus kelas IV dalam wilayah kerja Pelindo I. Dengan status pelabuhan yang terbuka untuk perdagangan luar negeri tentunya merupakan sebuah peluang untuk menunjang pembangunan daerah melalui sektor perdagangan laut. Potensi tersebut disadari oleh stakeholder yang terkait melalui wacana untuk pengembangan fungsi Pelabuhan Pangkalan Susu sehingga kedepannya dapat dimanfaatkan dari terminal khusus menjadi terminal umum. Pengembangan pelabuhan ini diharapkan akan memberikan dampak antara lain seperti ; a.meningkatkan kegiatan perekonomian daerah ; b.meningkatkan peluang berusaha; c.menciptakan lapangan kerja baru; d.meningkatkan pendapatan masyarakat. Berdasarkan hasil observasi dan interview yang dilakukan tim pengusul Politeknik Adiguna maritim Indonesia (POLTEK AMI) Medan terhadap masyarakat di daerah pesisir Pulau Kampai, yang teletak di pesisir pantai timur Sumatera Utara diketahui bahwa kemampuan dalam berlayar yang dimiliki oleh nelayan ataupun nakhoda kapal-kapal penyeberangan antar pulau diperoleh secara turun – temurun dari orang tuanya, karena pekerjaan menetap ayahnya sebagai nelayan dan juga sebagai pengangkut penumpang penyeberangan dari pulau ke pulau sebagai transfortasi laut yang selalu melibatkan anaknya untuk berlayar baik mencari ikan maupun mengantar penumpang dari pulau ke pulau. Sehingga perlu di adakan sosialisasi mengenai alat- alat keselamatan , agar nelayan penangkap ikan dapat terus dan berkelanjutan dalm usahanya menangkap ikan.
PROSES PENANGANAN CLEARANCE OUT KARANTINA PADA SISTEM SSM UNTUK MENERBITKAN CERTIFICATE PHQC PADA KAPAL MT. JUPITER STRAR OLEH PT. SEMESTA SEJAHTERA LESTARI CABANG LAMPUNG Yusnidah, Yusnidah; Lilis , Lilis; Wau, Yelvianus
Journal of Maritime and Education (JME) Vol. 7 No. 1 (2025): Artikel Penelitian
Publisher : Politeknik Adiguna Maritim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54196/jme.v7i1.173

Abstract

Penelitian ini membahas proses penanganan clearance out karantina melalui Sistem Single Submission SSM untuk penerbitan Port Health Quarantine Certificate PHQC pada kapal MT Jupiter Star yang dikelola oleh PT Semesta Sejahtera Lestari, Cabang Lampung. Clearance out karantina merupakan tahapan penting dalam memastikan bahwa kapal yang akan berangkat dari pelabuhan memenuhi semua persyaratan kesehatan dan bebas dari ancaman penyakit yang dapat menular ke wilayah lain. Proses ini diawali dengan pengajuan permohonan oleh agen kapal melalui Sistem SSM, yang dirancang untuk memfasilitasi interaksi antara berbagai instansi terkait, termasuk Kantor Kesehatan Pelabuhan KKP, Bea Cukai, Imigrasi, dan Ksop. Setelah permohonan diajukan, petugas karantina akan melakukan pemeriksaan kesehatan kapal, termasuk pemeriksaan terhadap awak kapal dan dokumentasi kesehatan lainnya. Hasil pemeriksaan ini kemudian dicatat dalam sistem dan, apabila semua persyaratan terpenuhi, PHQC akan diterbitkan. Penelitian ini juga mengidentifikasi tantangan yang dihadapi dalam proses tersebut, seperti integrasi data antar instansi yang kadang kurang optimal, serta pentingnya peningkatan koordinasi antara pihak-pihak terkait untuk memastikan kelancaran proses clearance out. Pada akhirnya, penerapan sistem SSM diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan transparansi dalam proses penerbitan sertifikat kesehatan pelabuhan, yang pada gilirannya mendukung kelancaran aktivitas pelayaran dan perdagangan internasional