Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Metode latihan pull up dan metode latihan srt (single rope teknik) terhadap hasil pemanjatan lead atlet sport climbing Bayu Hardiyono; Noviria Sukmawati; I Bagus Endrawan; Selvi Atesya Kesumawati; Haris Mastun Senna
Altius: Jurnal Ilmu Olahraga dan Kesehatan Vol. 11 No. 2 (2022): Altius: Jurnal Ilmu Olahraga dan Kesehatan
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/altius.v11i2.139

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk pengaruh metode latihan pull up dan metode latihan SRT (single rope teknik) terhadap hasil pemanjatan lead atlet di kota Palembang. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode pra-eksperimen. sampel pada penelitiaan ini berjumlah 40 orang, kemudian dilakukan Pretest. Latihan yang diberikan pada penelitian ini adalah latihan latihan Pull Up dan SRT (Single Rope Teknik), dan perlakuan selama 6 minggu dua kelompok tersebut dilakukan Posttest. Untuk mengujian hasil dari panjatan atlet sport climbing menggunakan tes pemanjatan yang telah divalidasi oleh pakarolahraga sport climbing, pelatih, dan akademis. Uji hipotesis penelitian ini adalah Uji-T untuk mengetahui seberapa besar pengaruh latihan kekuatan terhadap hasil pamanjatan atlet sport climbing. Hasil penelitian menunjukan terdapat pengaruh yang Signifikan hasil uji statistik variable latihan, diperoleh nilai uji-t antara pretest dan posttest latihan yang diketahui bahwa nilai Sig. kelompok 1 (2-tailed) 0.00< 0.05 maka terdapat perbedaan yang signifikan antara pre-test post-test latihan pull Up. Sedangkan nilai sig. kelompok 2 (2tailed) 0.00< 0.05 maka terdapat perbedaan yang signifikan antara pre-test dan post-test latihan SRT (Single Rope Teknik). Dengan demikian, variasi model latihan kekuatan Pull Up dan latihan SRT (Single Rope Teknik) sama-sama memberikan peningkatan yang signifikan terhadap hasil pemanjatan atlet sport climbing.
Manipulative basic movement game model for junior high school students Henu Ardianto; Selvi Atesya Kesumawati; Dewi Septaliza; I Bagus Endrawan; noviria sukmawati
Altius: Jurnal Ilmu Olahraga dan Kesehatan Vol. 14 No. 1 (2025): Altius: Jurnal Ilmu Olahraga dan Kesehatan
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/altius.v14i1.173

Abstract

This study aims to develop a basic manipulative movement game model for Junior High School (SMP) students. This model is designed to improve students' basic motor skills through fun and interactive activities, involving movements such as overhead throws, underhand, hand dribbling, and kicking. This study uses a development method with a research and development (R&D) model with the ADDIE model (analysis, design, development, implementation and evaluation) and the instrument used in this study is a questionnaire. The results of the expert validity test use the Content Validity Index (CVI) and Content Validity Ratio (CVR). Expert validation instruments are carried out by physical education experts, movement enrichment experts, and learning media experts. based on the CVR results above with an average value of 0.2, the GF Overhead Throwing model is declared Valid. The results of this study conclude that the developed basic manipulative movement game model can improve the motor skills of junior high school students.
Silent Locojumpkids: A Learning Model to Improve Locomotor Skills in Children with Hearing Impairments Selvi Atesya Kesumawati; Itriyah; Desy Misnawati; Sutinah; Shakira Atesya Kesumawati; Muslimin Muslimin; Afrizal Fikri
Altius: Jurnal Ilmu Olahraga dan Kesehatan Vol. 14 No. 2 (2025): Altius: Jurnal Ilmu Olahraga dan Kesehatan
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/altius.v14i2.198

Abstract

Background. the locomotor fundamental movement skills of deaf students are in the moderate category; students often lose focus and appear unmotivated to move. This study aims to develop a fundamental movement skills game model for children with impairment in Primary Extraordinary School. This model is designed to improve students' fundamental movement skills (FMS) through fun and interactive activities, involving locomotor movements such as forward jump, right jump, left jump and backward jump. Methods. This study employed a research and development (R&D) approach using the ADDIE model (analysis, design, development, implementation, and evaluation). The primary instrument used was a questionnaire. Expert validity testing was conducted using the Content Validity Index (CVI) and Content Validity Ratio (CVR). Results. The validation process involved educational media experts, motor learning experts, and adapted physical education experts. Conclusions. Based on the CVR results, which showed an average score of 0.15, falling within the range of 1 to -1. The Silent Locojumpkids model was classified as valid. The findings indicate that the developed basic locomotor movement game model can enhance the motor skills of students with impairments.  
Sosialisasi Model Pembelajaran Gerak Pada Peserta Didik Tunarungu di SLB B YPAC Palembang Selvi Atesya Kesumawati; Dewi Septaliza; Aprizal Fikri; Bayu Hardiyono; Arif Hidayat; I Bagus Endrawan; Fina Junianti; Indah Cahaya Permatasari
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Bina Darma Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Bina Darma
Publisher : DRPM-UBD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33557/z7cfjk83

