Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Motoric Game-Based Learning Model to Grow Character Values “GOROMAN” (Cooperation and Independent) Elementary School 190, Gresik District Sunanto; Mariati, Pance; Muchamad Samsul Huda; Didik Purwanto
GANDRUNG: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024): GANDRUNG: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Fakultas Olahraga dan Kesehatan, Universitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Regarding the problem and the focus of assistance from the findingsobtained in the field and peer discussions with teachers still focus on physics in learning physical education at schoolbase. Physical education is not only a physical focus, but character values ​​are also given to students in the learning process. Physical education and sports are based on methodsgame motor skills to grow character The method used in this activity is a model of filling out questionnaires, materials, discussions, game simulations and evaluations. While the discussion of the results of the service includes peer discussions that are relevant to the findings of the mentoring results found to be includedcategory understand the importance of character education given to students in gamesmotor to foster the value of mutual cooperation and independence.
PEMBERDAYAAN KARANG TARUNA MELALUI DEBORA (DESA BINA OLAHRAGA) DALAM PENINGKATAN MANAJEMEN OLAHRAGA DESA MANUNGGAL JAYA Fauzi, Muhammad Sukron; Cahyono, Didik; Akmalia, Siti; Fajri, Ahmad; Fauzi, Lutfi Muhammad; Naheria, Naheria; Cahyaningrum, Gyta Krisdiana; Huda, Muchamad Samsul
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 5 (2024): Vol. 5 No. 5 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i5.35853

Abstract

Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan Karang Taruna melalui DEBORA (Desa Bina Olahraga) dalam peningkatan manajemen dan pengelolaan sarana prasarana olahraga di Desa Manunggal Jaya. Program ini difokuskan pada peningkatan kapasitas manajerial Karang Taruna dalam mengelola kegiatan olahraga serta mengoptimalkan pemanfaatan sarana dan prasarana olahraga yang ada di desa. Metode yang digunakan mencakup pelatihan, pendampingan, dan evaluasi kinerja manajemen Karang Taruna dalam merencanakan, menyelenggarakan, dan mengelola berbagai kegiatan olahraga serta pemeliharaan sarana prasarana olahraga. Hasil program menunjukkan peningkatan signifikan dalam kemampuan manajemen Karang Taruna, terutama dalam hal perencanaan kegiatan, manajemen keuangan, dan pengorganisasian tim olahraga. Selain itu, program ini berhasil memperbaiki dan memelihara lapangan sepak bola, voli, dan bulu tangkis, yang sebelumnya dalam kondisi kurang layak. Partisipasi masyarakat dalam kegiatan olahraga desa juga meningkat, baik melalui olahraga rutin maupun kompetisi lokal. Program DEBORA juga berperan dalam pengembangan prestasi olahraga desa dengan membina atlet lokal yang mampu bersaing di tingkat kecamatan. Kesimpulannya, program DEBORA berhasil memberdayakan Karang Taruna dalam meningkatkan manajemen dan pengelolaan sarpras olahraga di Desa Manunggal Jaya, yang memberikan dampak positif terhadap aktivitas olahraga dan partisipasi masyarakat. Keberhasilan ini menunjukkan potensi program DEBORA sebagai model pengelolaan olahraga berbasis desa yang dapat diterapkan di wilayah lain.
Hubungan BMI dan Lemak Tubuh pada VO₂Max Kapasitas Mahasiswa Pendidikan Jasmani Universitas Mulawarman Cahyaningrum, Gyta Krisdiana; Naheria, Naheria; Cahyono, Didik; Fauzi, Muhammad Sukron; Huda, Muchamad Samsul
Jurnal SPORTIF : Jurnal Penelitian Pembelajaran Vol 11 No 3 (2025): Jurnal SPORTIF: Jurnal Penelitian Pembelajaran
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/js_unpgri.v11i3.24877

Abstract

This study examines the relationship between Body Mass Index (BMI), body fat proportion, and VO₂Max capacity in Physical Education students enrolled in 2022 at FKIP Mulawarman University. The research method used a cross-sectional design. The sample amounted to 80 students through random sampling (53 males and 27 females) aged 18–22 years. BMI was calculated from weight and height using a digital scale and stadiometer, body fat proportion was measured using skinfold callipers at three points (triceps, abdomen, thighs), and VO₂Max capacity was measured with the multistage fitness test (beep test). Data analysis employed SPSS 25.0, using descriptive statistics to present the distribution of BMI, body fat proportion, VO₂Max, and Pearson product-moment correlation to assess the strength and direction of relationships between variables. The findings show a significant relationship between BMI and VO₂Max (r = -0.45, p < 0.01), while the relationship between body fat proportion and VO₂Max is stronger (r = -0.52, p < 0.01). It can be concluded that body fat proportion is a more influential factor than BMI in determining VO₂Max capacity. These results contribute to the understanding that body composition, particularly fat proportion, plays a crucial role in aerobic capacity. The contribution of this study lies in providing empirical evidence to support the development of exercise programs and curricula based on physiological profiles, which can be adapted to other educational contexts.
Pelatihan Permainan Sirkuit Untuk Menumbuhkan Karakter GOROMAN Siswa Sekolah Dasar Sidoarjo sunanto, sunanto; Purwanto, Didik; Huda, Muchamad Samsul; Rulyansah, Afib
Sewagati Vol 9 No 6 (2025)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j26139960.v9i6.8483

Abstract

Pemanasan statis dalam pembelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) sering dianggap monoton dan kurang menarik oleh siswa sekolah dasar. Hal ini menurunkan antusiasme dan keterlibatan mereka di awal pembelajaran. Oleh karena itu, dibutuhkan inovasi dalam bentuk permainan kinestetik yang tidak hanya menghangatkan tubuh, tetapi juga mendorong motivasi belajar dan penguatan karakter. Dalam pelatihan permainan sirkuit ini menekankan pentingnya menghadirkan strategi pemanasan yang menyenangkan, menantang, dan bermakna melalui pendekatan permainan sirkuit. Permainan kinestetik sirkuit yang dirancang mengintegrasikan unsur gerak dasar dengan nilai-nilai karakter gotong royong dan kemandirian. Berdasarkan hasil pelatihan dan uji coba, pendekatan ini masuk dalam kategori "layak digunakan" dan terbukti efektif. Guru menyatakan bahwa siswa menjadi lebih aktif, bersemangat, serta mampu bekerja sama dan mandiri selama proses permainan. Hasil penilaian juga menunjukkan bahwa karakter gotong royong dan mandiri yang ditanamkan melalui permainan berada pada kategori "sangat baik". Permainan kinestetik sirkuit dapat dijadikan alternatif praktis dan inovatif untuk mengembangkan pemanasan statis. Selain mendukung kesiapan fisik. Ke depan, kegiatan ini akan terus dikembangkan melalui pelatihan lanjutan dan uji implementasi di berbagai sekolah untuk memperkuat keberlanjutan program.