Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : JME

PEMINDAHAN CONTAINER DENGAN SISTEM SEWA DARI JAKARTA KE BELAWAN PADA PT.SAMUDRA LAUTAN LUAS MEDAN Eka Fransiska; Masringgit Marwiyah; Ari Ersada Ginting
Journal of Maritime and Education (JME) Vol. 4 No. 1 (2022): Article Research, Februari 2022
Publisher : Politeknik Adiguna Maritim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (265.072 KB) | DOI: 10.54196/jme.v4i1.68

Abstract

Prosedur pemindahan container dari Jakarta ke Belawan dimulai dari Operasional Belawan memberitahu kepada Operasional cabang Jakarta untuk melakukan pemindahan lokasi terhadap container yang berada di Jakarta ke Belawan. Operasional cabang Jakarta mengajak satu perusahaan pelayaran lokal untuk bekerja sama yang akan berperan sebagai penyewa container pihak yang mengurus segala keperluan container dari sejak di Jakarta hingga sampai ke Belawan. PT. Samudera Lautan Luas mencapai kesepakatan dengan penyewa container maka Operasional Jakarta akan merilis Delivery Order dan memberi tahu ke depo di Jakarta untuk tidak menagihkan biaya lift off yaitu biaya mengangkat container terhadap container yang tertulis di Delivery Order karena container tersebut akan dipindahkan ke Belawan. Dalam mengumpulkan data untuk penulisan penelitian menggunakan dua metode yaitu metode kepustakaan (Library Research) dan metode lapangan (Field Study).
SISTEM PENGAMAN KELISTRIKAN KAPAL DI BELAWAN Masringgit Marwiyah Nst; Yuna Sutria; Taruna Taruna
Journal of Maritime and Education (JME) Vol. 5 No. 1 (2023): Article Research
Publisher : Politeknik Adiguna Maritim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (230.058 KB) | DOI: 10.54196/jme.v5i1.100

Abstract

Sistem kelistrikan di kapal merupakan salah satu sistem yang sangat berperan penting bagi pengoperasian kapal. Sistem ini dipergunakan untuk penerangan diatas kapal baik di bagian dek, ruang akomodasi dan kamar mesin, serta alat-alat pendukung navigasi maupun pengoperasian mesin induk dan pesawat bantu di kamar mesin. Sebagian besar kapal niaga yang membutuhkan sumber listrik yang besar, menggunakan mesin diesel sebagai penggerak utama generator listriknya. Untuk membangkitkan sumber kelistrikan yang baik yang dapat membantu kinerja di kapal dengan optimal, maka di butuhkan perawatan dan perbaikan khusus pada diesel generator. Diesel generator merupakan kombinasi antara mesin diesel dan generator listrik yang dihubungkan pada satu poros. Mesin diesel merupakan mesin pembakaran dalam yang dapat merubah energi panas menjadi energi mekanik dengan cara pembakaran di dalam mesin itu sendiri. Dalam proses ini mesin diesel akan mengalami pengabutan dikarenakan pembakaran bahan bakar. P eralatan daya besar dan proses-proses dalam kapal menggunakan tegangan tinggi. Perubahan energi listrik, mekanik, termal, dan kimia menghasilkan operasi yang diinginkan. Nilai tegangan, arus, daya, suhu, gaya, tekanan, dll yang sangat tinggi menciptakan kemungkinan bahaya pada sistem engineering. Untuk mengurangi resiko keselamatan terhadap personil dan peralatan, sistem harus didesain dan dibuat berdasarkan standar tinggi terbaru dan dipasang secara tepat. Sepanjang peralatan bekerja, peralatan harus secara berkelanjutan dimonitor dan dirawat dengan benar oleh personil yang mampu dan professional yang mana memahami pengoperasian dan ketentuan keselamatan.
ANALISIS KAPASITAS DAN KEBUTUHAN DAYA LISTRIK UNTUK MENGHEMAT PENGGUNAAN LISTRIK DI KAPAL Masringgit Marwiyah Nst
Journal of Maritime and Education (JME) Vol. 5 No. 2 (2023): Article Research
Publisher : Politeknik Adiguna Maritim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54196/jme.v5i2.113