Abstract

Keterbatasan pendengaran yang dialami oleh peserta didik tunarungu memengaruhi kemampuan mereka dalam menerima informasi, termasuk dalam pembelajaran gerak. Untuk itu, diperlukan model pembelajaran yang sesuai guna mendukung perkembangan motorik dan meningkatkan partisipasi mereka dalam kegiatan fisik. Penelitian ini bertujuan untuk mensosialisasikan model pembelajaran gerak yang adaptif bagi peserta didik tunarungu di SLB B YPAC Palembang. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi pendekatan model pembelajaran gerak lebih cenderung preskriptif (memberi petunjuk dan bersifat menentukan) dalam menerapkan model pembelajaran gerak. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sosialisasi ini mampu meningkatkan pemahaman guru tentang strategi pembelajaran gerak yang efektif, serta memberikan dampak positif terhadap keterlibatan peserta didik dalam pembelajaran. Temuan ini menegaskan pentingnya pengembangan metode pembelajaran yang berbasis kebutuhan khusus peserta didik tunarungu untuk mendukung perkembangan holistik mereka.
Sosilalisasi SMART Model Climbing pada Guru Sekolah Luar Biasa di Kota Palembang Bayu Hardiyono; Aprizal Fikri; I Bagus Endrawan; Selvi Atesya Kesumawati; Dewi Septaliza; Selvi Melianty; Martinus Martinus; Muslimin Muslimin
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Bina Darma Vol. 5 No. 3 (2025): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Bina Darma
Publisher : DRPM-UBD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33557/1pg7r335

Abstract

Pengabdian ini bertujuan mengembangkan model permainan panjat tebing untuk anak tunagrahita ringan melalui kegiatan Focus Group Discussion (FGD) bersama ahli pendidikan khusus, terapis okupasi, dan pelatih panjat tebing. dan juga melibiatkan mahasiswa. Hasil FGD menunjukkan bahwa aktivitas panjat tebing memiliki potensi besar untuk meningkatkan motorik kasar, koordinasi, keseimbangan, perhatian, serta kemampuan mengikuti instruksi pada anak tunagrahita. Para ahli menekankan pentingnya permainan yang sederhana, aman, bertahap, dan menyenangkan. Selain itu, desain pegangan panjat (climbing grips) berkarakter hewan, buah, sayur-sayuran, dan alfabet dinilai efektif sebagai media stimulasi multisensoris karena mendukung visual, taktil, kognitif, dan motivasi anak. Integrasi model permainan dan desain grip karakter diharapkan memberikan manfaat fisik, kognitif, dan adaptif sebagai upaya meningkatkan perkembangan anak tunagrahita ringan dalam lingkungan yang inklusif.
Enhancing Forehand Stroke Performance in Elementary School Table Tennis through Drill Practice: A Classroom Action Research Study Rika Zahara; I Bagus Endrawan; Selvi Atesya Kesumawati; Noviria Sukmawati
SPORTIVE: Journal Of Physical Education, Sport and Recreation Vol. 10 No. 2 (2026): 30 Juli 2026
Publisher : Prodi Pendidikan Jasmani dan Olahraga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pjp0jf97

Abstract

This classroom action research investigated the effectiveness of the drill method in improving forehand stroke performance in table tennis among fifth-grade students at SD Negeri 1 Merapi Barat, South Sumatra, Indonesia. Twenty-three students (13 males, 10 females) participated in two learning cycles, each consisting of planning, implementation, observation, and reflection stages. Data were collected through performance assessments using a standardized rubric evaluating initial stance, execution, follow-through, and shot accuracy. In the pre-intervention stage, only 34.97% of students achieved the minimum mastery criterion (≥70). Following the first cycle of drill-based instruction, mastery improved to 61.51% with a class average score of 72.01. After targeted adjustments in the second cycle, mastery reached 86.98% with a class average score of 80.72, surpassing the 80% classical mastery threshold. The findings demonstrate that structured and repetitive drill training significantly enhances students’ technical skills in executing the forehand stroke. The study supports the application of the drill method as an effective pedagogical strategy in physical education, particularly for developing fundamental racket sport techniques at the elementary school level.