Abstract

Energi listrik merupakan salah satu kebutuhan masyarakat yang sangat penting dan sebagai sumber daya ekonomis yang paling utama yang dibutuhkan dalam berbagai kegiatan. Dalam waktu yang akan datang kebutuhan listrik akan meningkat seiring dengan adanya peningkatan dan perkembangan baik dari jumlah penduduk, jumlah investasi, perkembangan teknologi termasuk didalamnya perkembangan dunia pendidikan untuk semua jenjang pendidikan . Daya listrik pada kapal umumnya 440 V, 60 Hz (kadang 380 v, 50 Hz). sumber listrik di kapal diperoleh dari generator listrik yang umumnya digerakkan oleh mesin diesel. Energi listrik pada kapal penangkap ikan digunakan untuk penerangan, keperluan navigasi dan membantu kegiatan penangkapan ikan hingga bongkar muat.
KESELAMATAN NELAYAN TERHADAP KEBERLANJUTAN USAHA PENANGKAPAN IKAN DI DAERAH PESISIR DESA PULAU KAMPAI KABUPATEN LANGKAT Ginting , Dafid; Lilis, Lilis; Dirhamsyah, Dirhamsyah; Ginting, Suratni; Yusnidah, Yusnidah; Sahid, Muhammad; Rispianti, Dina; Marwiyah, Masringgit; Sari, Nurmalia; Vianus, Yepta
Journal of Maritime and Education (JME) Vol. 7 No. 1 (2025): Artikel Penelitian
Publisher : Politeknik Adiguna Maritim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54196/jme.v7i1.167

Abstract

Pelabuhan Pangkalan Susu merupakan pelabuhan yang terletak di Kecamatan Pangkalan Susu dengan status sebagai pelabuhan khusus kelas IV dalam wilayah kerja Pelindo I. Dengan status pelabuhan yang terbuka untuk perdagangan luar negeri tentunya merupakan sebuah peluang untuk menunjang pembangunan daerah melalui sektor perdagangan laut. Potensi tersebut disadari oleh stakeholder yang terkait melalui wacana untuk pengembangan fungsi Pelabuhan Pangkalan Susu sehingga kedepannya dapat dimanfaatkan dari terminal khusus menjadi terminal umum. Pengembangan pelabuhan ini diharapkan akan memberikan dampak antara lain seperti ; a.meningkatkan kegiatan perekonomian daerah ; b.meningkatkan peluang berusaha; c.menciptakan lapangan kerja baru; d.meningkatkan pendapatan masyarakat. Berdasarkan hasil observasi dan interview yang dilakukan tim pengusul Politeknik Adiguna maritim Indonesia (POLTEK AMI) Medan terhadap masyarakat di daerah pesisir Pulau Kampai, yang teletak di pesisir pantai timur Sumatera Utara diketahui bahwa kemampuan dalam berlayar yang dimiliki oleh nelayan ataupun nakhoda kapal-kapal penyeberangan antar pulau diperoleh secara turun – temurun dari orang tuanya, karena pekerjaan menetap ayahnya sebagai nelayan dan juga sebagai pengangkut penumpang penyeberangan dari pulau ke pulau sebagai transfortasi laut yang selalu melibatkan anaknya untuk berlayar baik mencari ikan maupun mengantar penumpang dari pulau ke pulau. Sehingga perlu di adakan sosialisasi mengenai alat- alat keselamatan , agar nelayan penangkap ikan dapat terus dan berkelanjutan dalm usahanya menangkap ikan.
ANALISIS RISIKO KEBAKARAN OLEH LEDAKAN PIPA BERTEKANAN TINGGI DI KAPAL Deliani, Meriah Kita; Marwiyah, Masringgit; Saputra, Rifa
Journal of Maritime and Education (JME) Vol. 7 No. 1 (2025): Artikel Penelitian
Publisher : Politeknik Adiguna Maritim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54196/jme.v7i1.175

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis risiko kebakaran yang disebabkan oleh ledakan pipa bertekanan tinggi. Di kapal, kebakaran merupakan kecelakaan paling fatal dan paling sering terjadi dibandingkan dengan kecelakaan lainnya, salah satunya adalah kebakaran akibat ledakan pada pipa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif, yaitu studi literatur untuk mengidentifikasi dan menyajikan data-data tentang faktor-faktor penyebab ledakan pipa di atas kapal, dampak yang ditimbulkan, serta mitigasi yang perlu dilakukan. Dengan mengetahui faktor-faktor yang sering menyebabkan kebakaran di kapal serta langkah-langkah mitigasi yang harus diambil saat kebakaran terjadi, kita dapat lebih berhati-hati dan profesional dalam menangani situasi darurat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebakaran terjadi akibat adanya unsur-unsur yang, apabila bersatu, dapat memicu kebakaran, yaitu udara, bahan mudah terbakar, dan sumber panas. Ledakan pada pipa bertekanan tinggi dapat menyebabkan kebakaran yang dipicu oleh kelalaian manusia serta usia pipa yang sudah tua. Dampak yang ditimbulkan meliputi percikan api yang memicu kebakaran serta kerusakan properti di atas kapal. Oleh karena itu, langkah-langkah mitigasi perlu diterapkan untuk mencegah dan menanggulangi kebakaran tersebut.